Polda DIY Miliki 2163 Tunggakan Kasus




sembada.id – Kepolisian daerah (Polda DIY) hingga penghujung tahun 2017 masih memiliki sederet tunggakan  kasus yang harus diselesaikan. Data Polda setempat,  dari 4 795 jumlah kasus yang ada di sepanjang tahun 2017,  yang terselesaikan baru  2632 atau 54,89%, sisanya 2163 atau  45,11%  kasus belum tuntas, sehingga menjadi  utang  jajaran korps baju cokelat itu.

Kasus-kasus yang belum terselesaikan, di antaranya kasus pencurian dengan pemberaran (curat) dari 577 kasus, baru selesai 216 kasus. Pencurian dengan kekerasan (curas) dari 118 kasus, baru 53 yang terselesaikan.  Pencurian biasa, dari 508 kasus, selesai 268 kasus.

Untuk kasus penyalagunaan narkoba, tercatat ada 371 kasus,  baru 323 kasus yang terselesaikan. Sama halnya dengan kasus penipuan dari 700 kasus, yang sudah terselesaikan 301 kasus.   Pengelapan atau fidusia, dari 373 kasus, selesai 184 kasus, pengiayaan, dari 340 kasus, selesai 239 kasus.

Kemudian, untuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dari 143 kasus, baru 88 kasus yang selesai .
Begitu juga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sepanjang 2017, Polda DIY mencatat ada 588 kasus. Namun baru 117 kasus yang selesai.

“Dalam jumlah itu paling pertama di wilayah Polres Sleman, diikuti, Polresta Yogyakarta, Bantul, Kulonprogo dan terakhir Gunungkidul,” kata Waka Polda DIY Kombes Pol Teguh Sarwono saat memberikan keterangan soal kinerja Polda DIY tahun 2017, di aula gedung serbaguna Polda DIY, Jumat (29/12/2017)

Menurut Teguh dari  sejumlah kasus tersebut, kasus Curanmor  masih mendominasi dan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlahnya yang meningkat. Untuk kasus lain rata-rata kasusnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan tahun 2016. sehingga ini harus menjadi perhatian bersama. 

“Untuk kasus curanmor, tahun 2016 ada 526 kasus, untuk tahun 2017 menjadi 558 kasus , naik 32 kasus atau 6,08%,” paparnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan untuk tunggakan kasus yang belum tertanggani tersebut, komitmen akan menyelesaikannya. Untuk itu, pada tahun 2018, selaian akan menanggani perkara yang dilaporkan, juga akan menyelesaikan tunggakan kasus 2017.

“Semua tunggakkan perkara merupakan hutang kami, maka  semua akan kami selesaikan,” tandas Hadi Utomo.

Menurut Hadi Utomo perkara yang belum selesai itu, di antaranya karena masih dalam penyelidikan  maupun perkara P19.  Untuk itu, perkara yang masih penyelidikan dan belum akan ada tersangkanya, akan diusahakan ditangkap dan yang menjadi daftar pencarian orang (DPO)  akan dicari. Untuk perkara P19, karena diangap jaksa belum sempurna, akan melengkapinya.

“Karena itu, untuk tunggakan kami tidak ada prioritas, yang jelas harus kami tuntaskan,” janjinya.(wpr)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Polda DIY Miliki 2163 Tunggakan Kasus"

Posting Komentar