Diduga Hilang Di Sungai Bedog, Warga Godean Ditemukan Di Lembah Merapi Turi

Diduga Hilang Di Sungai Bedog, Warga Godean Ditemukan Di Lembah Merapi Turi





Warga Tegal, Sidoarum, Godean, Sleman Supardi (kiri) didampingi personil Basarnas DIY dan TRC BPBD Sleman berada di Mapolsek Turi, untuk diserahkan kepada keluarganya,Kamis (28/5/2020) malam. foto Dok TRC BPBD Sleman

SEMBADA.ID-Teka-teki hilangnya  warga Tegal, Sidoarum, Godean, Sleman, Supardi, 41 yang meninggalkan rumahnya, Minggu (24/5/2020) dan diduga tercebur di sungai Bedog, Sidoarum akhirnya terjawab.  Lelaki yang diduga depresi itu ditemukan di Sidorejo, Girikerto, Turi, Kamis (28/5/2020) sore pukul 18.15. Saat ditemukan sedang berjalan dengan kondisi bingung.  Warga yang mengenalinya kemudian  melaporkan ke Polsek Turi.

Kapolsek Turi, Sleman AKP Catur Widodo mengatakan mendapat laporan itu, petugas langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi penemuan, setelah itu membawa Supardi ke Mapolsek Turi.  Kemudian melakukan koordinasi dengan TRC BPBD Sleman dan Basarnas DIY  untuk pendampingan serta penyerahan kepada keluarganya.

“Pada pukul 20.05 dengan pendampingan Basarnas DIY dan TRC BPBD Sleman menyerahkan Supardi ke keluarganya,” kata Catur, Kamis (28/5/2020)  malam.

Dari informasi, Supardi dalam keadaan depresi  meninggalkan rumah,  Minggu (24/5/2020).  Senin (25/5/2020) pukul 05.30 WIB terlihat di pinggir sungai Bedog Sidoarum dekatk  kolam ikan tanpa memakai kaos. Pukul 06.00 WIB warga menemukan kaos dan sandal Supardi di pinggir sungai Bedog. Namun Supardi tidak ada dan sampai malam tidak pulang ke rumah. Meski keluarga dibantu warga sudah mencarinya tidak ketemu.

Selasa (26/5/2020) pukul 08.00 WIB  tim SAR gabungan mendirikan Posko untuk pencarian Supardi di sungai Bedog.  Pencarian dengan cara menyisiri sungai Bedog  mulai dari DAM Cokro hingga Gereja Gamping, namun selama tiga hari pencarian Selasa-Kamis (26-28/5/2020) dari pagi sampai sore hasilnya nihil. Setelah yang dicari ditemukan, maka Posko  SAR gabungan dinyatakan ditutup. (sbd)

Read More
 Update Corona Sleman,  28 Mei 2020,  Tambah Lima,  Pasien COVID-19 Sembuh  Jadi 52 Orang

Update Corona Sleman, 28 Mei 2020, Tambah Lima, Pasien COVID-19 Sembuh Jadi 52 Orang





SEMBADA.ID-Grafik perkembangan pasien positif virus corona  jenis baru, COVID-19 yang sembuh di Sleman menunjukkan  peningkatan. Gugus tugas percepatan penangganan COVID-19 Sleman melaporkan ada lima pasien positif COVID-19 sembuh, Kamis (28/5/2020). Total pasien sembuh menjadi 52 orang.

Sedangkan pasien positif COVID-19, hingga Kamis (28/5/2020) pukul 12.00 WIB  tidak ada penambahan yaitu tetap 91 orang. Dari jumlah ini, meninggal empat orang, 52 sembuh, 35  masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan di Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan pemeriksaan sampel laboraorium hasil yang keluar, Kamis (28/5/2020)  tidak ada yang positif sebaliknya ada lima pasien yang dua kali hasilnya negatif, sehingga dinyatakan sembuh.

“Lima pasien COVID-19 yang sembuh, yakni  kasus 77, 140, 193, 194 dan 221,” kata Joko, Kamis (28/5/2020).

Joko menjelaskan, kasus 77, jenis kelamin perempuan, usia 42 tahun warga Maguwoharjo, Depok dirawat di RSUP Dr Sardjito, kasus 140 jenis kelamin laki-laki usia 52 warga Balcatur, Gamping, dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, kasus 193 jenis kelamin laki-laki usia 49 warga Purwomartani, Kalasan dirawat di RSA UGM, kasus 194 jenis kelamin laki, laki,usia 20, warga Sariharjo,  Ngaglik dirawat di RSA UGM dan kasus 221, jenis kelamin laki-laki usia,  21, warga Wedomartani, Ngemplak dirawat di RS Hermina Yogyakarta.

