Warga Mlati Bingung Cari Solusi Perbaikan Jalan Rusak


sembada.id –  Ruas jalan yang menghubungkan dusun Jetis, Sinduadi dengan dusun  Ngempak, Sedangadi, Mlati, Sleman sepanjang 500 meter kondisinya rusak parah.  Selain badan jalan hampir tidak ada aspal dan hanya tersisa kerikil atau batu-batu kecil, di beberapa tempat juga berlubang.  Sehingga sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan bermotor, terutama roda dua.

Kerusakan sendiri sudah terjadi tiga tahun lalu. Namun hingga sekarang belum ada tanda-tanda akan segera diperbaiki. Padahal jalan ini merupakan akses utama warga,setempat.

Tokoh masyarakat setempat Subandi Kusuma  mengatakan ruas  jalan dua dusun tersebut kondisinya memang sangat memprihatinkan. Namun bukan berarti membiarkannya. Sebab untuk masalah tersebut sudah melaporkan dan mengajukan perbaikan jalan ke pemkab Sleman.  Baik melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa maupun ke pemkab  langsung. Hanya sampai sekarang belum ada realisasinya.  Padahal sudah mengajukan perbaikan tiga tahun lalu.

“Kami tidak mengetahui apa sebabnya jalan yang rusak itu tidak segera diperbaiki,” ungkap Subandi, Jumat  (15/12/2017).

Menurut Subandi, akibat rusaknya jalan tersebut,  bukan hanya menghambat aktivitas namun juga membahayakan keselamatan warga sekitar. Sebab tidak jarang warga sering terperosok di lubang jalanan. Apalagi saat musim hujan ini.  Hal tersebut bukan hanya mengakibatkan luka namun juga ada yang patah kaki.

“Karena itu agar tidak ada korban lagi  maka jalan itu perlu diperbaiki,” tandasnya.

Hanya masalahnya warga  bingung,  mengadu kepada siapa untuk permasalahan tersebut. Sebab desa jelas tidak mampu untuk memperbaiki, sedangkan pemkab dengan alasan bukan jalan kabupaten bukan kewenangannya dan menyarankan agar mengunaka anggaran bantuan khusus kecamatan (BKK). Padahal BKK juga tidak mungkin untuk perbaikan jalan.

“Sebenarnya untuk kerusakan jalan itu, kami  sudah berinisiatif  memperbaiki dengan semen. Namun itu tidak berlangsung lama, sebab rusak lagi,” jelasnya.

Untuk itu, meminta kepada pemkab untuk mau turun tangan untuk permasalahan ini. Jika tidak dipastikan kerusakan jalan akan bertambah. Terlebih saat musim hujan.

Kepala dinas pekerjaan umum perumahan dan kawasan permukiman (DPUPKP) Sleman Sapto Winarno mengatakan sesuai aturan untuk kerusakan jalan desa menjadi kewenangan desa setempat. Namun begitu, tetap akan memperhatikan keberadaan jalan yang rusak tersebut.  Terutama mencari solusinya, agar tidak  berbenturan  dengan aturan.(wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Mlati Bingung Cari Solusi Perbaikan Jalan Rusak"

Posting Komentar