Belajar Jurnalis  Bersama Redaksi sembada.id

Belajar Jurnalis Bersama Redaksi sembada.id


Salam Sembada

Redaksi sembada.id, membuka kesempatan kepada para pembaca yang ingin bersama-sama belajar jurnalis dengan magang menulis dan fotografi di sembada.id

Persyaratan :
1. Pendidikan Minimal D3/Mahasiswa semester 6 semua jurusan
2. Siap untuk belajar menulis dan fotografi

Fasilitas :
1. Bimbingan dari tingkat dasar
2. Dibantu sampai karya terbit
3. Tulisan bisa tampil di sembada.id


Bagi yang berminat bisa mendaftar via email sembadaweb@gmail.com
Sertakan nama dan nomer  kontak aktif  serta alasan mengikuti program ini

Salam Sembada
Read More
Minimalisir Dampak Likuifaksi Gempa Perlu Rekayasa Keamanan Dini

Minimalisir Dampak Likuifaksi Gempa Perlu Rekayasa Keamanan Dini



Prof Paulus Pramono Rahardjo dari Universitas Parahyangan memberikan kuliah umum Likuifaksi dan Kegempaan di auditorium Lt 3  Gedung Kahar Mudzakir, FTSP UII, Senin (27/1/2020).

SEMBADA.ID-Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII)Yogyakarta menggelar kualiah umum Likuifaksi (tanah bergerak) dan Kegempaan di auditorium Lt 3  Gedung Kahar Mudzakir, FTSP UII, Senin (27/1/2020).

Kuliah Umum menghadirkan Prof Paulus Pramono Rahardjo dari Universitas Parahyangan dan Prof Widodo Pawirodikromo dari FTSP UII.  Kuliah Umum diikuti mahasiswa UII, dosen dan mahasiswa perguruan tinggi lain, serta pegawai instansi pemerintah.

Wakil Dekan FTSP UII, Kasam mengatakan saat gempa bumi di Aceh tahun 2004, masyarakat awam belum banyak membahas tentang likuifaksi. Namun pada gempa bumi di Palu, likuifaki menjadi perhatian masyarakat karena banyak memakan korban material dan jiwa.

“Tidak hanya bangunan, tetapi tanah, bangunan dan penghuninya menjadi bubur,” kata Kasam saat membuka kuliah umum itu.

Kasam menilai, Kuliah Umum ini merupakan diskusi yang sangat berharga. Ia berharap agar ditemukan rekayasa kegempaan dan ikutannya.

“Suatu hal perlu sekali dikembangkan terus dan ketika akan terjadi gempa sudah siap dengan rekayasa. Sehingga keamananan dapat diantasipasi se awal mungkin,” tandas Kasam

Prof Paulus Pramono Rahardjo menjelaskan berdasarkan hasil penelitian, potensi likuifaksi terjadi pada gempa yang berkekuatan lebih dari 5 magnitudo. Ada beberapa jenis likuifaksi mulai dari tidak mengakibatkan kerusakan hingga meluluhlantakan wilayah beserta bangunan dan penghuninya.

Likuifaksi terjadi akibat di dalam tanah wilayah yang terkena gempa ada sumber air. Air membuat kerusakan pada tanah dan bangunan di atasnya, selanjutnya, air mengalir menuju ke tempat yang rendah.

“Akibatnya, infrastruktur di atasnya berlipat-lipat,” kata Paulus.

Untuk menekan jumlah korban, kata Paulus, perlu dilakukan mitigasi agar likuifaksi tidak banyak memakan korban jiwa. Hal yang menjadi dasar mitigasi adalah historical criteria (sejarah), geological criteria (geologi), compositional criteria, dan state criteria (kepadatan penduduk).

Prof Widodo Prawirodikromo mengatakan, gempa Bantul tahun 2006 juga terjadi likuifaksi di Parangtritis. Namun likuifaksi itu terjadi di persawahan yang ditandai dengan memancar air dari tanah di persawahan.

