UII  Perluas Bisnis SPBU Di Sleman

UII Perluas Bisnis SPBU Di Sleman




Wakil bupati Sleman Sri Muslimatun meresmikan SPBU UII di Jalan Kaliurang Km. 13,5 Nganggrung, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (12/12/2019).foto sembada.id/doni kardika


SEMBADA.ID Tingginya mobilitas masyarakat saat ini berdampak pada meningkatnya  kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, alat trasnportasi bermotor saat ini baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum membutuhkan pasokan bahan bakar agar dapat beraktivitas dengan optimal.

Merespon kebutuhan tersebut, Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km. 13,5 Nganggrung, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman,  Kamis (12/12/2019).

Ketua Umum Pengurus YBW UII,  Suwarsono  mengatakan SPBU ini merupakan pengembangan dari usaha YBW UII dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat akan bahan bakar dan layanan jasa pendukung lainnya.  SPBU UII ini merupakan SPBU UII kedua.  SPBU UII  pertama berlokasi di Lopait, Tuntang, Kabupaten Semarang yang berdiri tahun 2007.


“Usaha ini dioreientasikan untuk pengembangan pendidikan yang ada di UII selain dari mahasiswa.
Sehingga kualitas pendidikan di UII dapat terus ditingkatkan lagi,”  jelasnya.

Suwarsono menjelaskan  YBW  UII juga mengembangkan usaha lain baik di bidang kesehatan, perhotelan, perbankan, dan radio. Di bidang kesehatan YBW Ull telah mendirikan Rumah Sakit JIH Jogja (2006), JIH Solo (2019), dan Rumah Sakit Ull Bantul (2019). Untuk perhotelan YBW Ull telah mendirikan Hotel Unisi (2017) yang berlokasi di JI. Pasar Kembang Yogyakarta. Untuk perbankan YBW Ull telah mendirikan Bank Perkreditan Rakyat Syariah Unisia Insan Indonesia yang kantor pusatnya di JI.Cik Ditiro No.1 Yogyakarta. Sementara itu untuk radio YBW UII mempunyai Radio Unisi FM yang berlokasi di Demangan.

“Bidang-bidang usaha tersebut diorientasikan untuk mendukung kegiatan yayasan di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Mulai dari pengembangan pendidikan dari Paud UII hingga tingkat universitas dan pemberdayaan masyarakat seperti Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZIS), Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada, Rumah Tahfid, wakaf, desa binaan, beasiswa, pembinaan keagamaan, radio dakwah, griya cendikia dan lain-lain,” tambahnya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan  adanya  SPBU  tersebut diharapkan  bukan hanya untuk  mempermudah masyarakat dalam menjangkau kebutuhan bahan bakar sehingga mobilitas semakin mudah.  Namun juga dapat memberikan kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Sehingga ekonomi masyarakat disekitar SPBU juga mendapatkan dampak positif.

“Kalau bisa karyawan di SPBU ini mengakomodasi masyarakat sekitar. Minimal 80% karyawan bisa diisi oleh masyarakat sekitar agar ekonomi di sekitar SPBU meningkat,” harapnya.(dik)

Read More
2020 Sleman  Targetkan  Wisatawan  Di Atas 10 Juta

2020 Sleman Targetkan Wisatawan Di Atas 10 Juta



Pemkab  Sleman  meluncurkan calender of event2020 di Sleman, Rabu (4/12/2019). Foto sembada.id/hafid

SEMBADA.ID-Pemkab Sleman menargetkan  tahun 2020 jumlah wisatawan  yang berkunjung ke Sleman di atas 10 juta.  Jumlah ini lebih banyak dibandinhgkan target  kunjuhgan wisatawan tahun 2019, yakni 10 juta. 

