60 Mobil Kuno Ikuti Wisara Rally 2019 di Sleman

60 Mobil Kuno Ikuti Wisara Rally 2019 di Sleman



Wakil bupati Sleman Sri Muslimatun mengibarkan bendera melepas peserta wisata rally 2019 mobil kuno  di lapangan Pemda Sleman, Minggu (22/9/2019).foto sembada.id/doni kardika

SEMBADA.ID-Sebanyak 60 mobil kuno mengikuti wisata rally 2019 di Sleman, Minggu (22/9/2019. Kegiatan ini mengambil star di lapanagan Pemda Sleman dan finish di Kalasan. Untuk rutenya,Lapangan Pemda menuju desa wisara Gamplong. Dari Gamplong menuju lokasi finish di Jogja Airport Resto Purwmartani, Kalasan.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan menyambut baik adanya event ini. Sebab  bukan hanya sekedar touring mobil kuno, namun juga dan menjadi  hiburan dan edukas bagi warga serta promosi potensi wisata di Sleman.

“Mobil kuno atau klasik memiliki nilai keindagan dan orisinilitas yang tinggi. Sehingga  dapat menjadi pembelajaran tentang kecintaan, ketekunan dan ketelatenan merawat suatu benda,” paparanya.

Ketua  Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Suci Teguh mengatakan peserta yang mengikuti kegiatan ini bukan hanya dari DIY namun juga luar DIY, seperti Jakarta, Solo, Ponorogo, Temanggung, Magelang dan Purworejo.

“Mereka terbagi dalam tiga kategori, yaitu mobil kuno, retro dan mobil baru,”  jelasnya.(dik)  

Read More
Sleman Bangun Monumen Keselamatan Lalu Lintas

Sleman Bangun Monumen Keselamatan Lalu Lintas

Bupati Sleman Sri Purnomo meletakan batu menandai pembangunan monumen keselamatan lalu lintas di utara lapangan Denggung, Tridadi, Sleman, Minggu (22/9/2019).

SEMBADA.ID-Sleman membangun monumen keselamatan lalu lintas di utara lapangan Denggung, Tridadi, Sleman. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh bupati Sleman Sri Punomo dan Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiasyah, Minggu (22/9/2019).

Adanya monumen ini untuk mengingatkan  pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan, sehingga akan meminimalisir pelanggaran dan jatuhnya korban.

Lima pilar mengisi monumen ini. Lima pilar itu merupakan  simbol kerjasma antara Polres, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP)  Sleman.
 ,
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan monumen keselamatan ini bukan hanya sekedar bangunan, namun yang lebih penting lagi, akan menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas. Sehingga para penguna jalan akan mematuhi tata tertib dan selalu hati-hati. Apalagi keselamatan berlalu lintas menjadi tangganggungjawab bersama.

“Itulah harapan kita bersama,” kata Sri Purnomo

Kapolres Sleman  AKBP Rizky Ferdiansyah menambahkan pembangunan monumen keselamatan ini menjadi moment  untuk  selalu tertib dan tata berlalu lintas. Sehingga  dapat menekan jumlah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas..

 “Ini merupakan tonggak sejarah  dan pembangunan ini juga baru pertama kali di Indonesia,” tambahnya.(sbd)
Read More
Perwosi Sleman Peringati  Haornas Dengan Senam Massal

Perwosi Sleman Peringati Haornas Dengan Senam Massal



Peserta mengikuti senam massal di lapangan Denggung, Tridadi,  Sleman, Minggu (22/9/2019)

SEMBABADA.ID-Ratusan peserta mengikuti senam massal peringatan hari olahraga nasional (Haornas) ke 36 tingkat Sleman di lapangan Denggung, Tridadi, Sleman, Minggu (22/9/2019).

Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesa (PERWOSI) Sleman kustini mengatakan kegiatan ini bukan hanya untuk menggelorakan semangat berolahraga, namun juga  untuk mengajak warga Sleman selalu menjaga kesehatan dengan berolaharaga.

“Kegiatan ini   ntuk lebih mendekatkan gaya hidup sehat bagi masyarakat melalui olahraga,” katanya
.
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan olahraga menjadi bagian penting dalam pola gaya hidup sehat. Selain memberi kesehatan secara fisik, olahraga juga dinilai menjadi investasi bagi masa depan.

