Dosen FTI UII Kembangkan Pengenal Bahasa Isyarat Tunawicara Berbasis Microsoft Kinetict



sembada.id - Komunikasi selama ini masih menjadi kendala bagi para tuna wicara dalam berinteraksi dengan orang normal, baik di dalam kehidupan maupun saat belajar atau bekerja. Ini lantaran tidak semua orang mengerti dengan bahasa isyarat yang diberikan para tuna wicara saat berkomunikasi. Akibatnya sering terjadi misskomunikasi, bahkan pesan yang disampaikan sering tidak sampai. 

Melihat kondisi tersebut, dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta  Izzati Muhimmah mencoba mengembangkan software berbasis kinetic untuk membantu komunikasi tuna wicara dengan orang normal. Terutama dalam menerjemahkan isyarat tangan para tuna wicara. Sehingga orang akan mengerti apa yang dikatakan atau inginkan tuna wicara tersebut. Kinetic sendiri selama ini lebih dikenal sebagai software untuk game.

“ Sebagai tahap awal, saya  baru fokus pada empat gerakan tangan, terutama pada sendi-sendi di tubuh bagian depan,” kata Izzati di ruang sidang pasca sarjana FTI UII, Yogyakarta, Rabu (25/10/2017).

Menurut Izzati  sofware atau perangkat kinetick yang mempunyai kemampuan penyedia data 3D akan menginformasikan apa yang dikatakan tuna wicara, melalui kamarea infrared yang terpasang pada perangkat sebagai titik point claoud.  Penentuan sendi dikaitkan dengan penentuan pose bahasa isyarat.  Sehingga  dengan gerakan tangan, nantinya akan muncul apa yang dikatakan para tuna wicara.  Dimana Informasi itu akan muncul dilayar.

 “Untuk penelitian awal dengan mengindentifikasi nama buah dari warna, seperti buah apel dan pisang,” terangnya.

Izzati menjelaskan meski dengan pengembangan alat ini sudah bisa mendeteksi apa yang dikatakan tunawicara, namun masih ada beberapa kendala. Di antaranya untuk jarak deteksi gerakan masih terbatas, yakni baru 1,8 meter, kemudian untuk tubuh harus tegak di depan software kinetict. Sebab jika badan miring akan mengurangi tingkat keakuratan dalam membaca.

“40% data dalam mengakses data saat ini  belum mengindentifikasi dengan benar. Karena itu masih perlu pengembangan lagi. Diharapkan nantinya minimal dapat mengkombinasikan 20 gerakan titik sendi, sehingga dapat membaca lebih akurat lagi,” jelasnya.

Selain itu, juga akan memperluas gerakan seluruh tubuh, untuk seluruh kata. Diharapkan dengan penyempurnaan tersebut akan semakin mempermudah tuna wicara saat dalam proses pendidikan maupun bekerja. Dengan begitu akan meminimalisir kesalahan dalam mengartikan bahasa isyarat para tuna wicara.

“Karena itu, saya akan terus menyempurnakan pengembangan software ini,” tandasnya.

Untuk pengembangan ini Izzati bekerja sama dengan tiga mahasiswa Raja Manggala University of Technology (RMUT) Thailand yang sedang melaksanakan tugas belajar di UII, dalam rangka pertukaran mahasiswa antara UII dan RMUT. Dimana masalah komunikasi bagi tuna wicara ini juga masih menjadi kendala di Thailand.  Sehingga selama di UII mereka juga membangun sistem untuk pengambangan software kinetick.


“Komunikasi bagi tuna wicara atau tuna runggu di negeri kami masih menemui kendala yang besar, terutama di bidang pendidikan dan pekerjaan. Karena itu, kami mengembangkan sistem guna membantu mereka,” kata salah satu mahasiswa RMUT, Pollacha Jeakhajorm yang ikut  memaparkan kinerja sofware kinetick untuk tuna wicara di UII tersebut. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dosen FTI UII Kembangkan Pengenal Bahasa Isyarat Tunawicara Berbasis Microsoft Kinetict "

Posting Komentar