“Ada seorang petani yang saya wawancarai, dia melihat air yang muncrat dari tanah ke atas. Dia melihat likuifaksi itu sambil menggembala kambing. Sehingga terjadi eksodus dari selatan ke utara. Masyarakat menilai itu tanda kiamat,” paparnya. (sbd).



Read More
Fraksi Gerindra Sleman Ingin Wakil Ketua DPP Gerindra Danang Maju Pilkada Sleman

Fraksi Gerindra Sleman Ingin Wakil Ketua DPP Gerindra Danang Maju Pilkada Sleman

Sekretaris Fraksi Gerindra Sleman Muhammad Arif P Santoso (kiri) dan Ketua DPC Gerindra Sleman Sukaptono memberi keterangan soal calon yang diinginkan dalam Pilkada Sleman 2020 di kantor DPC Gerindra Sleman, Senin (27/1/2020). 

SEMBADA.ID-Fraksi Gerinda DPRD Sleman menginginkan wakil ketua DPP Gerindra Danang Wicaksana Sulistya maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman 2020. Alasannya, dalam proses menjaring aspirasi soal Pilkada, seluruh warga dan kader Gerindra Sleman mendukung kader internal dan nama yang mencuat paling  atas adalah Danang Wicaksana Sulistya.

Selain itu,  Danang Wicaksana Sulistya saat Pilkada 2015 lalu popularitasnya juga tinggi. Yaitu dengan mendapatkan 23% suara. Sehingga ini menjadi modal pada Pilkada Sleman 2020.

“Itulah alasan kami mendorong Danang Wicaksana Sulistya maju dalam percaturan Pilkada Sleman 2020,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Sleman M Arif P Susanto di kantor DPCGerindra Sleman, Senin (27/1/2020).

Mengenai  apakah maju untuk Sleman 1 atau Sleman 2, Arif  belum bisa memberikan keterangan. Sebab jumlah kursi dan peroleh suara  Gerindra Sleman dalam Pemilu 2019  tidak bisa mengusung sendiri. Sehingga masih menunggu pergerakan koalisi. Namun tetap mengharapkan koalsi partai nanti bisa menerima Danang baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati.

“Ini nanti kita bicarakan saat pertemuan dengan partai koalisi,” paparnya.

Menurtu Arif, untuk komunikasi dengan partai lain masih saling menjajaki. Apalagi  semua partai kondisinya sama yaitu masih dalam tahap pembicaraan informal. Untuk pembicaraan formal belum ada partai yang saling bertemu dan bicara.

“Untuk pertemuan formal kami baru dengan koalisi kebangsaan. Namun tetap belum cukup, sebab koalisi itu hanya memiliki 3 kursi di DPRD Sleman, lainnya partai non parleman,” jelasnya

Ketua DPC Gerindra Sleman Sukaptana menambahkan untuk komunikasi formal dengan partai lain memang belum dilakukan, namun untuk informal sudah melakukannya. Di antaranya dengan pengurus PAN dan PDIP.

Mengenai nama-nama yang mendaftar calon bupati dan calon wakil bupati Sleman melalui Gerindra, menurut Sukaptono ada empat nama yang mengambil formulir dan mengembalikan, yakni Sri Muslimatun, Nadjib Gisymar, Amin Purnomo dan Sukaptono.  Sehingga tetap mengajukan ke DPD dan diteruskan ke DPP.

“Kami tetap akan laporkan ke tim seleksi, Nanti yang direkom siapa. Tapi dari internal Gerindra Sleman nama yang mengerucut Danang Wicaksana Sulistya,” terangnya. (sbd)
Read More
RKPD 2021 Sleman Fokus Pada Pembangunan Inftasrruktur

RKPD 2021 Sleman Fokus Pada Pembangunan Inftasrruktur


Bupati Sleman Sri Purnomo saat membuka Musrembang RKPD 2021 Sleman , di   Aula Pangripta Kantor Bappeda Sleman, Senin (27/1/2020).foto sembada.id/doni kardika

SEMBADA.ID-Pemkab Sleman mulai menyusun rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) 2021. Sebagai langkah  awal, dengan menggelar  musyawarah perencanaan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2021 Sleman, di   Aula Pangripta Kantor Bappeda Sleman, Senin (27/1/2020).

