Nama Perwira Polda DIY Dicatut Untuk Penipuan Pengurusan Perkara Hukum



      
     Kasubdit IV Direskrimum Polda DIY AKBP Wachyu Tri Budi (kiri)  dan Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menunjukkan barang bukti dan          tersangka kasus penipuan dengan modus  mencatut nama perwira Polda, di Mapolda DIY, Senin (30/1/2018).


SEMBADA.ID –  Modus penipuan dengan  cara mencatut nama perwira  polisi  yang menawarkan  jasa dapat  menyelesaikan proses hukum  kepada  seseorang yang sedang berperkara dengan meminta imbahan uang kembali  terjadi di wilayah hukum  Polda DIY.  Hal ini terungkap setelah warga Srumbung, Segoroyoso, Bantul, Sukardi, 32  menghubungi Polda DIY,  untuk memastikan kebenaran apa benar meminta uang Rp50 juta untuk  menyelesaikan masalahnya. 

Sukardi menanyakan itu, karena mendapat kiriman capture  whatapps (WA) dari warga Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta dengan inisial MPA, 32. Yang memuat  percakapan MPA dengan penyidik Polda DIY Kompol Ardi Hartana,  yang isinya Sukardi akan dieknakan sanksi 2 pasal  karena dituduh  ikut  persengkokolan  jahat.  Untuk menutup kasus itu dimintai uang Rp50 juta. 

Sukardi  yang pernah menjadi saksi soal serifikat dan tidak ingin terlibat dalam perkara tersebut tanpa pikir pajang menyanggupinya. Hanya saja, untuk jumlah uang tidak sebenyak itu dan setelah ada tawar menawar disepakati Rp5 juta.  Setelah ada kesepakatan, penyerahaanya akan dilakukan di rumah makan yang ada di Jalan Affandi No 28 Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (29/12018).

“Adanya laporan ini kami kemudian menerjunkan tim ke tempat tersebut,” kata Kasubdit IV Direskrimum Polda DIY AKBP Wachyu Tri Budi, saat ungkap kasus di Mapolda DIY, Selasa (30/1/2-18).

Wachyu mengatakan  sesuai dengan laporan Sukardi, Senin (29/1/2018) pada pukul 11.00 WIB di tempat tersebut, MPA dan Sukardi bertemu.  Pada pukul 11.30 WIB  Sukardi menyerahkan uang Rp5 juta  kepada MPA. Setelah terjadi penyerahan uang petugas langsung melakukan penyergapan dan menangkap MPA serta membawanya ke Polda DIY.

“Selain mengamankan uang Rp5 juta, sebagai barang bukti lainnya, yaitu tas kecil dan handphone milik MPA,” papar Wachyu.

Wachyu menjelaskan sebagai tindaklanjut dari terbongkarnya kasus ini,  petugas masih melakukan pengembangan penyelidikan.  Dalam perkara ini MPA dijerat pasal 378  tentang  penipuan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto menambahkan meminta masyarakat untuk tidak percaya jika ada yang mengubungi dan  menawarka jasa dapat menyelesaikan proses hukum atau pun yang berhubungan dengan kepolisian, termasuuk dapat memasukan menjadi anggota polisi dengan meminta imbahan uang. Jika ada yang menghubungi seperti itu, diminta melakukan kroscek ke kepolsian terdekat. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nama Perwira Polda DIY Dicatut Untuk Penipuan Pengurusan Perkara Hukum"

Posting Komentar