Pahami Keberaran, SMP Joannes Bosco Yogya  Pentaskan Jonggrang Mendobrak Malam

Pahami Keberaran, SMP Joannes Bosco Yogya Pentaskan Jonggrang Mendobrak Malam





Para siswa SMP Joannes Bosco menggelar pentas Jonggrang Mendobrak Malam  di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (8/2/2020). foto  dok sembada.id


SEMBADA.ID-SMP Joannes Bosco Yogyakarta menggelar pentas Jonggrang Mendobrak Malam di Taman Budaya Yogyakarta  (TBY), Sabtu (8/2/2020) malam.  Pentas ini melibatkan 230 siswa-siswi kelas VII-IX. Selain sebagai  agenda rutin, kegiatan ini  sekaligus untuk mengembangkan bakat dan potensi siswa termasuk pembinaan karakter para siswa serta wujud pemahaman kebenaran.

Kepala sekolah SMP Joannes Bosco Yogyakarta Asterina  Saptiyani mengatakan pentas  ini bukan hanya sekedar agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan sebagai ujian akhir seni budaya bagi siswa kelas IX namun juga mengkolaborasikan kemampuan siswa dalam olah pikir dan olah rasa yang dikemas dalam sajian teatrikal yang menuntut kerjasama dan ketekunan dari para siswa.

"Kegiatan ini sekaligus untuk membina kreativitas dan mengali serta mengasah potensi siswa. Sehingga otak kanan dan kiri siswa ada keseimbangan bukan hanya akademis namun juga seni," kata Asterina soal pentas seni itu, seperti dilansir sindonews, Sabtu (8/2/2020).

Pentas seni ini juga untuk memberikan kesempatan kepada siswa siswi  menunjukkan talenta sekaligus memotivasi kepercayaan diri para siswa untuk tampil di muka umum sekaligus mengenalkan integritas dan pendidikan karakter kepada para siswa.

"Selain pentas seni, para siswa kelas IX juga menampilkan karya lukis dan antologi cerpen," terangnya.

Kepala Yayasan Santo Dominikus Yogyakarta Suster Rosiana OP mengatakan sangat mendukung pentas seni ini, sebab ditengah kurang pedulinya genarasi muda terhadap seni dan budaya para siswa-siswi SMP Joannes Bosco tetap mencintai dan dengan antusias mengembangkan budayanya sendiri. (sdn)

Read More
Literasi Budaya,  SMP  Joannes Bosco Yogya  Gelar Festival  Budaya Jawa  Tingkat SD

Literasi Budaya, SMP Joannes Bosco Yogya Gelar Festival Budaya Jawa Tingkat SD


Anak-anak sedang memainkan gamelan saat festival budaya, akademik dan olahraga di SMPJoannes Bosco Yogyakarta, Minggu (2/2/2020)

SEMBADA.ID-SMP  Joannes Bosco Yogyakarta menggelar festival Budaya  Jawa tingkat sekolah dasar (SD)  di sekolah setempat, Minggu (2/2/2020). Kegiatan ini sebagai upaya untuk melastarikan dan literasi budaya Jawa sejak dini sekaligus dalam rangka HUT SMP Joannes Bosco ke 57 tahun 2020.  

Kepala sekolah SMP Joannes Bosco Yogyakarta, Asterina Saptiyani mengatakan  Festival Budaya Jawa ini melombakan lima kategori, yaitu  mocopat, geguritan,  cerito cekak (cerkak), kaligraffi bahasa Jawa dan gamerlan.  Selain gamelan yang diikuti 3 peserta lainnya rata-rata diikuti 10 peserta.

“Festival untuk mengenalkan sejak dini  budaya Jawa kepada anak-anak SD. Diharapkan mereka tetap cinta budaya  Jawa ditengah gempuran kemajuan teknologi, sehingga budaya tetap lestari,” kata Asterina di sela-sela kegiatan Festival Budaya Jawa tersebut, seperti dirilis sindonews, Minggu (2/2/2020).