“Olahraga bisa dilakukan 30 menit dalam satu hari. Dalam bentuk apapun termasuk, mengikuti senam. Dengan rutin olahraga, insyaAllahbadan kita sehat sehingga bisa menyiapkan cita-cita di masa depan,” paparnya.(sbd)

Read More
JAK  Yogya Desak Presiden Coret Capim KPK Bermasalah

JAK Yogya Desak Presiden Coret Capim KPK Bermasalah


Pengiat anti korupsi di Yogyakarta menyampaikan sikap terhadap seleksi calon pimpinan KPK di pusat kajian anti korupsi (Pukat) UGM, Rabu (28/8/2019). 


SEMBADA.ID- Pengiat anti korupsi di Yogyakarta yang tergabung dalam Jaringan Anti Korupsi (JAK) Yogyakarta meminta presiden Joko Widodo (Jokowi) membuktikan komitmennya  yang akan memperkuat komisi pemberantasan korupsi (KPK). Di antaranya dengan tidak memilih calon pimpinan (capim) komisi pemberatasan korupsi (KPK) yang terindikasi bermasalah.

Permintaan ini bukan tanpa alasan.  Sebab JAT menilai dari 20 nama capim yang lolos penjaringan panitia seleksi (pansel) Capim KPK  ada yang tidak berkompenten. Terutama yang menyangkut dengan hukum.

JAT sendiri mencatat ada beberapa permasalahan dari proses capim KPK itu. Antara lain Pansel Capim KPK  mengabaikan syarat laporan harta kekayaan (LHK) , jejak rekam, transparan dan masukan publik dalam proses eleksi capim KPK tersebut.

Perwakilan JAT yang juga direktur pusat kajian anti korupsi (Pukat) UGM  Hasrul Halili  mengatakan utnuk syarat LHK Capim KPK ini, Pansel tidak sesuai dengan ketentuan pasal 29 angka 11 UU KPK. Yaitu LHK sebagai syarat yang harus dipenuhi capim KPK. Tetapi pansel justru sebaliknya LHK tidak dipersyaratkan dalam seleksi.

“Ini menjukkan kekeliruhan pansel sehingga berpotensi cacar formil. Karena tidak sesuai dengan UU KPK,” kata Hasrul Hariri soal sikap JAT tehadap capim KPK di Pukat UGM, Rabu (28/8/2019).

Untuk jejak rekam, Pansel juga tidak menjadi pertimbangan pansel. Terutama hasil penelurusan KPK. Terbukti dari 20 capim yang lolos seleksi ada calon yang tidak taat dalam pelaporan LHK, diduga terlibat pelanggaran etik, pernah menghalangi kerja KPK dan bahkan ada yang diga menerima gratifikasi.

“Mestinya Pansel capim KPK menelurusi jejam rekam ini. Jika ada keraguan bisa mendatangi KPK untuk klarifikasi. Tetapi ini tidak dilakukan,” tandasnya.

Selain itu, Pansel Capim KPK juga kurang transparam dan tidak mempertimbangkan masukan publik. Padahal prinsip transparansi menjadi ketentuan. Terutama menjelaskan kepada masyarakat mengenai kriteria dalam seleksi capim KPK, termasuk harus membuka hasil penilaian seleksi itu.

“Karena banyak kritik dan masukan publik tidak dihiraukan Pansel Capim KPK, maka JAT meminta presiden Jokowi mengevaluasi terhadap kinerja pansel Capim KPK itu,” jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan perwakilan  JAT  lainnya yang juga  direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Tri Wahyu.  Menurutnya evaluasi terhadap kinerja Pansel ini penting. Selain agar mendapatkan Capim KPK yang berkapasitas dan kredibel. Juga sebagai bukti komitmen presiden  dalam memperkuat KPK. Yaitu dengan tidak memilih nama-nama capim yang terindikasi bermasalah.

“Bagaimanapun hasil kerja pansel menjadi cermin sikap presiden. Tanpa ketegasan dan kepemimpinan presiden, pemberatasan korupsi di Indoensia tidak akan berhasil,” ungkapnya.(sindonews)
Read More
Sleman Berikan Layanan Kesehatan dan Alat Bantu Bagi Disabilitas

Sleman Berikan Layanan Kesehatan dan Alat Bantu Bagi Disabilitas



Wakil.bupati Sleman Sri  Muslimatun secara simbolis memberikan alat bantu bagi disabilitas di gedung serbaguna Sleman, Selasa (27/8/2019)

SEMBADA.ID-Pemkab Sleman menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dan alat bantu bagi penyandang disabitas di gedung Serbaguna Sleman, Selasa (27/8/2019). Selain bentuk dari jaminan kesehatan khusus (Jamkesus), kegiatan ini juga mememenuhi layanan kesehatan dasar dan meningkatkan kesejahteraan disabilitas. Sebanyak 252 penyandang disabitas di Sleman mengikuti kegiatan itu.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan disabilitas dengan keterbatasan akses, ekonomi dan sering kali mendapat stigma negatif di dalam masyarakat memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi. Maka pemkab Sleman memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi penyandang disabilitas. Di antaranya dengan memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan sebagai aspek kehidupan penyandang disabilitas.

