Mumtaz Rais Mundur Dari Pencalonan Pilkada Sleman

Mumtaz Rais Mundur Dari Pencalonan Pilkada Sleman



SEMBADA.ID-Kabar mengejutkan batal majunya Ahmad Mumtaz Rais dalam Pilkada Sleman sudah tersebar luas di media, menanggapi hal ini Tim Mumtaz dalam Pilkada Sleman,  R. Inoki Azmi Purnomo mengatakan  apa yang diambil Muntaz  merupakan keputusan yang berat. Apalagi popularitas Mumtaz dari awal menyampaikan mau maju dalam Pilkada Sleman terus meningkat sehingga peluangnya besar,  termasuk  rekomendasi dari DPP PAN juga sudah di pegang.

“Namun keputusan batalnya maju dalam Pilkada Sleman telah melalui diskusi dengan tim dan kami sangat mendukung sikap mas Mumtaz yang lebih memilih konsentrasi sebagai ketua pembina organisasi dan keanggotaan (POK) DPP PAN,” kata Inoki, Kamis (2/7/2020).

Menurut Inoki saat ini PAN lebih membutuhkan pengurus yang konsen dalam penataan organisasi dalam menghadapi pemilu 2024. Sehingga sikap Mumtaz lebih memilih mengurus Partai merupakan bentuk tanggungjawab sebagai ketua POK.

Disinggung tentang siapa yang akan di usung PAN dalam Pilkada Sleman setelah Mumtaz Rais batal maju, Inoki menyampaikan bahwa hal itu kewenangan DPP dan tentu mas Mumtaz akan tetap mengawal Pilkada Sleman dalam mewujudkan bakti beliau sebagai warga Sleman dalam menentukan calon yang diusung PAN agar Sleman memiliki Bupati dan wakil Bupati terbaik.

“Beberapa waktu yang lalu mas Mumtaz mengajak diskusi dengan tim soal nama-nama yang akan di usung PAN  dan nama-nama di maksud sudah di kantong mas Mumtaz,” terangnya

Inoki menjelaskan sampai saat ini belum ada partai yang secara resmi memberikan SK kepada bakal calon, yang tersiar saat ini baru ssyu  yang belum tentu mereka akan mendapatkan tiket.

“Mungkin partai- partai masih ragu sehingga masih dinamis, kita tunggu saja sampai Agustus siapa kandidat akan jelas,”  paparnya.

inoki menambahkan secara hitungan kursi Pilkada  Sleman bisa diikuti  3 - 4 pasang calon. Partai-partai sekarang sedang sibuk menggalang koalisi, namun ada juga bakal calon yang sudah sibuk sosialisasi,

“Insya Allah PAN juga akan segera mengumumkan siapa kandidat yang akan di usung dalam Pilkada Sleman,”  jelasnya..(iap)

Read More
Antisipasi Harga Rendah,  Perkumpulan  Petani Hortikultura Puncak Merapi Produksi Cabai Olahan

Antisipasi Harga Rendah, Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi Produksi Cabai Olahan



 
PPHPM memberikan pelatihan pengolahan cabe menjadi cabai pasta dan bubuk di sekretariat PPHPM Bunder Purwobinangun Pakem, Sleman, Kamis (2/7/2020).foto sembada.id/IA purnomo

SEMBADA.ID-Pandemi COVUD-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan,  namun juga di sektor perkonomian. Di antaranya keberlangsungan produksi pertanian cabai.  Sebab dengan terbatasnya pemasaran karena belum ramainya restoran dan rumah makan harga cabai di tingkat petani rendah, yaitu di bawah Rp10 ribu per kilogram (kg).

Hal ini seperti yang dialami oleh petani cabai di lereng Merapi Sleman yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM).  Sebagai solusinya PPHPM bekerjasama dengan BI DIY memberikan pelatihan kepada petani cabe lereng Merapi membuat cabe olahan, dalam bentuk cabe pasta mapun bubuk.

