Tidak Miliki Izin, Tiga Bangunan Di KRB Dipasangi Papan Peringatan





sembada.id  - Pemkab Sleman  memberikan peringatan kepada pemilik tiga bangunan yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi. Masing-masing G riya Persada Hotel di Hargobinangun dan Rusun Santri di Purwobinangun, Pakem serta  The Lost World Castle, di  Petung, Kepuharjo, Cangkringan.

 Selain tidak memiliki izin,  lokasi yang ada bangunannya tersebut,  merupakan daerah konservasi  air dan kawasan lingdung tanam nasional Gunung Merapi (TNGM) serta daerah yang terdampak langsung erupsi Merapi. Sehingga tidak boleh ada bangunan.

Sekretaris daerah (Sekda) Sleman Sumadi mengatakan selain untuk pengedalian pemanfaatan ruang,  pemasangan papan peringaran ini juga sebagai bentuk sosialisasi tentang penataan ruang. Terutama di KRB Merapi tidak boleh ada bangunan baru.  Sebab kawasan tersebut bukan hanya  terdampak langsung Erupsi Gunung Merapi namun juga sebagai kawasan  konservasi  air.

“Ini hanya sebagai langkah awal, sekaligus pemetaan dan mitigasi, sebab nantinya semua  bangunan baru  di  KRB III  Merapi akan diberi papan peringatan,” kata Sumadi di sela-sela  pelepasan acara pemasangan papan peringatan di Bappeda Sleman, Selasa (5/12/2017).

Untuk itu berharap agar pemilik bangunan mematuhi  papan peringatan  ini.  Jika pemilik tidak mengindahkan akan melakukan tindakan tegas,  baik pembongkaran bangunan, termasuk akan membuat berita acara (BA) penindakan untuk dibawa ke pengadilan.  Apalagi pemkab memang  tidak pernah memberikan izin untuk pendirian bangunan tersebut.

“Jadi apa yang kami lakukan ini sudah sesuai dengan SOP,” tandasnya.

Hanya saja Sumadi belum bisa memberikan keterangan beri lama waktu agar pemilik bangunan tersebut menghentikan pembangunan dan kegiatan di tempat tersebut.  Alasannya untuk masalah itu, penjelasannya  ada dalam peraturan agraria dan tata ruang (ATR). Termasuk langkah  penangganannya.

Direktur penataan dan pemanfaatan tata ruang kementerian agraria dan tata ruang Suryahman mengatakan  sesuai dengan undang-undang, pemasangan papan peringatan ini  juga sebagai edukasi sekaligus  untuk mengetahui apa saja permasalahan dan kendala yang dihadapi pemkab Sleman dalam menanggani permasalan tata ruang di daerahnya.

“Dari sini akan diketahui apa yang dibutuhkan pemkab Sleman, sehingga kesulitan itu akan disupport sekaligus memberikan pembinaan, sebelum melakukan tindakan tegas,”  ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Suprayitno menegaskan karena potensi bencana di KRB III sudah jelas, maka pemanfaatan ruangnya  untuk kegiatan kawasan lindung bukan untuk permukiman. Jika ada bangunan baru, maka manfaatnya untuk mendukungan kawasan lindung dan konservasi TNGM.

“Karena itu jika ada bangunan yang tidak sesuai dengan aturan harus ditertibkan dan ditindak tegas,”  paparnya

Sementara itu,  pemilik Lost World Catle Ahmad Shaukani mempertanyakan kebijakan Pemkab Sleman tersebut.  Sebab bukan hanya tempat itu yang ada tempat wisata, tetapi di daerah KRB lain juga ada tetapi tidak tersentuh. Padahal  dengan adanya destinasi ini sedikitnya 70 warga Cangkringan  tercukupi kehidupannya.

“Yang penting kan, kami tahu rambu-rambunya.  Termasuk jika ada tanda-tanda erupsi  akan tutup dengan sendirinya.  Kalau malam tempat ini juga tidak ada penghuninya,” tanyanya. (wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tidak Miliki Izin, Tiga Bangunan Di KRB Dipasangi Papan Peringatan"

Posting Komentar