Untuk itu berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan partisipasi para difabel dalam mengakses layanan kesehatan khusus terpadu dan semua petugas dapat memberikan pelayanan maksimal.

“Ke depan, saya berharap akan semakin banyak disabilitas yang mendapatkan pelayanan dengan sebaik-baiknya,” kata Muslimatun di sela-sela acara itu.

Muslimatun menjasman pelayanan Jamkesus Terpadu Penyandang Disabilitas sendiri untuk memadukan unsur-unsur pelayanan spesifik dari mobilisasi, assesment sosial, penjaminan, layanan dasar, layanan spesialistik, penyediaan alat bantu, assesment rehabilitasi sosial, pendataan dalam satu pelayanan prima. Termasuk untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat. Sehingga, para penyandang disabilitas tidak terbebani jarak, waktu maupun biaya, yang membuatnya lebih efiien dan efektif.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sleman Sukamto menambahkan kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendata jumlah disabilitas di Sleman sehingga mereka bisa mendapatkan program Jamkesra DIY. Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 3.5/Kep.KDH/A/2019, peserta Jamkesus Sleman mencapai 9.103 jiwa penyandang disabilitas. 

"Jumlah ini cukup banyak dan tersebar di setiap kecamatan dengan berbagai jenis disabilitas. Karena itu mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini.d Apalagi disabilitas mendapatkan pelayanan yang baik,” tambahnya. (sindonews)



Read More
Selundupkan Psikotropika Dari Malaysia, Wanita Ini Terancam 12 Tahun Penjara

Selundupkan Psikotropika Dari Malaysia, Wanita Ini Terancam 12 Tahun Penjara




Kantor Bea Cukai Yogyakarta menunjukkan tersangka dan barang bukti psikotropika di kantor bea cukai setempat, jalan Yogya-Solo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (28/8/2019)


SEMBADA.ID-Kantor Bea Cukai Yogyakarta menggagalkan usaha penyelundupan ratusan butir pil psikotropika jenis hapyy five dan ekstasi (inex) dari Malaysia melalui bandara internasional Adisutjipto Yogyakarta.

Hal ini terungkap saat petugas bea cukai mengamankan warga Palu Sulawesi Tengah, RDA alias Acha, 23 penumpang Air Asia  dengan nomer penerbangan AK346 rute Kualalumpur-Yogyakarta, Senin (29/7/2019) lalu. Petugas juga menyita barang bukti 484 pil  happy fave dan 9.5 butir pil ekstasi. RDA sekarang  ditahan di Mapolda DIY untuk proses hukum. 

Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil Direktorat JenderalBea Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan DIY Gatot  Sugeng Wibowo mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula saat petugas  mencurigai gerak-gerik RDA  saat melewati pemeriksaan bea cukai. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan dan menemukan lima bungkus  plastik berisi pil obat-obatan yang disembunyikan di pakaian dalam (breast holder./BH).

“RDA beserta barang bukti selanjutan digelandang ke kantor bea cukai Yogyakartauntuk penyelidikan,” kata Gtoto saat ungka kasus di kantor bea cukai Yogyakarta, Jalan Yogya-Solo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (28/8/2019).


Bea Cukai  Yogyakarta lalu berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnakroba) Polda DIY untuk melakukan pengembangan kasus itu. Termasuk melimpahkan RDA dan barang bukti ke Polda DIY guna penanganggan perkara lebih lanjut.


“RDA dijerat pasal 112 ayat 1 UU No 35/2019 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda Rp12 miliar serta pasal 62 UU No 5/1997 tentang psikotropika dengan acaman 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta,” pap


Dir Resnarkoba Polda DIY Kombes Pol Dewa Putu Gede Artha mengatakan masih mendalami kasus ini. Pasalnya dari pengakuan RDA, obat-obatan terlarang tersebut akan digunakan sendiri. Namun
melihat banyaknya barang bukti yang  didapatkan tidak mungkin akan digunakan sendiri. Karena itu kasus ini terus melakukan pengembangan.

