Pembacok Mahasiswa FIB UGM Hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara





Dua pelaku pembacokan kepada mahasiswa  UGM diperlihatkan petugas saat  ungkap kasus di Mapolresta Yogyakarta, Senin (11/5/2018)

SEMBADA.ID - Dua pelaku pembacokan yang menewaskan  mahasiswa Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwi Ramadhani Herlangga, 26  di perempatan Mirota Kampus, Jalan C.  Simanjuntak, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (7/6) pukul 02.30 WIB lalu. Yaitu AYT, 19 dan MWD, 16  terancam 15 tahun hukuman penjara.


Keduanya di tangkap petugas Sabtu (9/6/2018), AYT di kediamannya Bumijo,Jetis  sedangkan MWD di rumahnya Blunyahrejo, Tegalrejo, Yoguakarta.   Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya mereka sekarang di tahan di Mapolresta Yogyakarta. 


“Mereka kami jerat dengan pasal 351 ayat 3 kUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan meninggalnya orang,” kata Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini saat gelar ungkap kasus di Mapolresta setempat, Senin (11/6/2018).


Armaini menjelaskan meski untuk MWD masih di bawah umur, tetap memakai pasal itu. Hanya saja untuk perlakuan terhadap penyidikan dan persidangan tetap mengikuti UU perlindungan anak.  AYT sendiri diketahui baru lulus SMA sedangkan MWD baru lulus SMP.

Dari pemeriksaan, AYT mengaku perbuatannya itu sebagai balas dendam, sebab beberapa waktu lalu pernah diserang seseorang dengan gir motor  hingga melukai kakinya. Sehingga setelah melihat ada motor yang mirip dipakai orang yang melukai dirinya langsung mengejar dan membacoknya.

“AYT membonceng dan membacok,sedangka MWD yang menjadi joki,”  paparnya.

Kejadian pembacokan sendiri berawal saat  korban bersama ketujuh rekannya, Kamis (7/6/2018) pukul 01.00 WIB, turun dari Jalan Kaliurang  KM 13,5 menuju UGM untuk membagikan makan sahur kepada orang yang  membutuhkan. Selanjutnya bersama rekan-rekannya, korban menuju ke Kotabaru  dan terakhir ke Taman Budaya Yogyakarta.  Setelah selesai membagikan sahur kembali ke Jalan Kaliurang. Sampai di  Bundaran UGM (korban) belok kiri sampai di Perempatan Mirota.

“Sampai di lokasi tersebut, dari arah belakang ada orang yang tidak  dikenal meneriaki korban dengan kata-kata yang tidak pantas yaitu "bajingan",”  terangnya.

Saat itu, korban yang tengah dibonceng Muhammad Zakaria Ansyor mengira dirinya akan menjadi sasaran sehingga Zakaria pun memacu  kendaraanya lebih cepat.  Namun sayang, kendaraan korban sudah dipepet oleh tersangka.  Korban merasa punggungnya terkena senjata tajam dan berdarah.

“Korban sempat memberitahu kepada temannya  bahwa kena (bacok) dan dibawa ke RSUP Sardjito tetapi nyawanya tidak tertolong,” jelasmya.(sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembacok Mahasiswa FIB UGM Hingga Tewas Terancam 15 Tahun Penjara"

Posting Komentar