Taman Pancasila Hadir DI Lanud Adisutjipto

    Danlanud Adisutjipto Yogyakarta Marsma TNI Novyan Samyoga  saat meresmikan  renovasi   masjid  Abdururrochim Lanud setempat, Jumat   (12/1/2018). foto/sembada.id


sembada.id - Berbicara tentang pangkala udara (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta tentu yang terbayang adalah pesawat dan museum  TNI AU, sebab di tempat ini memang sebagai pangkalan pendidikan sekolah penerbang (Sekbang) dan menyimpan koleksi pesawat TNI AU dari  berbagai generasi.  Sehingga
tidak mengherankan, banyak surat permohonan,  dari  instansi pemerintah, pendidikan maupun masyarakat umum untuk berkunjung ke tempat tersebut.  Baik kunjungan wisata  maupun studi.

Tetapi sebenarnya ada tempat lain yang bisa dikunjungi yang tidak kalah menarik dan sering luput dari perhatian, termasuk dapat dijadikan studi soal kerukunan beragaman. yakni keberadaan sarana
ibadah dalam satu komplek.  Yaitu ada masjid, dua gereja (protestan dan katholik) serta  pura.

Masjid, gereja protestan dan pura berada dalam satu deret,  di sebelah barat museum pusat TNI AU dirgantara mandala (Muspusdirla) untuk gereja katholik  ada di seberang pura  atau satu komplek  dengan Muspusdirla.

Bahkan tempat ibadah itu tidak hanya sekedar simbol,  tetapi juga digunakan untuk beribadah maupun kegiatan keagamaan lain bagi pemeluknya.    Dan yang menfaatkan bukan hanya anggota Lanud Adisutjipto atau anggota  TNI AU yang bertugas di Yogyakarta, namun juga masyarakat umum serta  yang  menjadi catatan semua dilaksanakan dalam bingkai kerukunan dan toleransi.

Hal itulah yang mendorong Danlanud Adisutjipto Yogyakarta, Marsma TNI Novyan Samyoga  akan menjadikan keberadaan rumah ibadah  tersebut sebagai  taman pancasila. Gagasan itu bukan tanpa alasan. Selain hanya  di Lanud Adisutjipto ada rumah ibadah dalam satu lokasi  juga sebagai wujud representasi kebersamaan dalam perbedaan.

Marsma TNI Novyan Samyoga mengatakan gagasan membuat taman pancasila di Lanud Adisutjipo ini muncul  tanpa perencanaan.  Tetapi berawal adanya salah satu sekolah dasar  yang mengajukan permohonan kunjungan ke Lanud,  hanya saja bukan untuk melihat pesawat  atau museum,
melainkan ingin  studi tentang  rumah ibadah yang ada di Lanud.

Adanya permohonan ini  saya  keget, sebab biasanya ingin ke museum atau melihat pesawat. Karena penasaran saya ngobrol dengan pewakilan SD itu (saya lupa SD mana) dan mendapat penjelasan kalau di lanud ada berbagai macam tempat ibadah dalam satu lokasi. Karena itu ingin
melaksanakan peninjauan dan studi di rumah ibadah tersebut,” kata Novyan saat peresmian renovasi masjid Baiturrochim Lanud Adisutjipto, tersebut

Hal inilah yang mengetuk dirinya,ingin membuat taman pancasila tersebut.  Sebagai tindaklanjutnya, akan melengkapi tempat ibadah lagi yang belum ada di Lanud, yakni Vihara, untuk pemeluk agama budha. Untuk pembangunan Vihara sendiri sudah menawarkan kepada umat budha maupun komunitas konghucu  di Yogyakarta serta  mendapat lampu hijau dan tinggal realisasinya.  Vihara tersebut  nantinya akan menempati lahan di dekat Muspusdirla. “Dengan adanya vihara, maka untuk rumah ibadah di Lanud nanti lengkap,” ungkapnya.

Menurut  Novyan,  meski berada di komplek Lanud, namun tempat ibadah tersebut, terbuka untuk umum. Terbukti  meski mayoroitas anggota Lanud   muslim, namun baik pura maupun gereja selalu penuh umat menjalankan ibadah di tempat tersebut.  Sehingga dapat  dipastikan umat itu warga
Yogyakarta.

“Karena itu, saya ingin menjadikan sarana ibadah di lanud ini sebagai taman pancasila sekaligus sarana dalam menciptakan kerukunan beragama , termasuk dapat menjadi destinasi religi,” harap alumni AAU 1989 itu.

Hanya saja, Novyan tetap mengingatkan, agar umat tidak melupakan dari tujuan pembangunan tempat ibadah tersebut.  Yaitu bagaimana memakmurkannya, baik masjid maupun tempat ibadah lain di Lanud Adisutjipto.

Hal yang sama diungkapkan panitia pembangunan renovasi masjid Baiturrochim Lanud Adisutjipto Letkol Pom Yudi Prayitno.  Menurutnya setelah renovasi selesai, bukan berarti  pekerjaan juga kelar, justru sebaliknya,  ada tugas yang tidak ringan, yakni bagaimana memakmurkan masjid tersebut.

Masjid Baitturochim ini berada satu komplek dengan gereja protestan dan pura.  Pura berada di sisi selatan, di sebelah utara gereja protestan dan masjid Baiturrochim tersebut ada di sisi utara gereja
protestan. (sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Taman Pancasila Hadir DI Lanud Adisutjipto "

Posting Komentar