Asterina menjelaskan  bersamaan dengan Festival Budaya Jawa, juga dilaksanakan  kegiatan akademik, yaitu try out untuk siswa SD kelas 6 dan lomba futsal tingkat SD.   Setiap  kategori lomba  juara pertama akan mendapatkan piala Gubernur DIY, juara dua piala Walikota Yogyakarta dan  juara tiga piala Dinas Pendidikan (Disdik) Yogyakarta.  

“Festival Budaya Jawa ini pelaksanaaan pertama sedangkan futsal sudah yang ke 10,” paparnya.

Menurut Asterina  SMP Joannes Bosco sendiri dalam rangka melestarikan budaya Jawa,  selain dengan pendidikan Bahasa Jawa juga ada sanggar Budaya  yang membimbing siswa siswi  yang memiliki talenta kebudayaan Jawa,  seperti  mocopat, geguritan, cerkak dan  saat ada kompetisi mereka diikutkan.

“Yang jelas acara ini sebagai gerakan pelestarian budaya Jawa dan memupuk kecintaan budaya Jawa sejak dini,” jelasnya.(sdn)
Read More
Belajar Jurnalis  Bersama Redaksi sembada.id

Belajar Jurnalis Bersama Redaksi sembada.id


Salam Sembada

Redaksi sembada.id, membuka kesempatan kepada para pembaca yang ingin bersama-sama belajar jurnalis dengan magang menulis dan fotografi di sembada.id

Persyaratan :
1. Pendidikan Minimal D3/Mahasiswa semester 6 semua jurusan
2. Siap untuk belajar menulis dan fotografi

Fasilitas :
1. Bimbingan dari tingkat dasar
2. Dibantu sampai karya terbit
3. Tulisan bisa tampil di sembada.id


Bagi yang berminat bisa mendaftar via email sembadaweb@gmail.com
Sertakan nama dan nomer  kontak aktif  serta alasan mengikuti program ini

Salam Sembada
Read More
Instiper Yogya dan PT AAL  TBK Kerjasama Pengembangan Industri Sawit

Instiper Yogya dan PT AAL TBK Kerjasama Pengembangan Industri Sawit


 
Rektor Instiper Yogyakarta, Harsawardana (kiri) dan Wakil Presiden Direktur PT AAL TBK Joko Supriyono menandatangani kerjasama pengembangan industri sawit di Auditheater kampus Instiper Yogyakarta, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (28/1/2020). Foto dok Instiper Yogyakarta

SEMBADA.ID-Institut Pertanian Instiper Yogyakarta dan PT Asta Agri Lestari (AAL)  TBK sepakat bekerjasama dalam pengembangan industri sawit berkelanjutan di Indonesia. Sebagai tindaklanjutnya Rektor Instiper Yogyakarta, Harsawardana dan Wakil Presiden Direktur PT AAL TBK Joko Supriyono menandatangani kesepakatan tersebut di Auditheater kampus Instiper Yogyakarta, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (28/1/2020). Ada tiga hal pokok dalam kerjasama itu, yaitu tentang riset, inovasi dan kajian industri kelapat sawit

Dalam pelaksanaan nota kesepahaman  ini Instiper Yogyakarta menugaskan Pusat Sains Kelapa Sawit (PSKS) dengan dukungan Fakultas dan LPPM di lingkup Instiper, sedangkan dari PT. AAL Tbk menugaskan unit-unit kelembagaan yang tersedia di lingkup PT. AAL Tbk.   Nota kesepahaman dilaksanakan selama enam bulan setelah n ditandatangani dan berlaku selama lima  tahun.

Harsawardana  menjelaskan,  nota kesepahaman ini sebagai  payung hukum bagi penyelenggaraan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan dan memperoleh manfaat yang saling menguntungkan bagi Instiper  dan PT. AAL terutama dengan memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki guna mendukung pencapaian tujuan bersama.