Selain organisasi perangkat daerah (OPD) kegiatan itu juga diikuti Forkompinda Sleman, akademisi, LSM, Ormas, tokoh masyarakat, pengusaha dan pemangku kepentingan lainnya.  Tema pembangunan tahun 2021 Sleman adalah “M
engoptimalkan potensi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”
.
RKPD tahun 2020 ini merupakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Sleman tahun ke 16  serta pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ke 6. Terutama guna mewujudkan visi Sleman, yaitu masyarakat yang lebih sejahtera, madiri, berbudaya, dan terintegrasikannya e-government menuju smart regency di tahun 2021. 

Ada sembilan fokus pembangunan pada RKPD 2021. Yaitu  kawasan ekonomi terpadu, pemantapan operasional mall pelayanan publik, pembangunan tempat pemrosesan akhir sampah, pembangunan RSUD Prambanan (lokasi baru), penngkatan cakupan layanan air minum, pelebaran ruas jalan jembatan Grembayangan, pembangunan taman budaya di Pandowoharjo, revitalisasi pasar tradisional dan penataan kawasan penanda kabupaten di Gamping.

Bupatu Sleman Sri Purnomo menjelaskan penyusunan RKPD Kabupaten Sleman tahun 2021 ini dilaksanakan dengan menggunakan empat pendekatan, yaitu pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, bottom-up dan top-down.

Hal ini dimaksudkan untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, sinergitas antar wilayah, antar ruang dan antar waktu serta antar urusan pemerintahan dan para pemangku kepentingan pembangunan daerah sehingga upaya menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Sleman dapat dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif.

“Adapun indikasi tema perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2021 adalah mengoptimalkan potensi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya,” kata Sri Purnomo saat membuka Musrembang RKPD 2021, Senin (27/1/2020)

Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyadi menambahkan Musrenbang ini awal tahap penyusunan RKPD yang dimulai dengan penyampaian rancangan awal RKPD kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Musrenbang ini dilanjutkan Musrenbang Kabupaten di kecamatan, Forum Paparan Camat, Forum Perangkat Daerah dan rapat teknis yang merupakan rangkaian kegiatan guna memberikan asukan bagi perangkat daerah untuk menyempurnakan rancangan Renjanya,”  kata Kunto Riyadi dalam sambutannya yang dibacakan  Sekretaris Bappeda Sleman, Arif Setio Laksito. (dik)

Read More
 Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Dini Neuropati Perifer Diabetes Spherotec

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Dini Neuropati Perifer Diabetes Spherotec


Dua mahasiswa menunjukkan alat deteksi dini neruopati perifer penderita diabetes yang dibsrinama Spherotec. foto Dok Humas UGM

SEMBADA.ID-Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Regita Rahma Maharatri dan  Elins Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ( FMIPA) Ilham Fazri menciptakan alat deteksi dini neuropati bagi penderita diabtes militus yang diberinama Spherotec (Smart Portable Peripheral Neuropathy Diabeticum Screening Tool) atau Alat Skrining Neuropati Perifer Portabel.

Alat ini untuk memudahkan penangganan penderita diabetes  sekaligus mencegah terjadinya ulkus kaki diabetikum yaitu luka terbuka yang terletak di telapak kaki bagian bawah atau samping penederita diabetes yang mengarah pada amputasi.

Inovasi ini juga mengantarkan dua mahasiswa UGM ini meraih medali emas dalam ajang International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2020 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, 13-15 Januari 2020 kategori teknologi. 

