Warga Temon Penolak Bandara Laporkan Pembersihan Lahan Bandara ke ORI

Warga Paliyan, Temon,Kulonprogo  yang terdampak pembangunan bandara NYIA melaporkan AP I Yogyakarta yang diduga maladministrasi atas pengusuran lahan mereka ke kantor ORI perwakilan DIY, Senin (9/7/2018)

 SEMBADA.ID – Proses pembersihan lahan yang akan dijadikan lokasi bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di  Paliyan, Temon, Kulonprogo yang dilakukan PT Angkasa Pura (AP) 1 Yogyakarta, 26-30 Juni  dilanjutkan 2-6 Juli 2018 lalu berbuntut panjang.  Pasalnya warga Paliyan yang  lahannya  terdampak  proyek  tersebut melaporkan tindakan AP 1 Yogyakarta ke Ombudsmen Republik Indonesia (ORI), Senin (9/7/2018).
Mereka menilai apa yang dilakuan AP I  itu merupakan tindakan maladminsitrasi. Alasannya, sesuai dengan rekomendasi dari ORI para Maret lalu, terhadap tinakan yang sama di lokasi tersebut,  merupakan perbuatan maladminstrai, sehingga semua kegiatan di tempat ini harus dihentikan.

“Karena itu, kami melaporkan tindakan Angkasa Pura ke ORI atas dugaan maladmisntasi,” kata perwakilan warga Paliyan, Temon, Kulonprogo, Sofyan, 33  di ORI perwakilan DIY, seperti yang dilansir sindonews,  Senin (9/7/2018).

Sofyan menjelaskan atas tindakan AP tersebut menyebabkan warga yang memiliki lahan, bukan hanya tidak bisa mengolah lahan mereka kembali, namun juga tidak bisa memetik hasil pertanian mereka, seperti kelapa, cabai dan sayur mayur.  Padahal hasil pertanian ini menjadi sangat penting bagi kehidupan, sebab mata pencarian warga memang petani.

“Selain itu, tanah hasil pembershan lahan yang ditempatkan di pekarangan juga menganggu akses warga,” jelasnya.

Menurut Sofyan,  lahan yang dibersihkan itu, bukan hanya warga yang ada di dalam pagar  lokasi proyek bandara namun juga yang berada di luar  pagar proyek bandara. Ssaat ini masih ada 37 rumah  yang dihuni 86 KK dengan 300 jiwa. Jarak rumah  dengan lahan sekitar 300 meter.

“Kami harapkan ORI dapat menindaklanjuti laporan ini, t termasuk menghentikan pengusuran lahan, Apalagi tindakan AP  melanggar hukum,” tandasnya.

Mengenai sudah adanya konsinyasi. Sofyan menegaskan,  warga tidak mempermasalahkan besar kecilnya konsiyansi,  namun warga menolak bandara. Hal ini juga sudah dikatakan sejal awal.  AP sendiri juga tidak bisa menunjukkan penolalan warga berkaitan dengan konsiyansi.

Ketua ORI Perwakilan DIY Budhi Matshuri mengatakan sebagai tinaklanjut dari laporan warga Paliyan,  Temon, Kulonprogro, yang menolak pembangunan bandara NYIA ini segera akan menyurati AP I,  terutama untuk menanyakan apakan laporan hasil pemeriksaan (LHP) ORI sudah dilaksanakan atau belum paska rekomendasi ORI Maret lalu. Termasuk akan  cross cek soal laporan warga tersebut.  Hasilnya akan dijadikan untuk membuat kesimpulan ORI.

“Jika ternyata LHP ORI DIY  dilanggar,  akan diserahkan ke tim resolosi ORI pusat untuk mengambil keseimpulan,”  terangnya.(sbd) 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Temon Penolak Bandara Laporkan Pembersihan Lahan Bandara ke ORI"

Posting Komentar