Longsor Ancam Empat Rumah Warga Prambanan.



sembada.id  –  Empat kepala keluarga (KK)  Dusun Gedang Atas, Sambirejo, Prambanan yang bermukim di perbukitan Watu Payung (Selo Langit) terancam keselamatannya. Ini lantaran bukit yang ada di dekat mereka retak atau merekah.  Sehingga dengan kondisi tersebut sewaktu-waktu  bukit dapat longsor, terutama jika turun hujan deras. Perbukitan itu merekah setelah diguyur hujan selama dua hari, Senin- Selasa (27-29/11) lalu.

Empat KK itu, dua KK berada di bawah bukit dan dua KK di atas perbukitan. Sebagai antisipasi adanya longsor, untuk sementara mereka diminta mengungsi ke tempat yang aman. 

Camat Prambanan Eko Suhargono mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya longsor,  selain dengan mengevakuasi warga,  juga ada rencana untuk meratakan bukit yang retak tersebut. Namun untuk rencana itu,masih akan melakukan koordinasi dengan semua pihak. Diharapkan dengan langkah ini akan menemukan solusi terbaik.

“Atas kondisi ini, masyarakat sekitar khawatir akan terjadi longsor dan berharap agar bisa dijugruke (diratakan) dengan alat berat,” kata Eko usai rapat evaluasi pelaksanaa tanggap darurat, di Pokso Wukirharjo, Prambanan, Senin (4/12/2017) kemarin.

Eko menjelaskan selain rekahan bukit, hal lain yang harus segera ada penangganan di Sambirejo yakni tanah longsor dan amblas serta  terputusnya jalan. Di antaranya talut di sekitar Sambirejo serta jalan Mlakan-Gedang dan Jalan Kikis-Nglengkok terputus. Sehingga untuk sementara jalan yang putus tersebut ditutup.

“Ini lantaranyan  penanganan atau perbaikannya baru akan dilakukan usai musim hujan,” ungkapnya.

Wilayah lain yang perlu penanganan yaitu, jalan  kabupaten Watugudeg di Gayamharjo yang amblas 150 meter  dan  pembersihan longsor tanah di Wukirharjo, Seperti di di Losari II RT 05.  Sama halnya di Sambirejo, amblesnya jalan di Gayamharjo juga baru ditangani dinas pekerjaan umum, perumahan dan kawasan permukiman (DPUPKP) Sleman setelah musim hujan selesai.

“Untuk pembersihan longsoran sementara akan dilakukan secara manual,” terangnya

 Menurut Eko secara umum di Prambanan ada 85 titik yang perlu penangganan.  Baik jalan ambles, tanah longsor dan pembersihan material. Karena itu, selain membutuhkan personil yang banyak, dan alat berat  juga bronjong serta batu. Untuk bronjong sekitar 90 buah dan batu 75 kubik atau 20 rit.

Komandan Rayon Militer Prambanan, Capt. Inf. Sarjono mengatkan siap untuk membantu penanganan di lokasi-lokasi yang masih membutuhkan bantuan. “Kami  akan menerjunkan personil ke lokasi tersebut,” tandasnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengatakan  hingga sekarang masih melakukan inventarisasi rumah yang terdampak dan membutuhkan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Data yang ada saat ini ada sekitar 10 rumah yang membutuhkan relokasi. Jumlah ini akan diverifikasi dan dikoordinasikan lebih lanjut penanganannya,” terangnya.

 Untuk penanganan kerusakan rumah yang sifatnya darurat jika nilainya kecil bisa langsung dilaksanakan dan nantinya bisa tukar nota. Untuk teknisnya masih dipersiapkan oleh BPBD Sleman.

Untuk kebutuhan dasar para pengungsi yang jumlahnya meningkat menjadi 94 jiwa yakni 80 jiwa (19 KK) di Prambanan dan 14 jiwa (4 KK) di Mlati juga akan dipenuhi oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial.

“Sedangkan pengungsi di Gamping yang berjumlah 3 jiwa (1 KK) sudah kembali ke rumahnya,” paparnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Longsor Ancam Empat Rumah Warga Prambanan."

Posting Komentar