Sedangkan ruang lingkup kerjasama meliputi melakukan riset dan inovasi teknologi, pengembangan pusat pengetahuan, pendidikan dan pengembangan serta  SDM perkelapa-sawitan. Yaitu  melalui kajian kebijakan pengelolaan dan pengembangan penerapan sistem produksi dan bisnis rantai pasok kelapa sawit  serta mengumpulkan dan mengelola informasi dalam bentuk system big data yang kredibel.

“Inilah tujuan kerjasama ini,” kata Harsawardana,Selasa (28/1/2020).

Joko Suproyono menambahkan dengan adanya nota kesepahaman ini diharapkan mampu mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Terutama dengan telah dicanangkannya B30  atau solar  dengan kandungan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) 30%  sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.


Pada acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga dilakukan kuliah umum yang disampaikan oleh  M. Hadi Sugeng Wahyudiono selaku Chief Agronomy & Research Officer PT. AAL  Tbk dengan topik “Peran Strategis dan Tantangan Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit Indonesia”.(sbd)
Read More
Minimalisir Dampak Likuifaksi Gempa Perlu Rekayasa Keamanan Dini

Minimalisir Dampak Likuifaksi Gempa Perlu Rekayasa Keamanan Dini



Prof Paulus Pramono Rahardjo dari Universitas Parahyangan memberikan kuliah umum Likuifaksi dan Kegempaan di auditorium Lt 3  Gedung Kahar Mudzakir, FTSP UII, Senin (27/1/2020).

SEMBADA.ID-Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII)Yogyakarta menggelar kualiah umum Likuifaksi (tanah bergerak) dan Kegempaan di auditorium Lt 3  Gedung Kahar Mudzakir, FTSP UII, Senin (27/1/2020).

Kuliah Umum menghadirkan Prof Paulus Pramono Rahardjo dari Universitas Parahyangan dan Prof Widodo Pawirodikromo dari FTSP UII.  Kuliah Umum diikuti mahasiswa UII, dosen dan mahasiswa perguruan tinggi lain, serta pegawai instansi pemerintah.

Wakil Dekan FTSP UII, Kasam mengatakan saat gempa bumi di Aceh tahun 2004, masyarakat awam belum banyak membahas tentang likuifaksi. Namun pada gempa bumi di Palu, likuifaki menjadi perhatian masyarakat karena banyak memakan korban material dan jiwa.

“Tidak hanya bangunan, tetapi tanah, bangunan dan penghuninya menjadi bubur,” kata Kasam saat membuka kuliah umum itu.

Kasam menilai, Kuliah Umum ini merupakan diskusi yang sangat berharga. Ia berharap agar ditemukan rekayasa kegempaan dan ikutannya.

“Suatu hal perlu sekali dikembangkan terus dan ketika akan terjadi gempa sudah siap dengan rekayasa. Sehingga keamananan dapat diantasipasi se awal mungkin,” tandas Kasam

Prof Paulus Pramono Rahardjo menjelaskan berdasarkan hasil penelitian, potensi likuifaksi terjadi pada gempa yang berkekuatan lebih dari 5 magnitudo. Ada beberapa jenis likuifaksi mulai dari tidak mengakibatkan kerusakan hingga meluluhlantakan wilayah beserta bangunan dan penghuninya.

Likuifaksi terjadi akibat di dalam tanah wilayah yang terkena gempa ada sumber air. Air membuat kerusakan pada tanah dan bangunan di atasnya, selanjutnya, air mengalir menuju ke tempat yang rendah.

“Akibatnya, infrastruktur di atasnya berlipat-lipat,” kata Paulus.

Untuk menekan jumlah korban, kata Paulus, perlu dilakukan mitigasi agar likuifaksi tidak banyak memakan korban jiwa. Hal yang menjadi dasar mitigasi adalah historical criteria (sejarah), geological criteria (geologi), compositional criteria, dan state criteria (kepadatan penduduk).

