Sultan Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila Di Kentungan



sembada.id - Peringatan hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober  tingkat DIY dipusatkan di lapangan Monumen Pahlawan Pancasila, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY, Minggu (1/10/2017). Gubernur DIY Sri  Sultan HB X memimpin langsung upacara tersebut.

Dalam upacara ini tidak ada sambutan dari  Sri Sultan, hanya pembacaan Pancasila, UUD 1945, ikrar kesetian kepada Pancasila dan ditutup dengan doa. Usai upacara, dilanjutkan dengan peninjauan Monumen Pahlawan Pancasila yang ada di sisi selatan lapangan.


Dalam peninjauan Gubernur dan pejabat musyawarah pimpinan daerah (Muspida) DIY mendapat penjelasan, dari Kabid Partisipasi Sosial masyarakat Dinas Sosial DIY Eko Darmanto soal sejarah singkat terjadinya penculikan Danrem dan Kasresm 072 Pamungkas, Kolonel Katamso dan Lektol Sugiyono oleh PKI dan dibunuh serta di kubur di Kentungan, selatan Batalyon L. Dimana tempat itu sekarang diabadikan menjadi Monumen Pahlawan Pancasila.

Usai meninjau Monumen, Gubernur DIY dan rombongan, mendapatkan penjelasan tentang relief yang ada di pagar luar monumen. Relief sendiri terbagi menjadi dua bagian satu di pagar luar sisi timur yang ada patung Katamso dan satu di pagar luar sisi barat yang ada patung Sugiyono. Relief di sisi timur mengambarkan tentang awal mula PKI melakukan pemberontakan, penculikan kepada dua perwira Korem 072 Pamungkas, relief sisi barat mengambarkan penemuan dan penetapan
Katamso dan Sugiyono sebagai Pahlawan Revolusi.

Hanya saja untuk peninjauan ini Sri Sultan dan Muspida hanya di relief yang ada di sisi timur pagar monumen. Peninjauan dilanjutkan sampai ke museum Pahlawa Pancasila. Dimana dalam museum itu tersimpang, baju dinas Katamso dan Sugiyono serta barang bukti yang digunakan untuk
membunuh mereka, yaitu kunci mortir dan tiga buah batu sungai sebesar buah kelapa.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengatakan peringatan hari kesaktian Pancasila ini harus menjadi moment instrospeksi dan mengingatkan kembali tentang sejarah kelam bangsa Indonesia. Sehingga diharapkan peristiwa yang sama tidak terjadi lagi.

“Itulah pesan yang disampaikan dalam peringatan hari kesaktian Pancasila,” kata Sultan usai peninjauan Monumen dan Museum Pahlawan Pancasila di Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, DIY, Minggu (1/10/2017).

Untuk itu kebersaam dan saling menghargai  harus  tetap dipertahankan. Dengan begitu semua perbedaan yang ada, tidak akan menyebabkan perpecahan, justu sebaliknya akan menjadi satu kekuatan. Terutama untuk kemajuan pembangunan.  Sehingga ini yang harus  mendapat
perhatian bersama.

“ini yang harus ditekankan, bagaimana hal-hal sepeti itu (pemberontakan) tidak terulang lagi. Sebab bagaimanapun rakyatlah yang menjadi korban,” tandasnya.

Upacara hari Kesaktian Pancasila ini juga dilaksanakan di kabupaten dan kota di DIY, Di antaranya di Sleman, yang di pusatkan di lapangan pemda setempat. Bupati Sleman Sri Purnomo memimpin langsung upacara itu. Upacara sendiri diiukti jajaran Muspida Sleman, para PNS dan perwakilan sekolah yang ada di Sleman.(sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sultan Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila Di Kentungan"

Posting Komentar