Erupsi Susulan, Warga Glagaharjo Masih Bertahan Di Pengungsian



Warga Glagaharjo yang mengungsi di balai desa setempat masih bertahan di tempat tersebut, Sabtu (2/6/2018)




SEMBADA.ID - Erupsi susulan Gunung Merapi yang terjadi Jumat 1 Juni 2018 malam, menyebabkan warga Kalitengah Lor,  Kalitengah Kidul dan Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, serta Turgo dan Ngandong, Purwobinangun, Pakem, Sleman mengungsi ke tempat pengungsian yang ada di wilayah tersebut. Warga Kalitengah Lor,  Kalitengah Kidul dan Srunen di balai desa Glagaharjo, warga Turgo di SD Sanjaya Tritis dan warga Ngandong di Kemiri Kebo.

Tercatat terjadi erupsi susulan sebanyak tiga kali,  setelah erupsi, Jumat 1 Juni 2018 pukul 08.20 WIB, yaitu pukul 20.24 WIB, 21.00 WIB dan 22.30 WIB.

Data BPBD Sleman jumlah pengungsi di Glagaharjo ada 98 jiwa, di SD sanjaya Tritis 26 jiwa dan di Kemiri Kebo 2 jiwa. Dari jumlah tersebut hingga Sabtu (2/6/2018) pukul 08.00 WIB tinggal 13 jiwa yang masih berada di pengungsian Balai Desa Glagaharjo, lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka terdiri dari 12 lansia dan 1 balita.

Kepala logistik dan kedaruratan BPBD Sleman Makwan mengatakan, meski aktivitas Merapi meningkat namun masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap beraktivitas seperti biasa serta meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, bila terjadi hujan abu mengunakan alat pelindung diri (APD) apabila beraktivitas di luar rumah berupa masker, kacamata, jaket, penutup kepala dan alas kaki serta mengIkuti arahan petugas yang ada di lapangan. Untuk status Merapi sendiri level II atau waspada.

"Adanya peningkatan aktivitas Merapi ini direkomendasikan radius 3 km dari puncak dikosongkan dari aktivitas penduduk (mencari rumput dan pendakian) serta masyarakat yang tinggal di KRB III diharap untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi," papar Makwan, seperti yang dilansir sindonews. (sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Erupsi Susulan, Warga Glagaharjo Masih Bertahan Di Pengungsian"

Posting Komentar