Prof Widodo Prawirodikromo mengatakan, gempa Bantul tahun 2006 juga terjadi likuifaksi di Parangtritis. Namun likuifaksi itu terjadi di persawahan yang ditandai dengan memancar air dari tanah di persawahan.

“Ada seorang petani yang saya wawancarai, dia melihat air yang muncrat dari tanah ke atas. Dia melihat likuifaksi itu sambil menggembala kambing. Sehingga terjadi eksodus dari selatan ke utara. Masyarakat menilai itu tanda kiamat,” paparnya. (sbd).



Read More
Fraksi Gerindra Sleman Ingin Wakil Ketua DPP Gerindra Danang Maju Pilkada Sleman

Fraksi Gerindra Sleman Ingin Wakil Ketua DPP Gerindra Danang Maju Pilkada Sleman

Sekretaris Fraksi Gerindra Sleman Muhammad Arif P Santoso (kiri) dan Ketua DPC Gerindra Sleman Sukaptono memberi keterangan soal calon yang diinginkan dalam Pilkada Sleman 2020 di kantor DPC Gerindra Sleman, Senin (27/1/2020). 

SEMBADA.ID-Fraksi Gerinda DPRD Sleman menginginkan wakil ketua DPP Gerindra Danang Wicaksana Sulistya maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman 2020. Alasannya, dalam proses menjaring aspirasi soal Pilkada, seluruh warga dan kader Gerindra Sleman mendukung kader internal dan nama yang mencuat paling  atas adalah Danang Wicaksana Sulistya.

Selain itu,  Danang Wicaksana Sulistya saat Pilkada 2015 lalu popularitasnya juga tinggi. Yaitu dengan mendapatkan 23% suara. Sehingga ini menjadi modal pada Pilkada Sleman 2020.

“Itulah alasan kami mendorong Danang Wicaksana Sulistya maju dalam percaturan Pilkada Sleman 2020,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Sleman M Arif P Susanto di kantor DPCGerindra Sleman, Senin (27/1/2020).

Mengenai  apakah maju untuk Sleman 1 atau Sleman 2, Arif  belum bisa memberikan keterangan. Sebab jumlah kursi dan peroleh suara  Gerindra Sleman dalam Pemilu 2019  tidak bisa mengusung sendiri. Sehingga masih menunggu pergerakan koalisi. Namun tetap mengharapkan koalsi partai nanti bisa menerima Danang baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati.

“Ini nanti kita bicarakan saat pertemuan dengan partai koalisi,” paparnya.

Menurtu Arif, untuk komunikasi dengan partai lain masih saling menjajaki. Apalagi  semua partai kondisinya sama yaitu masih dalam tahap pembicaraan informal. Untuk pembicaraan formal belum ada partai yang saling bertemu dan bicara.

“Untuk pertemuan formal kami baru dengan koalisi kebangsaan. Namun tetap belum cukup, sebab koalisi itu hanya memiliki 3 kursi di DPRD Sleman, lainnya partai non parleman,” jelasnya

Ketua DPC Gerindra Sleman Sukaptana menambahkan untuk komunikasi formal dengan partai lain memang belum dilakukan, namun untuk informal sudah melakukannya. Di antaranya dengan pengurus PAN dan PDIP.

Mengenai nama-nama yang mendaftar calon bupati dan calon wakil bupati Sleman melalui Gerindra, menurut Sukaptono ada empat nama yang mengambil formulir dan mengembalikan, yakni Sri Muslimatun, Nadjib Gisymar, Amin Purnomo dan Sukaptono.  Sehingga tetap mengajukan ke DPD dan diteruskan ke DPP.

