Lestarikan Budaya Jawa Lewat Pelatihan Pranatacara


sembada.id (SLEMAN )- Anggota  fraksi  PAN  DPRD  Sleman  Aris Suranto melalui lembaga Master Bima Aji Center  mengadakan pelatihan Pranatacara Bahasa Jawa. Pelatihan ini terbuka bagi masyarakat umum.  Diharapkan dengan cara ini, dapat melestarikan budaya Jawa, terutama bahasa Jawa.

Pelatihan ini berlangsung selama  dua bulan berlangsung dua  kali seminggu Selasa dan Sabtu sore selama 30 kali pertemuan. Materi  yang diajarkan, antara lain pranata cara boso Jawa, basa sastra jawa, ngadi busono dan tembang dengan pengaja yang kompeten di bidangnya, seperti  KMT. Swasono, Ki Awang Rebo Legi, Ki Sancoko, Ki Panggih Hadi M dan  Romo Herman.

Aris Suranto mengatakan  adamya  pelatihan ini berawal dari kegelisahan terhadap rendahnya pengusahaan bahasa Jawa di masyarakat Sleman.  Sekaligus  implementasi dari visi misi Sleman yang agamis dan berbudaya serta mendukung keistimewaan DIY, terutama pelestarian budaya Jawa. Sehingga  bahasa Jawa dapat kembali  menjadi  sebagai  bahasa tutur dalam kehidupan sehari-hari

“Ide-ide semacam ini sangat perlu digalakkan apalagi seiring keistimewaan DIY dalam melestarikan budaya Jawa, tidak hanya sebatas pada kegiatan seni berupa pertunjukkan semata, namun juga menyentuh kebudayaan yang bisa digunakan untuk oengembangan aspek moral dan  mental masyarakat,” kata Aris Suranto di ruang kerjanya,  Jumat (20/7/2017).

Untuk pelatihan sendiri saat ini sudah gelombang dua. Untuk gelombang pertama diikuti 40 peserta dan sudah diwisuda  di pendopo rumah dinas bupati Sleman, 26  Februari  lalu. Untuk gelombang dua jumlah peserta ada 60 orang.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bangga dengan kegiatan ini.  Terlebih merawat bahasa Jawa  merupakan bagian dalam menjaga tradisi dan budaya yang dimiliki nenek moyang serta meminimalisir tergurusnya  penggunaan bahasa Jawa di kalangan masyarakat.  Muarnya kesinambungan budaya Jawa akan terus terjaga.


“Mempelajari budaya  lokal adalah kewajiban kita bersama, karena dengan mempelajari budaya terdahulu berarti kita telah mempelajari  sejarah. Dan orang yang tidak lupa dengan sejarah, ia akan menjadi manusia yang tidak tercerabut dari nilai-nilai budaya lokal yang telah ditinggalkan oleh para pendahulu kita,” tandasnya.(sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lestarikan Budaya Jawa Lewat Pelatihan Pranatacara"

Posting Komentar