Kenakanal Anak Di DIY Kembali Bawa Korban


  
   Dua tersangka kasus klitih  AS, 18 warga  Pringokusuman,  Gedongtengen, Yogyakarta  dan  ARS, 18 warga Gedongkiwo,Mantrijeron, Yogyakarta         diperlihatan petugas  saat ungkap kasus di Polda DIY, Senin (22/1/2018).


SEMBADA.ID –Kenakalan anak sekolah (klitih) di DIY  kembali membawa korban.  Kali ini warga Yogyakarta, Taufik Nur Hidayat, 39  harus  meregang nyawa  setelah dua pelajar SMA swasta di Yogyakarta, masing-masing AS, 18  warga  Pringokusuman,  Gedongtengen, Yogyakarta  dan  ARS, 18 warga Gedongkiwo,Mantrijeron, Yogyakarta,  melempar  batu seberat 4 kilogram (kg)  ke arah mobil Toyota Camnri AB H 7716 JC  yang dikendaraan Taufik Nur Hidyat  saat berpapasan di Sembuh Kidul, Sidomulyi, Godean, Sleman, Kamis (4/1/2018) tengah malam.
Akibat kejadian itu, selain kaca depan sebelah kanah mobil itu pecah,  juga menyebabkan Taufik Nur Hidayat  tidak sadarkan dan setelah  beberapa hari mendapatkan perawatan di RS PKU Muhammadiyah, Yogyakarta, Selasa  (9/1/2018) meninggal dunia, karena mengalami luka yang cukup parah  di bagian mata, hidung dan pelipis.

Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Wadir Reskrimum) Polda DIY AKBP Nugrah Triadi mengatakan  terungkapnya  kasus ini, berawal dari penangkapan AS dan ARS, di Bantul, Minggu (14/1/2018).  AS dan ARS ditangkap karena  mengambil HP milik pembeli di warung makam indomie (Warimindo) di Jalan Perintis Kemerdekaan, Umbulharjo, Yogyakarta.

“Dari hasil pemeriksaan, ternyata AS dan ARS juga yang melakukan pelemparan batu di daerah Godean itu,” kata Nugrah Triadi saat ungkap kasus di Mapolda DIY,Senin (22/1/2018).

Nugrah menjelaskan dari hasil pemeriksaan terjadinya pelemparan batu  berawal satu kedua pelajar itu pada tengah malam melakukan perjalanan dari arah kota menuju Godean dengan mengunakan sepeda motot matic Scopy AB 3171 XN.  ARS sebagai pengdara dan AS yang membonceng.  Karena takut klitih, untuk berjaga-jaga membawa batu berukuran 4 kg. Batu itu dibawa AS.

Saat sampai di Sembuh Kidul,  Sidomulyo, Godean itu berpapasan dengan mobil dari arah utara. Mereka mengira ada iring-iringan motor, sebab ada sorot lampu dari mobil tersebut. Sehingga saat berpapasan  AS  langsung melempar batu yang dibawanya dan mengenai kaca mobil sebelah kanan. ARS dan AS sendiri langsung tancap gas.  Karena itu mereka tidak  mengetahui kondisi pengendera mobil tersebut dan baru tahu sudah meninggal setelah ditangkap

“Meski secara umum tindakan kedua pelajar itu tidak dapat disamakan dengan klitih. Namun tetap saja memprihatinkan. Apalagi dalam melakukan tindakannya  dibawah pengaruh minuman keras dan obat terlarang,”  paparnya.

Menurut Nugrah, walau mereka masih pelajar, tetapi karena usianya sudah  bukan anak-anak lagi, maka tetap diproses pidana umum. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 170 ayat 1 dan 2 subsider pasal 351 ayat 3 tentang pengeroyokan dan penganiayaan  dengan ancaman hukuman 7 tahun dan pasal 365 tentang curas  dengan ancanaman hukuman di atas lima tahun.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menambahkan, untuk mengatasi dan menekan gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di DIY,  selain dengan melakukan pendampingan dan pembinaan, juga dengan membentuk tim progo sakti. Dimana tim ini melakukan patroli di daerah-daerah yang selama ini dianggap  rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenakanal Anak Di DIY Kembali Bawa Korban"

Posting Komentar