“Kami tetap akan laporkan ke tim seleksi, Nanti yang direkom siapa. Tapi dari internal Gerindra Sleman nama yang mengerucut Danang Wicaksana Sulistya,” terangnya. (sbd)
Read More
RKPD 2021 Sleman Fokus Pada Pembangunan Inftasrruktur

RKPD 2021 Sleman Fokus Pada Pembangunan Inftasrruktur


Bupati Sleman Sri Purnomo saat membuka Musrembang RKPD 2021 Sleman , di   Aula Pangripta Kantor Bappeda Sleman, Senin (27/1/2020).foto sembada.id/doni kardika

SEMBADA.ID-Pemkab Sleman mulai menyusun rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) 2021. Sebagai langkah  awal, dengan menggelar  musyawarah perencanaan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2021 Sleman, di   Aula Pangripta Kantor Bappeda Sleman, Senin (27/1/2020).

Selain organisasi perangkat daerah (OPD) kegiatan itu juga diikuti Forkompinda Sleman, akademisi, LSM, Ormas, tokoh masyarakat, pengusaha dan pemangku kepentingan lainnya.  Tema pembangunan tahun 2021 Sleman adalah “M
engoptimalkan potensi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”
.
RKPD tahun 2020 ini merupakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Sleman tahun ke 16  serta pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ke 6. Terutama guna mewujudkan visi Sleman, yaitu masyarakat yang lebih sejahtera, madiri, berbudaya, dan terintegrasikannya e-government menuju smart regency di tahun 2021. 

Ada sembilan fokus pembangunan pada RKPD 2021. Yaitu  kawasan ekonomi terpadu, pemantapan operasional mall pelayanan publik, pembangunan tempat pemrosesan akhir sampah, pembangunan RSUD Prambanan (lokasi baru), penngkatan cakupan layanan air minum, pelebaran ruas jalan jembatan Grembayangan, pembangunan taman budaya di Pandowoharjo, revitalisasi pasar tradisional dan penataan kawasan penanda kabupaten di Gamping.

Bupatu Sleman Sri Purnomo menjelaskan penyusunan RKPD Kabupaten Sleman tahun 2021 ini dilaksanakan dengan menggunakan empat pendekatan, yaitu pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, bottom-up dan top-down.

Hal ini dimaksudkan untuk menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, sinergitas antar wilayah, antar ruang dan antar waktu serta antar urusan pemerintahan dan para pemangku kepentingan pembangunan daerah sehingga upaya menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Kabupaten Sleman dapat dilakukan secara terintegrasi dan komprehensif.

“Adapun indikasi tema perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman tahun 2021 adalah mengoptimalkan potensi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya,” kata Sri Purnomo saat membuka Musrembang RKPD 2021, Senin (27/1/2020)

Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyadi menambahkan Musrenbang ini awal tahap penyusunan RKPD yang dimulai dengan penyampaian rancangan awal RKPD kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Musrenbang ini dilanjutkan Musrenbang Kabupaten di kecamatan, Forum Paparan Camat, Forum Perangkat Daerah dan rapat teknis yang merupakan rangkaian kegiatan guna memberikan asukan bagi perangkat daerah untuk menyempurnakan rancangan Renjanya,”  kata Kunto Riyadi dalam sambutannya yang dibacakan  Sekretaris Bappeda Sleman, Arif Setio Laksito. (dik)

Read More
 Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Dini Neuropati Perifer Diabetes Spherotec

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Deteksi Dini Neuropati Perifer Diabetes Spherotec


Dua mahasiswa menunjukkan alat deteksi dini neruopati perifer penderita diabetes yang dibsrinama Spherotec. foto Dok Humas UGM

SEMBADA.ID-Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM Regita Rahma Maharatri dan  Elins Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ( FMIPA) Ilham Fazri menciptakan alat deteksi dini neuropati bagi penderita diabtes militus yang diberinama Spherotec (Smart Portable Peripheral Neuropathy Diabeticum Screening Tool) atau Alat Skrining Neuropati Perifer Portabel.

