Tidak Sesuai Aturan Taxi Online Ditindak



sembada.id  – Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda DIY  per 1 Januari mulai melakukan  penindakan kepada taxi online yang  tidak mentaati aturan yang ada, yakni peraturan menteri  (PM) No 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak  Dalam Trayek.

Selain untuk memberikan perlindungan hukum kepada para pelaku usaha maupun penguna jasa transportasi  tersebut.  Langkah tegas itu diambil sebagai tindaklanjut dari implementasi peraturan itu.

Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol  Latif Usman  mengatakan  sesuai  dengan ketentuan, setelah sosialisasi maka langkah berikutnya, yaitu penindakan.  Apalagi untuk sosialiasasi juga sudah lama, yaitu per I November 2017 lalu. Untuk penindakan sendiri mengacu pada peraturan menteri tersebut.


“Karena itu, jika tidak ada melanggar akan kami tindak,” kata mantan wadirlantas Polda Metro Jaya tersebut,  usai sertijab tiga pejabat utama Polda DIY  di Mapolda setempat, Jumat  (12/1/2018).


Mengenai bentuk  penindakan akan mengacu pada PM 108/2017. Dimana subtasi dari peraturan itu, antara lain sooal argometer taksi,  wilayah operasi, kuota, persyaratan minimal lima kendaraan bagi badan  usaha, bukti kepemilikan kendaraan, Domisili TNKB, Sertifikat Registrasi  Uji Tipe (SRUT), Peran Aplikator, Stiker Angkutan Sewa Khusus (ASK),  Kewajiban Asuransi, Kewajiban Aplikator dan Sanksi.


“Namun untuk penindakan ini akan berkoordinasi denga dinas perhubungan, sehingga tidak membabi buta,” terangnya.


Usman menjalaskan  koordinasi itu penting,   karena kepolisian dalam hal ini hanya sebatas sebagai pelaksana penindakan di lapangan, sedangkan yang memiliki aturan  terutama peizinan di Dimas perhubunga (Dishub), termasuk untuk sanksinya.  Sehingga bagi  yang melanggar akan diserahkan ke instansi tersebut.   


“Meski begitu jika ada kendaraan yang melanggar lalu lintas, seperti  parkir sembarang,  melanggar marka  maupun surat kendaraan tidak lengkap tetap akan kami tindak. Sebab itu memang kewenangan kami,” tandasnya.


Menurut Usman dengan adanya penerapan ini, yang jelas kendaraan untuk taxi online harus  kendaraan umum dan drivernya juga harus memiliki SIM umum.  Hanya saja belum mengetahui  berapa  jumlah kendaraan yang sudah mendaftar ke Dishub.  Yang jelas jika kendaraan itu tidak sesuai dengan ketentuan akan ditindak.


“Saya kira mereka sudah mengetahui  aturan itu, apalagi sebelumnya sudah disosialisasikan,”  terangnya.(wpr)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Tidak Sesuai Aturan Taxi Online Ditindak"

Posting Komentar