Vania: Garap Batik Buat Anak Muda




Sembada.id - Batik, tentu bukan barang asing bagi warga Yogyakarta. Batik sudah mejadi keseharian baik anak muda maupun orang tua. Tapi bagaimana dengan batik klasik. Yang satu ini, pastinya masih menjadi dunianya orang tua. Anak muda cenderung menjauh karena terkesan kuno dan kaku.

Tapi, anak muda bakal berpikir ulang bila sudah melihat karya Vania Josi Swasti. Batik klasik yang dianggap kuno dan kaku itu, di tangah Vania menjadi karya yang tetap eye catching dikenakan anak muda. Dengan pakaian rananganan desainer muda ini, anak muda tidak akan malu lagi mengenakan pakaian batik.

Vania menjelaskan, sebenarnya kain apa pun jika ditambahkan dengan batik maka hasilnya akan bagus. Untuk menghasilkan karya berbahan batik klasik yang lebih ‘muda’, Vania menyiasati model yang digunakan kemudian dimodifikasi.

Siasat ini dilakukan tentu saja agar anak muda tertarik. Walau pun ia mengakui upaya yang dilakukan tidak mudah karena harus mengubah mindset yang terlanjut tertanam. Namun, lambat laun upayanya mulai membuahkan hasil.

Kini, pesanan terus datang di showroomnya yang adai Jl Rajawali 3 Manukan, Condong Catur, Sleman. Tak hanya itu, ia juga menyediakan stok untuk konsumen di Bali. “Untuk Bali desainnya lebih seksi karena konsumennya juga membidik turis asing,” katanya.

Dara kelahiran 5 November 1990 ini mengungkapkan, sebenarnya ia tidak memiliki basic pendidikan fashion designer. Tapi, ia mengaku memiliki perhatian khusus terhadap fashion sejak duduk di bangku SMP. Sejak saat itu, aktivitas desain tidak pernah lepas dari hari-harinya.

Menginjak bangku kuliah, Vania masih juga belum serius menekuni fashion designer. Baru setelah lulus, ia akhirnya membuat jilbab dan baju yang dijual di pameran. Dari sana barulah batik menarik hatinya. Hingga akhirnya karya desainnya mengandalkan batik sebagai bahan utama.

Ambisinya cukup besar. Membuat batik klasik dicintai anak muda. Ia ingin melihat lebih banyak anak muda mengenakan batik klasik dalam aktivitas keseharian, tidak hanya mau mengenakannya saat pergi kondangan. “Sekarang saya juga sedang memproduksi Batik Yogya dengan warna pastel yang lebih soft,” katanya.

Selain produksi batik klasik, Vania rupanya juga menerima segala jenis pesanan desain dan jahit. Bahkan, ia memiliki pelanggan setia dari Kalimantan yang sudah order seragam untuk lebaran. “Kalau klien tidak bisa datang, saya bisa datang ke rumah klien,” terangnya.

Perjalanan panjang Vania di dunia fashion batik klasik membawanya tampil di ajang Joga fashion Week (JFW) tahun lalu. Belum lama ini ia juga akan tampil di unjuk kasya di Hartono Mall dalam kegiatan Hartono Mall Fashion Trend 2017.

Di sini, ada lima karya yang akan ditampilkan. Seluruhnya mengusung konsep ready to wear. Tentu saja masih dengan ciri khasnya batik klasik motif parang dengan pewarnaan alam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Vania: Garap Batik Buat Anak Muda"

Posting Komentar