Alat ini untuk memudahkan penangganan penderita diabetes  sekaligus mencegah terjadinya ulkus kaki diabetikum yaitu luka terbuka yang terletak di telapak kaki bagian bawah atau samping penederita diabetes yang mengarah pada amputasi.

Inovasi ini juga mengantarkan dua mahasiswa UGM ini meraih medali emas dalam ajang International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2020 di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, 13-15 Januari 2020 kategori teknologi. 

ISTEC merupakan kompetisi internasional dalam sains, teknologi, dan teknik yang diselenggarakan Bandung Creative Society berkolaborasi dengan Indonesian Young Scientist Association
.
Regita Rahma Maharatri mengatakan ide pengembangan perangkat ini berawal dari kegelisahan mereka akan tingginya jumlah penderita diabetes, bahkan terus meningkat setiap tahunnya. International Diabetes Federation (IDF) mencatat saat ini terdapat 463 juta orang hidup dengan diabetes dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat hingga 51% pada tahun 2045.

“Itulah ide awal inovasi ini,” kata Regita, seperti dilansir  sindonews, Senin (27/1/2020).

Regita menjelaskan Spherotec merupakan sebuah purwarupa perangkat portabel yang tersusun dari berbagai sensor dan terhubung dengan ponsel pintar. Fungsi utama alat ini  berfungsi untuk deteksi dini neuropati perifer pada penderita diabetes melitus. Selanjutnya akan diklasifikasikan tingkat risikonya dari 0-3 sesuai dengan data  IDF.
  
Diabetic Peripheral Neuropathy adalah komplikasi yang paling sering dijumpai pada penderita diabetes. Jika tidak dilakukan pemeriksaan secara dini, neuropati perifer ini akan berkembang menjadi ulkus kaki dan dapat mengarah ke lower extremity amputation.

“Kami berharap dengan alat ini dapat menjadi alternatif solusi dalam mencegah terjadinya ulkus kaki diabetikum yang mampu mengarah pada amputasi,” paparnya.

Ilham Fazri menambahkan perangkat ini dilengkapi dengan  fitur edukasi sesuai dengan risiko yang terdeteksi. Dengan begitu, Spherotec dapat membantu mencegah peningkatan risiko. Sehingga diharapkan  mampu meningkatkan kesadaran serta mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes.

“Karena dengan alat alat dapat dilakukan pemeriksaans secara dini dan mudah, diharapkan dapat meningkatkan kesadarannya penderita diabetes dalam melakukan kontrol gula darah dan perawatan kaki yang baik  sehingga amputasi dapat dicegah” terangnya. (sdn)
Read More
Terdetesi Virus  Corona,  WNA  Ditolak Masuk Yogyakarta

Terdetesi Virus Corona, WNA Ditolak Masuk Yogyakarta

Kepala Kantor Imigrasi kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Yogyakarta Umar Dani (kini) bersama Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Indro Prawoto  (tengah) dan Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham DIY Hermasyah Siregar (kanan) memberikan keterangan soal antisipasi virus corona di kantor  Imigrasi kelas I TPI Yogyakarta, Senin (27/1/2020). 

SEMBADA.ID-Kepala Kantor  Imigrasi kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)Yogyakarta Umar Dani mengatakan akan memulangkan atau mendeportasi warga negara asing (WNA) yang terdetsi virus corona. Langkah ini sebagai antisipasi virus corona baru (nCov) masuk ke Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya.

“Kami akan  berkoordinasi dengan  Balai Karantina Yogyakarta. Apakah orang itu terdeteksi virus
corona atau tidak. Jika terindikasi, maka sesuai dengan peraturan, Imigrasi  menolak orang itu masuk ke wilayah Indonesia dan akan memulangkannya,” kata Umar di sela-sela ulang tahun hari bakti Imigrasi ke 70 di kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, seperti dilansir sindonews, Senin (27/1/2020)..


