Warga Kulonprogo Laporkan Tindak Kekerasan Aparat Ke Polda DIY



sembada.id  – Warga  Kulonprogo yang menolak  lahannya untuk pembangunan bandara New Yogyakarta Internatinal Airport (NYIA) melaporkan aparat keamanan ke Mapolda DIY, Rabu (10/1/2018).  Aparat keamanan itu dilaporkan karena saat melakukan  pengosonga lahan (land
clearing), selama dua hari Senin-Selasa (8-9/1/2018) diikuti dengan tindak kekerasan  kepada  warga yang tidak ingin lahannya  untuk proyek tersebut  dan aktivis yang mendampingi mereka.

Dalam melaporkan kasus tersebut,  warga dan aktivis di dampingi, tiga kuasa hukum, masing-masing Teguh Purnomo, Didik Prasetyo dan Adnan Pambudi.  Laporan warga itu diterima petugas  sentra pelayanan kepolisian  terpadu  (SPKT)  Polda DIY  Kompol  Tugiman.

Kuasa hukum warga penolak pengusuran lahan untuk bandara NYIA, Teguh Purnomo mengatakan ada empat orang yang melaporkan tindak kekerasa aparat keamanan tersebut,  satu warga Temon dan tiga aktivis pendamping warga.  Yaitu Suyadi (warga) serta Rizki Maulana, Zaki  Abdularahman dan  Heronimus  Heron (aktivis).

“Warga dan aktivis tersebut, saat kejadian dipukul, ditendang dan diinjak-injak oleh aparat keamanan. Sebagai bukti, selain dengan gambar tidak bergerak (foto) juga gambar bergerak (video) saat
terjadinya tindak kekerasan itu,”   kata Teguh usai melapor ke SPKT Polda DIY.

 Menurut Teguh, akibat kejadian tersebut, bukan hanya menyebabkan warga terluka, seperti bibir pecah dan pelipis sobek namun yang lebih parah lagi dampak psikis.  Apalagi saat kejadian selain kekerasn fisk, juga ada kekerasan verbal, terutama kepada kaum perempuan. Dimana aparat  mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh kepada mereka.

“Karena itu,  kami minta Polda segera menindaklanjuti  dan memproses laporan ini,”  tandasnya.

Teguh menegaskan karena yang melakukan pengamanan saat pengosongan lahan tersebut berasal dari aparat gabungan, maka Polda juga harus memprosesnya sesuai dengan aturan yang ada.   Baik yang menyangkut tindak pidana maupun disiplin anggota.  Jika yang melanggar anggota Polri, selian pidana umum juga  diproses sesuai dengan interen Polri.

“Bila  yang melakukan itu aparat dari TNI juga diserahkan kepada TNI dalam hal ini polisi militer (PM),”  tegasnya.

Selain  melaporkan kasus itu ke SPKT Polda DIY,  warga tersebut juga melaporkannya ke Ditreskrimum  Polda DIY. Terutama yang menyangkut dengan tindakan kekerasan kepada warga.

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai  mempersilakan warga melaporkan perkara itu, sebab memang hak mereka dan kepolisian tidak boleh menghalangi.  Namun yang jelas saat  menjalankan tugas pengamanan pengosongan lahan tersebut, sudah melaksanakannya sesuai  dengan tugas
pokok dan fungsi (tupoksi). Di antaranya dengan tindakan persuaif, menghindari kekerasan dan tidak boleh terorovokasi.

“Hanya saja dinamika di lapangan, terjadi dorong-dorongan, sehingga ada yang ter luka. Baik anggota maupun warga,”  ungkap Irfan usai mengikuti kegiatan di Mapolda DIY, Rabu (10/1/2018).
.
Namiun  Irfan mengakui  ada anggotanya yang mengacunka jari tengah saat melaksanakan tugas pengamanan kepada para warga.  Sebagai tindaklanjutnya  anggota yang bertugas di Sabhara tersebut sudah tidak diterjunkan lagi ke lapangan.

“Anggota itu inisialnya AN berpangkat Bripda,”  jelasnya.(wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Kulonprogo Laporkan Tindak Kekerasan Aparat Ke Polda DIY"

Posting Komentar