UII Gelar Seminar Internasional Penyimpangan Layanan Kesehatan



sembada.id - Program Pascasarjana Fakultas Hukum dan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan  world association for medical law (WAML) menggelar seminar internasional tentang kecurangan dan gratifikasi layanan kesehatan dari perspektif hukum (fraud and gratification in healthcare services across jurisdictions) di hotel Santika, Yogyakarta, Senin (6/11/2017).  

Seminar yang terbagi dalam dua sesi tersebut menghadirkan enam pembicara. Tiga pembicara, yaitu Mohd Akram bin Sahair Mohammad dari IIUM, Berna Arda dari Unoversitas Ankara dan Roscam Abbing dari Utrech University,  membahas soal permasalahan dan solusi layanan kesehatan secara internasional  di sesi pertama dan tiga pembicara, yakni M Nasser dari world association for medical law (WAML), Aroma Elmina Martha dari FH UII dan Syaefudin Ali Akmad dari FK UII  membahas soal pembahasan gratifikasi layanan kesehatan di Indonesia di sesi kedua.

Ketua panitia seminar Agus Triyanta mengatakan selain untuk mengetahui permasalahan dalam layanan kesehatan, baik di Indonesia maupun negara lain,  kegiatan ini juga bertujuan mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Terutama soal penyimpangan dalam layanan kesehatan, baik dari kualitas maupun sistemnya.

“Ini penting, sebab dengan adanya penyimpangan itu menjadikan buruknya kualitas instrumen kesehatan, termasuk adanya pemalsuan obat-obatan,” kata Agus Triyana yang juga ketua program pascasarjana FH UII itu.

Menurut Agus Triyana dengan kulitas yang buruk itu juga menyebabkan diagnosa yang salah  yang berdampak pada pemberian resep yang tidak sesuai dengan seharusnya atau resep obat  mahal yang berorientasi pada kepentingan ekonomi semata.

“Karena itun pencegahan terhadap gratifikasi di bidang kesehatan ini harus ditangani secara serius. Sehingga warga dapat menikmati kualitas pelayanan kesehatan yang baik,” terangnya.

Rektor UII Nandang Sutrisna menambahkan selain dengan seminar, UII juga akan memperketat proses  pendidikan, perbaikan fasilitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang tenaga kesehatan.  Baik dari sisi akademis maupun moral.

“Seperti dalam penerimaan mahasiswa di FK, meski kuotanya 250 mahasiswa, namun hanya membatasi 150 mahasiswa baru. Sehingga mereka benar-benar terseleksi secara ketat,” tandasnya. (wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "UII Gelar Seminar Internasional Penyimpangan Layanan Kesehatan"

Posting Komentar