Menara Masjid Agung Sleman Habiskan Rp11,5 Miliar

Menara Masjid Agung Sleman Habiskan Rp11,5 Miliar





sembada.id – Pemkab Sleman tahun ini akan membangun menara masjid Agung Dr Wahidin Soedirohusodo setinggi 68 meter. Pembanguna menara itu dianggarkan menghabiskan Rp11,5 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD Sleman Rp8 miliar, sehingga masih ada kekurangan Rp3,5 miliar.

Bupati Sleman Sri Purnomo secara simbolis melakukan peletaka batu pertama sebagai tanda dimulainya pembanguan menara tersebut, Senin (31/7/2017).

 Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan adanya menara ini nantinya bukan hanya untuk meningkatkan kemakmuran dan penunjuk letak masjid,  namun juga dapat menjadi daya tarik wisata. Sebab  menara nantinya dapat dinaiki dengan menggunakan lift sampai ketinggian 50 meter sehingga dari ketinggian tersebut para pengunjung dapat melihat indahnya pemandangan di Sleman.

“Dengan banyaknya pengunjung yang datang tentu akan berdampak langsung pada meningkatnya jumlah jamaah yang beribadah di masjid Agung,” kata Sri Purnomo dalam sambutan dimulainya pembangunan menara masjid Agung Sleman.

Menara ini nantinya juga difungsikan untuk memfasilitasi kantor-kantor lembaga keagamaan seperti MUI,  Dewan Masjid, Ikatan Persaudaraaan Haji Indonesia(IPHI), Forum Silaturahmi Pondok Pesantren dan yang lainnya. Dengan berkantornya berbagai lembaga keagamaan Islam tersebut maka akan terjalin tali silaturahmi dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah .

“Yang jelas masjid memiliki fungsi sebagai Pusat Ibadah, Pusat Pembinaan Umat dan Pusat Persatuan Umat,” paparnya.


Sekretaris dinas pekerjaan umum dan kawasa permukinan (DPUKP) Sleman Sungkana menjelaskan untuk konsep bangunan menara tersebut mengacu corak bangunan utamanya masjid Agung Sleman yaitu bangunan klasik bernuansa Jawa. Untuk menara sendiri nantinya terdiri delapan lantai. Lantai 1 ruang Lobby dan Ruang Pengelola atau Takmir,  lantai 2 ruang Perpustakaan dan Poliklinik, lantai 3 ruang Pertemuan, lantai 4 Ruag Pandang 1, lantai 5 Ruang Pandang 2, lantai 6 Ruang Pandang 3, lantai 7 Ruang dan lantai 8 ruang lift. (sbd)
Read More
Tekan Gangguan Kamtibmas Warga Turi Giatkan Siskamling

Tekan Gangguan Kamtibmas Warga Turi Giatkan Siskamling



sembada.id - Apa yang dilakukan warga Sidoharjo, Dusun Kendal, Bangunkerto, Turi ini patut ditiru bagi warga lain, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), yaitu tetap mempertahankan kegiatan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dengan ronda setiap
malam.  Selain itu, juga dengan penyuluhan tentang budaya aman dan tertib di masyarakat.  Sehingga dengan langkah tersebut diharapkan situasi kondusif tetap dapat terjaga.

Kegiatan warga sendiri, bukan hanya berlangsung sekarang, namun sudah terbangun sejak lama, bahkan di tahun 1990-an pernah mewakilan DIY dalam lomba Siskamling tingkat Polda Jateng-DIY.

Warga setempat Nuryanto mengatakan selain uintuk meningkatkan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dari bentuk ancaman dan gangguan kamtibmas,  kegiatan ini juga untuk membangun kebersamaan warga dalam menjaga lingkungannya. Terlebih kesadaran warga itu juga sebagai potensi pengamanan swakarsa.

“Karena itu, kegiatan ini (Siskamling) harus terus dilestarikan dan ditingkatkan guna mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungan,” kata Nuryanto, Senin (31/7/2017).

Nuryanto  menjelaskan dengan  Siskamling bukan hanya untuk memberikan rasa aman, namun juga tercipta budaya. Sebab dalam Siskamling ronda keliling kampung  itu, warga menggunakan beberapa kenthogan  untuk membangunkan warga, sehingga selalu siaga dalam menjaga keamanan
lingkungannya masing-masing.

“Dari kegiatan ronda ini  lahir kesenian Thek-thek,” terangnya.

Kapolsek Turi  AKP Rubiyanto menambahkan sangat mendukung kegiatan warga  Sidoharjo tersebut.  Terlebih wilayah Sidoharjo yang berada disepanjang alternatif Yogya-Solo sangat rawan terjadi potensi gangguan kamtibmas yang harus selalu diwaspadai setiap saat. Selain
itu,  siskamling ini merupakan model  Polisi Masyarakat (Polmas) dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.

“Dari kegiatan ini juga meminimalisir terjadinya peristiwa yang bisa mengganggu kegiatan masyarakat,” tambahnya. (kiriman warga Sidoharjo, Bangungkerto, Turi, Arief  Hartanto)
Read More
AAU Peringati HUT ke 52

AAU Peringati HUT ke 52



sembada.id – Akademi Angkatan Udaraup (AAU) mengelar upacara memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 52 lembaga pendidikan tersebut di lapangan Dirgantara, setempat, Senin (31/7/2017). Gubernur AAU memimpin langsung peringaran HUT itu.

Selain para pejabat AAU, uacara tersebut juga dihadiri Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Novyan Samyoga, Ka RSPAU Marsma TNI dr. Derajat, para pejabat Lanud Adisutjipto, dan Denhanud 474 Paskhas.

Selain upacara,  Gubernur AAU beserta seluruh pejabat dan perwakilan Taruna  juga melaksanakan kegiatan syukuran di ruang VIP 2. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pemotongan tumpeng dari Gubernur AAU dan diberikan kepada Taruna termuda atas nama Sersan Taruna Mohamad Irfan Hasyim dan wara termuda Serda Maylita.

Gubernur AAU Marsda TNI Iman Sudrajat dalam amanatnya mengatakan sejarah Akademi Angkatan Udara merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.  

Diawali dengan berdirinya sekolah penerbang pertama di indonesia, yaitu di bumi maguwo Yogyakarta pada tahun 1946 sebagai embrio dari Akademi Angkatan Udara.  Selanjutnya   pendidikan   penerbang   dilaksanakan   di    Andir, Bandung, sedangkan komando pendidikan dan latihan berada di pangkalan udara Kalijati, Subang.  

Melihat banyaknya jurusan pendidikan perwira AURI yang dilaksanakan di kesatuan-kesatuan pendidikan, maka berdasarkan surat keputusan kasau tanggal 11 Desember 1950, seluruh sekolah tersebut disatukan di bawah naungan satu lembaga pendidikan di pangkalan udara adisutjipto.  

“Peristiwa bersejarah yakni peletakan batu pertama pembangunan kesatrian Akademi Angkatan Udara dilaksanakan tanggal 9 april 1960 oleh Laksamana Muda Udara Aburachmat atas nama  Menteri Pangau,”  paparnya.

Dengan surat keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara nomor :  52 tahun 1965, maka tanggal 26 juli 1965 dinyatakan sebagai hari berdirinya Akademi Angkatan Udara atau AAU.   Dengan surat keputusan Menteri Angkatan Udara nomor :  32  tahun 1965, Pataka Akademi Angkatan Udara yang bersemboyan  “Vidya Karma Vira Pakca” diresmikan dan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia kepada Komandan Jendral AAU, Komodor Udara Dono Indarto.


Kapen AAU Mayor Sus Ambar Rejiyati mengatakan HUT AAU sebenarnya jatuh tanggal 26 Juli, namun untuk puncaknya baru dilaksanakan Senin (31/7/2017). (sbd)
Read More
Kokam Gelar Diklatsar Bagi Kader Muda Muhammadiyah

Kokam Gelar Diklatsar Bagi Kader Muda Muhammadiyah




sembada.id –Komando kesiapsiagaan angkatan muda Muhammadiyah (Kokam) cabang Prambanan,  Kalasan dan Berbah selama dua hari Jumat-Minggu (28-30/7/2017) menggelar pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) bagi  kader muda Muhammadiyah di Lava Bantaldan Candi Abang, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Panitia Diklatsar Marwan Hamid mengatakan selain untuk menyiapkan kader muda Muhammadiyah yang tangguh, kegiatan ini juga untuk membentuk mereka dalam berdakwah dan berjuang di semua lini.

“Peserta yang ikut dalam kegiatan ini 80 anggota dari Prambanan, Kalasan, Berbah, Depok dan Mergangsan,” kata Marwan.

Pada hari pertama peserta dibekali dengan ilmu-ilmu dasar seperti Aqidah, Perjuangan dan Kemuhammadiyahan sebagai dasar langkah perjuangan, PPGD, tali temali. Hari kedua long march dari SMK Muhammadiyah Prambanan menuju Candi Abang.  Hari  ketiga peserta dibekali dengan materi lapangan,  Search And Rescue (SAR), Survival dan tali temali dari MDMC dan TNI AU.


“ Dengan dibekali ilmu-ilmu tersebut diharapkan dapat menjadi kader kader-kader yang handal, tangguh dalam beramar ma'ruf, Nahi Munkar dan berdaya guna bagi agama, masyarakat bangsa dan negara,” harapnya. (sbd)  
Read More
Kepala Badan Kesbangpol Sleman Tutup Usia

Kepala Badan Kesbangpol Sleman Tutup Usia


sembada.id– Kabar duka bagi jajaran pemkab Sleman. Salah satu kepala organisasi perangkat daerah (OPD), yaitu kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat Agoes Soesilo Endriarto menghembuskan nafas terakhir di RS Sardjito, Yogyakarta, Minggu (30/7/2017) pukul 12.30 WIB.