Untuk merealisasikan target tersebut,  Rabu (4/12/2019) Sleman  meluncurkan kalender wisata 2020 (calender of event) 2020.  Yaitu informasi tentang agenda wisata di Sleman tahun 2020.  Seperti atraksi seni dan budaya serta sport tourism

Beberapa even  wisata yang akan digelar pada tahun 2020 diantaranya Volcano Run pada 8 Maret, Tawur Agung Kesanga 24 pada Maret, Tour De Sleman 12 pada April, Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 17 pada April, Hari Jadi Sleman Ke-104 pada 15 Mei, Le Velo De Garuda pada 20 Juni,  Prambanan International Yoga Day pada 21 Juni, Jogja International Scout Camp 5 pada Juli, Sleman Temple Run pada 12 Juli, Tour De Merapi pada 19 Juli, IAWP Conference 6-10 September, Jogja Tourism Festival pada 27 September, Sleman Exotism Festival pada 1-4 Oktober, Pelangi Budaya Bumi Merapi pada 11 Oktober, Tour De Prambanan pada 25 Oktober, dan Jogja International Heritage Walk pada 14-15 November

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar)  Sleman, Sudarningsih mengatakan adanya kelender of event ini penting. Sebab dengan kalender of event ini  memberikan informasi  agenda seni, budaya dan sport tourism apa saja yang ada  di Sleman tahun 2020.  Sehingga akan menjadi informasi awal bagi calon wisatawan.

”Minimalnya target kita lebih dari 10 juta kunjungan wisata di tahun 2020. nTidak Cuma itu, yang terpenting adalah kualitasnya kita tingkatkan, lenght of stay dan spending money juga,” kata Ning panggilan Sudarningsih saat peluncura calender of event 2020 di Sleman, Rabu (4/12/2019).

Ning menjelaskan even yang diluncurkan tidak hanya  milik pemkab Sleman  namun juga milik kelompok komunitas kemasyarakatan dan  organisasi keolahragaan Jumlah seluruh even yang sebanyak 150 event.

“Hingga November 2019 dari  target  10  juta wisatawan sudah tercapai 9 juta wisatawan. Sehingga optimis target 10 juta wisatawan tercapai,” ungkapnya.

Assekda  Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat  Pemkab Sleman Purwatno Widodo mengatakan  dengan calendar of  Event  diharapkan  akan menjadi promosi wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sleman. Untuk itu, seluruh penyelengara harus berkomitmen serta bertanggung jawab. Apalagi  penyelenggaraan event juga akan membawa kredibilitas pemerintah dan penyelenggara itu sendiri di mata wisatawan.

”Oleh karena itu,  penyelenggaraan even  harus dipersiapkan secara professional,” harapnya. (fid)


Read More
Bulog Jamin Stok Beras  di DIY  Aman  Meski Serapan Baru 35% Dari Target

Bulog Jamin Stok Beras di DIY Aman Meski Serapan Baru 35% Dari Target




SEMBADA.ID-Kepala badan urusn logistik  (Bulog) divisi regional (Divre) DIY, Kedu dan Banyumas, Juaheni mengatakan meski untuk serapan beras baru 35% dari target, namun dengan stok 40 ribu ton menjamin kebutuhan beras di DIY, Kedu dan Banyumas  aman hingga empat bulan ke depan.

Bulog Divre DIY,Kedu dan Banyumas sendiri menargetkan  untuk serapan beras  mencaai 89 ribu ton, namun hingga Desember 2019  baru  31 ribu ton atau 35%. 

“Meski serapan tidak sesuai target, namun kami masih memiliki stok 40 ribu ton beras, sehingga masih aman,” kata Jauheni saat berada di gudang Bulog DIY, Cupuwatu, Purwomartani, Kalasan, Sleman, seperti dilansir sindonews, Rabu (4/11/2019).

Menurut Jauheni belum terpenuhinya serapan beras itu, karena kemarau yang panjang dan disesuaikan dengan keperluan penjulan. Terutama untuk pengadaan bantua pangan non tunai (BPNT), dan untuk keperluan jaringan penyelamat produksi(JPP). Namun karena pangsa pasar sudah berbeda, sehingga belum terpenuhinya penyerapan beras ini tidak ada dampaknya.

“Kalau dulu kan ada beras rakyat sejahtera (rasta)  yang harus dpenuhi semua, sekarang  BPNT dan untuk BNPT  tidak semuanya dari Bulog. Jadi untuk JPP dan BNPT serta komersil cukup,” terangnya.

