Sleman Awasi Peredaran Narkoba Di Depok


sembada.id – Kabupaten Sleman saat ini bukan lagi menjadi tempat transit narkoba, namun sudah menjadi tempat peredaran barang haram tersebut. Untuk peredaran sendiri paling banyak di kecamatan Depok.  Hal ini lantara wilayah Depok bukan hanya padat, namun juga pendudukanya heterogen. Di mana dengan banyaknya perguruan tinggi dan pusat perbelajaan menjadikan Depok banyak dihuni pendatang dari seluruh Indonesia.

“Karena itulah, Depok mendapat perhatian khusus untuk peredaran narkoba ini,” kata sekretaris daerah (Sekda) Sleman Sumadi saat menerima  kunjungan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Bulungan, Kalimatan Timur (Kaltim), di lantai III Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Kamis (3/8/2017).

Namun begitu bukan berarti kecamatan lain tidak mendapatkan perhatian. Apalagi untuk memerangi  penyalahgunaan narkoba memerlukan kerja sama semua pihak. Tidak hanya Badan Narkotika Nasional (BNN), namun semua pihak harus turun tangan membantu melawan penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Termasuk melalui  FKDM.” teramgnya.

FKDM  ini  untuk mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat dalam menangkal, mencegah dan menganggulangi segala bentuk pelanggaran hukum serta bentuk gangguan yang meresahkan guna mewujudkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 

Pembentukan FKDM didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri  No. 12 Tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat.  FKDM dimaksudkan untuk membantu instrument Negara  dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat melalui upaya deteksi dini terhadap segala potensi ancaman.


Sekda Bulungan, Kaltim Syafril yang memimpin rombongan FKDM Bulungan, mengatakan hasil dari studi banding ini nantinya akan diterapkan di Bulungan.  Terutama upaya Sleman dalam menekan kasus penyalahgunaan narkoba. (sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sleman Awasi Peredaran Narkoba Di Depok"

Posting Komentar