Bupati Sleman Minta Pembangunan Menara Masjid Agung Sleman Dikebut




sembada.id – Bupati Sleman Sri Purnomo meminta pelaksana pembangunan menara masjid agung Sleman segera menyelesaikan target awal.  Sebab secara prosentase target awal pembangunan proyek  tersebiut belum tercapai.  Dari target awal 25,13 %  baru terselesaikan 24,86% atau  deviasi fisik minus 0.27%.

Pembangunan menara masjid agung Sleman dikerjakan PT. Anggaza Widya Ridha Mulia dengan nilai kotrak Rp7,955 miliar dalam waktu 180 hari. Target penyelesaian proyek itu 29 Desember mendatang.

“Untuk itu agar pembangunan menara masjid agung Sleman nanti sesuai dengan targer, maka saya mendorong agar kekuranga itu terus dikejar. Sehingga seluruh pelaksanaan pembangunan bisa berjalan lancar sesuai target waktu,” tandas Sri Purnomo saat  bersama tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)  kejaksaan negeri (Kejari) Sleman melakukan pemantaun ke beberapa proyek  di Sleman yang didanai APBD 2017, Senin (28/8/2017)..

Selain pembangunan  menara masjid  agung Sleman, proyek lain yang ditinjau yakni pembangunan ruang rapat sekertariat  daerah dan  kantor PDAM Sleman. Peninjauan ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam pembangunan tersebut atau sesuai dengan rencana awal.

“Dari hasil peninjauan secara umum pembagunan tiga proyek itu sudah berjalan dengan baik. Terbukti untuk pembangunannya sudah sesuai dengan target awal. Bahkan secara prosentase, kecuali pembangunan menara masjid agung Sleman, dua lainnya  malah lebih,” terangnya.

Sri Purnomo menjelaskan untuk pembangunan ruang rapat Setda Sleman yang dikerjakan PT Inneco Wira Sakti Hutama dengan nilai kontrak Rp6,484 miliar dalam waktu 150 hari dan ditargetkan selesai  29 November  mendatang. Saat ini telah selesai 31,42% dari target fisik 26.19% atau deviasi plus 5,23%.

Untuk pembangunan PDAM Sleman yang dikerjakan PT Heri  Jaya Palung Buana dengan nilai kontrak Rp8,566 miliar dalam waktu 180 hari dan ditargetkan selesai 29 Desembar 2017. Telah selesai 17,80% dari target awal 16,55% atau deviasi plus 1,25%.

“Untuk itulah dengan adanya peninjauan bersama Tim TP4D  Kejari Sleman ini diharapkan pelaksanaan pembangunan dapat terpantau dengan baik dan tidak ada penyimpangan,” tegas bupati dua periode itu.

Hal ini juga sesuai dengan fungsi TP4D, di antaranya mengawal, mengamankan dan mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan melalui upaya-upaya pencegahan atau preventif dan persuasive baik ditingkat pusat maupun daerah sesuai wilayah  hukum penguasaan masing-masing. (sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bupati Sleman Minta Pembangunan Menara Masjid Agung Sleman Dikebut"

Posting Komentar