Agoes meninggal dunia akibat penyakit jantung. Masuk rumah sakit seminggu lalu.  “Selain sakit jantung juga habis operasi usus halus,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Sri Winarti.

Sebelum mengembang tugas sebagai kepala Badan Kesbangpol,  ia menjabat sebagai kepala dinas perhubungan komunikasi dan informasi (Dishubkominfo) Sleman.

Selain mengembang jabatan strategis di OPD Sleman pria yang murah senyum ini juga menduduki jabatan organisasi lain, seperti Pramuka, yaitu menjabat sebagai kepala kwartir cabag (Kwarcab) Sleman dan PMI Sleman.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Endang Lilik Setyowulan dan tiga orang anak, yaitu Fairuzaqona Ulfaty,  Fauzi Azzuhry Rahardian dan Fattah Azzuhry Rahardian.  Rumah duka di Perum Jongkang Baru, Jl Masjid No 1 Sariharjo, Ngaglik, Sleman dan rencananya akan dimakamkan Senin (31/7/2017) di pemakanan umum setempat. (sindonews.com)
Read More
708 Motor Konvoi Jelajahi Desa Wisata Di Sleman

708 Motor Konvoi Jelajahi Desa Wisata Di Sleman



sembada.id -Sebanyak 708 sepeda motor dari berbagai merk mengikuti Tour de Merapi (TDM) 2017, Minggu (30/7/2017). Jumlah peserta itu melebihi target yang ditetapkan yakni 500 kendaraan.
 Jarak tempuh kegiatan bersepada motor dengan berboncengan yang melalui beberapa desa wisata di wilayah Sleman itu sekitar 100 km. 

TDM  yang diselenggaran Dinas Pariwisata(Dispar) Sleman ini bertujuan untuk mengenalkan beberapa desa wisata yang ada di Sleman. Selain itu,  juga untuk memupuk kebersamaan dan kerjasama masyarakat serta menanamkan sikap disiplin dan tertib dalam berlalu lintas.  

“TDM  juga diharapkan dapat memberikan hiburan dan mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat,”  kata Kadispar Sleman Sudarningsih, saat pelepasan peserta TDM tersebut.

TDM 2017 diawali dari Lapangan Pemda Sleman dan finis di Taman Telogo Putri, Kaliurang.  Adapun rute yang dilalui yaitu Lapangan Pemda Sleman-permpatan Denggung-Jl. Gito-Gati-Kamdanen-Merapi View-Gandok-Bakungan-Jogja Bay- Stadion Maguwo-Tajem-Kadisoko-Perumahan Purwomartani-Kalimati-Kalasan (Pos 1)-Prambanan-Bokoharjo-Rumah Dome (Pos 2)-Lava Bantal-Berbah-Jl. Solo-Bandara Adisutjipto-UPN-Terminal Jombor-Ketingan (Pos 3)- Desa Jethak II (Pos 4)-Cibuk Kidul-Pundong-Seyegan-Pasar Ngino-Tempel-Trumpon-Tlatar (Pos Kuis)-Nganggring (Pos isian survey)-Girikerto-Pancoh (Pos 5)-Boyong-Gardu Pandang Boyong dan finish di Tlogo Putri Kaliurang.

Wakil bupati  Sleman Sri Muslimatun dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengenalkan destinasi wisata di Sleman, terutama desa wisata yang berada di sekitar route TDM tersebut.


“Untuk itu, kepada para peserta saya harapkan bisa menikmati keindahan pemandangan yang dilewati, dan saya juga mengharapkan suatu saat kembali dengan mengajak kerabat dan teman untuk mengunjungi obyek wisata tersebut,” ungkapnya. (sbd)
Read More
Sleman Hidupkan Kembali Kesenian Tradisional Drama Tari Antup

Sleman Hidupkan Kembali Kesenian Tradisional Drama Tari Antup





sembada.id -Kesenian tradisomal dusun Janturan, Tirtoadi, Mlati, Sleman, drama tari Antup, terancam punah. Indikasinya, kesenian yang berkembang tahun 1935 tersebut sudah jarang ditampilkan. Akibatnya bukan hanya masyarakat mulai tidak mengenal kesenian tersebut, namun
juga dikhawatirkan tidak ada lagi generasi penerus.

Atas kondisi tersebut, Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman berupaya untuk mengenalkan kesenian itu kepada masyarakat. Di antaranya dengan mementaskan kembali drama tari Antup, di halaman balai desa Tirtoadi, Sabtu (29/7/2017) malam.

Kepala Disbud Sleman Aji Wulantara mengatakan pementasan kembali drama tari Antup ini,  diharapkan masyarakat  kembali mengenal drama Antup, sekaligus dapat menjadi pembelajaran. Muaranya mereka  tertarik untuk mengembangkan dan melestarikan kesenian tersebut.

“Pementasan  ini juga bentuk revitalisasi kesenian,” kata Aji

Menurut Aji,  gerakan dalam drama tari Antup merupakan gerak impovisasi yang disesuaikan, sehingga gerak yang dihasilkan bersifat sederhana sesuai dengan ciri-ciri tarian rakyat.  Iringan musik berupabilahan bambu yang nadanya disesuaikan dengan gamelan slendro dengan lagu Kecik-kecik.  Kostum pemain drama tari Antup berbentuk sederhana dan tutup kepala dengan menggunakan daun nangka.

“Untuk pemain keseluruhan laki-laki. Sehingga untuk tokoh wanita juga diperankan laki-laki,” paparnya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menambahkan untuk menghidupkan kembali kesenia tradisional ini pemkab Sleman bukan hanya akan mendukung, namun juga siap memberikan fasiltasi sehingga pementasan kesenian tradisonal dapat berjalan  serta  menjadi tontonan dan tuntunan untuk mewujudkanmasyarakat Sleman yang berbudaya. (sbd)


Read More
Sleman Targetkan Juara Umum Porda 2017

Sleman Targetkan Juara Umum Porda 2017




sembada.id-Kontingen Sleman mentargetkan juara umum pekan olahraga daerah (Porda) 2017 yang berlangsung di Bantul 29 Juli hingga 5 Agustus mendatang. Untuk mewujudkan itu kontingen
Sleman mentargetkan 150 medali emas. 
Sleman sendiri  mengikuti semua cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan, yakni 36 cabor.  Meski begitu tidak semua nomor pertandingan Sleman mengikutinya. Sebab dari jumlah 430 nomor
pertandingan. Sleman hanya mengikuti 409 nomor atau tidak mengikuti 21 nomor.

Porda tingkat DIY ini digelar setiap dua tahun sekali dengan tuan rumah bergilirian. Untuk Porda 2015 lalu sebagai tuan rumah kabupaten Kulonprogo.

Wakil ketua komite olahraga Indonesia (KONI) Sleman Sukiman mengatakan dengan persiapan yang matang ditunjang dengan kemampuan atlet, pihaknya optimis dapat memenuhi target tersebut. Apalagi, sebelum pembukaan resmi, beberapa cabor juga sudah memulai pertandingan dan
untuk sementara Sleman mampu mendapatkan 17 emas, 17 perak dan 4 perunggu.

“Dengan perolehan ini kontingan Sleman sementara menempati urutan pertama,” kata Sukiman, saat pengukuhan dan pelepasan kontingen Porda Sleman di pendopo rumah dinas bupati Sleman, Sabtu (29/7/2017)


Menurut Sukiman beberapa cabor yang sudah dipertandingkan, yaitu Bola Basket, Balap Sepeda, Sepakbola, Angkat berat, angkat besi dan binaraga dan menembak.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menambahkan agar target  itu tercapai dan mencapai prestasi terbaik, selain meminta para  atlet Sleman selalu menjaga kondisi fisik dan mental, juga saat bertanding dengan sungguh-sungguh dan menampilkan kemampyan secara maksimal.

“Dan yang terpenting jaga sportivitas serta bawa nama harum Sleman,” harapnya.(sbd)
Read More
Hari Bhakti TNI AU Dipusatkan DI AAU

Hari Bhakti TNI AU Dipusatkan DI AAU



sembada.id – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin upacara hari Bhakti TNI AU ke 70 di lapangan Dirgantara, Sabtu (29/7/2017). Upacara ini untuk mengenang dua peristiwa. Yakni serangan para kadet penerbang ke tangsi militer Belanda, di tiga tempat, Salatiga, Ambarawa dan Semarang sebagai balasan atas agresi militer Belanda dan gugurnya tiga anggota AU, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Udara Abudlrachman Saleh dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo yang pesawatnya ditembak tentara Belanda dan jatuh di daerah Ngoto, Sewon, Bantul saat membawa obat-obatan bantuan palang merah Malaya untuk Indonesia. Dimana kedua kejadian itu terjadi bersamaan, yakni 29 Juli 1947 lalu.

Upacara dengan komandan Upacara Kol Pnb Ramot Sinaga yang kesehariannya sebagai Danwingtar AAU itu, diawali, parade barisan para peserta upacara, yaitu anggota TNI AU yang bertugas di Yogyakarta dan Solo termasuk para aparatur sipil negara (ASN) dan taruna AAU. Usai upacara tampil drumband Gita Dirgantara AAU dan ditutup dengan parade perwakilan kesatuan AU dan taruna.