Pelatihan dilaksanakan dua hari,  Rabu-Kamis (1-2/7/2020) di di sekretariat PPHPM  Dusun Bunder Purwobinangun , Pakem, Sleman.  Pelatihan dibuka oleh  Asisten II Sekda Sleman Suyono. Hadir dalam kegiatan itu  Asisten Direktur  Perwakilan BI cabang Yogyakarta Probo  Sukesi dan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) Sleman Heru Saptono.

“Pelatihan ini sebagai pembekalan kepada calon pengolah cabai dalam mengantisipasi harga rendah,” kata Ketua PPHPM,  R. Inoki Azmi Purnomo  soal pelatihan tersebut, Kamis (2/7/2020).

Inoki menjelaskan  selain memberi pelatihan, agar petani cabai  tidak merugi juga akan membeli harga cabai dengan harga BEP kemudian diolah dan dipasarkan dalam bentuk cabai pasta maupun bubuk.  Jadi pengolahan ini bukan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya disaat harga cabai rendah

“Langkah lain mensikapi bila terjadi harga murah  yakni akan melakukan tunda jual dengan metode penyimpanan cool storage dan pengolahan,”  paparnya.

Kepala DPPP  Sleman Heru Saptono   memberikan apresiasi langkah PPHPM memberikan pelatihan pengolhan produksi cabai kepada petani, sebagai solusi agar petani tidak merugi saat harga cabai rendah.

Kasi  Produksi Hortibun DPPP Sleman Immawan NSA mengatakan cabai di PPHPM pada bulan juli ini yang beroperasi ada lima titik  kumpul lelang cabai dari 14 titik kumpul. Rata-rata 1 sampai  2 ton cabai merah segar. 

“Produksi cabai diperkirakan akan meningkat pada pertengahan bulan Juli sampai  Oktober 2020, Dengan luasan panen 1-50 hektar (Ha) yang berada  di kecamatan Pakem, Turi, Tempel, Ngemplak Seyegan dan Ngaglik.  Produksinya sekitar  5 sanpai 8 ton per har,” jelasnya

Pengawasn Mutu Hasil Pertanian DPPP Sleman Eko  Sugianto  mengatakan  kwalitas cabai Sleman sebenarnya sangat disukai pedagang karena warna yang mencolok, seragam dan tekstur agak keras sehingga tahan dalam 12  jam perjalanan jarak jauh yang tidak rusak meski hanya dikemas dalam kardus.(iap)

Read More
Instiper Yogya  Bangun Studio Visual Virtual  Pembelajaran New Normal

Instiper Yogya Bangun Studio Visual Virtual Pembelajaran New Normal




Instiper membangun studi visual virtual conference dan kelas pararel untuk pembelajaran new normal saat pandemi COVID-19. Foto Dok Humas Instiper Yogya


SEMBADA.ID-Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta membangun studio visual virtual conference untuk pembelajaran di era new normal.

Studio virtual conference  yang  berada di lantai 3 gedung Perpustakaan Pusat Instiper  tersebut terdiri dari 3 studio meeting room personal dan 1 studio utama  serta  2 studio medium  untuk perkuliahan, seminar, ujian online  dan kepentingan video conference lainnya. .

Setiap studio telah dilengkapi dengan peralatan penunjang  perkuliahan daring seperti: smart TV, kamera, dan mini PC, microphone, dan pen tablet.

Pengelola studio virtual conference Instiper Yogyakarta, Dian Pratama Putra  mengatakan studio utama memiliki kapasitas 10-15 orang yang dilengkapai dengan smart TV berukuran 75 inch,  kamera video conference, microphone  dan flip chart.

Sedangkan pada studio personal yang memiliki ukuran ruangan 2x2 meter dapat digunakan oleh dosen untuk kuliah secara personal yang dilengkapi papan tulis selayaknya kuliah tatap muka yang diperlukan dosen untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa.

“Kami juga menyediakan pen tablet untuk membantu dosen untuk mencorat-coret layar presentasi,”  kata Dian, Kamis (2/7/2020).

