Warga Beran Lor, Kembangkan Usaha Jamur Kripsi




Sembada.Id (SLEMAN)-Warga Beran Lor, RT 04 RW 21 Tridadi, Sleman Eka Gumanti  dan anaknya Adnan Abdussalam  berhasil membuat camilan dengan  bahan dasar jamur tiram. Kolaborasi keduanya saat ini telah menghasilkan enam varian rasa jamur tiram yang dibuat menjadi kripsi. Yaitu Hot spicy, sapi panggang, keju pedas, rumput laut, original dan pedas manis.  Produk itu dikemas dengan lebel Chiss Bagio Chips dan  sudah bisa dijumpai di beberapa supermarket.

Adnan Abdussalam mengatakan ide membuat jamur  tiram kripsi berawal saat dirinya sering berbincang-bicang dengan para petani yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Dari  obrolan itu terbesit, bagaimana memberdayakan petani dan generasi  muda Sleman. Terutama dengan memanfaatkan potensi yang ada di daerah sekitar.

“Dari situ muncul gagasan untuk membuat jamur tiram kripsi dan awal Januari 2017 lalu memulai usaha tersebut,” kata Adnas di kediamannya, Selasa (18/7/2017).

Untuk pengembangan  usahanya  ini,  Adnan bekerjasama dengan para petani, di kecamatan Tempel, Turi  dan  sekitar rumahnya.  Terutama  dalam memenuhi bahan baku  jamur kripsi. Dalam satu hari, Adnan bisa memproduksi 20 kg jamur tiram.

Selain di supermarket,  untuk pemasarannya juga lewat online dan ofline. Online melalui media sosial (medsos)  dan ofline melalui door  to door serta reseller, termasuk mengikuti pameran. Dampaknya,  beberapa daerah mulai memesan produk jamur tiram kripsi Adnan.  Di antaranya Lahat, Batam, Lampung dan Jakarta.

“ Untuk harga per packing  antara Rp2000-Rp15000 atau tergangung besar kecilnya packing,” paparnya.

Adnan sendiri  mengimpikan jamur tiram kripsi nantinya dapat menjadi brand, makanan camilan khas Sleman.  Sehingga dapat menumbuhkan perekonomian warga Sleman serta mengembangkan potensi generasi muda yang lebih baik lagi.

Untuk mendukung  itu, saat ini Adnan juga melakukan inovasi camilan kripsi dengan bahan dasar lain,  antara lain pepaya.  Dan juga memanfaatkan jenis jamur lain untuk peganan, seperti batang jamur diolah menjadi nugget. Saat ini omzetnya mencapai Rp9 juta per bulan.


 Eka Gumanti menambahkan  pemilihan label Bagio untuk produk jamur kripsinya bukan  tanpa alasan. Ini terinspirasi dari kata teman, agar nantinya dalam bahagia. Sehingga nama itu sekarang dipakai untuk produknya. (Sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Beran Lor, Kembangkan Usaha Jamur Kripsi"

Posting Komentar