Satgas Pangan DIY Gelar Operasi Pasar Atasi Kenaikan Beras


sembad,id  –Harga beras di wilayah DIY pada awal tahun 2018 mengalami lonjakan yang signifikan dibandingkan harga pada akhir tahun 2017. Rata-rata beras mengalami kenaikan Rp2000 per kilogram (kg).  Seperti harga beras C 4 dari Rp10.000 menjadi Rp12.400 dan mentik dari Rp11.900 menjadi  Rp14.400.

Warga pun mengeluhkan naiknya harga beras tersebut.  Sebab dengan harga yang terus membumbung jelas berpengaruh pada keberlangsungan perekomian mereka. Karena itu, meminta pemerintah dapat mengatasi permasalahan ini, yaitu dengan membuat harga beras kembali stabil, baik dengan operasi pasar maupun kebijakan lain. Termasuk menindak tegas kepada siapa saja yang melakukan kecurangan, seperti penimbunan.

Permintaan itu, bukan tanpa alasan, sebab menurut Drive Bulog DIY, untuk persedia beras di DIY masih ada 7000 ton, sehingga  mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. 

Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri selaku pembina satuan tugas (Satgas) pangan DIY  mengatakan sudah mendapatkan laporan soal adanya kenaikan harga beras tersebut.  Sebagai tindaklanjutnya Satgas pangan DIY  langsung  melakukan koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bulog dan dinas pertanian untuk mencari solusi dalam mengatasi  permasalahan tersebut.

“Hasilnya.  Selain akan melakukan pemantaun juga menggelar operasi pasar,” kata Ahmad Dofiri usai  melantik tiga pejabat utama dan Kapolres Bantul di gedung serba guna, Polda setempat, Jumat (12/1/2018).

Menurut Dofiri, operasi pasar tersebut akan dilakukan terus menerus, yaitu mulai Jumat (12/1/2018) hingga satu bulan ke depan. Diharapkan dengan langkah ini bukan hanya untuk membuat harga beras stabil, tetapi juga dapat mengantisipasi terjadinyna  kenaikan harga tersebut.

“Untuk  hari pertama akan menyasar  tiga pasar tradisional di Yogyakarta. Di antaranya di pasar Krangan dan pasar  Beringharjo,” papar mantan Kapolda Banten tersebut.

Soal adanya mafia atau ada yang melakukan perbuatan curang, seperti penimbunan beras, menurut Dofiri, untuk masalah tersebut Satgas pangan belum menemukan, namun begitu terus akan bergerak untuk menyelidikinya. Jika menemukan adaya tindakan yang menyimpang  yang melanggar hukum, tentu akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Teman-teman satgas pangan sudah tahu apa yang akan dilakukan jika menemukan tindakan yang melanggar hukum,” tandas alumni  Akpol 1989 itu.

Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman  Tri Endah Yitnani mengatakan untuk masalah harga beras ini, selalu melakukan pemantauan tiap hari ke lapangan. Termasuk siap melakukan operasi pasar  untuk mengatasi kenaikan harga. Hanya saja untuk operasi pasar jika kenaikannya sudah  mencapai 10% dari harga sebelumnya.

“Kalau untuk  sidak belum ada rencana,”  ungkapnya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Satgas Pangan DIY Gelar Operasi Pasar Atasi Kenaikan Beras"

Posting Komentar