Jauheni menjelaskan dengan stok beras yang masih 40 ton tersebut mampu mencukupi empat hingga lima bulan ke depan. Apalagi  unruk stok beras selain melalui penyerapan dari petani, juga dengan pengadaan, khususnya beras premiun untuk BPNT. Termasuk untulk menjaga ketersedian pasokan dan stabilitas harga (KPSH) juga dengan melakukan operasi pasar.

“Untuk KPSH sejak Januari sudah mencapai 16 ribu ton dan diperkirakan hingga akhir tahun mencapai 20 ribu ton. untuk KPSH ini memakai beras medium, sedangkan untuk BPNT dan komersil dengan beras premium,” paparnya.

Menurut Juaheni  sebagai upaya  dengan belum  terpenuhinya serapan beras, yaitu dengan berkoordinasi dengan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan stakeholde yang ada untuk memberikan pasokan beras ke Bulog. (sdn) 
Read More
Bupati Sleman  Raih  Enterpreneur Award 2019

Bupati Sleman Raih Enterpreneur Award 2019






SEMBADA.ID- Bupati Sleman Sri Purnomo dipenghujung tahun 2019 menerima penghargaan bupati enterpreneur award kategori pariwisata dan perdagangan pada  ajang regional leader enterpreneur award 2019.

Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan, Suhajar Diantoro menyerahkan penghargaan kepada bupati Sleman yang diwakili wakil bupati Sleman Sri Muslimatun, di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Bupati Sleman Sri Purnomo  mendapat penghargaan itu, karena dinilai memiliki jiwa entrepreneurship  dan  berpandangan ke depan yang  berorientasi untuk  perubahan serta  kreatif dalam menghasilkan ide inovatif  terobosannya solusif, memudahkan, cepat diadopsi dan dirasakan masyarakat.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun  mengatakan atas kerja keras, kerja  cerdas dan kerja tuntasnya dalam membangun Sleman, bupati Sleman memang layak mendapatkan penghargaan ini.

“Diharapkan penghargaan ini  semakin memotivasi membangun Sleman dengan lebih baik lagi," kata Muslimatun

Menurutnya, inovasi yang dilakukan dalam bidang perdagangan diantaranya menjembatani para pelaku usaha mikro untuk menjangkau pasar yang lebih dengan slemanmart.id.  Bidang pariwisataa ada  agenda tahunan Festival Desa Wisata serta pengelolaan ikon wisata oleh BUMDes dan untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan menyelenggarakan  berbagai potensi pertunjukan..(dik)

Read More
Sleman Berangkatkan 10  Keluarga Transmigran Ke Kaltara

Sleman Berangkatkan 10 Keluarga Transmigran Ke Kaltara


Kepala Disnaker Sleman Sutiasih  (tengah) memberikan keterangan soal pemberangkatan transmigran asal Sleman ke Kaltara di gedungTransito Disnakertrans DIY, Jalan Hos Cokroaminoto, Yogyakarta, Rabu (4/12/2019). Foto Dok Humas Pemkab Sleman  


SEMBADA.ID-Pemkab Sleman memberangkatkan 10 kepala keluarga (KK)  transmigran dengan tujuan kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara).  Kepala dinas tenaga kerja (Disnaker) Sleman Sutiasih melepas para transmigran  itu di halaman gedung Transito dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) DIY Jalan Hos Cokroaminoto, Rabu (4/12/2019).

Sutiasih mengatakan menjelaskan tahun 2019 ini, Sleman memberangkatkan 13 KK transmigran. Selain 10 KK dengan 37 jiwa yang diberangkatka, 4 Desember 2019 dengan tujuan Bulungan, Kaltara. Sebelumnya,  30 November 2019 telah memberangkatkan 3 KK dengan enam jiwa transmigran ke Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar),.

“Jadi totalnya ada 13 KK  dengan 43 jiwa  yang kami  berangkatkan tahun ini,”  kata Sutiasih saat melepas 10 KK Sleman  transmigran ke Bulungan, Kaltara, seperti dilansir sindonews, Rabu (4/12/2019).

Sutiasih menjelaskan  10 KK peserta transmigrasi ke Bulungan,Kaltara itu, nantinya akan mendapat jaminan  hidup (jadup) selama 18 bulan pertama. Masing-masing KK akan mendapat dana shering antara Pemkab Sleman dan Pemkab Bulungan  75 juta.