Wakil Rektor Bidang Akademik Instiper Yogyakarta,  Maria Ulfah  menjelaskan  dengan dibangunnya prasarana studio virtual conference, diharapkan dosen dapat melaksanakan kuliah daring secara optimal.

“Selain membangun studio virtual conference,  kami  juga membangun kelas paralel yang memadukan kuliah daring dan luring,” paparnya.

Pembangunan kelas paralel ini merupakan persiapan  Instiper untuk menuju masa New Normal,  dimana nantinya sebagian mahasiswa dapat mengikuti kuliah tatap muka atau luring di kelas bersama dosen dan sebagian lagi mengikuti kuliah daring dari luar ruang kuliah.  Kelas paralel ini dilengkapi dengan fasilitas berupa PC, kamera, microphone, layar dan LCD.

“saat ini sudah ada 1 kelas paralel di Fakultas Pertanian dan sedang dibangun 15 kelas paralel lain di Fakultas Pertanian, Teknologi Pertanian, Kehutanan  dan laboratorium,”  terangnya. (sindonews)

Read More
Update Corona Sleman 13 Juni 2020,  Positif 104,  Sembuh 80

Update Corona Sleman 13 Juni 2020, Positif 104, Sembuh 80




SEMBADA.ID-Gugus tugas percepatan penangganan COVID-19 Sleman mengumumkan ada satu penambahan pasien positif COVID-19  Sabtu (13/6/2020).  Dengan  adanya penambahan itu, maka jumlah psein positif  COVID-19  menjadi 104 kasus. 

Pasien  positif  tersebut, tersebut, tercatat  sebagai  kasus  266 jenis kelamin perempuan usia 49  tahun warga Kalasan  dirawat di RS RSUD  Prambanan.  Hasil tracing Dinas  Kesehatan (Dinkes) Sleman, pasien itu masih berhubungan dengan  klaster pedagang  ikan.

Di Sleman saat ini ada tiga klaster penyebaran COVID-19, pertama klaster Jamaah Tabligh, kedua klaster Indogrosir dan terakhir klaster pedagang ikan.

“Ya pasien ini berhubungan  dengan  klaster pedagang ikan,”  kata kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Sabtu (13/6/2020)  .

Joko menjelaskan meski dari jumlah penambahan hanya satu, namun ini menunjukkan di Sleman masih ada penularan COVID-19.  Untuk itu  masyarakat diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Di antaranya tetap berada di rumah,  memakai masker saat berpergian,  mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan kegiatan serta selalu menjaga jarak da tidak berkerumun  (physical distancing dan social distancing).

“Untuk memutus mantai rantai penyerbaran  COVID-19,  kami juga akan melakukan tracing dan uji cepat massal COVID-19  di tempat-tempat yang berpotensi terjadinya penularan,”  paparnya.

Selain pasien positif, jumlah pasien yang sembuh juga bertambah dua orang.  Pasien COVID-19 yang sembuh tercatat sebagai kasus 63, jenis kelamin perempuan usia 49 tahun warga Kalasan dirawat di RSPAU Hardjolukito dan kasus 186 jenis kelamin laki-laki usia 20 tahun warga Tempel dirawat di RSUP Dr Sardjito. Total pasien sembuh menjadi 80 orang.

Secara akumulatif  pasien positif  COVID-19 di Sleman hingga Sabtu (13/6/2020) pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 104 orang (sembuh 80 orang, dirawat  20 orang dan meninggal empat orang). Pasien dalam pengawasan (PDP)  727  orang.  Dari jumlah ini, positif 104 orang,   proses 77 (67  dirawat,10 meninggal)  dan   negatif  544 (487  sehat dan 57 meninggal). Orang dalam pemantauan (ODP) 2315 orang  (1757 selesai pemantauan dan   556 masih proses). Orang tanpa gejala  (OTG) 3210 orang. (sindonews)

Read More
Mahasiswa UNY  Olah Limbah Abu Ampas Tebu Jadi Bahan Batu Bata Tahan Gempa

