Polda DIY Bongkar Peredaran Obat Ilegal Trihex




 Dua tersangka dan barang buki  obat ilegal Trihex ditunjukkan Polda DIY saat ungkap kasus peredaran obat  ilegal tersebut di Mapolda DIY, Jumat (16/3/2018).  . 


SEMBADA.ID – Polda DIY  membongkar  peredaran  obat  daftar  G  jenis  Trihexypenidyl (Trihex ) atau orang awan menyebutnya pil sapi dan juga mengamankan dua orang tersangka serta 408 botol Trihex, 34 bungkus, masing-masing berisi 1000 tablet serta uang tunai Rp3 juta. 

Terungkapnya  kasus ini,  karena banyaknya  pemakai  obat  tersebut.   Tercatat dari Januari hingga awal  Maret 2018  jajaran satuan Polda DIY  sudah menangkap 27 tersangka.  Mereka ditangkap karena obat itu  ilegal.  Sebab Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah menarik dan mencabut izin peredarannya sejak tahun 2015 lalu. 

Trihex yang diproduksi PT Yarindo Farmatama, Serang, Banten sendiri untuk pengobatan bagi penderita gangguan jiwa.  Dimana efek setelah minum  obat tersebut bukan hanya menimbulkan halusinasi, namun juga  menghambat  daya kerja otak, sehingga dan responnya berkurang.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda DIY AKBP Irma Wijayanti Yusriana mengatakan berbekal data ungkap kasus dari jajaran satuan Polda DIY,  ditindaklanjuti dengan pemetaan dan pengembangan terhadap  kasus itu.  Terutama untuk mengungkap siapa bandar atau pemasok utama obat ilegal tersebut.

“Hasil penyelidikan, satu di antaranya mengarah pada warga Kalitirto, Berbah, Sleman, RF,30,” kata Irma

Irma menjelaskan untuk memastikan hal tersebut, tim opsnal Ditresnarkoba Polda DIY melakukan penyanggongan di tempat RF selama tiga hari, yaitu 11-13 Maret lalu. Pada tanggal 13 Maret sekitar pukul 17.00 WIB saat RF  keluar dari rumahnya dengan mengendarai mobil dibuntuti petugas dan menuju ke Janturan, Warungboto, Umbulharjo,  Yogyakarta.

“Setelah sampai di tempat itu  RF  bertemu dengan seorang laki-laki, selanjutnya masuk ke dalam rumah dan setengah jam kemudian RF keluar rumah itu dan meninggalkan tempat tersebut,” paparnya.

Petugas pun mengikuti mobil RF dan saat di depan hotel Surya Citra, Umbulharjo, kendaraan RF berhenti tak ingin kehilangan jejak, petugas menghampirinya serta memeriksa isi dalam mobil tersebut dan menemukan tiga botol Trihex. Masing-masing botol berisi 1000 tablet. Dari hasil pemeriksaan RF mengaku mendapatkannya dari FH, 29 di Janturan. Dimana per botol harganya Rp1 juta.

“Berdasarkan keterangan tersebut, petugas kemudian  menuju rumah FH di Janturan dan melakuka pengeledahan,” terangnya.


Hasilnya polisi menemukan 408 botol dan tiga bungkus Trihexypenidyl masing-masing berisi 1000 tablet serta uang tunai Rp3 juta. Dengan bukti ini mereka kemudian ditangkap dan ditetapkan menjadi tersangka. Untuk kasus ini keduanya dijerat dengan pasal 196 UU No 36/2009 tentag kesehatan dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp1 miliar.

Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Wisnu Windarto menambahkan untuk kasus ini masih terus melakukan pengembangan, terutama siapa yang memasok obat tersebut. Sebab dari pengakuan FH  hanya sebagai tempat distribusi bukan sebagai pemasoknya. FH sendiri bukan asli Yogyakarta, tetapi warga Menadi, Pacitan, Jawa Timur.  Tempat di Yogyakarta hanya mengontrak.(wpr) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Polda DIY Bongkar Peredaran Obat Ilegal Trihex"

Posting Komentar