Kemen PPPA Berdayakan Perempuan Lewat Industri Rumahan



Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni memberikatan keterangan usai membuka kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Industri Rumahan di 21 Kabupaten/Kota Tahun 2017 di hotel Sheraton, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (3/5/2018).


SEMBADA.ID  – Keterbatan akses dan minimnya dalam pengelolaan manajemen hingga sekarang masih menjadi permasalahan utama para ibu rumah tangga di Indonesia, khususnya yang ada di desa dalam membantu perekonomian keluarga.  Sehingga meski secara umum potensinya sangat besar, namun dengan kondisi tersebut menyebabkan usaha mereka sering gagal. 


Hal inilah yang mendorong kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindunga anak (Kemen PPPA)  mencoba memberikan pelatihan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui industri rumahan (IR)  kepada  para  ibu rumah tangga.  IR  yaitu suatu industri skala mikro, umumnya memanfaatkan atau  menghasilkan produk berupa barang jadi yang memberikan nilai tambah dan dikerjakan di rumah, secara khusus ataupun sebagai kerja paruh waktu.


Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni mengatakan sebenarnya perempuan memiliki potensi yang besar dalam membantu  perekonomian kelurga melalui usaha yang mereka lakukan.  Hanya saja, karena tidak dukung manajemen yang baik,  membuat usahanya sering gagal. 
Oleh karena itu, Kemen PPPA sejak 2016  menginisiasi program IR guna meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.


“Kami yakin jika perempuan diberikan akses  dan  peluang, maka mereka bisa memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bangsa Indonesia,” kata Agustina usai membuka  kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pengembangan Industri Rumahan di 21 Kabupaten/Kota Tahun 2017 di hotel Sheraton, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (3/5/2018).


Agustina menjelaskan  sebagian besar keluarga di Indonesia hidup dari usaha ekonomi. Dari lebih dari 55 juta pelaku usaha ekonomi, 98 persen adalah usaha mikro dan dari semua usaha mikro, 50-60 persennya dilakukan oleh perempuan. Ini merupakan jumlah yang sangat besar karena lebih dari 110 juta orang hidupnya mengandalkan hasil dari usaha mikro.  Jumlah yang besar ini juga menyumbang pada lebih dari 32 persen Product Domestic Bruto (PDB).


“Usaha mikro yang dilakukan oleh perempuan ini punya kelebihan karena dilakukan di rumah, maka para ibu pelaku IR masih dapat menjalankan peran domestiknya dalam kegiatan rumah tangga sebagai bagian dari kegiatan keluarga sehari-hari,” paparnya.


Menurut  Agustina untuk  mendukung pengembangah IR,  selain dengan pelatihan, juga dengan memberikan  bantuan berupa alat-alat produksi dan peningkatan kualitas produk dengan memberikan fasilitas pelatihan dan pendampingan.  


“Saya berharap kegiatan evaluasi ini dapat menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan replikasi IR dan penyusunan policy brief untuk review kebijakan pemberdayaan perempuan bidang ekonomi,” harapnya.

Selain itu, ke depan program IR dapat dilaksanakan, direplikasi, dan disinergikan dengan kementerian,  lembaga dan organisasi perangkat daerah (OPD) di propinsi,  kabupaten dan  kota sesuai dengan tugas dan fungsinya.


Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan sangat mendukung upaya pemerintah dalam pemberdayaan perempuan, khususnya yang ada di tingkat desa, melalui program IR. Namun begitu, agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan, tetap harus ada pengaawasan bersama dan didukung dari semua pihak.   Dengan begitu tujuan dari program ini sesuai dengan harapan.(prista)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemen PPPA Berdayakan Perempuan Lewat Industri Rumahan"

Posting Komentar