Jual Miras Di Bulan Ramadahan Pemilik Tempat Hiburan Terancam Penjara





 Petugas Satpol PP Sleman menunjukkan minuma beralkohol saat operasi penertiban tempat hiburan di  wilayah  Caturtaunggal, Depok, Sleman, Minggu (3/6/2018) dini hari.

SEMBADA.ID - Tempat hiburan malam di Sleman masih ada yang melanggar aturan soal penjualan minuman keras (miras) saat bulan ramadhan. Terbukti saat Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Sleman mengelar operasi di daerah Caturtunggal ada dua  tenpat hiburan yang menjual minuman beralkohol golongan A dan C termasuk tidak memiliki izin penjualan.

Atas pelanggaran itu,  pemilik tempat hiburan tersebut terancam mendapatkan sanksi pidana penjara dan denda. Sebagaimana di atur dalam peraturan daerah (perda) Sleman No 8/2007 tentang Pelarangan Pengedaran, Penjualan & Penggunaan Minuman Beralkohol dan peraturan bupati (perbu) Sleman No 26/2013 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan Umum, Rumah Makan, Restoran, dan Hotel Pada Bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Dimana dalam aturan ini,  bagi pemilik tempat hiburan yang menjaul miras  golongan A, kada alkohol 1-5%  selain mendapatkan sanksi Rp5juta juga kurangan penjara 1 bulan dan yang menjual miras golongan C, kadar alkohol di atas 35% . denda maksimal Rp40  juta dan  kurungan penjara maksimal 5 bulan.

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Sleman  Dedi Widyanto  mengatakan selain untuk penegakkan peraturan daerah, operasi tempat hiburan tersebut juga untuk membuat situasi Sleman tetap kondusif. 

Karena itu, terus akan melakuan pemantauan terhadap semua tempat hiburan malam yang ada di Sleman. Baik saat ramadhan mau pun di luar ramadhan. "Bagi yang melanggar akan langsung kami tindak dan proses hukum, yaitu dibawa ke pengadilan," kata Dedy, seperti dilansir sindonews. Minggu  (3/6/2018).

Dedy menjelaskan pemberian sanksi ini juga sebagai wujud ultimatum remedium, yaitu  pemberian sanksi sebagai upaya terakhir agar tidak melakukan pelanggaran lagi, termasuk  warning bagi yang mencoba melanggar aturan.  

Namun jika ternyata sanksi tersebut tetap juga tidak diindahkan,  akan ada penutupan paksa dan pencabutan izin tempat hiburan. "Jadi denda dan pidana bentuk dari preventif,  namun sebelum melangkah ke arah itu, tetap ada upaya persuasif," jelasnya.

Kepala Seksi Operasi dan Trantib Satpol PP Sleman Sri Madu menambahkan pemilik hiburan malan itu akan menjalani sidang di pengadlan negeri Sleman, tanggal 8 Juni mendatang (sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jual Miras Di Bulan Ramadahan Pemilik Tempat Hiburan Terancam Penjara"

Posting Komentar