Mahasiswa UNY Olah Limbah Abu Ampas Tebu Jadi Bahan Batu Bata Tahan Gempa


Tiga mahasiswa FMIPA UNY dengan batu bata tahan gempa dari bahan AAT yang mereka buat. Foto Dok Humas UNY

SEMBADA.ID-Tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Negeri Yogyakarta (UNY)  berhasil membuat inovasi  batu bata segienam tahan gempa dari bahan abu ampas tebu (AAT).  Batu bata ini baik untuk bangunan dan juga ramah lingkungan.

Mereka terdiri dari  Rania Nova Dechandra  mahasiswa program studi (Prodi) matematika serta  Siti Vera Lestari dan Wahyuni Eka Maryati  mahasiswa  prodi pendidikan matematika.

Rania Nova Dechandra mengatakan ide pembuatan batu bata dari ATT ini karena wilayah Indonesia yang berada di jalur cicin api dunia (ring of fire) rawan terhadap gempa bumi yang berpotensi merusak bangunan. Untuk itu diperlukan bahan bangunan tahan gempa. Mereka kemudian melakukan penelitian bahan apa yang bisa untuk membuat bangunan tahan gempa.

“Dari hasil penelitian, akhirnya didapatkan abu ampas tebu,” kata Ratna, Sabtu (13/6/2020).

Rania menjelaskan dipilihan abu ampas tebu tersebut, karena abu ampas tebu memiliki kandungan silika yang tinggi yang baik untuk pengikat bangunan sebagai penganti semen.  Selain itu juga  kurang dimanfaatkan dan hanya menjadi limbah serta mencemari lingkungan . Padahal   jumlah  abu  ampas  tebu  hasil  sisa  pengolahan  tebu di industri gula sangat melimpah.

“Abu ampas tebu ini banyak mengandung senyawa silika (SiO2) yang dapat bereaksi dengan Ca(OH)2 yang dihasilkan dari reaksi pencampuran semen dan air sehingga dapat menghasilkan zat perekat seperti semen. Karena itu sayang jika potensi  tersebut tidak dimanfaatkan,” jelasnya.

Mengenai alasan  mengapa batu bata  yang mereka buat berbentuk segienam bukan segiempat. Menurut  Siti Vera Lestari  dari hasil penelitian batu bata dengan  bentuk segienam atau heksagonal secara metematis menghemat tempat  hingga 13%  dan menghasilkan populasi lebih banyak 15% dibandingkan bentuk segiempat.

“Segienam yang disusun bersama-sama juga  mempunyai tingkat kerekatan yang lebih tinggi.. Hal ini disebabkan oleh simetri putar segienam yang berjumlah enam buah. Sehingga hasilnya lebih baik dibandingka bentuk segiempat,”   terangnya

Wahyuni Eka Maryati menambhakan  dari  hasil uji laboratorium Fakultas Teknis (FT) dan FMIPA UNY kadar abu ampas tebu yang paling baik untuk pembuatan batu bata segienam, yaitu 5%.  Sebab kadar 5% mempunyai kuat tekan tertinggi dan beban maksimal sebesar 3,43 MPa dan 22,69 N. Dimana  kuat tekan merupakan unsur utama yang menentukan kelayakan bata tersebut sebagai material bahan bangunan
 
“Selain itu, porositas dan daya serap air batu bata segienam dengan kadar abu ampas tebu 5%  juga relatif sama dengan batu bata segienam dengan kadar abu ampas tebu 0% yaitu sebesar 37,80% dan 18,78%,”  paparnya.(sindonews)
Read More
Terjerat  Hutang Online,  Wanita ini Gadaikan  Motor  Rental

Terjerat Hutang Online, Wanita ini Gadaikan Motor Rental


Petugas menunjukkan tersangka yang mengadaikan motor rental di Mapolsek Depok Timur, Sleman, Sabtu (13/6/2020). Foto Ist

SEMBADA.ID-Perempuan berinisial  RH, 59  nekat mengadaikan  tiga sepeda  motor  milik rental  di Depok, Sleman  yang disewanya untuk membayar hutang.  Warga Borobudur, Magelang, Jawa Tengah  itu pun kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Depok Timur, Sleman.