“Selain itu para transmigran juga akan diberi lahan seluas 2 hektar secara bertahap selama lima tahun,” paparnya.



Calon transmigran Sleman,  Tatag Winasis mengatakan mengikuti program transmigrasi ke Bulungan, Kaltara  untuk memperbaiki derajat hidupnya.  Berharap di tempat yang baru nantinya dapat mengembangkan potensi dan ketrampilan yang  dimiliki.

“Saya di sini (Sleman) sehari-hari mengajar les anak-anak SD. Nanti disana ketrampilan saya juga bisa dikembangkan juga. Kan ada SD juga disana,” kata Tatag yang bertransmigrasi bersama istri dan satu anaknya itu. (sdn)
Read More
Pasar Lelang Cabai Sleman Juara  Satu  Klaster Hortikultura 2019

Pasar Lelang Cabai Sleman Juara Satu Klaster Hortikultura 2019





Ketua PPHPM  R. Inoki Azmi Purnomo

SEMBADA.ID-Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) Sleman meraih anugerah BI Award 2019. PPHPM mendapat penghargaan setelah ditetapkan menjdi juara satu klaster hortikultura binaan Bank Indonesia (BI). Penilaian sendiri berdasarkan pada aspek kelembagaan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Penghargaan diserahkan di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Ketua PPHPM Sleman R. Inoki Azmi Purnomo merasa gembira atas hasil ini, dan menyampaikan terimakasih kepada BI atas semua perhatian, pembinaan  dan bantuan kepada PPHPM.

“Terimakasih kepada seluruh pengurus PPHPM, pengelola lelang, pengelola titik kumpul, Petani hortikultura khususnya cabe, serta dinas pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman atas kerjasama dan pembinaannya,” kata Inoki, Jumat (29/11/2019).

Menurut Inoki  prestasi ini sebagai cambuk untuk lebih berbenah dalam bersatu bekerja bersama dengan seluruh petani hortikultura di Sleman dalam mengelola pemasaran dan budidaya sehingga petani mendapatkan nilai jual terbaik.

Saat ini di Sleman ada 14 titik kumpul penjualan cabai dan sayuran yang tersebar di Pakem, Turi, Tempel, Sleman, Seyegan, Ngemplak, Kalasan, Ngaglik danBerbah.

"Kami merencanakan memperbanyak titik kumpul di wilayah budidaya hortikultura untuk mendekatkan penjualan panen. Meskipun titik kumpul cabai tersebar di seluruh Sleman, namun untuk tempat lelang hanya satu lokasi di sekretariat PPHPM di Bunder Purwobinangun Pakem," terangnya.




Lelang cabai dilaksanakan setiap sore dari  pukul 16.00 sampai pukul 19.00 WIB di Bangsal lelang PPHPM Bunder Purwobinangun Pakem. Bagi petani yang jauh dari Bunder bisa menyetor hasil panen melalui titik kumpul terdekat. Hasil setor petani di titik kumpul akan di bawa ke Bangsal lelang oleh pengurus titik kumpul.

Lelang cabai telah berjalan sejak Oktober 2017 dan terbukti dapat meningkatkan nilai jual petani.
Planning kami, kedepan melaksanakan pengolahan / industri cabe, dengan begitu kami harapkan nilai jual akan lebih tinggi.

“Saya mengajak kepada petani hortikultura khususnya cabe untuk kompak bersatu, berkoordinasi dan menjual hasil panenan ke titik kumpul PPHPM,” ajaknya.

Kegiatan ini dari petani untuk petani, modal usaha bersumber dari penyertaan modal petani/kelompok tani, pengelola juga dari perwakilan kelompok-kelompok tani, dengan begitu kami petani lah sebagai pelaku usaha pasar lelang.

Dalam kegiatan lelang cabai PPHPM bekerjasama dengan banyak pedagang agar petani memperoleh harga terbaik, kalau petani kompak InsyaAllah petani akan mendapatkan harga terbaik, pedagang juga lebih mudah mengakses hasil panen petani dengan satu pintu melalui titik kumpul PPHPM.