ISTEC merupakan kompetisi internasional dalam sains, teknologi, dan teknik yang diselenggarakan Bandung Creative Society berkolaborasi dengan Indonesian Young Scientist Association
.
Regita Rahma Maharatri mengatakan ide pengembangan perangkat ini berawal dari kegelisahan mereka akan tingginya jumlah penderita diabetes, bahkan terus meningkat setiap tahunnya. International Diabetes Federation (IDF) mencatat saat ini terdapat 463 juta orang hidup dengan diabetes dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat hingga 51% pada tahun 2045.

“Itulah ide awal inovasi ini,” kata Regita, seperti dilansir  sindonews, Senin (27/1/2020).

Regita menjelaskan Spherotec merupakan sebuah purwarupa perangkat portabel yang tersusun dari berbagai sensor dan terhubung dengan ponsel pintar. Fungsi utama alat ini  berfungsi untuk deteksi dini neuropati perifer pada penderita diabetes melitus. Selanjutnya akan diklasifikasikan tingkat risikonya dari 0-3 sesuai dengan data  IDF.
  
Diabetic Peripheral Neuropathy adalah komplikasi yang paling sering dijumpai pada penderita diabetes. Jika tidak dilakukan pemeriksaan secara dini, neuropati perifer ini akan berkembang menjadi ulkus kaki dan dapat mengarah ke lower extremity amputation.

“Kami berharap dengan alat ini dapat menjadi alternatif solusi dalam mencegah terjadinya ulkus kaki diabetikum yang mampu mengarah pada amputasi,” paparnya.

Ilham Fazri menambahkan perangkat ini dilengkapi dengan  fitur edukasi sesuai dengan risiko yang terdeteksi. Dengan begitu, Spherotec dapat membantu mencegah peningkatan risiko. Sehingga diharapkan  mampu meningkatkan kesadaran serta mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes.

“Karena dengan alat alat dapat dilakukan pemeriksaans secara dini dan mudah, diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya penderita diabetes dalam melakukan kontrol gula darah dan perawatan kaki yang baik  sehingga amputasi dapat dicegah” terangnya. (sdn)
Read More
Terdetesi Virus  Corona,  WNA  Ditolak Masuk Yogyakarta

Terdetesi Virus Corona, WNA Ditolak Masuk Yogyakarta

Kepala Kantor Imigrasi kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Yogyakarta Umar Dani (kini) bersama Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Indro Prawoto  (tengah) dan Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham DIY Hermasyah Siregar (kanan) memberikan keterangan soal antisipasi virus corona di kantor  Imigrasi kelas I TPI Yogyakarta, Senin (27/1/2020). 

SEMBADA.ID-Kepala Kantor  Imigrasi kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)Yogyakarta Umar Dani mengatakan akan memulangkan atau mendeportasi warga negara asing (WNA) yang terdetsi virus corona. Langkah ini sebagai antisipasi virus corona baru (nCov) masuk ke Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya.

“Kami akan  berkoordinasi dengan  Balai Karantina Yogyakarta. Apakah orang itu terdeteksi virus
corona atau tidak. Jika terindikasi, maka sesuai dengan peraturan, Imigrasi  menolak orang itu masuk ke wilayah Indonesia dan akan memulangkannya,” kata Umar di sela-sela ulang tahun hari bakti Imigrasi ke 70 di kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, seperti dilansir sindonews, Senin (27/1/2020)..


Umar menjelaskan tindakan antisipasi ini bukan hanya adanya virus corona, namun terhadap wabah endemis lainnya, seperti flu burung dan wabah penyakit lainnya. Fokus imigrasi sendiri ada dua, yakni perlintasan orang asing yang akan masuk ke Indonesia maupun orang warga  negara Indonesia (WNI) yang akan ke luar negeri, terutama ke negara  endemis wabah penyakit   Untuk WNI yang akan keluar, Imigrasi hanya bisa melakukan imbauan dan memberitahu mengenai situasi di negara yang akan dituju, bukan pelarangan.


