Sleman Dan Magelang Bahas Kamtibmas Perbatasan



sembada.id  – Forum komunikasi wilayah perbatasan Sleman dan Magelang mengadakan pertemuan membahas masalah keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtimas),  di kantor kecamatan Tempel, Sleman, Senin (9/10/2017). 


Hal ini penting, sebab di perbatasan tersebut rawan terhadap gangguan kamtibmas, terutama tindak kriminalitas dan masalah sosial lainnya. Diharapkan dengan adanya pertemuan itu akan ditemukan
solusi guna mengatasi permasalahan yang selama ini terjadi. Sehingga
di kawasan perbatasan akan terjadi kondisi yang kondusif aman dan tentram.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, beberapa kerawanan yang harus
menjadi perhatian, di antaranya masalah penambangan di sepanjang sungai krasak, yang menjadi perbatasan Sleman dan Magelang. Yaitu daerah Tempel, Sleman dan Salam, Magelang.  Dimana pasca erupsi 2010
lalu
daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Gunung merapi. Di antaranya sungai Krasak banyak timbunan material.

“Material Merapi di sungai krasak ini menjadi komoditas yang menjadi
tumpuan perekonomian sebagian warga yang berada di sekitarnya,” kata Sri Purnomo dalam sambutan tertulis dalam forum tersebut yang
dibacakan kepala Satpol PP Sleman Hery Sutopo.

Hanya saja, seiring dengan berjalannya waktu, material merapi atau
bahan galian C itu mulai menipis. Hal ini tentu harus menjadi perhatian baik Sleman dan Magelang. Sebab bila penambangannya tidak
terkendalikan, buka hanya akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang
  berdampak pada wilayah lain, tetapi juga gesekan sosial.

“Jangan sampai ini terjadi, karena itu perlu ada solusi,” terangnya.

Menurut Sri Purnomo, permasalahan yang harus di selesaikan bersama,
yaitu tindak kriminalitas, anak jalanan, pengedaran narkoba dan permasalahan keamanan dan ketertiban antar wilayah. Untuk itu, melalui forum tersebut ada titik temu dalam mengatasi permasalahan yang telah sedang dan akan terjadi di wilayah perbatasan.

“Masing masing wilayah harus dapat mengkomunikasikan dan menyampaikan
berbagai permasalahan yang ada, sehingga dapat ditanggulangi bersama,” ungkapnya.

Hal lain yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu, yakni terjalinnya
komunikasi dan silaturahmi baik pemerintah Sleman dan Magelang, maupun masyarakat di kedua wilayah, terutama Tempel dan Salam.

Kapolsek Salam, Magelang AKP Maryadi menambahkan untuk wilayah
perbatasan memang yang harus dan perlu diwaspadaim, yaitu masalah kamtimbas, khususnya tindak kriminal. Untuk itu, masalah pengamanan di kedua wilayah harus terus ditingkatkan, termasuk juga harus ada pembinaan dan penyuluhan bagi masyarakat di kedua wilayah.

“Kami harapkan potensi dan kerawanan konflik sosial di perbatasan
dapat diatasi dan dicegah. Karena itu perlu kesepakatan bersama,”  tambahnya.

Hal senada diungkapkanKepala Satpol PP Jawa Tengah Linung Nugroho
Rahmadi. Menurutnya dengan adanya forum tersebut, diharapkan bukan hanya akan mempererat jalinan komuikasi, namun yang lebih penting lagi, akan mempermudah akses masyarakat  yang membutuhkan infomrasi dan juga mampu menjawab permasalahan publik dengan cepat. (sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sleman Dan Magelang Bahas Kamtibmas Perbatasan"

Posting Komentar