Kapolsek Depok Timur, Sleman Kompol Suhadi mengatakan terungkapnya kasus ini berawal saat RH yang kesehariannya sebagai penjaga warung  itu menyewa tiga sepeda motor yag ada di Dusun Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman  milik Sri Handayani, 37,  akhir  Desember 2019.  Dua motor untuk keperluan warung dan  satu motor  akan disewa oleh mahasiswa.

Karena sudah saling mengenal, pemilik motor  tidak keberatan dan curiga, apalagi RH  juga membayar  sewa  Rp1,5 juta.  Setelah jatuh tempo,  RH  tidak langsung mengembalikan sepeda motor itu   tetapi  memperpanjang masa peminjam hingga Februari 2020  dan membayar lagi  Rp2 juta. Pemilik rental pun  memperbolehkan.

“ pemilik rental muncul,  saat waktu pemnjaman sudah  habis, RH  tidak mengembalikan dan memberi kabar.  Termasuk  saat  dihubungi  nomor handpone RH  tidak aktif lagi.  Ada gejala tidak baik  itu, pemilik rental akhirnya melaporkan ke Polsek Depok Timur.” kata Suhadi, Sabtu (13/6/2020).

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelaku dan mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan kasus tersebut. Dari  informasi yang dikumpulkan itu,  petugas  mengetahui keberadaan RH dan mengamankannya di Tegal, Jawa Tengah  bersama barang bukti satu sepeda motor, Senin (8/6/2020).

“Kami masih mengembangkan kasus ini. Sebab dari hasil pemeriksaan RH mengadaikan dua motor lainnya di Purworejo Rp 3 juta,”  paparnya.

RH dalam kasus ini dijerar pasal  372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman 4 tahun kurungan penjara.

RH dihadapan petugas mengatakan nekat menggadaikan sepeda motor rental itu karena terjerat hutang, lewat aplikasi online. Ia memiliki enam aplikasi hutang, setiap aplikasi antara Rp500 ribu-Rp2 juta. Ia hutang  karena  penghasulannya sebagai penjaga warung tidak bisa untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

“Saya mengadaikan motor rental karena terdesak kebutuhan ekonomi dan untuk mencicil hutang aplikasi," akunya.(sindonews)
Read More
Sleman Siap Sambut Kembali Wisatawa di Era New  Normal  Pariwisata,

Sleman Siap Sambut Kembali Wisatawa di Era New Normal Pariwisata,



Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau persiapan obyek wisata Tebing Breksi, Dusun Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020).  Foto Dok Humas Pemkab Sleman

SEMBADA.ID-Pemkab Sleman siap menyambut kembali kedatangan wisatawan di era  tatanan kehidupan baru (new   normal) pariwisata pasca pandemi virus corona jenis baru, Corona Virus Disease 19 (COVID-19). 

Pengelola wisata  juga sudah  mempersiapkan standar operaonal prosedur (SOP) protokol yang berhubungan dengan  keselamatan dan keamanan COVID-19 dan tinggal menunggi rekomendasi untuk pembukaannya.

“Dari hasil pantauan di lapangan, sekor wisata sudah menerapkan protokol bagi pengunjung dan SDMnya,” kata bupati Sleman Sri Purnomo saat memantau persiapan obyek wisata Tebing Breksi di Dusun Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020).

Ia mencontohkan di Tebing Breksi, pengelola sudah menyiapkan protokol  untuk pelayana dan fasilitas pengunjung. Di antarnya sebelum masuk obyek wisata dicek suhunya dan menyiapkan klinik bagi yang suhunya di atas 37,5 derajat celcius. Selain ini juga menyediakan wastafel dan sabun untuk cuci tangan wisatawan. Bahkan untuk wastafel berada di beberapa titik. Tercatat ada 55 tempat wastafel. Termasuk akan memberikan masker kepada wisatawan yang lupa tidak memakai masker.