“Untuk kasus 221, akan kami cek ulang, sebab dinyatakan positif baru tanggal 22 Mei 2020,” terangnya.

Pasien dalam pengawasan (PDP) di Sleman secara akumulatif,  Kamis (28/5/2020) sebanyak 626 orang. Terdiri dari 450 negatif (46 meninggal, 404 sehat), 85 proses (11 meninggal, 74 dirawat) dan 91 positif (4 meninggal, 35 dirawat, 52 sembuh).

Orang dalam pemantauan (ODP) 2022 orang. Dari jumlah ini, 1488 selesai proses dan 534 masih dalam proses pemantauan. Orang tanpa gejala (OTG) 2273 orang. (sbd)
Read More
Cegah Klaster Baru   Corona,  Warga Sleman Dihimbau Belanja Secara Online Di Pasar Tradisional

Cegah Klaster Baru Corona, Warga Sleman Dihimbau Belanja Secara Online Di Pasar Tradisional




Wakil bupati Sleman Sri Muslimatun sedang memberikan sosialiasi COVID-19 di pasar  Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (28/5/2020). foto sembada.id/hafid mustaqi

SEMBADA.ID-Pemkab Sleman terus melakukan berbagai langkah untuk mencegah penularan dan klaster batu COVID-19. DI antaranya dengan  menghimbau warga Sleman berbelanja secara online di pasar tradisional. Himbaun ini untuk  meminimalir  terjadinya kerumunan,  yang sangat berpotensi  terjadinya penularan COVID-19.

“Kami menghimbau masyarakat untuk mulai berbelanja di pasar secara online. Dengan langkah  ini diharapkan dapat menekan risiko penularan dan klaster baru  COVID-19 di dalam pasar,” kata wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun saat melakukan sosialsasi COVID-19 di pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (28/5/2020).

Muslimatun menjelaskan untuk belanja online tersebut di pasar tradisional tersebut, masyarakat tinggal memesan barang kebutuhan kepada penjual dipasar  melalui aplikasi media sosial (medsos) kemudian pedagang akanmengantar ke alamat pembeli melalui jasa aplikasi transportasi online maupun jasa kurir.

“Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa berbelanja meskipun di rumah saja,”, jelas Sri Muslimatun.

Dalam kesempatan ini Muslimatun juga mengedukasi para pedagang dan pengunjung pasar  tentang pencegahan COVID-19, seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak. (fid)

Read More
Banyak Spanduk  Tak BerIzin, Forpi Yogya Desak Satpol PP Lakukan Penertiban

Banyak Spanduk Tak BerIzin, Forpi Yogya Desak Satpol PP Lakukan Penertiban



Pengendara melewati spanduk ucapan Idul Fitri 1441 di perempatan timur selatan stadion Mandala Krida Yogyakarta, Rabu (27/5/2020). foto sembada.id/baharudin

SEMBADA.ID-Forum Pemantau  Independen (Forpi) kota Yogyakarta mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta menertibkan spanduk ucapan hari raya Idul Fitri dan spanduk lain yang tidak berizin.   Spanduk itu di pasang oleh organisasi masyarakat (ormas) sosial, komunitas, anggota dewan dan perusahaan.

Anggota Forpi Yogyakarta B. Kamba mengatakan  karena tidak berizin, maka pemasangan spanduk itu melanggar  aturan, yaitu  peraturan daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2/2015 tentang Penyelenggaraan Reklame.

“Dikarenakan tidak berizin dan melanggar Perda,  sudah menjadi tugas dan wewenang Satpol PP untuk menertibkannya,” kata Kamba, Rabu (27/5/2020).

Dari catatan Forpi, spanduk-spanduk tersebut dipasang di  beberapa jalan protokol,  di antaranya di Jalan  AM Sangaji, P. Mangkubumi, dibawah jembatan rel kereta api Kewek, Perempatan Gondamanan, Jalan Kusumanegara dan utara Perempatan GOR Amongrogo.(udin)

Read More
Update Corona Di Sleman 27 Mei 2020, Tambah Satu, Pasien Positif  Jadi 91 Orang

Update Corona Di Sleman 27 Mei 2020, Tambah Satu, Pasien Positif Jadi 91 Orang



SEMBADA.ID-Pemkab Sleman memperbaharui data virus corona jenis baru, COVID-19 di Sleman, Rabu (27/5/2020).  Tercatat  hari ini  ada 91 kasus positif.