Umar menjelaskan tindakan antisipasi ini bukan hanya adanya virus corona, namun terhadap wabah endemis lainnya, seperti flu burung dan wabah penyakit lainnya. Fokus imigrasi sendiri ada dua, yakni perlintasan orang asing yang akan masuk ke Indonesia maupun orang warga  negara Indonesia (WNI) yang akan ke luar negeri, terutama ke negara  endemis wabah penyakit   Untuk WNI yang akan keluar, Imigrasi hanya bisa melakukan imbauan dan memberitahu mengenai situasi di negara yang akan dituju, bukan pelarangan.


"Namun dalam tugasnya kita harus menunggu koordinasi dari Karantina terlebih dahulu,” paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum da HAM (Kemenkumham) DIY  Hermansyah Siregar. Ia menjelaskan pihaknya tidak bisa melakukan pelarangan kepada WNI yang hendak ke luar negeri. Sebab untuk pencekalan, hanya bisa dilakukan ketika seseorang masuk dalam daftar cekal maupun yang tidak memenuhi syarat  administrasi.

 "Ketika WNI mengajukan paspor, kita hanya bisa menganjurkan dan memberikan informasi di negara ada endemik, kalau mau berangkat bisa ditunda,” teragnya. (sbd)
Read More
FPAN Sleman,  Nilai  Surat  Perintah Sekda Bentuk Ketidakcermatan

FPAN Sleman, Nilai Surat Perintah Sekda Bentuk Ketidakcermatan



SEMBADA.ID-Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Sleman menilai adanya surat perintah dari Sekda DIY kepada Bupati/Walikota di DIY No 420/1051 tertanggal 21 Januari 2020  soal larangan peredaran video “Tepuk Anak Shaleh” dan No 420/1277 tertanggal 24 Januari 2020 soal pencabutan surat No 420/1051 yang ditujukan kepada bupati/walikota dinilai tidak tepat. Sebab  Sekda tidak seharusnya memerintah kepada daerah otonom lain.

“Surat dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kepada bupati/walikota seyogyanya ditandatangni oleh Gubernur, bukan oleh Sekda,” kata ketua FPAN Sleman Raspati Agus Sasangka, dalam rilisnya, Jumat  (24/1/2020).

Untuk itu meminta  Bupati Sleman jika ada surat yang ditandatangani Sekda DIY yang bersifat perintah atau himbauan untuk dicermati substansinya. “Kejadian ini harus menjadi
pelajaran bersama dan  tidak terulang kembali di masa mendatang,” ungkapnya.

Menurut Ade, panggilan Respati Agus Sasangka munculnya dua surat Sekda tentang larangan dan pencabutan larangan dalam waktu empat hari itu juga menunjukkan Pemda DIY  tidak memahami tentang subtansi  ‘Tepuk Anak Shaleh‟, yaitu  sebagai upaya menanamkan kecintaan anak terhadap agama dan nilai-nilai yang dikandungnya (rajin beribadah, rajin mengaji dan menghormati
orangtua), namun justru memahami tepuk tersebut secara tidak tepat sebagai sikap yang mengembangkan intoleransi.

“Tepuk Anak Shaleh  sudah lama dipraktekkan oleh lembaga-lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah Islam sebagai bentuk peneguhan iman yang bersifat internal dan bukan ditujukan untuk
mengajarkan intoleransi terhadap umat agama lain,” jelasnya..

FPAN Sleman juga menilai keluarnya surat tersebut sebagai bentuk ketidakcermatan dan ketidakhati-hatian Pemda DIYdalam mensikapi informasi dan isu yang berkembang terkait. Sehingga menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.

Untuk itu mendesak Pemda  DIY agar lebih bisa memahami upaya-upaya umat beragama dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan di kalangan internal masing masing dan tidak secara gegabah menganggapnya sebagai sebuah  tindakan intoleransi.

“Kami mendesak dilakukan upaya serius untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada masyarakat atas  keresahan yang terjadi,” tandasnya. (sbd)

Read More