Menko PMK Canangkan Kebangkitan Lansia Indonesia





Menko PMK Puan Maharani menijau hasil usaha lansia saat peringatan puncak hari lansia nasional ke 22 di lapangan Denhanud Paskhas Yogyakarta, Kamis (5/7/2018)


YOGYAKARTA – Puncak hari lanjut usia (lansia) ke 22 tahun 2018  di pusatkan di lapangan Detasmen Pertahanan Udara (Denhanud) 474 Paskhas  Yogyakarta.  Peringatan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Sebab bukan hanya sekedar  acara rutin tahunan dan seremonial semata, namun yang lebih penting lagi adanya deklarasi kebangkitan lansia Indonesia sekaligus penyerahan draf undang-undang tentang lansia.


Menteri koordinator pembangunan masyarakat dan kebudayaan (Menko PMK)  Puan Maharani  didampingi  menteri sosial (Mensos)  Idrus Marhum mendeklarasikan  langsung  pencanangan kebangkitan lansia Indonesia tersebut.  Pencanangan ditandai dengan penyerahan draf undang-undang tentang lansia kepada ketua komisi VIII DPR Ali Taher,


Selain pencanangan kebangkitan lansia,  Puan juga menyerahkan penghargaan kepada para pemimpin pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi, kelompok dan perorangan yang memberikan pelayanan kepada lansia di daerah mereka.  Mereka yang mendapatkan penghargaan di antaranya  Sri Sultan HB X, ketua tim pengerak PKK Jawa Timur   Nina Sukarwo dan bupati Merangin, Jambi, Alharis.


Menko PMK Puan Maharani mengatakan  berbicara  tentang lansia maka  ada tiga komponen yang harus menjadi perhatian, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan yang berlanjut,  yaitu penyiapan peran generasi muda, penguatan hubungan lintas generasi dan pemberian perlindungan sosial.  Untuk itu, keluarga dan masyarakat harus bisa menciptkan lingkungan yang bisa memahami orang tua atau lansia, sehingga lansia merasa nyaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Perlu kearifan dalam menjalin komunikasi lintas generasi.  Karena kadang kala komunikasi lintas generasi menyebabkan salahpaham di antara tiga generasi,” kata Puan, seperti dilansir sindonews, Kamis (5/7/2018).

Menurut Puan ini penting sebab, saat ini masih banyak dalam satu atap dihuni tiga generasi,  yaitu orang tua, anak dan cucu.  Atas kondisi ini, maka  generasi muda harus menghormati dan belajar kearifan  dari generasi sebelumnya, serta orang tua harus memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda.


“Dimana hal itu dapat dimulai dari meningkatkan ketahan kesejahteran keluarga yang tercermin dari fungsi keluarga sebagai tempat perlindungan,  kasih sayang agama pendidikan dan  ekonomi,” paparnya.

Menurut Puan  rasa hormat kepada lansia bukan saja bagian dari budaya  bangsa tetapi juga penghargaan dan pengbadian serta kearifan yang telah diberikan kepada keluarga masyarat dan bangsa. Dimana Lansia merupakan pelestarai nilai keamanan sosial, pemelihara sekaligus pewaris budaya bngsa kepada dua generasi  (anak dan cucu).

“Karena ini deklarasikan kebangkitan lansia  Indonesia dimulai dari  Yogyakarta ini sebagai momen strategis untuk mewujdukan hal tersebut. Untuk itu Mensos harus dapat menindaklajuti dan merealisasikan deklarasi  ini,”  tandasnya.

Mensos Idrus Marhum menambahkan  sebagai langkah awal dalam mewujdukan deklarasi tersebut, yaitu dengan penyerahan draf undang-undang lansis, teruata tentang peran dan posisi lansia kepada DPR. Dimana UU ini menjadi perangkat pendukungnya, terutama sebagai instrumen dalam memberikan  landasan kuat posisi dan peran lansia ke  depan.

“Naskah akademik memuat subtansian perubaan paradigma, dalam melihat posisi dan peran lansia.
UU ini akan memposisikan usia paripurna  (lansia) sebagai penyangga pembangunan,  pengawas nilai budaya bangsa, sebagai  inspirator dan motivator generasi selanjutnya serta, tdak dilihat  dalam prisektif  tidak berperan dan berguna lagi,”  jelasnya.

Ketua komisi VIII DPR Ali Taher mengaku siap melakukan pembahasan draf UU lansia tersebut. Apalagi  UU ini natinya akan memberikan pengakuan,  jaminan, perlindungan dan kepastian hukum kepada lansia. (sbd)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menko PMK Canangkan Kebangkitan Lansia Indonesia"

Posting Komentar