Menlu dan Ketua PP Muhammadiyah Bahas Perdamaian Dunia




sembada.id  - Menteri luar negeri (Menlu) Retno Marsudi dan ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir  mengadakan pertemuan membahas perdamaian dunia ,  baik yang terjadi di kawasan Timur Tengah,Palestina  maupun belahan dunia lain di kantor  PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro No 23, Yogyakarta, Jumat (29/12/2017).

Ada tiga point penting yang menjadi pembahasan dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam  tersebut.  Pertama soal kebijakan Indonesia terhadap permasalahan yang terjadi di dunia, kedua langkah Indonesia dalam menyikapi masalah di Palestina , khususnya klain presiden Amerika Donald Trum soal Jerusalem sebagai ibukota Israil dan ketiga soal kerjasama antara Kemenlu dan Muhammadiayah dalam bidang pendidikan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan untuk masalah di Palestina, Muhammadiyah mendukung langkah diplomas Indonesia , baik sikap tegas,dan berani serta menjadi pelopor dalam menilak keputusan sepihak Trum maupun dalam mengalang dunia Islam, khususnya OKI maupun negara lainnya terhadap keputusan Trum itu.

“Apa yang dilakukan Indonesia ini mendapat dukungan dari 128 negara di dunia,” kata Haedar.

Haedar menjelaskan keputusan Muhammadiyah yang menolak kebijakan Trum , sebenarnya  bukan hanya  untuk perdamaian di Palestina dan Timur Tengah, namun lebih dari itu untuk membawa tantan dunia baru yang damai, adil makmus,sejahtera dan tanpa diskiminasi. Sehingga Muhammadiyah mendukung Indonesia yang memelopori  hal itu.

“Sebab saat ini bukan hanya masalah perdamaian di Palestina danTimur Tengah, tetapi dalam kontek tatanan dunia baru yang memerlukan  perdamian, hak asasi manusia (HAM) secara universal dan tegaknya, demokratisasi  dunia,” terangnya.

Menurut Haedar hal tersebut dilakukan,karena  Muhammadiyah  tidak ingin ada kekuatan adidaya manapun yang bermain politik yang mempertaruhka masa depan dunia.  Sehingga sangat menghargai Indonesia, yang cukupkonsisten dengan poltik bebas aktif, demi tegaknya tatanan dunia yang adil.

Menlu Retno Marsudi mengatakan pertemuan dengan Muhammadiyah ini merupakan pertemua nrutin, untuk  bertukar pendapat  dan meminta masukan soal kebijakan luar negeri, terutama yag menyangkut kepentingan umat maupun beberapa isu yang baru terjadi.  Bukan hanya soal perdamaoan di Palestian namun juga di negara lain.

“Seperti soal Rohingnya juga berkonsultasi  dengan Muhammadiyah. Bahkan untuk bantuan kemanusiaan sampai sekaranh masih berlangsung,” jelasnya.

Untuk Palestina,  Retno menegaskan  Indonesia tetap konsisten dalam mendukung dan memperjuangkan Palestina.  Sebagai langkah taktis,  selain dengan memperkuat diplomasi juga menjaga menjaga soliditas negara-negara OKI. Sehingga endingnya dapat bergerak optimal dalam memperjuangkan Palestina.

“Hal lainnya, yaitu mengalang diplomasi untuk kesatuan  kelompok-kelompok di Palestina. Seperti Hamas dan kelompok lainnya agar bersatu untuk perjuangan Palestina selanjutnya,” paparnya.
Selain itu, juga membahas soal kerjasama pendidikan di Pilipina Selatn.  Untuk hal ini, selain dengan melakukan pertukaran guru untuk mengajar juga memberikan beasiswa kepada warga Pilinina, khususnya di daerah Mindano.

“Dalam hal ini Muhammdiyah sudah memiliki kapasitas beasiswa, yang bisa diterapkan di Pilipina selatan itu,” tandasnya.(sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Menlu dan Ketua PP Muhammadiyah Bahas Perdamaian Dunia"

Posting Komentar