Data dashboard informasi COVID-19 kabupaten Sleman,  pukul 14.00 WIB,  dar1 91 kasus positif tersebut , terdiri dari, 43 orang (47,2%) dirawat diberbagai rumah sakit rujukan di Sleman , sembuh 44 orang (48,5%) dan meninggal 4 orang (4,3%).

Bila dibandingkan dengan data Selasa (26/5/2020), terdapat penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak satu orang.

“Hari ini tambah satu pasien positif COVID-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Rabu (27/5/2020).

Joko menjelaskan  pasien positif  COVID-19 itu,  warga Gamping, jenis kelamin perempuan usia, 42 dirawat di RS Hermina. Saat ini masih melakukan pelacakan dari mana warga Gamping itu terpapar COVID-19.

 “Masih dilacak sumbernya,”  paparnya.

Pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 Sleman, Rabu (27/5/2020) tercatat 619 kasus. Dari jumlah ini, 450 negatif (46 meninggal), 78 proses (11 meninggal) dan 91 positif. Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak  1981 orang (1451 selesai, 530 proses). sbd

Read More
Bupati Sleman, Dewan Pengawas Dituntut  Kaji Potensi Tingkatkan Kinerja PDAM

Bupati Sleman, Dewan Pengawas Dituntut Kaji Potensi Tingkatkan Kinerja PDAM



Bupati Sleman Sri Purnomo melantik  Assekda III Bidang Administrasi Umum dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Arif Haryono dan Kunto Riyadi sebagai anggota Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman, di aula lantai III, Pemkab Sleman, Rabu (27/5/2020).foto sembada.id/rizal

SEMBADA.ID-Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan PDAM Sleman memiliki peran penting dalam pembangunan di  Sleman.  Sebab untuk  menciptakan masyarakat Sleman yang lebih sejahtera perlu adanya jaminan ketersediaan air bersih.

“Untuk itu saya berharap PDAM  dapat  meningkatkan layanannya pada masyarakat sehingga mampu meminimalisir ketidakpuasan masyarakat atas layanan yang diberikan,”  kata Sri Purnomo saat melantik  Arif Haryono dan Kunto Riyadi  sebagai dewan pengawas PDAM Sleman, Rabu (27/5/2020).

Sri Purnomo menegaskan seiring dengan dinamika pembangunan, maka  tantangan PDAM Sleman ke depan untuk menjamin ketersediaan air bersih akan semakin berat. Untuk itu  Dewan Pengawas diharapkan tidak hanya mengawasi namun juga harus mampu melakukan kajian yang mendalam terhadap potensi dan permasalahan yang dihadapai PDAM. 

“Dewan Pengawas harus dapat memberikan solusi yang tepat,”  tandasnya.

Sri Purnomo menambahkan melihat perkembangan kinerja PDAM dalam empat tahun ini dapat dikatakan meningkat, baik dari sisi pelayanan maupun kinerja. Terbukti untuk pelayanan jumlah pelanggan terus bertambah dan tingkat kehilangan air terus dapat ditekanan. Untuk pelanggan  tahun 2015  tercatat 26.975 unit  Sambungan Rumah (SR) dan tahun 2019  menjadi 37146 unit SR. Tingkat kehilangan air menurun dari 30,14 % di tahun 2015 menjadi 25,42 % di tahun 2019. 

"Dari sisi kinerja keuangan, juga mampu meningkatkan perolehan laba atau keuntungan dari Rp 1,310 miliar  di tahun 2015 menjadi Rp2,4  miliar lebih di tahun 2019," tambahnya.
.
Dewan Pengawas PDAM Sleman Kunto Riyadi  mengatakan siap mengemban tugas yang diberikan secara penuh dan bersama PDAM Sleman  akan mengakomodir keluhan masyarakat serta melakukan perbaikan pelayanan bidang air bersih  seperti kebocoran dan pipanisasi.