“Pengelola juga sudah melengkapai petugas dengan alat pelindung diri,” kata bupati Sleman dua periode itu.

Sri Purnomo berpesan kepada pengelola untuk konsisten dalam protokol COVID-19, terutama untuk mencegah berkerumunnany wisatawan  yaitu  dengan  menerapkan sosial dan  physical distancing,  Selain itu juga  harus  membuat SOP di spot-spot  tertentu agar wisatawan selalu bergerak dan tidak terjadi penumpukan.

“Melihat kesiapan ini, secara umum sudah siap menerima wisatawan, tinggal menunggi rekomendasi dari gugus tugas Pemda DIY untuk pembukaannya,”  terangnya.

Sri Purnomo menambahkan  untuk memantau kerumunan di obyek wisata, nantinya juga akan menerjunkan petugas Satpol PP untuk selalu mengingatkan kepada wisatawan yang bergerombol di satu lokasi obyek wisata. Petugas itu nantinya akan selalu mengingatkan dan memberitahu kepada pengunjung untuk selalu menjaga jarak.

“Ini upaya kami untuk memberikan keamanan dan kenyaman wisatawan yang berkunjung, jangan ragu datang ke  Sleman,”  terangnya.

Hal yang sama juga sudah disiapkan hotel dalam menyambut tamu di masa new normal. Bahkan untuk tamu hotel ada persyaratan harus menunjukkan surat keterangan sehat. Termasuk untuk hotel sebelum beroperasi akan ditinjau lagi semua kelengkapan dalam penerapan protokol COVID-19. Sehingga dengan kesiapan tersebut,  Sleman sudah siap menerima kedatangan wisatawan.

“Namun begitu, nantinya untuk pembukaan dilakukan secara bertahap. Tahap  pertama maksimal 50% dari jumlah kunjungan hari biasnya, kemudian meningkat lagi hingga 100%,” paparnya.

Pengelola Tebing Breksi, Mujimin mengatakan  untuk menyambut new normal, selama menutup sementara saat pandemi corona  obyek wisata Tebing Breksi, digunakan untuk  melakukan perbaikan dan penataan kawasan serta kelengkapan untuk penerapan protokol COVID-19 bagi pengunjung.  

‘Jadi sejak kami menutup sementara pada 24 Maret lalu hingga sekarang tidak ada karyawan yang di rumahkan. Mereka tetap dikaryakan untuk pembenahan dan perbaikan Tebing Breksi. Jumlah karyawan ada 115 orang,”  ungkapnya(sindonews)
Read More
30 Penghuni Asrama Haji Tunggu Hasl Swab

30 Penghuni Asrama Haji Tunggu Hasl Swab



SEMBADA.ID-Sebanyak 30 orang yang melakukan isolasi mandiri di Asrama Haji DIY, Sinduadi, Mlati, Sleman  hingga Kamis (11/6/2020) masih menunggu hasil swab, apakah positif atau negatif terinfeksi virus corona jenis baru, COVID-19.

30 orang tersebut menjalani isolasi karena saat rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat COVID-19 hasilnya reaktif. Mereka terdiri dari 10 orang tanpa gejala (OTG) dan 20 orang hasl RDT massal di pasar tradisional, Selasa (9/6/2020).

Penaggaungjawab isolasi mandiri warga Sleman di  Asrama Haji DIY, Makwan mengatakan hingga Rabu (10/6/2020), ada 37 orang  yang mekakukan isolasi mandiri. Dari jumlah tersebut, 7  OTG sudah menjalani swab, sisanya 30 orang masih menunggu swab.  7  OTG yang sudah swab,  hasilnya enam  orang  negatif dan satu orang positif 

“Enam orang yang hasilnya  negatif sudah boleh pulang melanjutkan isolasi di rumah, satu orang yang positif dirujuk ke RSUD Sleman untuk perawatan lebih lanjut. Sehingga total penghuni di asrama haji DIY tinggal 30 orang,” kata Makwan, Kamis (11/6/2020).

