Festival Erau 2017 Kukar Sleman Tampilkan Kala Murda


Sembada.id - Pemkab Sleman  kembali akan mengikuti Pesta Adat Erau 2017, Kutai Kartanegara (Kukar)Kalimantan Timur (Kaltim), yang akan berlangsung Selasa (25/7/2017). Sleman akan menampilkan sendratari 'Kala Murda' yang menggambarkan awal terjadinya prosesi  upacara labuhan Merapi.

Dalam penampilannya  nanti kontingen Sleman melibatkan 21 penari dan tujuh pengrawit dengan sutradara Anang Wahyu Nugroho dan Penata Tari Willy Hendratmoko.

Kepala Bidang (Kabid) Kesenian Dinas Kebudayaan  (Disbud) Sleman, Edy Winarya mengatakan keikut sertaan Sleman dalam even tersebut  bukan hanya untuk memeriahkan  pesta Adat Erau, namun juga memperkenalkan dan mempromosikan potensi seni  unggulan  Sleman, baik dilevel nasional maupun internasional.

"Even ini sekaligus untuk meningkatkan eksistensi, kreativitas dan wawasan seniman Sleman," kata Edy saat  gladi bersih kontingen Sleman di gedung kesenian Sleman, Sabtu (22/7/2017) malam.

Hal lainnya  yakni untuk memacu  kreativitas seniman dan menambah wawasan dalam  mengembangkan ide gagasan sehingga seni kerakyatan menjadi suatu pertunjukan baru dan inovatif.

“Selain Sleman, even ini juga akan diikuti oleh kontingen manca negara seperti Slovakia, Thailand, India, dan Polandia,” paparnya.

Edy menjelaskan sendratari  ‘Kala Murda'  merupakan fragmen peristiwa besar awal terjadinya prosesi Upacara Labuhan Merapi.  Diceritakan bahwa Ratu Laut Kidul yang terusik dengan kehadiran Ki Juru Taman (Demang Sutowijoyo) yang bersemedi di pesisir pantai selatan untuk meminta bantuan merombak alas Mentaok menjadi sebuah kerajaan.

 Ratu Kidul kemudian mengabulkannya dengan memberikan 'Endog Jagat' untuk dimakan dan seketika itu Demang Sutowijoyo berubah menjadi raksasa yang disebut Pangeran Prabu Jagat. Raksasa ini dipercaya sebagai penunggu Gunung Merapi.

Fragmen kemudian berlanjut penggambaran suasana pedesaan lereng Merapi dengan aktivitas anak-anak yang sedang bermain dan warga menambang pasir diiringi tembang /kekidungan isi jagat oleh Mbah Marijan (Kidung ini menjadi simbol awal dari upacara Labuhan Merapi).

 Seketika suasana berubah panik, Mbah Maridjan dalam semedinya ditemui oleh Ratu Kidul dan Pangeran Prabu Jagat yang menjadi pertanda Merapi akan mengeluarkan isi perutnya. Kemudian Mbah Maridjan memimpin warga untuk menyiapkan upacara Labuhan Merapi dengan diawali doa-doa berupa tembang yang diikuti warga.


"Digambarkan kepala raksasa kemudian pergi sebagai simbol ketenangan dan ketentraman warga setelah melakukan prosesi Labuhan Merapi,” jelasnya.(sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Festival Erau 2017 Kukar Sleman Tampilkan Kala Murda"

Posting Komentar