"Namun dalam tugasnya kita harus menunggu koordinasi dari Karantina terlebih dahulu,” paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum da HAM (Kemenkumham) DIY  Hermansyah Siregar. Ia menjelaskan pihaknya tidak bisa melakukan pelarangan kepada WNI yang hendak ke luar negeri. Sebab untuk pencekalan, hanya bisa dilakukan ketika seseorang masuk dalam daftar cekal maupun yang tidak memenuhi syarat  administrasi.

 "Ketika WNI mengajukan paspor, kita hanya bisa menganjurkan dan memberikan informasi di negara ada endemik, kalau mau berangkat bisa ditunda,” teragnya. (sbd)
Read More
FPAN Sleman,  Nilai  Surat  Perintah Sekda Bentuk Ketidakcermatan

FPAN Sleman, Nilai Surat Perintah Sekda Bentuk Ketidakcermatan



SEMBADA.ID-Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Sleman menilai adanya surat perintah dari Sekda DIY kepada Bupati/Walikota di DIY No 420/1051 tertanggal 21 Januari 2020  soal larangan peredaran video “Tepuk Anak Shaleh” dan No 420/1277 tertanggal 24 Januari 2020 soal pencabutan surat No 420/1051 yang ditujukan kepada bupati/walikota dinilai tidak tepat. Sebab  Sekda tidak seharusnya memerintah kepada daerah otonom lain.

“Surat dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kepada bupati/walikota seyogyanya ditandatangni oleh Gubernur, bukan oleh Sekda,” kata ketua FPAN Sleman Raspati Agus Sasangka, dalam rilisnya, Jumat  (24/1/2020).

Untuk itu meminta  Bupati Sleman jika ada surat yang ditandatangani Sekda DIY yang bersifat perintah atau himbauan untuk dicermati substansinya. “Kejadian ini harus menjadi
pelajaran bersama dan  tidak terulang kembali di masa mendatang,” ungkapnya.

Menurut Ade, panggilan Respati Agus Sasangka munculnya dua surat Sekda tentang larangan dan pencabutan larangan dalam waktu empat hari itu juga menunjukkan Pemda DIY  tidak memahami tentang subtansi  ‘Tepuk Anak Shaleh‟, yaitu  sebagai upaya menanamkan kecintaan anak terhadap agama dan nilai-nilai yang dikandungnya (rajin beribadah, rajin mengaji dan menghormati
orangtua), namun justru memahami tepuk tersebut secara tidak tepat sebagai sikap yang mengembangkan intoleransi.

“Tepuk Anak Shaleh  sudah lama dipraktekkan oleh lembaga-lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah Islam sebagai bentuk peneguhan iman yang bersifat internal dan bukan ditujukan untuk
mengajarkan intoleransi terhadap umat agama lain,” jelasnya..

FPAN Sleman juga menilai keluarnya surat tersebut sebagai bentuk ketidakcermatan dan ketidakhati-hatian Pemda DIYdalam mensikapi informasi dan isu yang berkembang terkait. Sehingga menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.

Untuk itu mendesak Pemda  DIY agar lebih bisa memahami upaya-upaya umat beragama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di kalangan internal masing masing dan tidak secara gegabah menganggapnya sebagai sebuah  tindakan intoleransi.

“Kami mendesak dilakukan upaya serius untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat atas  keresahan yang terjadi,” tandasnya. (sbd)

Read More
Waspadai Virus Korona Bandara Adisutjipto Tingkatkan Pengawasan Penumpang Internasional

Waspadai Virus Korona Bandara Adisutjipto Tingkatkan Pengawasan Penumpang Internasional


Petugas sedang melakukan pemantaun penumpang penerbangan internasional yang tiba di pintu kedatangan internasional bandara internasional Adisuttjipto Yogyakarta, Kamis (23/1/2020). Foto dok Humas AP 1 Yogyakarta

SEMBADA.ID-Waspadai penyebaran virus korona yang berpotensi membawa  penyakit pneumonia atau penyakit menular lainnya, PT Angkasa Pura I (Persero) Yogyakarta meningakatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap  penumpang penerbangan internasional yang tiba di pintu kedatangan internasional Bandara  Internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Bandara Internasional Adisutjipto saat ini  melayani dua rute penerbangan internasional yaitu Kuala Lumpur-Yogyakarta dan Singapura-Yogyakarta.

