TNI AU Datangkan 12 Pesawat Latih


sembada.id  – Sekolah penerbang (Sekbang) TNI AU saat ini  kekurangan jumlah pesawat latih untuk para calon penerbang  militer.  Sebab  antara kebutuhan pesawat dengan volume kegiatan maupun para perwira muda calon penerbang yang dididik belum ideal.  Pesawat latih TNI AU ada dua jenis yaitu jenis Grob dan KT1 Woong Bee.  Jumlah Grob ada 24 pesawat dan KT1 Woong Bee ada 14 pesawat.

Danlanud Adisutjipto Yogyakarta Marsma TNI Novyan Samyoga mengakui masalah keterbatasan pesawat latih memang perlu ditingkatkan.  Sebab dengan jumlah pesawat yang ada sekarang,  sering ada kendala saat melaksanakan pendidikan. Untuk itu sebagai solusinya perlu ada penambahan jumlah pesawat latih tersebut.

“Untuk pesawat latih ini,kami merencanakan akan menambah 12 pesawat,masing-masing enam untuk grob dan enam untuk KT1 Woong Bee,” kata Novyan usai serah terima jabatan Danwingter Lanud Adisutjipto, di lapangan Jupiter Lanud setempat, Kamis (11/1/2018)

Hanya saja untuk penambahan tersebut secara bertahap.  Pertama yang akan datang jenis Grob  dan diharapkan KT1 Woong Bee segera bisa didatangkan. Untuk Grob sendiri sudah dalam proses pengiriman dan direncanakan akan datang pada Februari mendatang.  Sehingga dengan penamnbahan tersebut,  jumlah Grob akan menjadi 30 pesawat dan KT1 Woong Bee menjadi 20 pesawat.

“Dengan penambahan peswatini tentunya,  pelaksanaan pendidikan tidak akan terganggu,”  ungkapnya.

Novyan mencontohkan untuk KT1 Woong Bee, selain untuk latih, juga untuk kegiatan atraksi, sehingga jika dibutuhkan untuk atraksi tentunya  untuk latihan akan terganggu.  Karena itu, dengan adanya tambahan pesawat nanti, khusus KT1 Woong Bee akan difokuskan untuk kegiatan Jupiter Aerobic Team (JAT).   Untuk Grob akan difokuskan sebagai pesawat latih khusus.

“Karena itu, meminta kepada pejabat Danwingter baru dapat membuat inovasi guna mengatasi kendala tersebut,”  harap alumni AAU 1989 itu.

Selain pesawat, untuk instruktur juga sering  ada kendala, sebab jika dibutuhkan di tempat lain, tentunya juga akan menganggu rencana pendidikan. Karena itu, perlu pentaan yang baik agar semuanya dapat berjalan, termasuk jumlah instruktunya dilebihkan.

“Sebenarnya untuk  instruktur  jumlahnya sudah  pas, namun  jika  ada yang dipinjam  ke satuan operasi di tempay lain tetap  menjadi kendali  kendala, tsehingga perlu penambahan juga,”  paparnya.

Danwingdikter Lanud Adisutjipto Kol Pnb Deni Hasoloan mengatakan siap melaksanakan tugas baru yang diembanya. Sebagai langkah awal, selain akan melanjutka program yang telah dibuat pejabat lama, juga akan menyesuaikan dengan rencana yang dibutuhkan. Termasuk inovasi akan berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kendala yang ada.

“Setiap rencana sudah dibuat, tinggal dilaksanakan, untuk kendala memang perlu inovasi, sehingga rencana dapat dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan,”  paparnya.

Kol Pnb Deni Hasoloan mengantikan Kol Pnb Bonang Bayuaji Gautama, yang mendapatkan tugas baru sebagai Pamen Sopsau dalam rangka Sesko TNI. Sedangkan  Deni Hasoloan sebelumnya Pamen Sopsau. (sindonews)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TNI AU Datangkan 12 Pesawat Latih"

Posting Komentar