2018, Sleman Targetkan PBB P2 Rp82,58 Miliar


sembada.id -Pemkab Sleman tahun ini mentargetkan penerimaan pajak bumi dan bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB P2) Rp82,58 milyar.  Jumlah tersebut berasal dari 618.404 surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT).  

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan untuk mendukung kesuksesan pembayaran PBB P2, selain dengan peningkatan profesionalisme aparatur pajak termasuk kecepatan penyampaian SPPT PBB kepada para wajib pajak.  Hal lainnya yang tidak kalah penting yaitu kesadaran para wajib pajak dalam membayar PBB P2.

“Perlu adanya peningkatakan kesadaran dalam membayar PBB P2,” kata Sri Purnomo saat penyerahan SPPT PBB P2 di pendopo rumah dinas bupati, Rabu (3/1/2018).

Untuk itu,  meminta kepada  PNS, terutama yang menjadi wajib pajak PBB P2, bisa menjadi panutan dan teladan masyarakat, dengan membayar kewajibannya di awal waktu. Sehingga dengan penyampaian SPPT PBB  P2lebih awal, diharapkan lebih mendorong para wajib pajak untuk sesegera mungkin membayar pajak.

 “Oleh karena itu, saya minta kepada seluruh kepala desa untuk segera mendistribusikan SPPT PBB P2 ini kepada para Dukuh, dan turut serta memantau pembayaran PBB masyarakat sehingga dapat selesai tepat waktu sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” harapnya.

Menurut Sri Purnomo dengan langkah tersebut  diharapkan ketetapan PBB P2 2016 dapat tercapai. Apalagi PBB merupakan bagian dari pajak daerah, yang sangat dibutuhkan sebagai modal pembangunan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Kepala badan keuangan dan aset daerah (BKAD) Sleman Harda Kiswaya mengakui untuk realisasi penerimaan PBB P2 tiap tahun belum sesuai dengan potensi yang ada. Namun hal itu bukan berarti phaknya tidak maksimal dalam menjalankan tugas, melainkan lebih disebabkan adanya hal-hal teknis. Terutama yang menyangkut dengan persoalan administrasi. Seperti salah alamat, sudah ganti nama dan sebagainya.

“Inilah yang menjadi kendala selama ini mengapa realisasi tidak sesuai dengan potensi,” ungkapnya.

Harda menjelaskan atas kondisi tersebut, maka bisa diketahui mengapa untuk realisasi PBB P2  selama ini, selalu dibawah potensi dan untuk targetnya berada di kisaran 80% dari potensi tersebut. Seperti  tahun 2017 dari ketetapan pokok Rp74,7 miliar dengan SPPT PBB P2 614.547 lembar hanya terealisasi Rp62,4 miliar dengan SPPT PBB P2 496.121 lembar, atau hanya tercapai 79,9% dari pokok ketetapan akhir. 

Sehingga guna memaksimalkan penerimaan pajak, selain dengan melakukan pembaharuan basis data, juga mengandeng badan pertanahan nasional (BPN) Sleman dan notaris, termasuk dengan desa setempat.  khususnya yang menyangkut dengan SPPT yang kurang atau tidak benar.

“Dari masukan dan informasi itu, nantinya akan digunakan untuk kepentingan ini,” paparnya.

Selain itu, untuk mendongkrak pendapatan PBB P2,  yakni dengan menyampaikan SPPT P2 kepada wajib pajak lebih awal, wajib pajak  dapat menyiapkan diri dan dengan waktu yang cukup panjang dapat membayar sebelum jatuh tempo 30 September mendatang. Untuk pembayaran sendiri dapat dilakukan di BPD DIY, BRI Syariah,  bank Mandiri dan ban BNI (wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "2018, Sleman Targetkan PBB P2 Rp82,58 Miliar"

Posting Komentar