"Yang jelas kami akan meningkatkan pelayanan pada masyarakat,” janjinya.(zal)

Read More
Update Corona,   Dua Hari  Sleman  Zero  Penambahan  Kasus  Positif COVID-19

Update Corona, Dua Hari Sleman Zero Penambahan Kasus Positif COVID-19




SEMBADA.ID-Kasus virus corona jenis baru,  Covid-19 di Sleman  dalam tiga hari terakhir, Minggu-Selasa (24-26/5/2020) menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.  Pada Minggu (24/5/2020) hanya ada penambahan satu kasus positif.  dua hari berikutnya  Senin-Selasa (24-26/5/2020) nol atau tidak ada tambahan.

Pasien terkonfirmasi positif ini tercatat sebagai kasus 228, jenis kelamin laki-laki, usia 25 tahun, warga Depok, dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY.  Riwayatnya masih ditelusuri oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.

Berbeda dengan minimnya angka kasus positif COVID-19, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh justru meningkat. Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Covid-19 Sleman mencatat  44 pasien berhasil disembuhkan.  Jumlah  ini bertambah  tiga jika dibandingkan Sabtu (23/5/2020).

Tiga pasien yang diumumkan sembuh yakni kasus 147, jenis kelamin perempuan, usia 24 tahun warga Kalasan, dirawat di RSUD Prambanan,  Kasus 139, jenis kelamin perempuan, usia 33 tahun warga Berbah dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY dan kasus 208, jenis kelamin laki-laki usia 71 tahun warga Depok dirawat di RS Bethesda Yogyakarta.

“Mudah-mudahan landai terus,” kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Selasa (26/5/2020).
           
Secara keseluruhan kasus positif COVID-19 di Sleman, ada 90 kasus. dari jumlah ini, sembuh 44 orang,  42 orang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan di Sleman dan meninggal empat orang.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) Selasa (26/5/2020) hingga pukul 12.00 WIB tercatat 611 orang. Dari jumlah itu,negatif,  444 orang (46 orang meninggal), 77 proses (11 meninggal) dan 90 positif.  Orang dalam pemantauan (ODP)  1946 orang. terdiri dari 1422 orang selesai dan 524 masih proses pemantaun. Sedangkan orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 2061 orang.(sbd)

Read More
Dua Hari Tidak Pulang,  Sendal dan Baju Ditemukan Di Pinggir Sungai

Dua Hari Tidak Pulang, Sendal dan Baju Ditemukan Di Pinggir Sungai


         


Petugas sedang mencari warga Tegal, Sidoarum, Godean, Sleman di sungai Bedog Sidoarum, Godean, Selasa (26/5/2020). Foto Ist


SEMBADA.ID-Baju dan sendal warga Tegal, Sidoarum, Godean, Sleman, Supardi, 41 yang dilaporkan hilang  oleh keluarganya, Senin (25/6/2020) ditemukan di pinggir sungai Bedog Sidoarum, Godean, Selasa (26/5/2020) pagi. 

Dari informasi, Supardi pergi dari rumah Senin (25/5/2020) pagi hingga Selasa (26/5/2020) belum pulang.  Keluarga dibantu  warga kemudian mencarinya  namun  tidak  menemukannya.   Selanjutnya melapor ke instansi terkait.

Atas ditemukannya baju dan sandal Supardi di pinggir sungai Bedog, Sidoarum,  petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian. Pencaian dengan cara menyisir baik dengan teknik body rafting maupun  berjalan di darat kanan dan  kiri sungai.

“Kami masih melakukan pencarian,  semoga segera ditermukan,”  kata  Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, Selasa (26/5/2020).(sbd)

Read More
Dua Pengunjung Indogrosir Positif  Terinfeksi Virus Corona

Dua Pengunjung Indogrosir Positif Terinfeksi Virus Corona





SEMBADA.ID-Gugus tugas penanganggan COVID-19  Sleman telah mengambil swab 70 orang pengunjung Indogrosir yang menjalani isolasi di Asrama Haji DIY, di Sinduadi,Mlati, Sleman.  50 orang sudah menjalani swab dua kali dan 20 orang menjalani swab pertama.  25 orang di antaranya sudah diketahui hasilnya.  23 orang negatif dan 2 orang positif.  Dua orang yang positif dirujuk ke RSUD Prambanan

Penanggungjawab penananggaan COVID-19  di Asrama Haji DIY,  Makwan mengatakan 25 orang yang sudah diketahui hasilnya itu, hasil swab dari RS Bhayangkara  Polda DIY, RSUD Sleman dan RSUD Prambanan.  13 dari RS Bhayangkara dan 10 dari RSUD Sleman hasilnya negatif. Dua dari RSUP Prambanan hasilnya positif.