Hadir dalam upacara Hari Bhakti TNI AU ke 70 antara lain Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Para Pejabat Mabes AU dan TNI, para mantan KSAU dan wisudawan perwira tinggi beserta istri, Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri dan Danrem 072 Pamungkas Brigjen Fajar Setiawan.

Hadi Tjahjanto dalam sambutanya mengatakan ada dua peristiwa penting yang bisa menjadi pelajaran bagi anggota AU dalam menjaga dirgantara Indonesia saat memperingati hari bhakti TNI AU  ini. Yaitu semangat jiwa patriotisme dan pengorbanan anggota AU saat mengembang tugas negara. 

“Jiwa patriotiems ditunjukan para kadet penerbang meski dengan alutsista seadanya mampu menyerang tangsi Belanda di Salatiga, Ambarawa dan Semarang. Pengorbanan ditunjukkan tiga perwira AU yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan, karena pesawat yang ditumpangi ditembak Belanda,” kata Hadi.

Hal lain yang harus dilakukan para anggota Au dalam menjaga dirgantara Indonesia, yakni medan perjuangan dan pengabdian yang sudah berubah. Bukan hanya tantangan tugas yang semakin berat dan komplek. Namun juga keterbatasan di berbagai bidang. Dengan kondisi ini tentunya AU dituntut untuk inovatif, berfikir rasional dan bersinergi

“Tiga point itulah yang harus AU lakukan,” tandasnya.(sbd)


Read More
AU Gelar Napak Tilas Operasi Militer Udara Pertama Indonesia

AU Gelar Napak Tilas Operasi Militer Udara Pertama Indonesia



sembada.id –  TNI AU dalam rangka memperingati hari bhakti TNI AU ke 70 menggelar upacara napak tilas peristiwa operasi militer udara pertama Indonesia, Sabtu (29/7/2017) dini hari.  Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin langsung kegiatan tersebut di Lanud Adisutjipto.

Napak tilas tersebut dilakukan dengan menerbangkan  tiga  pesawat KT 1B Woong Bee buatan Korea Selatan dari Landasan Udara Adisutjipto dengan rute penerbangan serangan udara ketiga kota yaitu Semarang, Salatiga dan Ambarawa sekitar pukul 04.30 WIB. Tiga pesawat tersebut dipiloti oleh Mayor Pnb Iwan setiawan, Mayor Pnb. Oktavianus  dan Kapten Pnb Dika Mahendra

Napak tilas ini untuk mengenang para kadet penerbang yang melakukan serangan balasan terhadap agresi militer Belanda dengan pesawat Guntai dan Cureng ke tangsi atau pertahanan militer Belanda, yang ada di Salatiga, Ambarawa dan Semarang.

Para kadet penerbang itu, yakni  Kadet Penerbang Muljono dan juru tembak Abdurrahman menyerang Semarang dengan pesawat Guntau. Kadet Penerbang Sutardjo Sigit dan juru tembak Sutardjo menyerang Salatiga dengan pesawat Cureng dan kadet Suharnoko Harbani dan juru tembak Kaput menyerang benteng pertahanan Belanda di Ambarawa juga dengan pesawat Cureng.

KSAU Hadi Tjahjanto mengatakan apa yang dilakukan para kadet itu bisa menjadi contoh bagi generasi muda, khususnya AU. Sebab meski hanya bermodalkan pesawat peninggalan Jepang dan didorong oleh semangat juang tinggi, mereka berhasil melakukan tindakan dan langkah berani dengan melaksanakan serangan udara terhadap kubu Belanda di kota Semarang, Salatiga dan Ambarawa.

“Serangan tersebut bukan hanya  membuktikan TNI masih ada dan mampu membuat Belanda tidak percaya dan menjadi perhatian dunia Internasional.  Namun juga membuka mata dunia, bahkan PBB memaksa pemerintah Belanda agar melaksanakan pertemuan dengan Indonesia, selanjutnya pertemuan tersebut dikenal dengan nama Konferensi Meja Bundar,” terang Hadi.

Kapentak Lanud Adisutjipto Mayor Sus Giyanto menambahkan untuk kegiatan napak tilas kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Selain skenario peristiwa dibuat menyerupai suasana heroik 70 tahun lalu.  Juga ada simulasi dan treatikal dimana para pelakunya menggunakan pakaian kadet penerbang zaman itu.

“Para pemeran pelaku napak tilas itu, bukan hanya para instruktur penerbang dan taruna. Namun juga beberapa komunitas seni di Yogyakarta diantaranya Komunitas 45 dan Komuninitas fotografer Yogyakarta dan berbagai awak media,” tambahnya. (sindonews.com)
Read More
Bencana  Angin Kencang Ancam Seyegan

Bencana Angin Kencang Ancam Seyegan



sembada.id – Masyarakat Margomulyo, Seyegan diminta untuk waspada bencana angin kencang, Permintaan ini bukan tanpa alasan. Sebab di daerah tersebut memang rawan terhadap bencana itu. Tercatat hingga Juli 2017 di wilayah ini telah terjadi angin kencang di 97 titik. Untuk itu berbagai langkah terus dilakukan guna menekan jatuhnya korban maupun hal teknis lainnya. Di antaranya dengan pembentukan forum pengurangan resiko bencana dan unit pelaksana desa Margomulyo.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan desa margomulyo merupakan wilayah di sleman yang tidak lepas dari terjadinya bencana. Terutama angin kencang. Tercatat mulai dari bulan januari sampai dengan juli 2017 di wilayah margomulyo telah terjadi angin kencang di 97 titik.

“Karena itu masyarakat Margomulyo  harus senantiasa siap menghadapi bencana,” kata Sri Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf ahli bidang Pemerintahan dan Hukum pemkab sleman Mustain Aminun saat pengukuhan forum pengurangan resiko bencana dan unit pelaksana desa Margomulyo, Jumat (28/7/2017).

Menurut Sri Purnomo, selain dengan pendampingan dan pembinaan dalam menghadapi bencana, hal lain yang harus dilakukan, yakni dengan adanya simulasi dalam menghadapi bencana angin kencang tersebut. Diharapkan dengan langkah ini bukan hanya masyatakat selalu siap saat ada bencana, namun juga dapat meminimalisir terjadinya korban.


Pengukuhan forum pengurangan resiko bencana dan unit pelaksana desa Margomulyo sendiri ditandai dengan gladi lapangan saat terjadi bencana angin kencang. (sbd)
Read More
Karangasem Studi Banding Pengelolaan Media dI Sleman

Karangasem Studi Banding Pengelolaan Media dI Sleman



sembada.id – Pemkab Karangasem, Bali mengunjungi kabupaten Sleman, Jumat (28/7/2017). Kunjungan ini dalam rangka studi banding soal pengelolaan media di Sleman. Rombongan pemkab Karangasem yang dipimpin  Staf Ahli Bupati Karangasem bidang Pengembangan Sumber Daya ManusiaPriagung Dwarsa itu diterima Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Suci Iriani Sinuraya di aula lantai III pemkab setempat.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam sambutan yang dibacakan Suci iriani Sinuraya mengatakan dalam mengelola media pemkab Sleman menerapkan kemitraan. Di antaranya dengan memfasilitasi terbentuknya paguyuban wartawan peliput kabupaten Sleman (PWPS). Adanya PWPS ini mempermudah pola komunikasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Pimpinan Daerah dengan media. Sehingga media diharapkan mampu memberikan informasi yang kostruktif, akurat, berimbang dan tidak mengandung fitnah serta mematuhi kode etik jurnalistik.

“Media akan efektif sebagai feedback pembangunan wilayah,” kata Sri Purnomo.

Selain itu,  dengan menjadi mitra, media diharapkan dapat mensosialisasikan program pembangunan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat atas kebijakan. Sebaliknya awak media juga selalu mendapatkan informasi soal kegiatan, program dan kebijakan pemkab.

 “Pemerintah daerah dengan awak media itu seperti simbiosis mutualistis, keduanya saling menguntungkan,” jelasnya.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Sri Winarti menambahkan selain selalu menjaga hubungan baik dengan awak media. Pemkab juga mengedepankan komunikasi dan pendekatan yang baik.


“Saya tidak pernah memarahi awak media. Jika ada berita yang kurang pas, kita selesaikan baik-baik,” tambahnya. (sbd)
Read More
UPT BP4 Seyegan Masuk Lima Besar Nasional

UPT BP4 Seyegan Masuk Lima Besar Nasional



sembada.id - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penyuluh Pertanian, Pangan dan Perikanan (BP4) wilayah III Seyegan, Sleman terpilih menjadi UPT lima terbaik di Indonesia. Sebagai tindaklanjutnya, tim evaluasi kementerian pertanian (Kemenpan) mendatangi UPT tersebut, untuk melakukan penilaian. Ada tiga hal yang menjadi bahan evaluasi, meliputi sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan aktivitas UPT.

Perwakilan tim evaluasi Kementan Purnomo Jati Anggora Seto mengatakan selain untuk melihat secara langsung kegiatan UPT BP4 Seyegan, evaluasi ini juga untuk mencari prestator yang nantinya akan diundang ke istana negara saat peringatan HUT RI, 17 Agustus mendatang.

“Karena itu kami juga melakukan testimoni Gapoktan, KWT, maupun instansi lainnya seperti Kecamatan, Desa, Koramil dan Polsek untuk menceriterakan pengalaman terhadap pelayanan di UPT UPT BP4  Wilayah III Seyegan ini,” kata Purnomo.