Makwan menjelaskan selama menjalai isolasi mandiri, para penghuni asrama haji ditangani 21 tim medis. Terdiri dari dua dokter dan 19 para medis.  Mengenai empat orang hasil RDT massal di pasar tradisional  yang hasilnya reaktif, menurut Makwan masih menunggu konfirmasi, sebab belum ada kepastian.

“Belum ada kepastian apakah akan isolasi mandiri ataudi rumah sakit,” terangnya.

Secara akumulas jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Sleman hingga Kamis (11/6/2020) pukul 09.00 WIB tercatat 702 orang, Terdiri dari positif 96 orang (sembuh 77, dirawat 15 dan meninggal 4), proses 81 orang (dirawat  69, meninggal 12),  negatif 532 orang (479 sehat, 53 meninggal). Orang dalam pemantauan (ODP) 2283 orang (selesai  1736, proses 587). Orang tanpa gejala (OTG) 3041 orang.(sindonews)
Read More
PT TWC Gelar Simulasi Penerapan Standar New Normal Candi Prambanan

PT TWC Gelar Simulasi Penerapan Standar New Normal Candi Prambanan



PT TWC menggelar simulasi penerapan standar new normal di candi Prambanan, Sleman, Kamis (11/6/2020) sore.

SEMBADA.ID-PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko melakukan simulasi penerapan standar new normal pariwisata di Candi Prambanan, Sleman, Kamis (11/6/2020) sore. Simulasi ini sebagai persiapan pre operasional di kawasan TWC. 

Simulasi diawali dengan kedatangan wisatawan di drop off,  lalu wisatawan masuk ke area candi, di pintu masuk disiapkan tempat untuk cuci tangan dan sambun,  setelah itu masuk bilik, sebelum ke loket tiket ada pengecekan suhu tubuh. Setelah membeli tiket wisatawan masuk, tiket berupa kartu,  setelah berada di area candi wisatawan cuci tangan lagi dengan handsanitizer.

Untuk menuju candi ada batas jarak  antar  pengunjung.  Ada dua cara menuju ke candi, yaitu dengan angkutan tayo atau jalan kaki.  Setelah sampai di kawasan candi, kembali ada pemeriksaan dan jaga jarak. Sehingga saat di kompel candi tidak terjadi kerumunan dan tetap ada penerapan social serta physical distancing.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan simulasi di Candi Prambanan ini yang pertama, sebelumnya juga sudah melakukan simulasi di Candi Borobudur. Simulasi ini untuk ujicoba protokol yang disiapkan, Ada dua  yang diujicaba, yaitu protokol  yang berhubungan dengan pelayanan dan fasilitas.

“Untuk pelayanan disiapkan protokol yang  dipandu oleh custumer service. mulai dari pintu masuk area parkir, counter tike-jalur sampaike arah candi, juga disiapkan fasilitas, yaitu berupa marka yang mudah dipahami pengunjung,” kata Edy usai simulasi di candi Prambanan, Kamis (11/6/2020).

Selain itu, juga menyiapkan klinik kesehatan dan pengecekan suhu serta ambulan bagi pengunjung. Pengunjung yang suhunya di dibawah,  36,5 akan diberi stiker kuning, di atas 36,5 hingga 37,8 akan diberi stiker warna kuning dan yang diatas 37,8 tidak dipernaakan masuk. Sebab suhu di atas itu sangat rentan.

Pemberian stiker untuk memudahkan customer service untuk mengawasi kondisi pengunjung. Bagi yang suhunya di atas 37,8 dibawa ke klinik kesehatan untuk istirahat.  Jika memburuk, akan drujuk ke rumah sakit terdekat dengan ambulan.

“Itu sebagian protokol yang akan kita jalankan,” paparnya.