“Untuk penangganan sudah sudah dalam tahap 1 dan berkasnya sudah dikirim ke kejaksaan, 20 Agustus 2019 lalu,” terangnya.

Menurut Dewa Putu Gede Artha RDA membeli barang itu dari Malaysia seharga 8 ribu ringit atau Rp28 juta. Selama bulan Juni-Juli pelaku sudah empat kali pergi ke  Malaysia. Terakhir sebelum tertangkap, pelaku pergi ke Malaysia bersama  pacarnya berinisial M, 35 warga Batam, tapi saat pulang,  M langsung ke  Surabaya sedangkan RDA ke Yogyakarta.. RDA selama ini tinggal di Surabaya dan bekerja di tempat hiburan malam di kota itu.

“RDA tidak langsung ke Surabaya, karena ada masalah dengan pacarannya itu, sehingga ke Yogyakarta untuk jalan-jalan untuk refreshing,” paparnya.

Kabid pemberantasn Narkoba Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) DIY AKBP Sudaryoko menambahkan baru pertama kali menanggani kasus tersebut. Sebab kasus priskotropika yang banyak terungkao yaitu pil camlet (pil sapi) serta untuk narkoba lainnya tembakau gorila. Untuk peredaran narkoba lewat jalan darar (kurir). Yogyakarta sendiri sudah menjadi peredaran bukan lagi persnggahan atau transit. (sindonews)


Read More
Bayi Laki-Laki Ditemukan Meninggal Di Selokan

Bayi Laki-Laki Ditemukan Meninggal Di Selokan

Petugas sedang melakukan identifikasi bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan meninggal dalam tas rangsel hitam di selokan dusun Tapan Karanglo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (28/8/2019). Foto Ist

SEMBADA.ID-Bayi laki-laki ditemukan meninggal tanpa pakaian dalam tas rangsel  warna hitam di Selokan Dusun Tapan Karanglo, Purwomatani, Kalasan, Sleman, Rabu (28/8/2019) pukul 08.30 WIB.

Pertama kali ditemukan  Sarjito, 50 , warga yang rumahnya berada di depan selokan tersebut.  
Yaitu saat keluar rumah melihat ada tas rangsel warna hitam di selokan. 

Melihat ada tas kemudian mendekati serta  memeriksanya. Setelah dibuka berisi dua batu dan kaleng biscuit yang dibungkus tas plastik warna merah. Karena curiga ia memanggil  tetangganya,  Candra Gunawan, 60. Lalu mereka membuka kaleng biscuit itu. Ternyata isinya orok bayi berjenis kelamin laki laki tanpa busana dengan tali pusar mash menempel. Saat ditemukan sudah meninggal dunia. Hal ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kalasan.

Kapolsek Kalasan, Sleman Kompol Ima Santoso mengatakan setelah mendapat laporan, petugas bersama tim indentifikasi Polres Sleman langsung menuju ke lokasi. Selain memeriksa  kondisi bayi, juga melakukan olah tempat  kejadian perkara (TKP).  Untuk pemeriksaan lebih lanjut bayi itu dibawa ke RS Bhayankara Polda  DIY.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan,” paparnya.(sindonews)
Read More
   Pertama Kali Audisi  Stand UP Comedy Dalam Benrtuk Platform Digital

Pertama Kali Audisi Stand UP Comedy Dalam Benrtuk Platform Digital



Penyelenggara audisi stand up comedy platforrm digital di PKKH UGM memberikan keternagan soal kegiatan tersebut di Yogyakarta, Selasa (27/8/2019).

SEMBADA.ID-Tiga layanan aplikasi  video streaming, HooQ, Maxstream dan Singtel berkolaborasi dalam pencarian bakat stand up comedy  bertajuk stand up battle Indonesia 2019 di Yogyakarta, Rabu (28/8/2019).. Namun kegiatan ini berbeda dengan pencarian bakat sebelumnya. Sebab dalam audisinya mengunakan  platform digital.

Audisi di Yogyakarta ini penyelenggaran kedua. Sebelumnya sudah dilaksanakan di Makasar, setelah Yogyakarta akan dilanjiutkan di Medan dan puncaknya sebagai grand final di Jakarta. Audisi di Yogyakarta akan berlansgung di PKKH UGM dari pukul 08.00 WIB-17.00 WIB. 

