Curanmor dan Curat Dominasi Operasi Lilin Progo 2017


sembada.id – Kepolisian daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  mencatat terjadi 29 kasus konvensional  selama 10 hari operasi lilin progo 2017, mulai 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018. 

Dari jumlah ini pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan  (curat) paling mendominasi.  Curanmor  ada 13 kasus, curat 10 kasus, sisanya pencurian dengan pemberatan (curat) dan penganiayaan berat (anirat) masing-masing tiga kasus. 

Jumlah ini jika dibandingkan dengan kegiatan operasi lilin progo tahun sebelumnya meningkat signifikan. Sebab tahun 2016 hanya ada lima kasus,  terdiri dari curanmor dan curat dua kasus dan curas satu kasus.

“Tren kejahatan konvensional  operasi lilin progo 2017 naik 480%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto saat jumpa pers soal hasil operasi lilin progo 2017 di lobi Polda DIY, Selasa (2/1/2018).

Yulianto menjelaskan secara umum gangguan keamanam dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama operasi lilin progo 2017 juga meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Tercatat untuk gangguan kamtibmas tahun ini, ada 65 kasus, sedangkan tahun lalu hanya 52 kasus atau naik 25%.

“65 kasus itu, kejahatan 50 kasus, gangguan 13 kasus serta masing-masing satu kasus  untuk pelanggaran dan bencana.  Untuk tahun lalu kejahatan 43 kasus dan gangguan sembilan kasus. Pelanggara dan bencana nihil,” papar mantan Kapolres Sleman itu.

Menurut Yulianto untuk menjaga kamtibmas, selain dengan melakukan operasi lilin progro, Polda DIY juga telah membentuk  tim progo sakti. Tim ini beranggotakan dari jajaran Satreskim,  Sabhara, Intelkam dan Brimob.  Tim tersebut melakukan patroli secara rutin di daerah-daerah yang dinilai rawan kamtibmas.

“Hal ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan dan penindakan adanya kamtibmas,”  terangnya.
Kasubbid Penmas Humas Polda DIY Kompol Sri Sumarsih menambahkan  selama operasi lilin progro 2017, juga mencatat 39 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas).  Dari kasus itu, enam orang meninggal dunia, lima orang luka berat dan 47 orang luka ringan dengan total kerugian diperkirakan Rp152,5 juta.

“Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah itu juga meningkat signifikan. Sebab tahun lalu hanya terjadi 27 kasus laka lantas, empat orag meninggal dunia, satu orang luka berat dan 41 orang luka ringan serta kerugian Rp12,2 juta,” jelasnya.


Selain itu juga melakukan menindak 5914 pelanggaran lalu lintas  (lalin) baik roda dua maupun roda empat.  Dari jumlah itu 3462 pelanggar mendapat surat teguran dan 2452 medanpat surat tilang. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah pelanggaran lalin juga meningkat. Tahun lalu jumlahnya 3477 pelanggar.  1607 mendapat surat teguran dan 1870 mendapat surat tilang.(wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Curanmor dan Curat Dominasi Operasi Lilin Progo 2017 "

Posting Komentar