Parkir Di Yogya Tidak Aman, 90% Curnamor Terjadi Di Parkiran



sembada.id - Masyarakat DIY yang akan menitipkan kendaraan bermotor, terutama roda dua di tempat parkir diminta hati-hati dan menambah kunci pengaman di kendaraannya.  Sebab tempat parkir tersebut belum menjamin keamanan kendaraan bermotor tersebut.  Indikasinya dari kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), 90% terjadi di tempat parkiran itu.

Direktur  reserse kriminal umum (Dir Reskrimum) Polda DIY  Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan secara umum untuk modus curanmor bervariasi, seperti memakai kunci T, gendam dan sengaja mengincar sepeda motor  yang kuncinya masih tertinggal di kendaraan tersebut.  Baik yang ditinggal di  parkiran resmi maupun yang  ditinggal di parkiran umum atau tepi jalan.

“Bahkan saat ini pelaku curanmor lebih banyak terjadi di tempat parkiran resmi,” kata Hadi Utomo saat gelar ungkap kasus di Mapolda DIY, Jl Pajajaran, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (27/10/2017).

Hadi menjelaskan bukti curanmor banyak terjadi di parkiran dapat diketahui dari jumlah laporan yang masuk. Dimana  dari 99 kasus  laporan kehilangan kendaraan bermotor, 90% di antaranya terjadi di parkiran.  Namun apakah  ada keterlibatan oknum petugas parkir atau tidak sekarang masih dalam tahap pengembangan.

“Yang jelas untuk masalah ini kami sudah ada alat bukti,” ungkapnya.

Selain itu, juga akan melakukan koordinasi  dengan  instansi terkait, terutama data tempat parkir dan siapa saja nama pengelola dan petugas parkir di tempat tersebut. Termasuk ke depannya akan memberikan identitas bagi mereka serta di seluruh tempat parkir harus ada CCTV. Sehingga akan mengetahui  keluar masuk kendaraan dan yang membawanya. 

Sedangkan selama operasi curanmor Progo, selama 14 hari, yaitu mulai 10-23 Oktober lalu, berhasil  22 kasus. Dari jumlah itu berhasil mengamankan 36 tersangka dan 231 barang bukti kendaraan bermotor.  22 kasus itu paling banyak di Sleman, 12 kasus, disusul Bantul sembilan kasus,  Kota Yogyakarta empat kasus dan masing-masing dua kasus di Kulonprogo dan Gunungkidul ditambah yang diungkap Polda tiga kasus

“Perkara tersebut sekarang masih dalam proses penyelidikan,”  terangnya.

Hadi menambahkan, dengan adanya penangkapan tersangka dan pengamanan barang bukti, meminta masyarakat yang kehilangan kendaraan bermotor bisa mengecek ke kantor polisi terdekat.  Terutama dimana mereka melaporkan kehilangan kendaraan bermotor tersebut.  Jika sesuai dengan datanya, bisa langsung mengambilnya.


“Untuk pengambilan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Yang penting semua dokumen kendaraan bermotor disiapkan,”  tandasnya.(sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Parkir Di Yogya Tidak Aman, 90% Curnamor Terjadi Di Parkiran"

Posting Komentar