Hal lain yang dipersipakan, yakni di dalam area juga diberlakukan physical distancing. Semua fasilitas yang biasa  terjadi kerumunan dalam area candi, iberi marka. Akan ada marka  Dimana antar pengunjung ada jarak  minimal 1 meter.  Untuk social distancing dibuat interval, ada rombongan masuk akan menunggu agar rombongan lain berjalan dulu

“Protokol ini diterapkan agar pengunjung bisa berwisata dengan nyama dan aman. Sebab tidak ingin penyebaran COVID-19 di destinasi wisata,” jelasnya.

Oleh karena itu ini menjadi komitmen PT TWC untuk menegakkan displin terhadap protokol yang telah dispakan untuk dijalankan. Berharap dengan  protokol ini kunjungan wisatawan terlindung dan destinasi aman serta menjadi titik terang untuk bisa mulai lagi. Sehingga sektor paraiwasta  bangkit kembali dan ekonomi tumbuh.

“jadi simulai protokol ini akan diuji coba. Uji coba bukan hanya satu kali, namun beberapa kali. Untuk di Prambanan akan dilakukan tiga kali,” terangnya.

Mengenai pembukaan obyek wisata candi, menunggu rekomendasi dari gugus tugas COVID baik di Pemda DIY.  Sehingga dari simulasi ini  gugus tugas COVID DIY akan mengevaluasi sudah sesuai dengan standar atau belum. Jika sudah sesuai standar akan mengajukan izin untuk beroperasi.

“Semoga tidak lama, apalagi Prambanan di daerah hijau,” harapnya

Edy menambahjan selain wisatawan yang melakukan penerapan standar  new normal”,  sebagai asset utama perusahaan, para karyawan PT TWC yang bertugas di lapangan juga  telah dibekali  peralatan pengamanan diri sesuai dengan standar protokol kesehatan serta dibantu dengan layanan costumer service yang aktif menyampaikan himbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan selama berada di kawasan TWC. (sindonews)

Read More
Cegah Penyabar COVID-19,  Petugas Pasar dan Staf Disperindag Jalani Rapid Tes Massal

Cegah Penyabar COVID-19, Petugas Pasar dan Staf Disperindag Jalani Rapid Tes Massal



SEMBADA.ID-Pemkab Sleman  kembali  melakukan rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat massal COVID-19,Kamis (11/6/2020).Kali ini bagi para lurah,  dan staf unit pelayanan teknis (UPT) pasar,  pedagang di kanan kiri pedagang pasar yang  hasil RDT reaktif,  9 Juni lalu serta  petugas rapid tes pengunjung Indogrogis  serta  staf dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sleman.

RDT yang berlangsung di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penularan COVID-19.. Tercatat ada 339 yang mengikuti rapid tes massal ini. Dari jumlah ini satu orang hasilnya reaktif.

“Hasil rapid tes, satu yang reaktif, sesuai protap, yang reaktif akan isolasi di Asrama Haji DIY,” kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Kamis (11/6/2020) malam.

Joko menjelaskan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran COVID-19, selain melakukan tes cepat massal COVID-19, juga akan melakukan tracing bagi yang hasilnya reaktif, termasuk akan memeriksa di sekitar tempat tinggalnya. Diharapkan dengan langkah ini, dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Sleman.

“Untuk memutus mata rantai COVID-19 juga diperlukan kesadaran dari semua piihak untuk menerapkan protokol kesehatan. Apalagi kasus COVID-19 di Sleman masih terus terjadi,”  jelasnya.
  
Secara akumulasi untuk PDP di Sleman hingga Kamis (11/6/2020) pukul 19.00 WIB tercatat ada 710 orang. Terdiri dari positif 98 orang (sembuh 78, dirawat 16 dan meninggal 4 orang), proses 71 orang (60 dirawat, 11 meninggal) dan negatif 541 orang (487 sehat, 54 meninggal). Orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 1287 (1725 selesai proses pemantauan, 562 proses). Orang tanpa gejala (OTG) 3041 (sindonews)
Read More