Tercatat ada 2000 peserta yang sudah mendaftar di empat kota tersebut. Untuk audisi di Yogyakarta akan diikuti 400 peserta. Dewan juri untuk Yogyakarta, yaitu komika Hifdzi Khoir dan komika Babe Cabita.

Head of Marketing HOOQ Indonesia, Hera Laxmi Devi Septiani mengatakan stand up komedi sekarang telah menjadi tren di industri hiburan dan budaya populer anak muda. Diharapkan dengan penayangan stand up comedy di platform  HOOQ  akan semakin memperluas portofolio konten lokal budaya populer anak muda  dan  banyak melihat talenta komika berbakat di Indonesia untuk menghadirkan humor segar yang menghibur masyarakat

"Konten komedi merupakan konten yang paling diminati. Kami ingin memberikan konten yang disukai orang-orang," kata Hera..

Hera menjelaskan sebagai tindaklanjut dari audisi ini, nantinya para komika yang lolos tidak akan dilepas untuk mengeksplorasi bakatnya sendiri, tetapi didampingi oleh para komika ternama seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Cak Lontong, Awwe, dan Babe Cabita.

“Termasuk  ;perjalanan kompetisi ini akan ditayangkan sebagai reality show di aplikasi Maxstream dan HOOQ dengan 23 episode mulai tanggal 21 September 2019,” jelasnya. 

Manajer Telkomsel Cabang Yogyakarta Nur Hidayat Santoso mengatakan akan terus mendukung pemberdayaan bakat kreatif masyarakat seperti dalam ajang kompetisi stand up comedy dalam platform digital ini. Termasuk dapat mengakselerasi talenta lokal di mana pun mereka berada sehingga bisa dikenal luas.

"Semoga tayangan ini tidak hanya menghibur tapi memberikan inspirasi kepada talenta-talenta kreatif Indonesia untuk mengeksplorasi bakatnya," harapnya.

Manager Own Digital Creative Zikri Hayat  menambahkan tidak bisa memungkiri streaming video sudah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini sehingga ajang ini akan menciptakan konten-konten baru dan segar di platform aplikasi video streaming.

"Saya berharap akan ada komika dari Yogyakarta yang lolos ke Jakarta," tambahnya.(sindonews)

Read More
Dua Pemuda Ini  Jambret Wanita di Tempat Sepi

Dua Pemuda Ini Jambret Wanita di Tempat Sepi





Polsek Pakem menunjukab dua pelaku penjambretan di jalan Kaliurang KM 20, Purworejo,  Hargobinangun, Pakem, 1 Agustus 2019 lalu di Mapolsek setempat, Selasa (27/8/2019).


SEMBADA.ID-Masyarakat harus waspada dan hati-hati saat berkendaraan di jalan yang sepi dan jauh dari pemukiman. Sebab ada oknum yang memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan tindak pidana pejambretan. Hal ini seperti yang dilakukan warga Magelang DA, 34 dan warga Wonosobo MR, 24 kepada warga Gunungkidul,  Anita Oktaviani, 21 saat melintas di jalan yang sepi yakni di jalan Kaliurang KM 20, Purworejo, Hargobinangun, Pakem, 1 Agustus 2019 malam. Atas perbuatannya itu, keduanya sekarang di tahan di Mapolsek Pakem untuk proses hukum.

Petugas juga mengamankan sepeda yang digunakan pelaku untuk tindak kejahatan dan handphone hasil kejahatan sebagai barang bukti (BB).

Kapolsek Pakem Kompol Haryanto mengatakan terungkapnya kasus ini setelah menerima laporan kasus tersebut, 2 Agustus 2019. Petugaa menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya denga meminta keterangan korban serta mengumpulkan data yang berhubungan dengan perkara itu dan berhasil menangkap pelaku 25 Agustus 2019 di tempat berbeda.

"Awalnya menangkap DA dulu di rumahnya, Sawangan, Magelang dan dari keterangan DA kemudian kembali menangkap MR di Pakis, Magelang," kata Haryanto soal kasus itu, Selasa (27/8/2019).

Haryanto menjelaskan modus pelaku yakni dengan membuntuti korban yang memakai sepeda motor saat pulang dari pasar Pakem hingga  di lokasi kejadian, yakni Jalan Kaliurang Km 20, Purworejo, Hargobinangun, Pakem. Di tempat ini karena kondisi sepi langsung memepet korban dan pembonceng langsung menarik tas milik korban. Akibatnya korban terjatuh dari sepeda motor yang dikendarainya. Pelaku langsung meninggalkan korban. 

