Kasus Klitih Kembali Terjadi Di Sleman

    Petugas Polsek Prambanan meminta keterangan pelaku perampasan HP di Jirak, Bokoharjo, Prambanan, Minggu (28/1/2018) di Mapolsek                        Prambanan, Senin (29/1/2018)

SEMBADA.ID  –Kenakalan pelajar atau yang sering disebut klitih kembali terjadi di wilayah hukum Sleman. Kali ini terjadi di Bokoharjo, Prambanan,  Minggu (28/1/2018) dini hari. Terungkapnya kasus ini, setelah warga Prambanan berhasil menangkap   warga Sanan Gundukan, Tirtomartani, Kalasan, RAW, 14   seorang  pelaku klitih.  Mirisnya lagi dalam melakukan aksinya  dalam kondisi mabuk minuman keras (miras) jenis ciu.

RAW ditangkap  di Kunden,  Jogotirto, Berbah usai melakukan perampasan handphone pengendara motor di wilayah Jirak, Bokoharjo, Prambanan.   RAW   sendiri  tercatat  sebagai  pelajar kelas VIII   salah satu  SMP negeri  di Prambanan.   Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya RAW diserahkan kepada Polsek Prambanan.

Kapolsek Prambanan Kompol Rini Anggraeni   mengatakan sebelum melakukan perampasan, terlebih  RAW  bersama teman-temannya yang berjumlah 10 orang melakukan pesta miras jenis ciu di lapangan Piyungan, Bantul,  Sabtu  (27/1/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.  Usai pesta miras, sekitar pukul 24.00 WIB mereka  berputar-putar seputar Piyungan-Prambanan  mengunakan lima motor dengan berboncengan. 

Namun saat di perempatan pasar  Gendeng, Madurejo, Prambanan, ketemu dengan patroli Polsek Prambanan.   Takut dikejar,  rombongan  tersebut  memacu kendaraaan ke arah timur dan berputar lagi ke barat hingga sampai di selatan rel Jalan Yogya-Solo KM 14,5 Tirtomartani dan membubarkan diri. 

“RAW  yang memboncengkan Penggok , 20  dengan  morot KLX warna  hijau tanpa plat masih berputar-putar,  hingga pukul 02.00 WIB  di daerah Gendukan, Tirtomartani, Kalasan melihat ada motor  matic dengan tiga penumpang  dan  membututinya,”  Kata Rini di Mapolsek Prambanan, Senin (29/1/2018).

Sesampainya di perempatan Jirak,  Bokoharjo, Prambanan,  setelah dekat dengan motor matic itu, Penggok  meminta mereka berhenti.  Untuk menghentikannya dengan mengeluarkan tembakan dari  senjata airsoft gun sebanyak dua kali. Pertama  tembakan peringatan kedua mengarah ke pelaku namun tidak kena.

“Mendengar tembakan itu, mereka  akhirnya berhenti dan setelah berhenti,  Penggok  meminta  HP merek Advan yang dibawa pemboceng yang ada di tengah.  Yaitu milik Vito Tri Hendrawan, 16, Warga Kebondalem, Klaren. Setelah itu kabur ke arah jalan Piyungan-Prambanan,”   terangnya.

Setelah melakukan perampasan itu, RAW dan Penggok yang mengunakan motor KLX warna hijau tanpa plat nomor pergi ke rumah Mahendra, temannya di  Kunden, Jogotirto, Berbah.   Sementara tiga orang itu, karena ketakutan  pergi ke arah selatan hingga dusun Jragung. Jogotirto, Berbah ketemu warga yang sedang ronda dan menceritakan kejadian tersebut.

Mendengar itu, warga ada yang melihat kendaraan seperti yang diceritakan tiga orang tersebut ke arah Kunden. Kemudian melakukan pencarian ke  Kunden dan menemukan motor tersebut di rumah Mahendra. Motor itu ditutupi dengan karung putih dan akhirnya menangkap RAW. Hanya saja, Penggok  berhasil melahirkan diri.

“Saat ini kami masih mencari Penggok dan ditetapkan sebagai DPO,”  katanya.  

Kasi Humas Polsek Prambanan Aiptu Ahmad Muclis menambah  RAW  dalam perkara tersebut dijerat dengan pasal 368 tentang perampasan dengan ancaman k hukuman sembilan tahun.  Namun karena RAW masih dibawah umur, yang bersangkutan tidak ditahan, tetapi wajib lapor Senin dan Kamis.

RAW dihadapan petugas mengaku, baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut dan menyesal dengan apa yang  telah dilakukan.  Apalagi tindakannya tersebut  dalam keadaan mabuk setelah  pesta miras.  Soal keberadaan Penggok dirinya tidak mengetahuinya.

 Penggok sendiri merupakan ketua kelompok gank mereka yang dinamakan EFS singkatan dari eks school figter.  EFS sendiri merupakan kelompok dari tiga sekolahan, dua SMP negeri di Piyungan dan satu SMP negeri di Prambanan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kasus Klitih Kembali Terjadi Di Sleman"

Posting Komentar