Edarkan Tembakau Gorila Tiga Mahasiswa Dibekuk Polisi


Dirresnarkoba Polda DIY Kombes Pol Wisnu Widarto menunjukkan barang bukti  narkotika golongan I dalam bentuk kemasan tembakau 'gorila' di Mapolda setempat, Kamis (31/5/2018)


SEMBADA.ID- Polda DIY mengungkap pengedar narkotika golongan I (tembakau gorila) lintas propinsi. Terungkapnya kasus ini setelah  berhasil menangkap tiga orang,  masing-masing warga medan,  Ade Nugraha Wiradenata (ANW), 27, warga Sidoarjo,  Dani Satya Prawira (DSP) ,  27 dan warga Jakarta Barat,  Annas Kautsar (AK), 26, Sabtu (26/5/2018) lalu. 

Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.  Ade Nugraha dan Dani Satya di tempat kosnya di Ringinsari,  Maguwoharjo,  Depok,  Sleman. Sedangkan Annas Kautsar di bandara internasional Adisutjipto,  Yogyakarta. Tiga orang itu yang selama ini mengedarkan tembakau gorila bukan hanya di Yogyakarta tetapi juga  kota lain di Jawa, seperti Bandung,  Semarang,  Bekasi,  Malang dan Nganjuk.

"Mereka ditangkap dengan barang bukti 1450 gram tembakau gorila," kata Direktur reserse narkoba (Dir resnarkoba)  Polda DIY Kombes Pol Wisnu Widarto saat ungkap kasus di Mapolda DIY,  Kamis (31/5/2018).

Wisnu menjelaskan penangkapan ini hasil pengembangan laporan masyarakat, terhadap peredaran tembakau gorila di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Dari informasi itu akhirnya mengarah pada tiga orang tersebut dan akhirnya berhasil menangkap mereka bersama barang bukti di tempat itu.

“Modusnya mereka membeli barang itu, kemudian menjualnya kembali dengan keuntungan yang lebih besar," jelasnya.

Atas perbuatannya itu, mereka dijerat pasal 114 atau 112 ayat (2)  UU NO 35/2009 tentang narkotika jo Permenkes No 41/2017 tentang perubahan penggolongan narkotika dengan  ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.

“Dari pengakuan tersangka sudah menjalankan bisnis itu selama tiga bulan,” terangnya.

Wisnu menambahkan dalam menjalankan bisnisnya mereka mempunyai peran yang berbeda ANW dan DSP sebagai kurir sedangkan AK pemilik barang bukti.  Ketiganya tercatat sebagai mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta.  Bahkan satu di antaranya,  yaitu AK sedang menempuh pendidikan S2 Psikologi.

"ANW dan DSP kos di Ringingsari,  Maguwoharjo, Depok,  AK di Wedomartani,  Ngempak, " paparnya.

Dari keterangan tersangka AK membeli barang tersebut melalui instagram dengan alamat "ROGSSS.RBB" dengan harga Rp500 ribu per gramnya.  Sekali transaksi membeli 2 kilogram Rp50 juta atau Rp25 juta per kg. Selanjutnya memasarkannya kembali juga melalui instagram dengan akamat "PUUSTTUFF".  Barang tersebut dikirim melalui jasa pengiriman paket dengan identitas sparepart komputer.  Untuk transaksi pembelian dan penjualan dengan rekening bank. Sejak Februari sudah melakukan transaksi 3 kali. Kebanyakan pembeli dari Yogya,  Malang,  Bekasi dan Semarang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Edarkan Tembakau Gorila Tiga Mahasiswa Dibekuk Polisi"

Posting Komentar