"Keduanyaa dijerat Pasal  365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara," terangnya.

MR kepada petugas mengaku baru pertama kali melakukan penjambretankarena terdesak kebutuhan ekonomi.  "Baru pertama melakukan. Hasil kejahatan sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari," akunya.(sindonews)

Read More
Menteri PUPR,  Ibu Kota Baru Ikon  Kota Cerdas dan Modern

Menteri PUPR, Ibu Kota Baru Ikon Kota Cerdas dan Modern



Menteru PUPR Basuki Hadi Muljono memberikan kuliah umum mahasiswa baru program pascasarjana Fakultas Teknik UGM di Grha Sabha Pramanan, kampus setempat, Selasa (27/8/2019). Foto dok Humas UGM

SEMBADA.ID-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  Basuki Hadi Muljono mengatakan ibu kota Indonesia baru  akan  didesain sebagai kota cerdas, modern dan berstandar internasional sekaligus ikon urban yang merepresntasikan kemajuan bangsa yang unggul.  Sebagai tahap awal, pemerintah  akan menyiapkan konsep desain tersebut.

“Dimulai pada tahun ini hingga 2020,  pemerintah tengah menyiapkan desain kawasan, konsep tata ruang dan tata banguan  dan lingkungan. Kita akan menentukan dimana letak istananya, kantornya, perumahan, dan lokasi komersilnya,” kata Basuki Hadi Muljono usai memberikan kuliah umum mahasiswa baru program pascasarjana Fakultas Teknik UGM di Grha Sabha Pramanan, kampus setempat, Selasa (27/8/2019).
.
Selain itu  setelah anggaran sudah disetujui segera  akan membangun prasarana dasar dalam rangka membuka akses menuju lokasi ibukota.  Selanjutnya waduk untuk pasokan air bersih, sarana transportasi dari kereta api dan listriknya serta perumahan dan perkantoran.

 Pembangunan sarana dasar berupa jalan ini ditargetkan akan dimulai pada pertengahan tahun depan. Apabila sarana dasar ini sudah dibangun diikuti dengan perkantoran dan perumahan maka proses pemindahan sudah bisa dilakukan tahun 2023. 

“Untuk pemindahannya bertahap, mulai kantor utama PU dulu, kantor keuangan dan kantor presiden,” paparnya.

Proses pemindahan ibu kota ini menurut Basuki dilakukan dengan kajian mendalam agar pemindahan ini tidak menjadi sia-sia. Bahkan pemerintah sudah mengkaji dari pengalaman 78 proses pemindahan ibu kota negara di seluruh dunia.

“Canberra, Putrajaya dan Brasilia sebagai contoh kita tidak ingin seperti itu,” terangnya

Ia menjamin proses pembangunan ibu kota baru tidak merusak lingkungan. Bahkan pihaknya akan menghijaukan kembali daerah bekas sawit dan batu bara yang ada di sekitar ibu kota baru.  Konsepnya A City in The Forest, hutan Suharto banyak bekas illegal sawit akan dihutankan lagi.

Pakar pembangunan wilayah UGM, Prof. Rijanta mengatakan pemilihan lokasi ibu kota baru, sudah tepat. Menurutnya dibanding kota-kota lain yang sempat muncul dalam  wacana ibu kota baru, kota-kota di Kalimantan Timur dianggap paling siap  untuk dikembangkan untuk fungsi yang lebih besar.

“Semua ada plus minus, tapi Kalimantan Timur banyak plusnya.  Infrastrukturnya siap, bandara sudah ada, lalu dekat dengan Alur Laut  Kepulauan Indonesia yang menjadi alur utama pelayaran skala besar, jadi  dari segi angkutan laut juga strategis sekali,” terangnya.

Di samping itu, dari segi sosial, heterogenitas masyarakat yang cukup tinggi menjadikan wilayah ini lebih siap untuk menerima perubahan. “Kota yang sudah familiar dengan  mengelola perbedaan bisa menjadi kota  yang lebih besar tanpa harus ada banyak masalah dalam prosesnya,” jelasnya.

Soal target pemindahan tahun 2024 juga  dirasa  cukup masuk akal. Persiapan yang krusial, terletak pada  penyiapan dan penyesuaian peraturan perundang-undangan yang diperlukan. Sebab untk  konstruksinya tiga sampai empat tahun cukup.

“Yang penting  legalitasnya dikejar supaya beres dulu,” ungkapnya.(sindonews)


Read More