“Kami sedang memulai digitalisasi dalam pelaksanaan pemasaran cabai, digitalisasi ini kami maksudkan untuk memudahkan dalam pendataan petani, potensi hasil panen, ketersediaan barang,
serta memperluas pasar karena publik dapat mengetahui data dimaksud secara online,” jelasnya.

Lounching digitalisasi pasar lelang cabai dilaksanakan Kamis (28/11/2019)  oleh kementrian kominfo dan kementrian pertanian di sekretariat PPHPM. Tujuan kegiatan ini adalah petani dapat menjadi price maker sehingga dapat memperoleh harga terbaik dari hasil panen komoditas yang di budidayakan. (iap)

Read More
Sleman  Peringatau HUT Korpri Dengan Upacara dan  Ziarahi  Makam Mantan Ketua Korpri Sleman

Sleman Peringatau HUT Korpri Dengan Upacara dan Ziarahi Makam Mantan Ketua Korpri Sleman


Wakil bupati Sleman Sri Muslimatun memimpin ziarah ke makam  mantan ketua Korpri. Sleman Suharsono di  Nyaen,  Pandowoharjo,  Sleman, Jumat (29/11/2019).foto sembada.id/doni kardika

SEMBADA.ID-Pemkab Sleman memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpti) KE-48  Tahun 2019 dengan upacara  di  lapangan Pemda setempat,  Jumat  (29/11/2019). Upacara diikuti oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Pejabat orgniasasi perangkat daerah (OPD),  anggota Korpri,  TNI  dan Polri  di Sleman.

Usai upacara dilanjutkan  ziarah ke makam mantan ketua Koprti  Sleman  tahun 1990 Suharsono. dusun Nyaen, Pandowoharjo,  Sleman.  Tiba di lokasi  rombongan Pemkab Sleman disambut oleh keluarga alharhum Suharsono..

Wakil bupati Sleman, Sri Muslimatun yang memimpin rombongan mengatakan kegiatan tersebut  merupakan rangkaian HUT Korpri ke 48 dan juga untuk menyambung tali silaturahmi dengan keluarga  almarhum Suharsono sekaligus berziarah dan mendoakan almarhum  Suharsono.

Semoga jasa-jasa perjuangan almarhum dapat diterima Allah SWT dan dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya demi kemajuan dan kesejahteraan masayarakat Sleman,” katanya.

Murjani mewakili keluarga besar  Suharsono mengatakan sangat berterima kasih atas apresiasi Pemkab  Sleman yang datang berziarah ke makam dan mendoakan almarhum Suharsono.(dik)



Read More
Wisuda 1609 Sarjana Baru, UIN Yogya Bekali Lulusan Moral dan Skill Hadapi Era 4.0

Wisuda 1609 Sarjana Baru, UIN Yogya Bekali Lulusan Moral dan Skill Hadapi Era 4.0


Rektor UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta Prof Yudian Wahyudi memberikan sambutan saat wisuda periode pertama tahun akademik 2019/2020 di Multipurpose Building  kampus UIN Suka, Jalan  Laksda Adisutjipro, Caturtunggal,Depok, Sleman, Kamis (14/11/2019). foto dok humas UIN Suka Yogyakarta.

SEMBADA.ID-Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta periode pertama tahun akademik 2019/2020 meluluskan 1.609 sarjana baru. Jumlah tersebut terdiri dari program doctor (S3)  55 lulusan, magister (S2)  323  lulusan dan program strata 1 (S1) 1231 lulusan. Mereka diwisuda, Rabu-Kamis (13-14/2019) di multupurpose building kampus UIN Suka, Jalan Laksda Adisutjipto, Caturtunggal, Depok. Sleman,

Rektor UIN Suka Yogyakarta Yudian Wahyudi mengatakan berbagai langkah dan strategi telah disiapkan guna membekali dan menyiapkan lulusan dalam menghadapi  revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan era disrupsi. Di antaranya dengan menyempurnakan reformasi pendidikan.

