Orang Tua Masih Bingung Teknis PPDB SMP Di Yogyakarta



Para orang tua menanyakan sosl PPDB 2018 di Disdik Yogyakarta, Senin (25/6/2018)


SEMBADA.ID  –Para orang tua calon siswa SMP di Yogyakarta  mendatangi kantor dinas pendidikan (Disdik) kota Yogyakarta, Senin (25/6/2918). Kedatangan mereka untuk menanyakan  soal  penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 di kota tersebut.  Terutama yang menyangkut dengan persyaratan dan ketentuan teknis  lainnya.  Ini lantaran ada beberapa persyaratan baru,  terutama persyaratan administrasi.

PPDB SMP di Yogyakarta sendiri melalui dua jalur, yaitu jalur prestasi dan jalur zonasi.  Untuk jalur prestasi selain warga kota Yogyakarta  juga bisa dari luar kota. Hanya saja untuk kuotanya terbatas, yaitu hanya 5%.  Sedangkan zonasi khusus untuk warga Yogyakarta.

“Saya masih bingung untuk persyaratan  masuk SMP di kota Yogyakarta.  Untuk itu datang ke sini untuk menanayakan,” kata warga Krasak,  Gondokusman, Yogyakarta, Wawan, 50.

Menurut  Wawan,  masih belum paham soal zonasi dan penambahan nilai bagi siswa yang memiliki prestasi.  Sebab untuk zonasi apakah berdasarkan jarak atau administrasi tempat tinggal siswa. Untuk tambahan nilai,  soal  berdasarkan jenjang.

“Ini yamg masih membuat para orang tua bingung,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan warga Bangungtapan, Bantul,  Siti Rohayati, 48. Ia kebingunan soal status anaknya. Sebab untuk KK anaknya sudah ikut saudaranya di Yogyakarta. Namun ada aturan untuk KK harus ikut orang tua.  Akibatnya saat mau mendaftar ke SMPN 9 Yogyakarta tidak bisa, karena anaknya ikut KK saudaranya. 

Begitu juga sebaliknya saat mendaftar di SMP yang ada di Bantul juga tidak bisa sebab anaknya tidak masuk dalam KK  miliknya. Oleh sekolah yang bersangkutan disarankan PPDB melalui jalur prestasi.  Padahal untuk jalut prestasi kuatanya hanya 5%, meski untuk prestasi anakknya menjadi juara OSN  internasional bidang IPA di Malaysia.  

“Karena itu saya ingin menanyakan  soal aturan ini,” terangnya.

Kasi Data dan Informasi Disdik Yogyakarta Siti Hidayati mengatakan  untuk PPDB  baik SMP dan SD memang cukup selektif, terutama soal administrasi kependudukan. Di antaranya untuk KK memang harus ikut orang tua. Jika Kknya tidak ikut orang tua maka tidak bisa mendaftar secara zonasi, tetapi masih bisa melalui jalur prestasi.

“Untuk jalut prestasi juga cukup ketat yang diakui hanya yang ikut OSN, di luar itu tidak bisa,:   jelasnya.

Siti menjelaskan penerapan ini, terutama untuk memfilter agar  mereka yang sekolah di kota Yogyakarta benar-benar yang berhak, bukan  titipan maupun prestasi yang  diselenggarakan di luar dinas pendidikan. (prista)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Orang Tua Masih Bingung Teknis PPDB SMP Di Yogyakarta"

Posting Komentar