UII Tolak LGBT, Pelaku Diusulkan Dipidana



Rektor UII Nandang Sutrisno (dua dari kiri) saat memberikan keterangan pers soal sikap UII terharap LGBT di rumah makan Jalan Kaliurang, Depok, Sleman, Senin (22/1/2018)


SEMBADA.ID –  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta secara tegas menolak  upaya melegalkan pelaku  Lesbian, Gay, Bisexual, dan  Transgender (LGBT). Sebab  LGBT bukan hanya bertentangan dengan ajaran agama dan nilai-nilai sosial namun juga merusak harkat derajat manusia dan sumber penularan penyakit, seperti HIV/AIDS. Sehingga bagi pelakunya harus mendapat hukuman berat.  Baik pidana umum maupun sanksi sosial.

“Kami  menetang  upaya legitimnasi LGBT di Indonesia  dan mengusulkan  DPR RI agar memasukkan tindakan LGBT sebagai perbuatan  tindak pidana,”  kata Rektor UII Nandang Sutrisno soal sikap UII terhadap pro dan kontra LGBT tersebut, di rumah makan Jalan Kaliurang, Depok, Sleman, Senin (22/1/2018)

Nandang  juga meminta masyarakat ridak pesimitif terhadap perilaku LGBT dan menganggap  perilaku itu biasa-biasa saja.  Sehingga  cara pandang seperti itu harus diubah, termasuk   .

Apalagi para pelaku LGBT  juga berlindung atas nama Hak Asasi Manusia (HAM).  Oleh karena itu, cara padang seperti itu harus diubah. Sebab sanksi kepada pelaku LGBT  itu bukan tindakan yang diskrimintaif,  tetapi bentuk hukuman sosial yang merupakan tindakan  yang positif untuk mengembalikan pelaku LGBT kepada tindakan yang  benar

“Karena UII sebagai lembaga pendidikan akan selalu terbuka terhadap semua diskursus yang muncul di masyarakat  Termasuk dalam pernyataan sikap in jugai diambil dari berbagai diskursus berbagai bidang ilmu, sehingga menghasilkan kesimpulan  untuk menolak,”  tandasnya.

Nandang menambagkan dalam bidang keilmuan, juga  tidak ada keilmuan yang bebas nilai,
nilai yang dibangun harus selalu mengarah terhadap keberpihakan kebenaran,  baik kebenaran secara agama, kesehatan, psikiologis dan ilmu lainnya.

“Kami berharap masyarakat tidak tertipu, sebab perilaku yang menyimpang tersebut jelas membahayakan masyarakat. Terlebih  LGBT sekarang sudah menjadi gaya hidup dan dikembangkan secara global. Saya yakin bahwa LGBT sebagai gaya hidup inilah yang membahayakan masyarakat kita," tegasnya.


Hal yang sama juga diungkapkan Dekan FH UII  Aunur Rohim Faqih. Menurutnya   FH UII mendorong LGBT sebagai tindak pidana.  Hukum melindungi manusia sesuai harkat dan martabatnya, sehingga jika tidak diatur melalui hukum secara tegas maka juga akan berdampak negatif terhadap manusia itu sendiri


“Tindakan LGBT sebagai tindak pidana bertujuan untuk melindungi harkat  dan martabat manusia demi kemuliaan dirinya,” paparnya.


Aunur menambahkan karena tindakan LGBT juga bertentagan dengan pancasila, selain melarang LGBT,  juga  harus memberikan nasehat, agar LGBT menyadari akan kemuliaan dirinya. Serta agar tindakan LGBT tidak semakin menyebarluas. Sebab  LGBT menyebabkan perilaku laki-laki atau perempuan menjadi semakin tidak jelas.(sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "UII Tolak LGBT, Pelaku Diusulkan Dipidana"

Posting Komentar