Kepala UPT UPT BP4  Wilayah III di Seyegan Ipnu Sutopo mengatakan dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat selain berpijak pada standar operasional prosedur (SOP) dan standar  pelayanan (SP) juga menjalin kemitraan dengan Dinas Perpustakaan Sleman.

“Itulah yang menjadi unggulan kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

wilayah kerja UPT  BP4  wilayah III Seyegan tersebut meliputi wilayah Mlati, Seyegan dan Tempel.  Jumlah personil yang melayani ada 25 orang, terdiri dari penyuluh pertanian 20 orang, PPOPT dua orang  dan penyuluh perikanan tiga orang.

Pelaksana tugas (Plt)  Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Suyamsih menambahkan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan sistem penyuluhan pertanian, selain harus menjalin kemitraan, sinergitas dan koordinasi dengan semua pemamgku kepentingan, juga perlu dukungan sarana prasarana dan pembiayaan.

“Diharapkan dengan langkah tersebut dapat mewujudkan keberhasilan tugas UPT BP4,” tandas Assekda Bidang Pembangunan pemkab Sleman itu.

Hal penting lainnya, yakni motivasi dan kerja keras penyuluh, PPOPT, kepala UPT dan komponen terkait.  Dan ini telah dibuktikan UPT BP4 wilayah III ini berhasil meraih prestasi baik di tingkat Kabupaten maupun Propinsi dan tentunya tingkat nasional.


“Semoga hasil penilaian Sleman menduduki peringkat I sehingga Kepala UPT dapat menuju Istana,” harapnya. (sbd
Read More
56  Temuan Kasus di Sleman Belum Tersentuh

56 Temuan Kasus di Sleman Belum Tersentuh



sembada.id- Desa di Sleman banyak yang belum memahami dan mengerti dalam mengelola dana desa.  Terbukti  pada tahun 2016 saat  Inspektorat setempat melakukan pemeriksaan pengunaan dana desa menemukan 96 kasus. Dari jumlah itu baru 44 temuan atau 46% yang ditindaklanjuti, sisanya 52 atau 54% temuan belum tersentuh.  96 kasus itu berasal dari 60 desa. Di Sleman sendiri ada 86 desa.

Sebagai tindaklanjut dari temuan tersebut, pemkab Sleman, menggelar pengawasan daerah (Larwasda) 2017 di aula lantai III pemkab Sleman, Kamis (27/7/2017).

Pelaksana tugas (Plt) Inspektorat Sleman Suyono mengatakan Laswarda ini bukan hanya sebagai sarana koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan, namun juga guna membantu aparatur desa untuk memahami seluk beluk tata pengelolaan keuangan desa yang muaranya mampu mendorong terbangunnya transparansi dan akuntabilitas pemerintahan desa.
 .
“Diharapkan melalui kegiatan ini  aparatur desa mengetahui mengenai peruntukan penggunaan dana desa serta bagaimana pengelolaan dana desa yang benar,”  kata Suyono saat pembukaan Laswarda Sleman tersebut.

Selain itu, dengan Larwasda tersebut  juga diharapkan dapat mengurangi atau bahkan mencegah terulangnya kembali kesalahan yang sama di masa mendatang. Sehingga para pengambil keputusan dapat  meniadakan atau menghentikan kesalahan, penyimpangan, penyelewengan dan pemborosan.

”Dapat dikatakan pengawasan merupakan salah satu instrumen untuk mewujudkan good and clean governance,” tandas kepala badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) Sleman itu.

Suyono juga menegaskan agar  pemerintah desa dapat memanfaatkan dana desa dengan efektif, efisien dan benar sesuai aturan. Sebab setiap uang yang dikeluarkan harus dipertanggungjawabkan secara akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Sri Winarti menambahkan acara Larwasda tersebut dihadiri oleh 120 peserta. Terdiri dari Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Sleman serta dari Inspektorat Kabupaten Sleman. Adapun materi yang disampaikan diantaranya Hasil Pemeriksaan Pengelolaan Keuangan Desa tahun 2016, Pengendalian Pengelolaan Keuangan dan Kebijakan Pengelolaan Keuangan Desa. (sbd)
Read More
Sugiman : “Kami Selalu Mengenang Bapak Tentara Yang Sudah Perbaiki Desa Kami..”

Sugiman : “Kami Selalu Mengenang Bapak Tentara Yang Sudah Perbaiki Desa Kami..”


Sembada.id - TMMD Reguler ke-99 Kodim 0729/Bantul perlahan-lahan sudah mendekati masa berakhir. Pekan depan, kegiatan TMMD reguler Kodim Bantul ini bakal ditutup. Sejumlah sasaran fisik mayoritas sudah terselasikan dan mampu dinikmati dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat di Dusun Kajor, Dusun Nawungan dan dusun-dusun lainnya di wilayah Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Akses jalan tembus sejauh 2kilometer lebih yang menghubngkan 2 dusun sudah kelar digarap. Jembatan sudah bisa dilintasi, penampungan sarana air bersih sudah mengalir, dan rumah tidak layak huni milik warga tidak mampu pun sudah direnovasi. Tak ayal, prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Penugasan (Satgas) TMMD Kodim Bantul pun dielu-elukan warga. Warga benar-benar senang dan bangga karena telah memiliki beragam fasilitas dan akses publik yang sekian puluh tahun diimpikan.

Tak heran, ketika mendekati hari-hari penutupan, masyarakat lebih sering mendatangi para prajurit ke rumah-rumah yang ditinggali tim Satgas. Begitu sepulang dari mengerjakan sasaran fisik di titik-titik lokasi TMMD, warga pun mengajak para prajurit bercengkerama, bercanda, atau bahkan nongkrong di warung. Kedekatan kian hari semakin nampak antara prajurit tim Satgas dan warga.

“Kami benar-benar senang dan bangga kepada bapak-bapak tentara. Apa yang sudah diberikan pda desa kami ini sudah membawa manfaat besar bagi seluruh warga, termasuk saya dan keluarga. Saya turut mendoakan semoga apa yang sudah dilakukan dan diberikan bapak-bapak tentara untuk desa kami mendapat pahal dari Tuhan,” kata Sugiman (67) warga Nawungan.

Hal senada juga disampaikan Tugiono (53). Bahwa dirinya tidak bisa mampu memberikan balasa apa-apa kepada prajurit TNI yang tergabung dalam tim Satgas TMMD Kodim Bantul.

“Saya nggak bisa beri apa-apa untuk membalas apa yang sudah diberikan bapak-bapak tentara pada desa saya. Ya cuman doa agar bapak-bapak tentara dn keluarganya diberi balsan yang baik oleh Tuhan YME, dan diberikan umur panjang. Saya dan warga semua akan selalu mengenang apa-apa yang sudah dikerjakan dan diberikan bapak tentara untuk desa kami,” kata Tugiono. (*)


Read More
2 Hari Lagi Jembatan Dusun Kajor Selesai

2 Hari Lagi Jembatan Dusun Kajor Selesai


Sembada.id - Tak dapat dipungkiri, cuaca merupakan salah satu faktor pendukung kelancaran pembangunan fisik pada TMMD reguler ke- 99 Kodim 0729/Bantul. Setelah Kamis (28/7) diguyur hujan, sehingga banyak hasil pekerjaan sasaran fisik yang dilakukan tim Satgas TMMD Kodim Bantul yang terpakasa tidak kering. Namun demikian, sehari kemudian cuaca kembali membaik dan bersahabat.  Sehngga, agenda menyelesaikan tahapan pembangunan jembatan di titiknol akan dilanjutkan.

Danramil Imogiri, Kapten Inf Surono menjelaskan, bahwa pembangunan jembatan yang terletak di tiik nol Dusun Kajor, Desa Selopamioro, Kecematan Imogoro, Kabupaten Bantul tinggal dalam proses pengurukan tanah dan poles saja. Diharapkan dengan dukungan cuaca yang bersahabat, maka dalam 2 hingga 3 hari kedepan, jembatan ini sudah selesai pembangunannya.

“Jika cuaca mendukung dan bersahabat maka pembangunan jembatan di titik nol Dusun Kajor ini akan selesai dalam 2 atau 3 hari kedepan. Sebab, jika hujan maka jembatan yang sudah kita cor dan bangun tidak bisa cepat kering,” terang Kapten Surono.

Dengan cuaca yang sangat baik di hari Jumat (28/7) ini, prajurit Satgas TMMD Kodim Bantul dan masyarakat setempat pun langsung bekerja dengan cepat. Mereka berpacu dengan waktu. (*)


Read More
Dukung, Aiptu Mardikun Terima Penghargaan

Dukung, Aiptu Mardikun Terima Penghargaan


Sembada.id - Bhabinkamtibmas Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantu, Aiptu Mardikun, Jumat (28/7) pagi menerima penghargan atas dedikasinya serta loyalitasnya dalam membantu serta mendukung penyelenggaraan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-99 tahun 2017 Kodim 0729/Bantul.

Piagam penghargaan yang diberikan oleh Komandan Kodim (Dandim) dan ditandatangani langsung oleh Letkol Inf agus Widianto tersebut secara simbolis diserahkan oleh Danramil Imogiri Kapten Inf Surono dan diterima oleh Aiptu Mardikun.

Pemberian piagam penghargaan yang dilaksanakan di Balai Desa Selopamioro tersebut dihadiri sekaligus disaksikan oleh Lurah Selopamioro, Himawan, para Kepala Dukuh dan perwakilan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Penugasan (Satgas) TMMD Reguler Kodim Bantul.

“Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Bhabinkamtibmas Selopamioro, yaitu Aiptu Mardiku. Yang telah memberikan dukungan serta melibatkan diri secara langsung dan aktif selama pelaksanaan program TMMD reguler ke-99 Kodim Bantul. Melalui Aiptu Mardikun itulah, dapat menjadi contoh maupun tauladan bahwa sinergitas TNI-Polri selalu ada,” terang dandim Bantul Letkol Agus.

Sementara, Aiptu Mardikun usai menerima piagam penghargaan mengungkapkan kebanggaannya, dimana bentuk dukungan dan totalitasnya untuk membantu rekan-rekan prajurit TNI yang tengah melaksanakan TMMD reguler ke-99 Kodim Bantul mendapatkan apresiasi langsung dari Dandim Bantul.

“Senang dan bangga tentunya. Saya tidak pernah mengira jika apa yang saya lakukan selama pelaksanaan TMMD Kodim Bantul ini ternyata diapresiasi oleh Bapak Dandim Bantul. Sekali saya cukup bangga. Secara pribadi maupun mewakili institusi Polri, dalam hal ini mewakili Polsek Imogiri, saya mengucapkan terimakasih kepada Dandim Bantul,” kata Aiptu Mardikun. (*)


Read More
Ada Tugu Prasasti Nama Warga Penghibah Tanah di Lokasi TMMD

Ada Tugu Prasasti Nama Warga Penghibah Tanah di Lokasi TMMD


Sembada.id - Pembangunan akses jalan yang menghubungkan 2 dusun, yaitu Dusun Kajor dan Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dengan strategi beah bukt kii sudah selesai. Masyarakat sudah dapat menikmati hasil pembangunan akses jalan tersebut. Masyarakat tidak lagi perlu mengambil jalan memutar yang lebih jauh dan memakan waktu lama.

Dengan adanya akses jalan yang sudah terbangun ini, kini warga kedua dusun benar-benar sangat terbantu. Namun demikian, pembangunan akses jalan tidak dapat dilepaskan dari peran 38 warga di Dusun Kajor dan Nawungan yang dengan keihlasan hati menghibahkan tanahnya untuk dipergunakan akses jalan tersebut.


Untuk memberikan ungkapan terimakasih berikut apreasiasi warga yang menghibahkan tanahnya tersebut, prajurit satgas beserta masyarakat pun membangun Tugu Prasasti tepat di titik 1,5 kilometer yang nantinya Tugu Prasasti itu bakal dituliskan nama-nama warga sebagai pegingat untuk masyarakat lainnya. (*)
Read More
Bupati Sleman Minta Pelaku Usaha Terbuka Sensus Ekonomi

Bupati Sleman Minta Pelaku Usaha Terbuka Sensus Ekonomi





sembada.id – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta para pelaku usaha kooperatif dalam program sensus ekonomi (SE) 2016 lanjutan.  Hal itu penting, sebab SE tersebut, bukan hanya  sebagai dasar untuk merumuskan berbagai kebijakan dan analisis secara makro maupun mikro, namun juga untuk benchmarking dan basis data bagi berbagai survei  lanjutan di bidang ekonomi.

“Untuk itu petugas sensus dalam menjalankan tugas diharapkan dapat memberikan kesan yang baik dan ramah, sehingga tidak membuat masyarakat segan untuk memberikan informasi dan data dan yang penting jauhkan dari kesan menginterogasi yang memaksa,” kata Sri Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kesra Suci Iriani Sinuraaya saat sosialisasi SE usaha kecil menegah (UKM) dan usaha menengah besar (UMB) di Hotel The Sahid Rich Yogya Jalan Magelang, Mlati, Sleman, Kamis (27/7/2017).

Menurut Sri Purnomo keberhasilan pelaksanaan sensus ekonomi lanjutan tersebut akan memberikan manfaat  yang besar tidak hanya bagi dunia usaha dan masyarakat namun juga pemerintah. Di antaranya sebagai dasar perencanaan ekonomi dan informasi terhadap potensi ekonomi, penyerapan tenaga kerja serta perhitungan nilai  tambah yaang lebih akurat.

Sementara itu bagi dunia usaha daapat dimanfaatkan sebagai daasar perencanaan pengembangan usaha, penentuan pangsa pasar dan potensi pasar. Oleh karena itu data yaang diperoleh  dari sensus itu merupakan data  yang valid, aktual dan faktual  sebagai  dasar bagi penyusunan program dan kebijakan pemerintah.

Kepala dinas peridustri dan perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani menambahkan di bidang UMK sleman menduduki rangking tertinggidi DIY yaitu 29.09 %. UMB mencapai 42,26 % dan jumlah petugas sensusnya mencapai 32,35 %.  Disamping itu bidang sektor ekonomi 33 % ada di Sleman.


“UMKM di Sleman baik Mikro, Kecil daan menengah mencapai 27.119. Terbanyak di kecamatan  Sleman yaitu 2.535 dan yang paling sedikit di kecamatan Depok  yang hanya 689,” tambahnya.(sbd)
Read More
Ratusan Anak di Sleman Terkena Campak dan Rubella

Ratusan Anak di Sleman Terkena Campak dan Rubella





sembada.id- Kasus campak dan rubella di Sleman cukup tinggi. Pemkab setempat mencatat tahun 2016 ada 172 kasus, terdiri dari 100 kasus rubella dan 72 kasus campak dan hingga Juli 2017 ini terdapat 98 kasus, masing-masing 70 kasus campak dan 28 kasus rubella.  Karena penyakit itu berbahaya, sebab bukan hanya membuat penderitanya kesakitan namun juga cacat otak, maka  pemkab Sleman terus berupaya menekan kasus tersebut. Satu di antara melaui pemberian imunisasi campak rubella (MR).

“Kasus campak dan rubella di Sleman ini menurut saya bukan angka yang kecil. Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius kita bersama. Salah satunya dengan mendukung program imunisasi MR,”  kata bupati Sleman Sri Purnomo saat kampanye imunisasi  MR, di Ruang Bimo Lantai III Kantor Badan Kepegawaaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Kamis (27/7/2017).
      
Sri Purnomo mengatakan dengan upaya itu, diharapkan dapat memutus rantai campak dan rubella di Sleman. Sehingga jumlahnya dapat ditekan bahkan tidak ada sama sekali.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes)  Sleman Novita Krisnaeni menambahkan kampanye Imunisasi MR  ini akan menyasar 245.453 anak terdiri dari 690 TK, 580 SD, 132 SMP, 302 PAUD, dan 1476 Posyandu di Sleman.

“Kegiatan imunisasi secara masal ini merupakan upaya pemerintah untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun,” tambahnya.

Menurut Novita pelaksanaan kampanye imunisasi MR dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama Agustus 2017 yang dilakukan diseluruh sekolah PAUD, TK, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat, serta SMPLB. Tahap kedua akan dilakukan September 2017 dilakukan di Posyandu, Polindes, Poskedes, Puskesmas, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.


 ”Vaksin MR ini untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat dengan memutus transmisi virus tersebut, diharapkan kampanye MR berjalan lancar dan mencapai target 95%,” terang mantan direktur RSUD Prambanan, Sleman itu. (sindonews.com)
Read More
Sleman Gelar Lomba Macapat Tingkat SMA

Sleman Gelar Lomba Macapat Tingkat SMA




semabad.id – Pemkab Sleman menggelar lomba macapat tingkat SMA sederajat di pendopo rumah dinas, Kamis (27/7/2017). Lomba ini diikuti 71 peserta, terdiri dari peserta putri 60 orang dan pria 11 orang.  Ada dua kategori macapat dalam lomba itu, yakni wajib dan pilihan. Untuk macapat wajib, yakni sekar dandanggula dan pilihan sinom ginonjing dan darmo kawin.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan sangat mendukung kegiatan ini. Apalagi Melalui lomba macapat tersebut bukan hanya untuk mengenalkan generasi muda terhadap karya sastra leluhur, namun juga mendukung program pemerintah untuk menjadikan kecamatan  sebagai pusat pelestarian budaya masyarakat.

“Lomba macapat ini perlu dipertahankan dan diselenggarakan secara rutin dan
diharapkan semakin termotivasi untuk lebih mengenal sekaligus melestarikan budaya jawa,” kata Sri Purnomo dalam sambutan yang dibacakan ahli Bidang staf ahli bupati bidang Pemerintahan dan Hukum Pemerintah Mustain Aminun.

Menurut bupati karena lomba macapat selain akan membentuk jati diri, kepribadian serta wahana aktualisasi ketajaman berpikir dan bertindak, termasuk meregenerasi kaum muda untuk senang dengan seni tradisional, maka kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baikknya.

“Lomba macapatan ini juga merupakan bentuk menjaga keistimewaan Yogyakarta. Karena Keistimewaan tidak hanya dimaknai secara politik tetapi juga keistimewaan dalam hal Budaya yang adiluhung,” tandasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman HY.Aji Wulantoro menambahkan kegiatan yang merupakan  program kerja Bidang Peninggalan Budaya Nilai dan Tradisi Disbud ini bertujuan
untuk memberikan wahana beraktifitas bagi siswa dalam bidang sastra khususnya macapat. Serta menumbuhkembangkan minat dan bakat para siswa pada seni sastra macapat.


