Project Manager Pembangunnan NYAI Dilaporkan Ke Polda DIY


Warga Paliyan, Temon, Kulonprogo saat melaporkan project manager  pembangunan NYAI PT Angkasa Pura  (AP) I  Yogyakarta Sujiastono ke Polda DIY, Jumat (20/4/2018)


SEMBADA.ID – Warga Paliyan, Temon, Kulonprogo yang terdampak pembangunan New Yogyakarta Airport Internasional (NYAI) melaporkan project manager  pembangunan NYAI PT Angkasa Pura  (AP) I  Yogyakarta Sujiastono ke Polda DIY, Jumat (20/4/2018).  Laporan ini terkait dengan terjadinya
perusakan rumah dan pekarang  warga Paliyan saat pengosongan lahan untuk pembangunan NYAI di daerah tersebut,  oleh PT AP 1 Yogyakarta, pada 27  November 2017 lalu.  Di antaranya terjadi pada rumah dan pekarangan milik Yuyun Krisna Windarmanto  dan Fajar Ahmadi.


Selain merusak pintu dan jendela serta merobohkan semua pohon di pekarangan, termasuk melepas meteran listrik.  Baik PT AP 1 maupun PLN juga  tidak  meminta izin dan pemberitahuan kepada warga sebelumnya.


Padahal,  saat kejadian belum terjadi pelepasan hak atas tanah dan bangunan milik warga tersebut, sebab masih  proses di pengadilan negeri (PN) Wates.  Atas tindakan itu, menyebabkan aktivitas warga  menjadi terganggu.


Hanya saja,  meski untuk pelaporan tersebut, warga sudah membawa barang bukti, termasuk saksi yang melihat perusakan saat kejadian, namun  karena ada persyaratan yang kurang, yaitu bukti kepemilikan rumah dan pekarangan,  Polda DIY belum bisa menerima laporan tersebut. Sehingga warga diminta melengkapinya terlebih dahulu dan setelah ada bukti kepemilikan,  Polda DIY baru menerimanya.  Warga sendiri dalam melaporkan kasus itu didampingi kuasa hukum Teguh Purnomo



“Kami harap kasus ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata  pelapor Yuyun Krisna Widarmanto di sela-sela pelaporan ke Polda DIY  tersebut.



Kuasa Hukum warga Teguh Purnomo menambahkan meski alasan PT  AP 1 yang dipimpin project  manager pembangunan NYIA Sujistono melakukan tindakan itu, sebagai shock therapi termasuk untuk rumah yang dicongkel tidak berpenghuni, selain tidak benar sebab bangunan dan
pekarangan itu masih dihuni, juga  tidak dibenarkan. Karema  saat kejadian masih dalam proses pembebasan lahan, sehingga tidak dapat dilakukan pengosongan  secara paksa.


Menurut  Teguh, tindakan Sujiastono  tersebut diduga melanggar pasal 170 KUHP atau pasal 406 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.  Hal ini juga dikuatkan dari hasil kesimpulan Ombudsmen Republik Indonesia (ORI) DIY tertanggal 27 November 2017. Dimana dalam laporan
akhirnya menyimpulkan jika tindakan PT AP 1 di Paliyan, Temon, Kulonprogo itu maladmintrasi.


“Karena itu yang kami laporkan untuk kasus ini, fokus kepada Sujiastono selaku project manager pembangunan NYIA. Jika nanti ada yang lainnya itu pengembangan hasil dari pemeriksaa laporan ini,” ungkapnya.


Menanggani hal tersebut,  project manager pembangunan NYIA PT AP 1 Yogyakarta Sujiastono  tidak berkomentar banyak.  Ia hanya mengatakan  agar warga menghormati  aturan. Meski begitu ika berlanjut ke proses hukum siap menghadapinya.

“Demi bandara Kulonprogo  apapun yang terjadi saya siap, termasuk siap berkorban perasaan,” ungkapnya. 


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Project Manager Pembangunnan NYAI Dilaporkan Ke Polda DIY"

Posting Komentar