Zonasi PPDB Disorot Dewan

       Wakil ketua DPRD Sleman Inoki Azmi Purnomo

SEMBADA.ID –  Penerapan peneriman peserta didik baru (PPDB)  dengan sistem zonasi mendapat sorotan dari DPRD Sleman.  Terutama yang menyangkut  alasan sistem tersebut , yaitu agar siswa berprestasi  tidak menjadi satu di satu atau dua sekolah yang selama  ini dianggap sebagai sekolah favorit.  Atau dengan kata lain untuk pemerataan input siswa sebagaimana yang diatur dalam Permendikbud NO 17/2017.

Wakil DPRD Sleman Inoki Azmi Purnomo mengatakan mestinya sebagai  pertimbangan dalam  pemerataan kualitas pendidikan bukan hanya input siswa,   namun  juga  bagaimana kualitas, metode pengajaran serata sarana dan prasarana  pendukungnya. Apakah sudah sesuai dengan standar atau belum.   Sehingga  ini akan menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam memformulasikan Permendikbud tersebut

“sebenarnya  aturan tersebut memberikan kesempatan  kepada pemerintah daerah dalam pemberlakuan zonasi secara bertahap sesuai  dengan kesiapan daerah. “ tandas politisi PAN itu di ruang kerjanya, Rabu (14/2/2018).

Untuk itu  ada  beberapa yang  harus dilakukan guna menjamin mutu  pendidikan terebut.  Seperti kualitas pendidik, sarana prasarana,  metode pembelajaran, dan membentuk sikap untuk berprestasi di semua  sekolah.  Bukan sebaliknya  karena pemberlakuan zonasi berdasarkan jarak,  siswa unggulan namun tempat  tinggal  jauh  untuk  melanjutkan ke sekolah favorit menjadi  pupus. Akhirnya  melanjutkan ke sekolah terdekat hanya karena  dipaksa oleh aturan sekolah.

“Hal yang perlu di persiapkan dalam pemberlakuan zonasi adalah  pemerataan kualitas pendidik,  sarpras, metode pembelajaran, dan metode membentuk sikap untuk berprestasi di semua  sekolah,” ungkapnya. (wpr)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Zonasi PPDB Disorot Dewan"

Posting Komentar