Mendikbud Prihatin Dengan Kondisi Kompleks Candi Prambanan



sembada.id  – Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku prihatin dengan kondisi kompleks candi Prambanan,Sleman. Terutama dengan kondisi kanan kiri candi yang masih banyak batu candi berserakan. Sebab dengan pemandangan seperti itu, selain tidak elok juga akan membawa kesan yang kurang baik bagi wisatawan, khususnya manca negara.

Batu candi yang beserakan tersebut, lantaran belum semua anak candi atau candi pewara dipulihkan.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Perlu kerja cepat,  jangan lagi ditunda,” tandas Muhadjir usai memasang kemuncak candi pewara Prambanan deret II No 35 di kompleks Candi Prambanan, Sleman, Kamis (14/12/2017).

Menurut Muhadjir agar pemandangan tersebut tidak ada lagi, maka perlu segera pembenahan dan penataan candi-candi tersebut, yaitu dengan menyusun kembali batu-batu yang belum terpasang itu menjadi candi lagi.  Sehingga kondisi lingkungan candi akan lebih indah, nyaman dan permai. Sehingga kaliu ada pengunjung, akan berkesan dengan pemandangan yang ada.

“ Jangan sampai, mereka, terutama turim mancanegara punya kesan buruk dan mengatakan candi di Indonesia banyak yang berantakan,” tandanya.

Untuk itu, akan mengajak pemerintah daerah, baik propinsi maupun kabupaten atau kota yang memiliki tanggungjawab dengan tempat ini, dapat bersama-sama mempercepat pemugaran candi-candi pewara yang ada di Prambanan ini.

Mengenai anggaran, menurut Muhadjir memang belum ada peningkatan. Tetapi tidak berarti dengan anggaran tersebut tidak bisa meningkatkan jumlah maupun volume pembangunan. Sebab untuk hal ini bisa mengambil dari sisi efisiensi. Apalagi presiden juga sudah meminta kepad semua
jajaran kementerian agar  dengan anggaran yang terbatas, bisa difokuskan para program utama bukan program penunjang.

“Misalnya program pemulihan pemugaran candi, tadi untuk pemugaran hanya 30%, 70% untuk rapat dan kunjungan, ini tidak boleh.  Karena itu akan mengevaluasi anggaran di kemendidkbud, termasuk di dirjen kebudayaan sebagai upaya pengunaan dapat optimal untuk  rehabilitasi candi-candi yang ada,” tandasnya.

Muhadjir menambahkan dengan telah selesainya pemugaran satu candi pewara ini mengharapkan dapat terus dijaga. Sebab sudah terbiasa membangun tapi tidak  terbiasa memelihara. Tabiat yang kurang baik harus dirubah, bisa membangun juga harus bisa memmelihara,  menjaga dan melindungai apa yang telah dibangun

Hal lainnya yang akan menjadi perhatian yaitu, honor bagi juru pugar. Sebab keberadaan mereka sangat penting dalam proses pemugaran candi tersebut. Hanya saja apa yang telah dilakukan belum sebanding dengan upah yang diterimanya.

“Tahun 2018 ada kemungkinan honor dinaikkan, termasuk jika ada formasi PNS akan diprioritaskan,: janjinya.

Kepada Balai Pelestari  Cagar Budaya DIY Ari Setya Astuti mengatakan untuk tahun depan direncanakan akan menambah satu candi pewara lagi. Untuk pemugarannya sendiri sudah melakukan kajian dan studi.

“Jumlah candi pewara yang ada di Prambanan ada 240, dari jumlah itu baru terbangung empat candi sehingga masih tersisi 220 candi pewara. Padahal satu candi membutuhkan waktu satu  tahun untuk memugarnya,” tambahnya.(wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mendikbud Prihatin Dengan Kondisi Kompleks Candi Prambanan"

Posting Komentar