Sleman Kewalahan Tiap Hari Layani 900 Warga Pemohon KIA


Para warga saat mengurus kartu identitas anak (KIA) di dinas kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Sleman, Selasa (23/1/2018)

sembada.id – Pemkab Sleman  kewalahan dalam melayani warga yang akan mengurus kartu identitas anak (KIA).  Ini lantaran, antara jumlah pemohon dengan sarana dan prasarana yang ada tidak sebanding.  Data dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) setempat, rata-rata ada 900 warga yang mengajukan penertiban KIA. Padahal instansi tersebut  hanya mampu melayani 300 pemohon. Atas kondisi ini, untuk pencetakan KIA tidak sesuai dengan target yang ditetapkan yaitu tiga hari.  Namun baru bisa selesai 100 hari atau minimal tiga bulan.

Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat  mengatakan secara umum instansinya siap memberikan layanan peneribitan KIA tersebut. Apalagi sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana (Sapras) juga sudah tersedia.  Masalahnya, untuk SDM dan sapras yang ada jumlahnya terbatas.  Khususnya untuk pencetakan KIA jumlahnya terbatas, yaitu hanya ada dua petugas dan Sapras.
“Atas kondisi ini kami tidak bisa memastikan penyelesaian berkas untuk pencetakan KIA itu,” kata Jazim di ruang kerjanya,  Selasa (23/1/2018).

Jazim menjelaskan untuk kondisi normal, untuk penyelesaian KIA rata-rata tiga hari, namun karena jumlah permintaan begitu besar. Untuk pemohon yang sudah masuk membutuhkan waktu 100 hari atau tiga bulan.

“Tercatat sejak 28 November 2017 lalu hingga 16 Januari 2018, dari 20.149 pemohon, baru selesai 5.399 KIA,” jelasnya.

Menurut Jazim  dengan banyaknya permohona KIA tersebut, juga dikhawatirkan persediaan blangko KIA  tidak mencukupi. Sebab untuk blangko KIA hanya tersedia 24 ribu blangko.  Sementara rata-rata ada 900 pemohon tiap hari, maka  dengan kondisi ini  diperkirakan  jumlah blangko KIA seminggu akan habis. 

“Sebagai antisipasi, tahun 2018 ini pengadaan blangko KIA  akan ditambah menjadi 70 ribu,”  papar mantan staf ahli bupati Sleman bidang hukum dan politik itu.

Jazim menambahkan KIA ini bukan hanya untuk pendataan dan identitas anak, namun juga guna perlindungan  dan   pelayanan publik kepada anak tersebut. KIA sendiri diperuntukkan bagi anak yang berusia di bawah 17 tahun. Untuk syarat  administrastif  yang perlu dilengkapi, yakni  foto copi akta kelahiran,  kartu  keluarga, KTP orang tua, dan pas foto.


“Untuk akta selain foto copi juga harus membawa yang asli,”  jelasnya. (wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sleman Kewalahan Tiap Hari Layani 900 Warga Pemohon KIA "

Posting Komentar