Dosen UGM Kembangkan VCO Tanpa Lemak



Dosen FMIPA UGM  Ani Setyopratiwi. Foto Dok Humas UGM

SEMBADA.ID - Dosen FMIPA UGM  Ani Setyopratiwi berhasil mengembangkan metode spontan atau tanpa melalui pemanasan dan bahan tambhan dalam membuat ekstra  VCO atau minyak kelapa murni yang kaya protein, tanpa kandungan asam lemak bebas (free faty acid).  Sehingga dapat mencuci pembuluh darah yang terkena lemak. Selain itu, dengan metode ini, saat diproses menjadi ekstra VCO  kandungan vitamin E dalam kelapa juga tetap utuh. 

Keberhasilan Ani  dalam membuat ekstra VCO ini tidak lepas dari penelitian yang dilakukan sejak 28 tahun lalu. Yaitu saat diterima menjadi dosen FMIPA UGM, 1989 lalu, tengah marak penelitian pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan sehingga dia pun terjun dalam riset tersebut dan menekuninya hingga kini. 

“Ada banyak metode pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan yang dilakukan di UGM. Berbagai metode ini menghasilkan VCO yang tidak sama pula,” jelas Ani, di Fortagama, UGM, Jumat (27/4/2018) 

Pada tahun 2006 sempat booming VCO, tetapi kebanyakan olahan para pengusaha mengeluarkan aroma tengik. Sementara dengan metode yang dikembangkannya mampu menghasilkan VCO yang tidak tengik. 
Ani menyampaikan kunci keberhasilan dalam pembuatan VCO ditentukan oleh dua hal. Pertama, bahan baku (kelapa) harus cukup tua, kering, tetapi masih dalam kondisi segar atau kering di pohon. Kedua, terletak pada metode pemisahan minyak dari santan.

"VCO di Indonesia tidak sama karena metode yang dipakai berbeda-beda. Ada yang menggunakan metode pancingan, pengasaman, penggaraman, elektoforesis, fermentasi, enzimatik dan lainnya,"jelasnya.
Setelah melalui proses penelitian yang cukup panjang sejak, Ani akhirnya berhasil menemukan metode pembuatan ekstra VCO secara spontan di tahun 2004. 

Pembuatan ekstra VCO dengan metode spontan cukup sederhana. Awalnya, kelapa diparut lalu dibuat santan. Berikutnya, santan yang diperoleh didiamkan selama 4-5 jam hingga minyak kelapa pecah.

“Dari 1 butir kelapa Jawa bisa didapatkan ekstra VCO maksimal 125 ml, sementara dengan kelapa Sulawesi bisa sampai 200 ml,” ujar Ketua HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) ini.

Ketekunan Ani dalam meneliti minyak kelapa tidak hanya menghasilkan ekstrak VCO yang berkualitas. Saat ini, dia juga mengembangkan produk olahan minyak kelapa dengan brand Heltico. Setidaknya ada 25 jenis produk kosmetik dan kesehatan yang dihasilkan, seperti minyak telon, baby lotion, penyubur rambut, krim pagi-malam, vitamin bibir dan lainnya yang sebentar lagi akan menembus pasar internasional. (humas UGM)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dosen UGM Kembangkan VCO Tanpa Lemak"

Posting Komentar