General Mananager PT Angkasa Pura I Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan seluruh penumpang penerbangan internasional yang datang di Bandara Internasional Adusutjipto saat  melewati pintu kedatangan internasional akan dipantau suhu tubuhnya.  Untuk pemantauan dan pemeriksaan ini telah tersedia alat body thermal scanner di terminal kedatangan internasional.

“Untuk pemeriksaaan ini menjalin kerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas IV Yogyakarta,” kata Pandu, dalam rilisnya, Kamis (23/1/2020).

Pandu menjelaskan semua penerbangan internasional akan diperiksa oleh petugas KKP di pintu kedatangan internasional. Apabila ada penumpang yang menunjukkan indikasi suhu tubuh yang tinggi
maka akan dikarantina dalam ruang isolasi dan jika berpotensi membawa penyakit atau wabah menular yang bersangkutan akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta.

Menurut Pandu  prosedur tersebut juga berlaku untuk maskapai dimana mereka wajib memberikan informasi sebelum tiba di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta. Maskapai perlu menyerahkan dokumen General Declaration untuk menilai apakah terdapat penumpang sakit yang berpotensi menular.

“Seluruh pemeriksaan dilakukan sesuai dengan prosedur dari KKP, sebagai instansi yang menangani pencegahan  penyakit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang mereseahkan dunia (KKMD),” paparnya

Untuk itu seluruh pemeriksaan dan pengawasan terhadap kesehatan penumpang dan crew harus terlaksana sesuai prosedur yang dilaksanakan oleh KKP, tidak hanya mengenai pencegahan penyebaran virus korona, namun juga potensi penyakit lainnya

“Upaya antisipasi penyebaran virus korona di Bandara Internasional Adisutjipto  Yogyakarta telah kami lakukan beberapa hari terakhir ini. Namun hingga kini belum ada  satupun penumpang yang terindikasi mengidap virus tersebut,”  terangnya. (sbd)
Read More
Awal Tahun Polda DIY  Ungkap 15 Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Awal Tahun Polda DIY Ungkap 15 Kasus Penyalahgunaan Narkoba



Polda DIY menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus narkoba di Mapolda DIY, Kamis (23/1/2020). 

SEMBADA.ID-Kasus penyalahgunaan narkoba di DIY pada awal tahun ini cukup tinggi. Terbukti sejak 1 Januari-16 Januari Polda DIY berhasil mengungkap 15 kasus dengan 15 tersangka penyalahgunaan narkoba.  Dari jumlah itu, 12 tersangka ditahan di Mapolda DIY, dua tersangka direhabilitasi dan satu tersangka dititipkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinsos DIY di Sleman.

Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba)  Polda DIY Kombes Pol Ary Satriyan mengatakan jumlah 15 kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil diungkap tersebut, enam kasus terjadi di Sleman, tujuh kasus di Yogyakarta dan dua  kasus di Bantul.

“Dari kasus tersebut barang bukti yang bisa diamankan, yakni ganja seberat 34,14 gram, tembakau gorila 25,11 gram, sabu 4.66 gram, psikotropika gol IV 280 butir dan obat berbahaya (pil trehexyphendidyl/pil sapi) 6.730 butir,” kata Ary Satriyan saat ungkap kasus di Mapolda DIY, Kamis (23/1/2020).

Ary menjelaskan  dari 15 tersangka, enam orang masih berstatus mahasiswa dan pelajar serta sembilan orang pegawai swasta. Dari jumlah itu, tidak semua diproses hukum, namun ada yang direhabilitasi. 

“Mereka yang diproses pidana dijerat dengan UU  No 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman  hukuman maksimal 12 tahun penjara, UU No 5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan UU No 36/2009 tentang  kesehatan dengan ancaman hukuman  10 tahun serta Permenkes No 44/2019 tentang perubahan penggolongan Narkotika,” paparnya.