“Reformasi pendidikan yang dilakukan yakni moral, etika dan skill,” kata Yudian, Kamis (14/11/2019)

Yudian menjelaskan  untuk  moral dan etika sebagai pondasi utama  dalam penguasaan pengetahuan. Skill meliputi penguasaan bahasa asing dan teknologi informasi  serta keterampilan khusus yang sesuai dengan bidang prodi keilmuannya.  Sehingga  lulusan UIN Suka akan menjadi sumber daya manusia (SDM)  yang kompeten dan kompetitif di bidangnya.

“Untuk penyiapan SDM ini  dimulai sejak tahapan pembinaan mahasiswa baru,” paparnya.

Menurut Yudian sebelum memulai perkuliahan, mahasiswa baru dibekali kegiatan  pengenalan budaya akademik dan  kemahasiswaan (PBAK). Kegiatan ini sebagai pondasi awal secara akademik, menumbuhkan kekuatan mental,  sosial dan spiritual mahasiswa sekaligus  sebagai bekal mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan baru di dalam maupun di luar kampus.

“Kami juga meningkatkan kualitas dosen dan kerjasama dengan perguruan tinggi lain, baik di dalam negeri maupun internasiona,” terangnya

Untuk guru besar tahun 2019 ada tambahan empat guru besar dan beberapa orang dosen juga sedang dalam proses penilaian usulan guru besarnya. Sedangkan bentuk kerjasama dengan perguruan tinggi lain meliputi riset, pengiriman dosen untuk studi lanjut program doktor, pertukaran mahasiswa dan guru besar dan penguatan profesorisasi di PTKIN.

Humas UIN Suka Yogyakarta Weni Hidayati menambahkan hingga sekarang jumlah alumni UIN Suka Yogyakarta tercatat sebanyak 64.172 lulusan,  terdiri dari 705 bergelar doktor, 6.287 bergelar magister dan sisanya 57180  bergelar sarjana. (sbd)

Read More
Pemerintah Belum Optimal Lindungi UMKM

Pemerintah Belum Optimal Lindungi UMKM



Anggota Komisi I DPR RI Sukamta saat diskusi publik bersama Kemenkominfo di Yogyakarta, Selasa, 12 November 2019. Foto sembada.id/iwan

SEMBADA.ID- Bayak persoalan terhadap pengembangan UMKM pemasaran online, salah satunya aksebilitas. Sampai saat ini tidak semua wilayah di Indonesia tersedia layanan intenet. Faktanya memang masih ada zona blankspot, di Yogyakarta misalnya di Gunungkidul, Kulon Progo dan Bantul.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan ironisnya daerah yang masih blank spot itu merupakan salah satu sentral batik. "Potensinya bagus banget tapi aksesnya belum ada. Untuk itu kita dorong Pemerintah DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) bebas blank spot," katanya saat diskusi publik bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika di Yogyakarta, Selasa, 12 November 2019.

Politikus PKS dari Dapil DIY ini mengatakan problem kedua adalah belum terkoneksi antara pelaku UMKM, pelaku usaha dengan dunia digital. Kadang pelaku UMKM sudah merasa nyaman karena sudah punya pelangggan, produknya tetap laku dan lainnya. "Ini perlu didorong pelibatan pelatihan UMKM kepada mereka," ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Politik Hukum dan Keamanan DPR RI ini mengatakan data mencatat UMKM yang melakukan pemasaran lewat online, mengalami peningkatan omzet 100-200 persen.

Sukamta mengatakan UMKM itu belum terfasilitasi sarana pembayaran online oleh pemerintah. Indonesia kalah bersaing dengan China karena pemerintahnya memberikan subsidi berupa pengiriman barang dan pembayaran yang murah. Pengirimannya bahkan hampir gratis. "Saya katakan kepada pemerintah ini sudah perang dagang sesungguhnya," ujarnya.

Menurut dia, pelaku UMKM semakin menjerit saat mendapati tiket peswaat di Indonesia yang mahal. Dia menyontohkan Warga Yogyakarta membeli barang dari Beijing lebih murah dari pada membeli barang dari Solo, Jawa Tengah. Barang dari China lebih murah karena pengirimannya gratis. "Kalau pemerintah tidak mampu memberi subsidi paling tidak menurunkan harga tiket pesawat atau kasih harga khusus untuk UMKM," tutur Sukamta.

