Akpol 2015 Gelar  Baksos Bantu Sembako  Panti Asuhan Atap Langit Yogya

Akpol 2015 Gelar Baksos Bantu Sembako Panti Asuhan Atap Langit Yogya


Perwakilan Alumni Akpol 2015 saat menyerahkan bantuan di  Panti Asuhan Atap Langit, Keparakan Mergangsan, Yogyakarta, Selasa (28/7/2020).foto  Ist

SEMBADA.ID-Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2015  dengan sebutan Anindya Yodha yang berdinas di Polda DIY menggelar bakti sosial (baksos) di Panti Asuhan di  Panti Asuhan Atap Langit, Keparakan Mergangsan, Yogyakarta, Selasa (28/7/2020).  Yaitu dengan  memberikan bantuan sembako.

 

Koordinator Baksos Iptu Aldino Prima wirdan  mengatakan kegiatan baksos in  sebagai rangkaian syukuran lima  tahun bertugas menjadi anggota Polri dan serentak dilakukan di seluruh Indonesia. 

 

"Alhamdulillah saat ini kami telah mengabdi lima tahun bertugas sebagai abdi negara (Polri). Ini sebagai bentuk rasa syukur ini kami, saling berbagi dengan memberikan bantuan berupa sembako," kata Aldino, Selasa (28/7/2020)

 

Aldino menjelaskan Baksos ini sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dan berharap apa yang mereka lakukan itu dapat bermanfaat kepada anak-anak penghuni panti asuhan dan bagi Indonesia. Untuk itu terus akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat

 

"Kami selalu berharap, agar mendapat dukungan dari seluruh masyarakat demi menjaga keamanan, kedamaian serta rasa persaudaraan," jelas Kanit Reskrim Polsek Depok Timur, Sleman itu.

 

Pengurus Panti Asuhan Atap Langit, Keparakan Mergangsan, Yogyakarta Aprizal Apriandi menyampaikan ucapan  terimakasihnya kepada alumni Akpol 2015 ang telah memberikan bantuan kepada Panti Asuhan berupa sembako.

"Semoga apa yang telah diberikan ini, nantinya dibalas oleh Allah SWT. Kami  doakan semoga diberikan kesehatan dalam melaksanakan tugas, dan dijauhi  dari segala macam musibah," doanya. (sbd)


Read More
Cegah Kerumunan Pelayanan SIM,  Polda DIY Luncurkan Program SIM Masuk Desa

Cegah Kerumunan Pelayanan SIM, Polda DIY Luncurkan Program SIM Masuk Desa

Kapolda DIY secara simbolis meluncurkan program SIMMADE (SIM Masuk Desa) di Balai Desa Candibinangun, Pakem, Sleman, Selasa (28/7/2020).

SEMBADA-Polda DIY melakukan terobosan baru dalam pelayanan  pembuatan  Surat  Izin Mengemudi (SIM).  Yaitu   melalui inovasi layanan program  SIM  masuk  desa (SIMMADE). 

Program  SIMMADE ini untuk mempermudah masyarakat dalam membuat SIM baru maupun memperpajang SIM, sebab  tidak perlu lagi ke Polres dalam pembuatannya, namun cukup di tempat tersebut. Sehingga dapat mengurangi kerumuanan di Polres sekaligus mencegah penyebaran COVID-19.

Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar  secara resmi  meluncurkan program  tersebut  di Balai  Desa  Candibinangun,  Pakem,  Sleman, Selasa (28/7/2020).

 Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol  I Made Agus Prasetyo mengatakan ide membuat  program SIMMADE  ini karena permintaan masyarakat untuk pembuatan SIM baru di saat pendemi COVID-19 tetaplah tinggi.  Sementara untuk memenuhi protokol kesehatan pada masa pandemi yang diatur pemerintah, tidak boleh ada kerumunan massa.

Maka  untuk  mencegah  kerumunan massa, meluncurkan program SIMMADE ini. Sehingga petugas yang jemput bola ke desa-desa  bukan pemohon yang berbondong-bondong datang dan berkumpul di Polres.

“Program SIMMNADE yang diluncurkan serentak Kapolda DIY ini sebangai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mencegah  penyebaran COVID-19,  yaitu dengan mengurangi pemohon SIM di masing-masing Polres. Sehingga di Polres tidak lagi terjdi kerumunan saat pandemi COVID-19,” kata  Made  usai peluncuran  program SIMMADE di Balai Desa Candibinangun, Pakem, Sleman, Selasa (28/7/2020).

Made menjelaskan  program SIMMADE ini dibagi dalam beberapa zona di setiap Polres. Pelayanan di setiap zona dibagi setiap satu bulan sekali.  Hanya saja untuk pelayanan SIM  belum semuanya memiliki peralatan Audio Visual Intergated Syatem (AVIS) untuk ujian teori SIM.  Sehingga yang belum ada AVIS untuk pencetakan SIM baru tetap dilaksanakan di Polres sesuai waktu yang telah dijadwalkan oleh petugas

“Saat ini baru untuk zona di Polres Sleman dan Kulonprogo yang sudah memiliki AVIS,  untuk Polres Bantul dan Gunungkidul masih secara manual,” paparnya.

Polres Sleman  dibagi 4 zona yakni zona Utara  di Balai Desa Candibinangun,  Pakem, zona Timur di Balai Desa Purwomartani Kalasan,  zona barat di Balai Desa Sidomoyo Godean  dan  zona tengah di Balai Desa Maguwoharjo Depok.