Menurut Ary dari hasil pemeriksaan para tersangka tersebut dalam mendapatkan narkoba melalui tiga cara, yaitu dengan memanfaatkan teknologi (media online), konvensional (face to face) dan gabungan keduanya.  Untuk pengirimannya melalui kurir atau paket  serta  diletakan di  alamat yang sudah ditentukan dan para tersangka mengambilnya di tempat  itu. Pembayarannya dengan tranfer dan cash (tunai).

“Kami masih mengembangkan penyelidikan untuk kasus ini,” terangnya.

Untuk itu, Ary  meminta peran aktif masyarakat dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan  dan peredaran narkoba tersebut. Sebab narkoba ini bukan hanya membahayakan bagi keselamatan dan kesehatan pemakainnya, namun lebih dari itu juga akan menghancurkan masa depan bangsa. Sehingga  narkoba harus diperangi bersama-sama.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto menambahkan sebenarnya hingga 23 Januari 2020, Polda DIY berhasil mengungkap 17 kasus dengan 17 tersangka. Namun dua kasus lainnya masih dalam pengembangan pemeriksaan dan dua orang yang diamankan statusnya masih tertangkap. Sehingga belum bisa mengekposnya.(sbd)
Read More
Indro Purwoko Resmi Jabat Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Baru

Indro Purwoko Resmi Jabat Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Baru


Sekjen Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto memimpin serahterima jabatan Kakanwil Kemenkuham DIY, dari pejabat lama Krismono (kiri) kepada pejabat baru Indra Purwoko (kanan) di aula kantor Kanwil Kemenkumham DIY, Kamis (23/1/2020).

SEMBADA.ID-Indro Purwoko menjabat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kakanwil Kemenkuham) DIY baru mengantikan Krismono. Serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung di aula kantor Kanwil Kemenkumham DIY, Kamis (23/1/2020).

Indro Purwoko sebelumnya menjabat Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Kepemimpinan BPSDM Kemenkumham. Sedangkan Krismono mendapat tugas baru sebagai Kakanwil Kemenkumham Jawa Timur (Jatim).

Sekretaris  Jenderal (Sekjen) Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto yang memimpin Sertijab tersebut mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama karena sudah melaksanakan tugas dengan baik  sehingga membuat wajah Kanwil Kemenkumham DIY berbeda.  Sehingga apa yang telah dilakukan dapat menjadi pondasi bagi pejabat baru untuk membawa Kemenkumham DIY lebih baik lagi dan meraih wilayah bebas korupsi (WBK).

"Peiabat baru dharapkan bisa memberikan kontribusi positif yang luar biasa. Yaitu dengan melanjutkan yang baik dan memaksimalkan yang masih kurang,"  pesannya.seperti dilansir sindonews, Kamis (23/1/2020).

Kakanwil Kemenkumham DIY.  Indro Purwoko mengatakan selain akan melanjutkan program kerka pejabat sebelumnya. Terutama rintisan WBK juga akan melakukan inovasi untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. 

“Untuk itu saya akan meminta dukungan dan arahan dari berbagai pihak serta kerjasama dengan forum lomunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) DIY,” katanya.

Sedangkan pejabat lama Krismono dalam sambutannya memohon maaf, sebab sampai akhir jabatannya sebagai Kakanwil Kemenkumham DIY  belum bisa meraih predikat WBK. Meski begitu tetap bersyukur karena dari sembilan satuan kerja (Satker) Kemenkumham DIY,   satu satker  yaitu Rutan Kelas IIB  Bantul bisa meraih WBK

“Saya yakin di tahun 2020, kinerja Kanwil Kemenkumham bisa lebih ditingkatkan dan meraih predikat WBK, serta fasilitas rehabilitasi pecandu narkoba bisa berjalan dengan lebih baik,” terangnya.
Read More