TNI AU Tambah 24 Instruktur Penerbang Militer




sembada.id - Komandan Komando Pendidikan dan latihan Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsekal Muda (Marsda) TNI  Marsekal Muda (Marsda) TNI Chairil Anwar menutup pendidikan Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) Angkatan 77 TNI AU dan SIP Angkatan 78 TNI  di Gedung Jupiter Lanud
Adisutjipto Yogyakarta, Rabu (13/12/2017).

Pendidikan SIP  ini meluluskan  24 perwira. Terdiri 14 perwira penerbang dari TNI AU lulusan sekbang lanud Adisutjipto yang tergabung dalam SIP angkatan 77 dan 10 perwira penerbang TNI gabungan ( lima penerbang perwira TNI AL, empat penerbang perwira TNI AU dan satu
penerbang perwira  TNI AD) yang tergabung dalam SIP angkatan 78.

Mereka dinyatakan lulus dan selanjutnya akan  bertugas di Skadron- Skadron  operasional di jajaran TNI AU, AD dan AL. SIP angkatan 77 dan 78 sendiri berlangsung selama 29 bulan mulai 11 Juli 2017 lalu.

Dankodiklatau Marsda TNI Chairil Anwar mengatakan  meski telah menyelesaikan pendidikan bukan berarti tugas telah selesai. Namun justru sebaliknya tantangan yang akan dihadapi semakin berat. Baik mengaplikasikan maupun mengembangkan ilmu, terutama yang berkaitan dengan teknologi kedirgantaraan serta penerbangan.

"Karena itu kalian harus terus mengembangkan kemampuan diri dengan terus belajar dan berlatih sehingga mampu mendidik penerbang yang profesional," tandas Dankodiklatau.

Selain itu,  juga harus mengembangkan pengetahuan ketrampilan dasar penerbangan militer, menghayati dan mengimplementasikan dalam pelaksanaan, sehingga saat melaksanakan tugas dapat  menjalankannya dengan optimal.

Kapentak Lanud Adisutjipto Mayor Sus Giyanto menambahkan pendidikan SIP berlangsung selama enam bulan, yaitu sejak bulan Juni lalu. Berhasil menjadi lulusan terbaik SIP TNI AU A-77 yaitu Kapten Pnb Yusuf Atmaraga dari Skadron 16 Pekanbaru. Sedangkan terbaik dari SIP TNI A-78 yakni Kapten Pnb. Satria Tikwana Ratih dari Skadron 11 Hasanudin.

“Lafran Pane juga merupakan orang yang sejak dulu telah memiliki pikiran jika untuk memperkuat sistem presidential harus dilakukan lewat pemilihan langsung. Padahal, kala itu pemilihan langsung bahkan dianggap haram,” ungkapnya.

Mahfud menambahkan Lafran pula yang menegaskan umat Islam Indonesia harus memiliki kesetiaan dan berjuang mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila  bukan berdasarkan agama, dan persenyawaan konsep agama dan negara itu lahir dari HMI.(sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TNI AU Tambah 24 Instruktur Penerbang Militer"

Posting Komentar