Sedangkan dalam lomba tersebut siswi SMK 1 Godean Rosabela Cahyaningtyas ditetapkan menjadi juara pertana, diiikuti B.Ririh R  dari SMAN I Seyegan sebagai juara II, Juara III Mugiyanti dari SMKN I Kalasan.  Juara Harapan I Monica Cahya Dewi  dari SMK Sanjaya Pakem, Juara Harapan II Syam Rahayuningsih dari  SMAN I Tempel dan Juara Harapan III Riyani W dari SMAN  I Minggir.  (sbd) 
Read More
Sleman Gelar Peringatan Harganas

Sleman Gelar Peringatan Harganas



sembada.id – Pemkab Sleman menggelar peringatan hari keluarga nasional (Harganas) dan hari  anak nasional (HAN) di lapangan pemda setempat, Kamis (27/7/2017). Sekda Sleman Sumadi memimpin langsung kegiatan tersebut,

Sekda Sleman dalam sambuatannya menekankan karena keluarga merupakan pondasi utama serta lembaga pertama dan utama untuk dapat menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air serta membentuk karakter anak, maka harus mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua anggota keluarga khususnya anak, dan juga memberikan pengasuhan yang berkualitas.

“Pengasuhan berkualitas tentunya dapat membangun karakter anak serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini,”  papar mantan kepala Inspektorat Pemda DIY itu.

Untuk itu dalam keluarga, orang tua harus mampu memahami peran, tugas dan kewajibannya untuk memenuhi hak anak-anaknya. Sedangkan  pemerintah bersama seluruh unsur masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mendorong dan menciptakan iklim yang sehat bagi pembentukan keluarga yang sehat, sejahtera, serta berpendidikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman  Mafilinda Nuaraini menambahkan arti penting peringatan Hari Keluarga dan Hari anak ini sebagai bentuk dukungan mewujudkan fungsi keluarga dalam pemenuhan hak dan perlindungan.


“Kegiatan ini melibatkan 1.140 orang meliputi siswa sekolah ramah anak, IMP, Satgas Desa, UPPKS, PIK R, forum anak dan stake holder terkait lainnya,” tambah mantan kepada Dinkes Sleman ini.(sbd)
Read More
Ada TMMD Reg, Rezeki Tukiyah Naik 3 Kali Lipat

Ada TMMD Reg, Rezeki Tukiyah Naik 3 Kali Lipat


Sembada.id - Kedatangan pasukan TNI yang tergabung dalam Satgat TMMD Reguler ke-99 Kodim 0729/Bantul, mendatangkan rizeki tersendiri bagi sebagian warga yang memanfaatkan momen itu. Yakni, dengan berjualan makanan, gorengan maupun minuman. Tidak sedikit pedgang atau penjual “tiban” turut mendapatkan rezeki. Namun, bukan berarti pedagang warga setempat yang telah sehari-hari berjualan tidak mendapatkan limpahan rezeki dari kehadiran program TMMD reg Kodim Bantul ini.

Bu Tukiyah (50), salah seorang warga Nawungan I, Selopamioro, Imogiri, Bantul yang berjualan masi, kopi dan rokok  serta beragam gorengan, mengaku, dia mendapatkan rezeki dua bahkan tiga kalilipat dari hari-hari biasanya sebelum para prajurit Satgas TMMD Kodim Bantul ini datang di dusunnya.

‘’Begitu saya mendapat kabar jika dusun kami menjdi tujuan TMMD Kodim Bantul, dan akan banyak bapak-bapak tentara yang hadir dan bekerja di dusun saya ini, maka saya jauh-jauh hari langsung mempersiapkan dan menambah jumlah dagangan. Alhamdulillah, saat bapak-bapak tentra sudah datang, rezeki saya meningkat,” terang Tukiyah. (*)


Read More
Direhab Satgas TMMD, Rumah Mbah Sarjiyem Mulai Cicat

Direhab Satgas TMMD, Rumah Mbah Sarjiyem Mulai Cicat


Sembada.id - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-99 tahun 2017 Kodim 0729/Bantul saat ini masih terus melanjutkan serta menyelesaikan sasaran fisik di Dusun Kajor dan Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, meski program tersebut akan berakhir dalam hitungan hari kedepan.

Pelaksanaan sasaran fisik sudah dalam renovasi rumah tahap ke tiga yang memasuki tahap pengecatan dinding tembok. Pengecetan ini uga dilakukan di rumah milik Mbah Sariyem (80). Tahapan demi tahapan sudah dilalui mulai dari pembongkaran rumah, meratakan dengan tanah, bikin pondasi hinga pemasangan genteng dan lantainisasi.

Setelahsemua terbangun dengan sempurna, maka tahapan finishing berupa pengecatan digarap oleh prajurit yang tergabung dari satgas TMMD di rumah Mbah Sarjiyem yang mulai tampah istimewa. Sebelumnya rumah yang ditempati Mbah Sarjiyem memang sangat memprihatinkan. Tidak layak dikatakan sebagai rumah hunian atau rumah tinggal. Sejak rumah itu dibangun puluhan tahun silam, belum pernah direnovasi atau direhab, karena memang tidak cukup memiliki uang.

Karena itulah saat program renovasi rumah tidak layak huni mulai dilakukan melalui program TMMD ke-99 tahun 2017, rumah yang layak mendapatkan bantuan. Maka, Kodim Bantul  memutuskan rumah  Mbah Sarjiyem menjadi salah satu rumah yang terpilih untuk menerima bantuan renovasi diantara 3 rumah lainnya.(*)


Read More
Tugu Prasasti Sebagai “Tetenger” Siap Terpasang di Nawungan

Tugu Prasasti Sebagai “Tetenger” Siap Terpasang di Nawungan


Sembada.id - Sisa waktu yang masih tinggal hitungan hari menuju penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) menjadikan seluruh target sasaran fisik yang harus diselesaikan oleh tim Satgas TMMD reguler Kodim 0729/Bantul terus dikebut. Kekompakkan disertai semngat membara kian berlipat-lipat dimiliki oleh para prajurit Satgas TMMD dibantu masyarakat.

Sejumlah sasaran fisik sebagian besar sudah selesai dan sebagian lagi masih dalam penyempurnaan. Terlihat dari sebagian yang nasih dalam proses finishing hanya memerlukan polesan di titik akhir.

Terkait hal tersebut, dimana jelang detik-detik penutupan program TMMD reguler ke-99 Kodim 0729/Bantul, prajurit Satgas TMMD pun membangun Tugu Prasasti sebagai tanda kasih dan simbol yang diberikan kepada masyarakat wujud pengingat, bahwa wilayah tersebut, yaitu Dusun Kajor dan Dusun Nawungan pernah menjadi sasaran fisik program TMMD.

Dalam Tugu Prasasti itu nantinya juga akan tertulis nama-nama tiap prajurit berikt nama satuan sebagai tanda turut tergabung dalam Satuan Penugasan (Satgas) TMMD Reguler Kodim Bantu.

''Prasasrti dibuat untuk mengenang pelaksanana TMMD Reguler ke-99 Kodim Bantul di Desa Selopamioro. Ini hanya sebagai tenger atau bukti sejarah, bukan berarti mau pamer,''  urai Kepala Staf Kodim (Kasdim) Bantul, Mayor Inf Suwarno. (*)


Read More
Jembatan Titik Nol Dusun Kajor Masuk Tahap Penyempurnaan

Jembatan Titik Nol Dusun Kajor Masuk Tahap Penyempurnaan


Sembada.id - Salah satu program TNI  Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-99 Kodim 0279/Bantul yaitu menyelesaikan tahapan akhir membangun 1 unit jembatan yang terletak tepat di titik nol akses jalan yang menghubungkan Dusun Kajor dan Dusun Nawungan. Selopamioro, Bantul.

Begitu giatnya anggota Satgas TMMD Kodim Bantul untuk membangun daerahnya seperti contoh pembangunan jembatan sebelumnya yang sudah rampung 100 persen. Sementara, jembatan yang berada tepat di titik nol ini sekarang memasuki tahap penimbunan setelah dipasang batuan sebagai upaya meninggikan tanah.

"Pembangunan jembatan ini, sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat, karena fungsi jembatan tersebut menghubungkan akses  dua dusun,” terang Danramil Imogiri, Kapten Inf Surono.

Kemudian, pembangunan jembatan juga untuk mempermudah akses jalan masyarakata petani, juga mempermudah masyarakat membawa hasil pertanian.

Dansatgas TMMD reguler ke-99 Kodim Bantul, Letkol Inf Agus Widianto menjelaskan, bahwa dipastikan penyelesaian jembatan yang berada di titik nol dusun Kajor akan terselasikan dalam 3-4 hari kedepan, sehingga tepat sehari sebelum kegiatan program TMMD reguler kali ini ditutup. (*)


Read More
Warga Selopamioro Terima Penyuluhan Penggunaan Pupuk Organik

Warga Selopamioro Terima Penyuluhan Penggunaan Pupuk Organik


Sembada.id – Warga masyarakat Dusun Kajor dan Dusun Nawungan yang mayoritas berprofesi sebagai petani memperoleh pembekalan pengetahuan penggunaan pupuk organik, Kamis (27/7) di balaidesa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Penyuluhan pengetahuan penggunaan pupuk organik digelar sebagai bagian dari sasaran non fisik yang diselenggarakan untuk membantu kesulitan masyarakat desa dalam usaha mereka di bidang pertanian. Materi penyuluhan disampaikan oleh Perwira Seksi Teritorial, Kapten Inf Stepanus  dan dibantu dari petugas dinas pertanian daerah setempat.

