Klomtan Taruna Bumi Widodomartani Buat Pupuk Organik Cair Basillus


 Dua  anggota Klomtan  Taruna Bumi Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak, Sleman Satino, 58 (kiri) dan Wardiyono, 65 (kanan) menunjukkan pupuk organik cari dari basillus buatannya saat berada di pasar lelang cabai, Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (22/2/2018)

SEMBADA.ID – Kelompok tani (klomtan) Taruna Bumi, Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak, Sleman berhasil mengembagkan pupuk organik cair basillus. Pupuk organik ini bukan hanya  untuk menyuburkan tanah dan tanaman,  namun juga berfungsi untuk mengusur hama, terutama pada tanaman cabai.

Anggora Klomtan Taruna Bumi, Wonolelo, Widodomartnai, Ngemplak Sleman  yang membuat pupuk organik cair basiclus, Wardiyono, 65 mengatakan pembuatan pupuk organik basillus ini, berawal saat ada pelatihan dari Universtas Gadjah Mada (UGM), dua tahun lalu soal pembuatan pupuk organik cair dari bahan-bahan untuk basillus, seperti ragi, tetes tebu,tiwul instan dan biyang (jamur).

Dari pelatihan tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan pembinaan serta bagaimana pembuatannya. Termasuk bantuan mesin untuk mengolah mensterilkan air yang nantinya untuk mencampur bahan-bahan pembuat pupuk organik basillus tersebut.

“Hasil pembuatan pupuk organik itu, kemudian digunakan untuk pengolahan dan pemupukan tanah dan tanaman cabai. Ternyata cukup baik. Tanaman cabai tumbuh subur dan tidak ada hama. Terutama patek (jamur putih) yang ada di daun cabai,” kata Wardiyono di sela-sela peresmian cluster cabai di Wonolelo, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis (22/2/2018).

Menurut Wardiyono, selama ini yang menjadi kendala utama petani cabai, yaitu hama patek. Untuk mengatasi hama tersebut dengan memakai pupuk kimia. Meski dapat menghilangkan parek, namun dampaknya pertumbuhan tanaman cabai itu terkontaminasi dengan obat kimia, sehingga bila dikomsumsi tentu akan membahayakan kesehatan. Terutama kanker.

Namun dengan pupuk organik cair basillus ini, selain dapat mengatasi hama patek, juga dapat menyuburkan tanah dan tamanam, serta yang lebih penting lagi, sehat untuk dikonsumsi.  Bukan itu saja dari harga juga lebih murah dengan memakai pupuk organik ini dibandingka dengan pupuk kimia, termasuk warga dapat membuat sendiri. Sehingga sudah tidak tergantung lagi dengan pupuk kimia.

“Misalnya satu botol pupuk cair bisa untuk 500 meter dengan harga Rp10.000, sedangkan pupuk kimia Rp15.000. Jadi lebih hemat Rp5000,”  paparnya.

Untuk pembuatannya sendiri juga tidak terlalu sulit. Yaitu hanya menyiapkan alat untuk penseteril air dan  bak penampungan air volume 200 liter.  Serta bahan-bahan untuk membuat basillus, yaitu ragi roti, tetes tebu, tiwul instans dan biyang.  Pertama air yang sudah disterilkan sekitar 160 liter dimasukkan dalam bak air. Kemudian bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam air tersebut kemudian dicampur merata lalu didiamkan selama 4-5 hari. 

“Hasil pencampuran yang sudah menjadi cair,  kemudian dapat diambil pada hari kelima atau lebih lama lebih bagus dan bisa langsung digunakan untuk pemupukan,”  jelasnya.

Untuk pemupukan sendiri, pupuk cair organik basillus dicampur dengan air. Dengan komposisi, 120 mililiter (ml) pupuk cair organik dengan  1000 ml air. Campuran ini bisa untuk memupuk 1000 meter lahan pertanian.     

Anggota Klomtan  Taruna Bumi lainnya Satino, 58 menambahkan, selain untuk memenuhi kebutuhan klomtan, pupuk organik cair buatan mereka juga sudah dipasarkan, Namun untuk sementara masih di kalangan kelompok tani yang ada di wilayah Sleman timur, belum masuk ke toko-toko pertanian. Meskipun untuk itu, ada rencana untuk memperluas pemasarannya. Bukan  hanya di wilayah Sleman, namun juga di luar Sleman dan DIY, termasuk ke toko-toko pertanian.

“Saat ini,satu botol pupuk organik cair basillus ukuran 1 liter dijual dengan harga Rp10.000. Sehingga dengan penjualan ini juga menambah pendapatan,”  tambahnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Klomtan Taruna Bumi Widodomartani Buat Pupuk Organik Cair Basillus"

Posting Komentar