Sleman Terus Dilirik Investor





Wakil bupati Sleman Sri Muslimatun membuka diskusi  Forum Komunikasi Investasi bertempat di The Westlake Resort, Rabu (9/5/18).


SEMBADA.ID  -  Wilayah Sleman yang strategis menjadikan daerah ini menjadi incaran bagi para investor, baik dalam maupun asing  untuk mengembangkan usahanya.  Indikasinya tiap tahun jumlah investor terus bertambah. Data pemkab Sleman, tahun 2017  jumlah penanaman modal asing (PMA) tercatat 70 unit usaha atau naik 6.06% dibandingkan tahun 2016. Begitu juga penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada tahun 2017 ada 77 atau meningkat 28,33%  dibandingkan 2016.  Untuk itu berbagai usaha terus dilakukan pemkab Sleman untuk terus mendorong investasi ke tempat tersebut.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan secara umum Sleman terbuka untuk investasi. Selain mengembangkan dan menciptakan iklim  usaha yang terbuka, kondusif dan aman juga dengan memberikan kemudahan, terutama dalam pengurusan perizinan. Sehingga diharapkan investor terus berdatangan ke Sleman.

“Meski dipermudah, tetapi untuk segala prosedur tetap harus ditaati,” kata Sri Purnomo dalam sambutannya yang dibacakan wakil bupati Sleman Sri Muslimatun saat diskusi  Forum Komunikasi Investasi bertempat di The Westlake Resort, Rabu (9/5/18).

Menurut Sri Punomo secara umum Sleman menyimpan beragam potensi yang masih belum banyak digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, Sleman sangat terbuka dan berpotensi bagi  pengembangan usaha-usaha kreatif.  Hanya saja dalam pengembangan usahanya investor tetatp harus bisa memegang komitmen untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal.

“Diharapkan pemberdayaan masyarakat ini mampu mendukung terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera,”  harapnya.


 Kepala DPMPPT  Sleman Sutadi Gunarto  mengatakan bahwa Investasi mempunyai peranan yang sangat strategis untuk meningkatkan perekonomian daerah. Menurutnya, melalui kegiatan investasi, akan dihasilkan produk barang dan jasa, tersedianya lapangan kerja dan nilai tambah ekonomis bagi daerah sekaligus meningkatkan income perkapita masyarakat.

“Sehingga dalam pengembangannya perlu ada kesepahaman antara instansi terkait maupun dengan pemerintah, pelaku usaha, baik penanaman modal asing maupun dalam negeri,” ujarnya.

Sutadi Gunarto juga menghimbau agar para investor memperhatikan kewajiban yang harus dilakukan yaitu menyampaikan pelaporan kegiatan penanaman modal sesuai dengan Perka  BKPM RI   No /2017 tentang pedoman tata cara perizinan dan fasilitas penanaman modal.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sleman Terus Dilirik Investor"

Posting Komentar