Dia mengatakan persoalan berikutnya perizinan UMKM di Indonesia yang sulit. Selain itu perlindungan data pribadi di Indonesia masih menjadi persoalan serius.

Owner PT Abadi Bina Indonesia Anom Adinugrah mengatakan pangsar digital saat ini masih sangat banyak, tapi pemainnya masih sangat sedikit. Bahkan selama ini yang bermain di Indonesia justru platform dari asing."Kita sebenarnya bisa bersaing dengan mereka," kata Anom.

Menurut dia persoalan pemasraan online di Indonesia salah satunya masih banyak daerah yang blank spot. Problem lainnya fasllitasi dari pemerintah masih minim seperti dalam hal perizinan. Untuk mengalahkan kapitalisasi digital ini sehariusnya Indonesia lebih mengutamakan kearifan lokalnya.

"Itu akan menumbuhkan sense of beloging terhadap produk kita. Platfotm lokal harus diperkuat lagi," ungkapnya. (iwan)

Read More
Cegah Hoax Masyarakat Dibekali Literasi Digital

Cegah Hoax Masyarakat Dibekali Literasi Digital


Anggota Komisi I DPR RI, Sukamto menjadi pembicara diskusi publik  tantangan teknologi digital pada bidang ekonomi sosial budaya dan Informasi dalam rangka redesain USO, di Yogyakarta, Senin (11/11). Foto sembada.id/iwan

SEMBADA.ID- Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi  Kementerian komunikas dan informasi (Kominfo) menggelar diskusi publik  tantangan teknologi digital pada bidang ekonomi sosial budaya dan Informasi dalam rangka redesain USO, di Yogyakarta, Senin (11/11).  Kegiatan ini sebagai literasi digital  bagi masyarakat untuk mencegah hoax

Tenaga Ahli Redesain USO (Universal Services Obligation) Kemenkominfo, Gun Gun Siswadi dan anggota komisi I DPR RI, Sukamto dihadirkan  untuk mengisi acara tesebut.

Gun Gun Siswadi mengatakan literasi digital ini penting. Sebab posisi Indonesia saat ini masih rendah. Dimana dari 61 negara yang disurvei Indonesia berada di peringkat ke-60.  Ini bukan hanya memaiukan, namun juga  diduga menjadi penyebab masih banyak tersebar hoax atau berita bohong di Indonesia.

“Kita hanya satu peringkat di atas Botswana yang berada di urutan terbawah,” Gun Gun Siswadi.
Karena itulah melalui diskusi publik prakarsa Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kominfo, itu kementerian tersebut mengajak kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan smartphone atau telepon pintar.

“Akan jauh lebih baik jika teknologi digital dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat positif. Terutama bagi kelompok UMKM agar mampu meningkatkan aktivitas jual beli mereka maupun pemasaran. Jangan malahan dipergunakan untuk konten-konten negatif,” tutur Gun Gun.

Narasumber lain, H Sukamta PhD  mengemukakan perlunya masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan smartphone. “Seiring dengan tugas Komisi I, kami juga terus mendorong pemerintah memperkuat peraturan menyangkut teknologi digital.”

“Jika tak memperkuat, atau hukum kita tak mengikuti perkembangan teknologi digital, kita akan menjadi negara tertinggal.  Begitu pula perangkat hukum kita, pun jangan sampai ketinggalan. Jika tak mengikuti perkembangan teknologi digital, bisa-bisa keputusan yang diambil juga keliru,” tegas Sukamta.

Begitu pula terhadap kelompok UMKM, sudah semestinya terus mengikuti perkembangan teknologi digital. Sekaligus memanfaatkannya untuk memperbaiki kinerja ekonomi mereka. “Telah terbukti, pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan omset UMKM hingga dua tiga kali lipat,” ujar Sukamta.

Bahkan selaku anggota Komisi I DPR RI dapil DIY fraksi PKS, Sukamta telah mengusulkan agar TNI menambah matra baru, Matra Cyber. “Sudah sejak 2015 kami mengusulkan itu. Dan kami anggap penting karena satu negara bisa saja runtuh dalam beberapa saat akibat perang cyber,” papar Sukamta kemudian. (iwan)

Read More