Koperasi Di Sleman Banyak Yang Tidak Sehat


sembada.id – Jumlah koperasi di Sleman yang kondisinya tidak sehat masih cukup banyak. Terbukti dari 145 koperasi yang dinilai pemkab setempat, hanya 18 atau 12,4 persen koperasi yang kondisinya sehat, sisanya 119 atau 82,1 persen koperasi kondisinya cukup sehat dan 5,5% atau 8 koperasi sedang dalam pengawasan. 

Bahkan  jumlah ini masih bisa bertambah, sebab belum semua koperasi yang ada di Sleman dinilai.  
Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan pemkab Sleman guna meningkatkan kualitas manajemen koperasi. Baik dengan pendampingan maupun merehabilitasinya. 

Kepala dinas koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM) Sleman, Pustopo mengakui hal tersebut. Untuk  penyebabnya sendiri bermacam-macam. Di antaranya, tidak memiliki komitmen, dan tujuan yang jelas ketika dibangun.  Atau koperasi itu dibangun hanya untuk mendapatkan bantuan  dari pemerintah  serta kepentingan pengurusnya.

Selain itu  minimnya modal juga menyebabkan kondisi koperasi menjadi tidak sehat.  Dimana dengan  modal minim,  selain koperasi tidak dapat berkembang, tentunya juga  belum mampu memberikan kepuasan terhadap anggota dan nasabahnya. 

“Penyebab lainnya, koperasi yang belum memiliki SDM yang berkualitas.  Terutama dalam pengelolaan manajemen koperasi itu,”  kata Pustopo saat penyerahan sertifikat  kesehatan koperasi di unit I Pemkab Sleman, Rabu (27/12/2017).

Padahal, koperasi ini memiliki peran yang sangat penting.  Selain sebagai soko guru perekonomian, juga lantaran di Sleman mayoritas usaha masih berbentuk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sementara UMKM banyak yang dihidupi oleh koperasi. 

“Karena itu bagi koperasi yang telah menerima sertifikat  diharapkan segera mengevaluasi, terutama kekurangnya untuk pengembangan dan meningkatkan kualitas,” harapnya.

Menurut Pustopo  untuk penilain koperasi sendiri,  ada beberapa kriteria yang digunakan. Yaitu permodalan, produktivitas, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian, jati diri koperasi  dan kepatuhan prinsip syariah (khusus koperasi syariah).

Menanggapi banyaknya koperasi yang tidak sehat, wakil ketua DPRD Sleman Inoki Azmi Purnomo mengatakan, pengurus, pengawas, penasihat dan anggota koperasi yang solid diperlukan untuk membangun sebuah koperasi yang sehat dan berhasil.  Selain itu, dibutuhkan pelayanan yang memuaskan terhadap seluruh kebutuhan anggota.

‘’Manajemen harus menerapkan sistem kerja yang terbuka dan transparan,’’ katanya.

Inoki menambahkan untuk mewujudkan koperasi yang sehat dan berhasil, juga dibutuhkan inovasi dalam pengembangan usaha. Tanpa adanya inovasi, pengembangan koperasi akan mengalami kemandekan.

"Ditambah lagi, program keanggotaan yang menitikberatkan pada upaya perlindungan usaha perlu diupayakan oleh koperasi agar bisa menimbulkan daya tarik," tambahnya.(sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Koperasi Di Sleman Banyak Yang Tidak Sehat"

Posting Komentar