Polres Kulonprogo i zona Selatan Kelurahan Bugel Panjatan, zona tengah di Stadion Cangkring, Wates, zona Timur di Balai Kelurahan Sentolo dan zona utara di Embung Krapyak Kalibawang.

Lokasi Polres Gunung Kidul  zona Timur lokasi di Balai Kelurahan Wiladeg Karangmojo, zona utara Balai Kelurahan Nglipar,  zona Selatan Kantor Kapanewon Tanjungsari  dan zona barat Balai Kelurahan Gading  Playen.
  
Kapolda  DIY Irjen Asep Suhendar mengatakan melalui  program SIMMADE  dalam pelayanan pembuatan SIM   akan lebih mudah, cepat, efisien dan terjangkau  serta mengutamakan keselamatan masyarakat di masa pandemi  COVID- 19.  

“Melalui  program pelayanan SIMMADE,   masyarakat  juga dapat melakukan adaptasi di era baru. Karena tidak perlu hadir ke Polres,” jelasnya. (sbd)
Read More
Dahului Sepeda Motor, Mobil  Terjun Ke Selokan Mataram

Dahului Sepeda Motor, Mobil Terjun Ke Selokan Mataram

Petugas sedang mengevakuasi mobil yang terjun di Selokan Mataram,  Dusun Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Selasa (28/7/2020). Foto IST.


SLEMAN-Kecelakan tunggal terjadi di  Dusun  Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Selasa (28/7/2020) pagi pukul 06.15 WIB.  Mobil AB 1866 SY yang dikemudikan Maskus Jaswadi, 56  warga Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul  terjun sekitar  6 meter  ke Selokan Mataram  yang ada di pinggir jalan tersebut.  Beuntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kapolsek Gamping Kompol Aan Andrianto mengatakan kejadian itu berawal saat  Markus Jaswadi yang mengemudikan  mobil AB 1866 SY melaju dari arah barat ke timur  di  atas Jalan Selokan Mataram, Bedog, Trihanggo,  Gamping dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di lokasi,   bermaksud  akan mendahului sepeda motor  yang berada di depannya melalui sisi sebelah kanan, namun  mobil yang dikendarai terlalu menepi ke kanan sehingga tergelincir dan kemudian jatuh ke Selokan mataram.

"Kasus ini sedang kami selidiki, untuk dugaan sementara  mobil itu jatuh karena  pengemudi tidak menguasai jalan," jelasnya,  Selasa (28/7/2020) siang.

Aan menambahkan untuk proses evakuasi mobil dari dasar  Selokan Mataram,  petugas  sementara menutup  ruas  jalan  yang ada di lokasi kejadian.  Petugas  berhasil mengangkat  mobil  sekitar satu jam  paska peristiwa tersebut.  Mobil tersebut kemudian dibawa ke Pos Polisi Pelem Gurih,  Jalan Wates Bayuraden, Gamping, Sleman.

"Kasus laka lantas  tunggal saat ini masih kami tanggani," paparnya.(sbd)
Read More
Cangkringan Pecah Telur,  Di SlemanTidak Ada Lagi  Zona Hijau COVID-19

Cangkringan Pecah Telur, Di SlemanTidak Ada Lagi Zona Hijau COVID-19




SEMBADA.ID -Kecamatan Cangkringan, Sleman akhirnya pecah telur dari kasus CPVID-19. Hal ini setelah satu warganya diyatakan positif COVID-19, Senin (27/7/2020).  Warga Cangkringan yang positif COVID-19 itu tercatat sebagai kasus  558, jenis kelamin perempuan usia 39 tahun ada riwayat perjalanan dari Jakarta, saat ini dirawat di RSUD Prambanan.

Cangkringan sendiri sejak Maret  2020 menjadi satu-satunya wilayah Sleman yang belum ada kasus corona.  Dengan ditemukannya pasien COVID-19, di Sleman sudah tidah ada lagi zona hijau.  Sehingga 17 kecamatan di Sleman sekarang sudah pernah ada kasus COVID-19.

“Ya,  Cangkringan pecah telur COVID-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo, Selasa (28/7/2020) pagi.

inkes Sleman sendiri, Senin (27/7/2020) mengumumkan ada enam penambahan kasus positif COVID-19.  Selain warga Cangkringan, warga lainnya yaitu dua warga Depok dan masing-masing satu orang warga Gamping, Godean dan Ngemplak.

Dua warga Depok tercatat sebagai kasus 554 jenis kelamin laki-laki  usia 28  tahun ada riwayat perjalanan dari Semarang dan kasus  560 jenis kelamin laki-laki usia 25 tahun ada riwayat perjalanan dari Papua. 

Warga Gamping tercatat sebagai kasus  558  jenis kelamin perempuan usia 39 ada riwayat perjalanan dari Jakarat. Warga Godean kasus 568 jenis kelamin laki-laki usia 56 tahun, ada riwayat kontak dengan pasien COVID-19 dan warga Ngemplak sebagai kasus 559 jenis kelamin laki-laki usia 55 tahun ada riwayat perjalan dari Manada.

Dengan bertambahnya enam pasien COVID-19, secara akumulatif jumlah kasus positif COVID-19 di Sleman hingga Senin (27/7/2020) pukul 16.00 WIB ada 187 orang, terdiri dari sembuh 122 orang, dirawat 58 orang dan meninggal 7 orang.(sindonews)
Read More