Hari Jadi ke 102, Sleman Dituntut Kembangkan Potensi Lokal





Tari gempita sembada memeriahkan hari  jadi Sleman ke 102 di lapangan Denggung, Tridadi, Sleman, Selasa (15/5/2018).



SEMBADA.ID – Pemkab Sleman  15 Mei 2018 genap berusia 102 tahun. Puncak hari jadi di pusatkan di lapangan  Denggung, Tridadi, Sleman dengan upacara yang dipimpin langsung bupati Sleman Sri Purnomo.  Semua peserta upacara mengenakan busana  Jawa dan seragam keprajuritan kebesaran masing-masing  wilayah.



Dalam puncak acara tersebut beberapa Bregodo di kabupaten sleman ditampilkan, antara lain Cucuk lampah, Pembawa pusaka dan Rontek, Bregada BSW Gamping, Bregada Abdi dalem Kabupaten Sleman, Bregada Paguyuban Sekar Sedah, Bregada Gandrungarum Cangkringan bregada  PNS dan BUMD Sleman serta bregodo prajurit upacara adat se Kabupaten Sleman.

Dari beberapa Bregada tersebut diberangkatkan dari lima titik , yaitu dari Pendopo Parasamya kabupaten sleman, Perempatan KPU, Ngancar Kidul, Jalan Gito-Gati dan Mulungan.

 Acara diawali dengan pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turunsih, Lambang Sleman, Juaja Mega Ngampak, Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul yang selanjutnya dikirab menuju Lapangan Denggung.

Bersamaan dengan pengguntingan buntal tanda dimulainya kirab pusaka tumbak Kyai Turun Sih hujan mengguyur wilayah Ibukota Sleman dan sekitarnya namun hujan deras yang mengguyur tidak menyurutkan semangat untuk melaksanakan kirab.

Untuk memeriahkan acara dilapangan Denggung juga dipentaskan tari kolosal oleh sekitar 50 penari yakni tari GEMPITA SEMBADA yang menceriterakan tentang kesiapan masyarakat Sdleman untuk mensukseskan dan menjunjung tinggi pesta demokrasi 2019.

Di akhir rangkaian upacara  dilakukan pelepasan  102 ekor burung merpati oleh Bupati Sleman, Ketua DPRD Sleman dan Wakil Bupati Sleman, serta devile pasukan peserta upacara yang mendapat sambutan yang cukup meriah dari tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan.


Gubernur DIY,  Hamengku Buwono (HB) X  mengatakan Sleman sebagai daerah otonom  harus bisa mengambil inisiatif dalam merumuskan kebijakan daerahnya sesuai aspirasi, potensi  juga sosio kultural masyarakat.  

“Sudah saatnya pemerintah daerah merancang dan melaksanakan program yang sesuai dengan kondisi lokal dengan kekuatan dan tanggung jawab yang sungguh-sungguh,”  kata HB X dalam sambutannya yang dibacakan bupati Sleman Sri Purnomo.

Selain itu juga harus  mendorong masyarakat untuk  mengembangkan prakarsa dan kreativitas, meningkatkan peran serta masyarakat dalam  mengembangkan fungsi masing-masing bersama dengan pemerintah.  

Karena itu  peringatan hari jadi  harus  menjadi momentum untuk mengevaluasi  jalannya otonomi daerah, Terutama daerah jangan mementingkan kepentingan daerahnya saja tetapi harus tetap dijunjung prinsip toleransi dengan daerah tetangga.

“Diharapkan daerah tidak hanya memanfaatkan peluang kebebasan tetapi juga mengembangkan sikap dialogis, negosiatif, persuasif, komunikatif dan sama-sama mengetahui dalam pelaksanaan pembangunan Indonesia baru,” tandas HB X.

Menurut HB X adanya  otonomi daerah sudah menunjukkan sinyal perubahan paradigma yakni paradigma pertumbuhan menuju pemerataan pembangunan yang lebih adil dan merata. Untuk itu
selamat hari jadi ke 102 Kabupaten Sleman dengan harapan dapat menjadikan Sleman semakin maju dan berkembang dengan semangat Sleman Sembada.


Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sleman Sri Winarti menambahkan  upacara  puncak hari jadi Sleman ke 102, juga dilakukan di kantor kecamatan dan setiap sekolah di Sleman dengan guru dan siswa juga memakan pakaian  kebaya adat Jawa bagi perempuan dan laki-laki memakai Surjan Mataraman Jangkep dengan tata upacara menggunakan tata Upacara Adat Ngayogyakarto Hadiningrat.

“Kegiatan ini dimaksudkan agar hari jadi dapat memasyarakat karena  Hari Jadi bukan merupakan milik Pemkab Sleman tetapi merupakan milik masyarakat Kabupaten Sleman dan lebih mengenalkan budaya daerah kepada para siswa,” paparnya.

Sementara itu selain memakai busana adat Jawa,  ASN Sleman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat  juga diwajibkan menggunakan bahasa Jawa  kromo.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hari Jadi ke 102, Sleman Dituntut Kembangkan Potensi Lokal"

Posting Komentar