Penggunaan pupuk Organik merupakan pupuk tanpa bahan kimia yang dibuat dari bahan-bahan organik terutama yang berasal dari tanaman dan dapat diperoleh disekitar lingkungan tempat tinggal masyarakat desa, dan tentunya akan membantu masyarakat desa mendapatkan pupuk dengan mudah dan tidak mengeluarkan biaya yang banyak serta penggunaan pupuk lebih aman dan terhindar dari bahan kimia yang memberi efek pada kesehatan manusia. Tanaman-tanaman hasil pertanian yang diusahakan oleh petani aman untuk dikonsumsi.

Dansatgas TMMD regiler ke-99 Kodim Bantul, Letko, Inf Agus Widianto menjelaskan, bahwa mpenggunaan pupuk organik sangat penting demi menghasilkan kualitas pertanian yang baik dan menyehatkan. Sehingga, penyuluhan terkait hal ini dinilainya perlu disampaikan kepada warga petani di Selopamioro. (*)


Read More
Satgas TMMD Kodim Bantul Latih Pramuka SD Lemah Rubuh

Satgas TMMD Kodim Bantul Latih Pramuka SD Lemah Rubuh


Sembada.id - Gerimis rintik-rintik di wilayah Selopamioro, Imogiri, Bantul tidak menjadi sebuah penghalang dalam melaksanakan aktifitas bagi anggota pramuka SD Lemah Rubuh. Di lapangan sekolah setempat, Kamis (27/7) murid-murid SD yang mengikuti egiatan pramuka mendapat pelaithan dari prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Kodim Bantul.

Gerimis tidaklah menyurutkan para siswa siswi pramuka untuk berlatih. Sore hari menjadi waktu yang pas dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Oleh anggota satgas TMMD di halaman sekolah murid-murid dilatih kedisiplinan, dan menumbuhan semngat kekompakkan.

Para siswa dan siswi mengaku senang dapat dilatih oleh tentara dengan jumlah lebih dari 1 orang, “Kami senang sekali, karena selama ini kami hanya dilatih oleh Babinsa,”kata Tyas salah satu siswi yang berlatih pramuka.

Antusias tergambar jelas dalam kegiatan tersebut. Keseriusan dalam menerima materi dan pelaksanaan praktiknya. Tidak sedikit para siswa dan siswi tersebut menyebutkan bahwa kami ingin berlatih terus dengan tentara, karena kami senang bisa dilatih oleh pak tentara khususnya Saka Wira Kartika. (*)


Read More
Satgas TMMD Kodim Bantul Bakar Singkong

Satgas TMMD Kodim Bantul Bakar Singkong


Sembada.id - Warga masyarakat Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, yang saat ini sedang memasuki musim panen singkong dengan senang hati mengajak serta membagi-bagikan singkong hasil kebunnya kepada para prajurit TNI yang tergabung dalam tim Satgas TMMD Kodim Bantul.

Begitu mendapatkan singkong-singkong yang usai dicabut (dipanen) dari kebun warga, para prajurit Satgas TMMD Kodim Bantul pun bersama-sama membagi tugas mencari kayu dan ranting kering untuk dipergunakan sebagai kayu bakar, membakar singkong tersebut.

Hanya hitungan menit, api menyala dan singkong pemerian warga pun dibakar. Sembari menunggu singkong matang, prajurit Satgas melanjutkan pekerjaannya, membuat dan menggarap Tugu Prasasti yang sebentar lagi dalam tahap penyelesaian.

Tak kurang dari 1 jam, bau singkong bakar pun mulai menggoda penciuman para tim Satgas TMMD. Mereka pun akhirya menghentikan sejenak aktivitasnya kemudian menyantap singkong bakar.

“Sedap, nikmat. Disaat perut lapar dan lelah. Singkong pemerian warga memang nikmat. Apalagi ita makan di lokasi penggarapan sasaran fisik, yang berada di puncak perbukitan Nawungan ini,” terang Serka Budi Santosa. (*)


Read More
Walikota Kagoshima, Jepang Terkesan Penangganan Bencana Erupsi Sleman

Walikota Kagoshima, Jepang Terkesan Penangganan Bencana Erupsi Sleman





sembada.id 
– Langkah Pemkab Sleman dalam menanggani korban bencana erupsi gunung Merapi 2010 lalu mendapat pengakuan dari dunia luar. Satu di antaranya dari Kagoshima, Jepang. Hal tersebut diketahui saat walikota Kagoshima, Mori Hiroyuki bertemu bupati Sleman Sri Purnomo di aula lantai 3 Pemkab Sleman, Rabu (26/7/2017).

“Saya sangat terkesan dengan langkah Sleman dalam menanggani bencana erupsi dan juga semangat gotong royong para korban  erupsi dalam menghadapi bencana tersebut. Sehingga mampu bangkit secara ekonomi ataupun dari trauma dengan cepat,” aku Mori Hiroyuki dalam pertemuan itu.

Bukan hanya itu, walikota Kasoghima juga menawarkan Pemkab Sleman untuk belajar dalam pemanfaatan teknologi. Terutama sistem informasi online.

Walikota Kagoshima Mori Hiroyuki berkunjung ke Sleman ini dalam rangka tukar informasi soal penanganan mitigasi bencana erupsi sekaligus sebagai  kunjungan balasan. Karena bupati Sleman Sri Purnomo tahun 2013 lalu juga berkunjung ke Kagoshima pada acara International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth’s Interior ( IAVCEI) 2013.

Dalam kunjungan ini, walikota Kagoshima dan rombingan bukan hanya mendapat paparan soal penangganan bencana erupsi gunung Merapi dari bupati Sleman, namun juga melihat langsung tempat-tempat yang berdampak erupsi. Seperti Museum Gunung Merapi (MGM),  Pos Pengamatan Gunung Api Merapi di Kaliurang dan  Petilasan Rumah Mbah Marijan di Kinahrejo Umbulharjo Cangkringan.

Bupati Sleman Sri Purnomo dalam kesempatan itu bercerita tentang langkah Sleman dalam menanngani bencana dan pasca letusan gunung Merapi 2010 lalu. Baik yang menyangkut korban maupun pemulihan ekonominya. Khusus untuk pemulihan perekonomian lebih menekankan pada kearifan lokal dan aspek memberdayakan masyarakat serta mengembalikan mata pencaharian masyarakat seperti sebelum terjadi bencana tersebut. Termasuk memberikan bantuan usaha produktif melalui kelompok ekonomi yang produktif.


“Selain itu kami juga menata kembali objek pariwisata yang ada di lereng merapi, satu di antaranya Lava and Volcano Tour,” kata Sri Purnomo.(sbd)
Read More
Penyandang Gangguan Jiwa Di Sleman Tinggi

Penyandang Gangguan Jiwa Di Sleman Tinggi



sembada.id – Penyandang gangguan jiwa (disabilitas psikosisial) di Sleman tinggi. Data pemkab setempat tahun 2016 tercatat ada 543 orang penyandang gangguan jiwa. Karena itu berbagai langkah terus dilakuan Sleman untuk menekan dan mengatasi masalah tersebut. Baik melalui pendampingan maupun dengan pendidikan keluarga dan masyarakat.

“Dengan langkah tersebut diharapkan dalam penanggangan penyandang disabilitas psikososial  dapat ditanggapi dengan cara yang lebih positif,” kata  kepala bidang (kabid) Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Novita Krisnaeni dalam workshop program kesehatan jiwa berbasis masyarakat dan hasil Baseline Survey yang berlangsung di ruang rapat Sekda B Pemkab Sleman, Rabu (36/7/2017).

Menurut Novita adanya pendidikan keluarga dan masyarakat  sangat penting. Mengingat keluarga berperan besar dalam memberikan pendampingan kepada para penyandang disabilitas psikososial baik dari segi pendampingan untuk mengakses layanan kesehatan jiwa maupun dalam memberikan perawatan yang tepat.

Selain itu perlakuan dikeluarga maupun dimasyarakat terhadap disabilitas psikososial tidak jarang masih melanggar hak para penyandang disabilitas sendiri. Kecenderungan tersebut yang harus mendapat perhatian dan dirubah. Sehingga para penyandang disabilitas psikososial tetap memperoleh ruang yang layak.

“Dari catatanpada  Juni 2017 ada tujuh kasus parsial (kadang dipasung kadang tidak),” jelasnya.

 Untuk itu terbentuknya masyarakat yang berkontribusi secara proaktif pada kesehatan jiwa berbasis hak yang komprehensif dan terpadu harus diupayakan. Mengingat terwujudnya ruang yang layak bagi penyandang disabilitas psikologis harus diupayakan dari berbagai unsur, baik dari sisi keluarga, masyarakat, stakeholder maupun berbagai komponen yang terlihat. (sindonews.com)

Read More
Sendangadi Gelar Gladi Penanggulangan Bencana Puting Beliung

Sendangadi Gelar Gladi Penanggulangan Bencana Puting Beliung


 
 sembada.id – Desa Sedangadi, Mlati, Sleman menggelar gladi lapangan dalam menghadapi bencana putiing beliung  di lapangan desa setempat, Rabu (26/7/2017).  Selain untuk menyiapkan warga dalam menghadapi bencana, kegiatan itu sekaligus menandai dikukuhkannya forum pengurangan resiko bencana desa Sendangadi.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan adanya forum ini penting. Sebab dengan kondisi Sleman yang memiliki beberapa potensi bencana, maka bukan hanya membutuhkan masyarakat yang tangguh namun juga harus siap karena bencana dapat terjadi kapan saja. Untuk itu penguatan kelembagaan masyarakat dan pengurangan resiko bencana perlu dibentuk.