“Bagi penghuni yang hasilnya negatif diizinkan pulang melanjutkan isolasi mandiri di rumah, yang positif di rujuk ke  RSUD Prambanan untuk perawatan lebih lanjut,” kata Makwan, Rabu (20/5/2020).

Namun Makwan  untuk detail pengunjung Indogrosir  yang hasilnya positif, Makwan tidak bisa memberikan keterangan.  Sebab bukan menjadi kewenanggannya.

“Untuk detailnya,  ke Dinkes Sleman ya,”  terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman itu.

Terpisah kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo  belum bisa dimintai keterangan untuk detail pengunjung Indogrosir yang hasil swabnya positif itu.

Sementara untuk kasus positif COVID-19 Sleman, Rabu (20/5/2020) tercatat 79 kasus,  meningkat dibangdingkan Selasa (19/5/2020), yaitu 78 kasus.  Data Gugus Tugas Penangganan COVID-19 DIY,  warga Sleman yang psoitif COVID-19 itu, kasus 202 jenis kelamin perempuan  usia 43 tahun,klaster Indogrosir.

79 kasus positif itu, empat orang meninggal, 38 sudah sembuh dan  masih dirawat di beberapa  rumah sakit rujukan di Sleman.

Untuk jumlah PDP di Sleman .tercatat  497 orang, dari jumlah ini 399 negatif, 38 dirawat di  beberapa rumah sakit di Sleman dan 79 positif.  sedangkan  orang dalam pemantauan (ODP)  sebanyak 1839 orang. 1839 selesai pemantauan  dan 408 orang masih dalam proses.(sbd)
Read More
362 Pengunjung Indogrosir Ikuti Rapid  Test Massal Tahap Dua,  6 Orang Reaktif

362 Pengunjung Indogrosir Ikuti Rapid Test Massal Tahap Dua, 6 Orang Reaktif


Pemkab Sleman melakukan RDT bagi pengunjung Indogrosir di GOR Tridadi, Sleman, Rabu (20/5/2020). foto dok Humas Pemkab Sleman


SEMBADA.ID-Sebanyak 362 pengunjung Indogrosir  Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman mengikuti rapid diagnoctis test (RDT)  COVID-19  tahap dua  di GOR  Pangukan, Tridadi. Sleman, Rabu (20/5/2020). Mereka  adalah pengunjung Indogrosir periode 19 April-4 Mei 2020 yang  mengukuti tes cepat  tahap pertama, Selasa-Rabu (12-13/5/2020) hasilnya  non reaktif. 

Dari jumlah tersebut, enam orang di antaranya hasilnya reaktif  sehingga wajib isolasi  dan menjalani tes swab.  Dengan tambahan ini, total pengunjung reaktif menjadi 83 orang.

Kabag Humas Pemkab Sleman Savitri Nurmala Dewi mengatakan  tes cepat ini sebagai dasar untuk menentukan pengunjung Indogrosir  itu positif atau negati COVID-19.   Pengunjung  yang tetap berstatus non reaktif pasca RDT tahap kedua ini, dapat memperoleh bukti tertulis secara langsung yang nantinya akan disiapkan melalui sistem dalam jaringan (daring).

“Nanti  akan disiapkan agar masyarakat dapat memperoleh secara langsung bukti tertulis bahwa telah melaksanakan RDT dengan hasil non reaktif.  Namun baru berlaku setelah mendapatkan legitimasi atau cap dari puskesmas terdekat, nanti kita akan koordinasikan dengan puskesmas,” jelas juru bicara gugus tugas penanggananCOVID-19 Sleman  itu. .

Evie  panggilan Savitri Nurmala Dewi  menjelaskan RDT tahap kedua  ini akan dilanjutnya, Rabu (27/5/2020), yaitu bagi pengunjung Indogrosir dan ASN Sleman yang hasil tes cepat COVID-19  tahap  pertama, Kamis (14/5/2020) dan Sabtu (16/5/2020)  yang  hasilnya  non reaktif.

Penanggungjawab Isolasi  di  Asrama Haji DIY,  Makwan mengatakan untuk 18  pengunjung Indogrosir  yang  hasil RDT  tahap dua, Selasa (19/5/2020)  reaktif COVID-19 sudah melakukan isolasi semua , 17  isolasi di Asrama Haji, satu orang di RS PDHI Kalasan. Total jumlah penghuni Asrama Haji, 70 orang.(sindonews)
Read More