Orang Tua di Sleman Khawatir Anaknya Tak Dapat Sekolah




Sembada.id - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY sejak kemarin melakukan pemantauan langsung proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017. Sebanyak empat tim diterjunkan memantau PPDB di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, dan Sleman.

Kepala ORI DIY Budhi Masthuri mengungkapkan, pada pemantauan Rabu (5/7), tim menemukan beberapa hal. Di Sleman yakni i SDN Pakem 4 dan SD Ngemplak 2, pelayanan pendaftaran ditutup lebih awal pada pukul 10.00 WIB. Sesuai juknis seharusnya pendaftaran ditutup ppukul 13.00 WIB.

“Baik SDN Pakem 4 dan SD Ngemplak 2, tidak menerima murid dari SD lain yaang sebenarnya memenuhi syarat. Sementara di SD Percobaan 3, beberara orang tua calon murid mengkhawatirkan anaknya tidaak mendapat sekolah kaarena tidak ada kesempatan memasukkan berkas akibat pendaftaran ditutup lebih awal,” katanya Budhi, Kamis (6/7).

Budhi mengatakan, oraang tua berharap ada kebijakan penambahan waktu untuk memberi kesempatan tambahan waktu bagi siswa yang belum mendaapatkan sekolah agar bisa mengumpulkan berkas.

Tim ORI, lanjut Budhi, juga menerima laporaan dari wali murid adanya empat anak yang telah menempuh pendidikan selama satu tahun di sekolah lain, namun kembali mendaaftar di SD Percobaaan 3. “Sekolah sendiri tidak bisa berbuat apa-aapa karena tidak ada aturan yang melarang hal itu,” katanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Orang Tua di Sleman Khawatir Anaknya Tak Dapat Sekolah"

Posting Komentar