 “Hal lainnya, yaitu dengan wajib latih penanggulangan bencana  bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana seperti yang dilaksanakan di Desa Sendangadi ini,” kata Muslimatun panggilan Sri Muslimatun dalam kegiatan tersebut.

Menurut Muslimatun, dengan adanya forum pengurangan resiko bencana itu, juga diharapkan masyarakat agar mengubah cara pandang dalam menghadapi bencana yang semula responsif menjadi preventif yaitu pengelolaan resiko bencana. Selain itu,  masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana.  Sehingga dengan kesiapsagaan tersebut dapat bermanfaat dalam menentukan langkah-langkah yang tepat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa

 "Saya berharap forum pengurangan resiko bencana mampu menjadi motor penggerak masyarakat dalam mitigasi bencana,” harapnya.

Menurutnya Desa Sendangadi salah satu wilayah di kabupaten sleman yang tidak lepas dari terjadinya bencana. Tercatat mulai dari bulan januari sampai dengan juli tahun 2017 di wilayah Sendangadi terjadi angin puting beliung di 24 titik.

 Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Joko Supriyanto menambahkan kegiatan gladi lapang tersebut dilakukan untuk menerapkan standar operasional prosedur yang telah disusun selama pelatihan dengan ancaman bencana puting beliung.

 “Wajib latih ini melibatkan 200 warga Sendangadi yang dilaksanakan dengan enam kali pertemuan dengan rincian empat kali klasikal dengan materi pemahaman potensi ancaman bencana, resiko bencana dan dua kali pertemuan outdoor berupa gladi kotor dan gladi bersih,” tambah mantan Kepala Satpol PP Sleman itu. (sbd)
Read More
Satgas TMMD Kodim Bantul Beri Layanan KB Kes

Satgas TMMD Kodim Bantul Beri Layanan KB Kes


Sembda.id - Prajurit TNI dari satuan kesehatan yang tergabung dalam Satuan Penugasan (Satgas)  TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-99 Kodim 0729/Bantul memberikan pelayanan Keluarga Berencana (KB) Kesehatan secara gratis kepada warga Dusun Siluk, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Kegiatan pelayanan KB Kes kepada warga Siluk dilaksanakan di Klinik Pratama dusun setempat. Dandim Bantul yang sekaligus sebagai Dansatgas TMMD Kodim Bantul, Letkol Inf Agus Widianto  menjelaskan, bahwa pelayanan KB Kes kepada warga merupakan rangkaian dari kegiatan non fisik dan tergabung dalam program kerja TMMD ke 99 tahun 2017 bekerjasama dengan BKKBN Kabupaten Bantul.

Dikatakan, maksud dan tujuan kerjasama tersebut untuk membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan program keluarga berencana serta mengajak masayarakat dalam menanggulangi pertumbuhan penduduk yang semakin padat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bantul ini  yang diselaraskan dengan perekonomian yang semakin memburuk.

Selain itu, Letkol Agus juga menambahkan, program KB juga bertujuan untuk membentuk manusia yang bersumber daya manusia dengan intelektual tinggi, sekaligus sebagai program mensejahterakan manusia sebagai makhluk sosial. Untuk itu, melalui program TMMD ke 99 merupakan momen yang sangat ampuh untuk memasukkan program pelayanan KB dan pelayanan kesehatan di wilayah Desa Selopamioro. (*)


Read More
Prajurit Satgas TMMD Kodim Bantul dan Warga Bangun Tugu Prasasti

Prajurit Satgas TMMD Kodim Bantul dan Warga Bangun Tugu Prasasti


Sembada.id - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-99 tahun 2017 Kodim 0729/Bantul, yang difukoskan di Dusun Kajor dan Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul tingga hitungan hari akan selesai. Sejumlah program sasaran fisik sudah sebagian yang selesai tergarap dan telah dinikmati manfaat dan dampaknya oleh warga masyarakat setempat.

Sementara, sebagian lagi sasaran fisik dan non fisik yang masih menyisakan sedikit proses tahap finishing hingga hari ini masih terus dikebut oleh prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Penugasan (Satgas) TMMD Kodim Bantul beserta masyarakat. Dan sebelum seluruh rangkaian kegiatan program TMMD reguler ke-99 Kodim Bantul ini selesai, prajurit Satgas TMMD Kodim Bantul dan masyarakat bersama-sama membangun Tugu Prasasti TMMD di titik 1.500 kilometer jalan penghubung Dusun Kajor dan Dusun Nawungan, Desa Selopamioro.

Didirikannya Tugu Prasasti TMMD tersebut bertujuan agar selalu terjaga adanya kedekatan antara TNI khususnya Satgas TMMD ke-99 Kodim 0729/Bantul dengan warga masyarakat Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, khususnya warga Dusun Kajor, Nawungan dan Siluk. Disamping itu, hal ini merupakan suatu bukti bahwa dengan adanya kemanunggalan TNI dengan rakyat maka pembangunan suatu wilayah dapat berjalan dengan baik. (*)


Read More
Rombongan Tim BPPM Sleman Meninjau Lokasi TMMD Reg Kodim Bantul

Rombongan Tim BPPM Sleman Meninjau Lokasi TMMD Reg Kodim Bantul



Sembada.id - Tim dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Kabupaten Bantul, Selasa (25/7) melaksanakan kunjungan ke lokasi TNI Manunggal Membangun Desa  (TMMD) reguler ke-99 Kodim 0729/Bantul. Tim rombongan yang dipimpin oleh bapak Isnain Aminuddin tersebut disambut langsung oleh Komandan Satuan Penegasan (Dansatgas) TMMD Reguler Letkol Inf Agus Widianto didampingi Kepala Staf Kodim Bantul Mayor Suwarno dan Danramil Imogiri Kapten Inf Surono.

Dalam kunjungan tersebut. Rombongan BPPM Kabupaten Bantul meninjau langsung ke lokasi pembangunan sasaran fisik, yaitu jembatan di Dusun Kajor Wetan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Dan bapak Isnain Aminuddin beserta tim melihat-lihat secara keseluruhan jembatan yang sudah 100 persen selesai proses pembangunannya.

Disela-sela kunjungannya itu, Letkol Inf Agus Widianto menyampaikan bahwa TMMD reguler ke-99 yang dilaksanakan tersebut merupakan langkah yang sangat positif bagi pembangunan di seluruh wilayah Indonesia,  dia juga menyampaikan TMMD  reguler ini  bukan saja dilaksanakan Dusun Kajor saja, namun juga di Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dan dilaksanakan pula secara serentak di seluruh Indonesia.

Sementara, sebagai TNI hanya sebagai pendukung Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Pemda Kabupaten Bantul untuk mensejahterakan masyarakat lewat pembangunan wilayah-wilayah terutama wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

Sedangkan, usai melakukan kunjungan dan melihat hasil pembangunan yang dilaksanakan oleh prajurit Satgas TMMD Kodim Bantul, seluruh tim dari BPPM mengungkapkan rasa salut dan terimakasihnya, dimana pembangunan sudah menunjukkan hasil memuaskan dan dipastikan akan membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. (*)


Read More
Salut, Siswa SMPN 3 Imogiri Bantu Satgas TMMD Kodim Bantul

Salut, Siswa SMPN 3 Imogiri Bantu Satgas TMMD Kodim Bantul


Sembada.id - Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari SMPN 3 Imogiri, Kabupaten Bantul, Minggu (23/7) datang ke Dusun Kajor dan Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul untuk membantu tim Satuan Penugasan (Satgas) TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) reguler ke-99 tahun 2017 Kodim 0729/Bantul yang tengah  melakukan pengerjaan fisik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi siswa dan guru pembimbingnya terhadap program TMMD Reguler Kodim Bantul.

Salah seorang guru SMPN 3 Imogiri mengatakan, dengan ikut terjunnya para siswa ini  dalam rangka untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada mereka mengenai betapa pentingnya arti dan manfaat gotong royong sebagaimana yang dilakukan TNI dalam program TMMD reguler.

"Dengan ikutnya para siswa membantu TNI tidak lain untuk memberikan pemahaman tugas prajurit-prajurit TNI dalam pengabdian yang dilakukan kepada masyarakat sekitarnya," terang salah satu guru SMPN 3 Imogoro ini. 

Sementara Komandan Satuan Penugasan (Dansatgas) TMMD Reguler ke-99 Kodim Bantul, yang juga Dandim Bantul, Letkol Inf agus Widianto menjelaskan, bahwa dirinya beserta seluruh prajurit yang tergabung dalam tim Satgas TMMD Kodim Bantul sangat mengapresiasi terhadap ikut terlibatnya para siswa ini membantu tugas prajurit TNI yang sedang melaksanakan program TMMD di wilayah Desa Selopamioro, khususnya di Dusun Kajor dan Dusun Nawungan.

"Apa yang dilakukan siswa membantu tugas kami dalam program TMMD ini tentunya sangat memberikan arti yang penting bagi kami selaku anggota TNI," tegas Letkol Agus. Letkol Agus menambahkan, saat ini satgas TMMD terus melakukan pekerjaannya, meski tinggal beberapa hari lagi program TMMD reguler akan berakhir, akan tapi pihaknya tetap optimis semua kegiatan yang telah terjadwal dalam program ini akan bisa diselesaikan seiring nantinya berakhir kegiatan ini. (*)


Read More