Bawaslu Gelar Deklarasi Desa Anti Politik Uang di Sleman

Bawaslu Gelar Deklarasi Desa Anti Politik Uang di Sleman


Ketua Bawaslu Abhan menandatangai deklarasi desa anti politik uang (APU) di lapangan desa Candbinangung, Pakem, Sleman, Minggu (30/9/2018)

SEMBADA.ID-  Politik uang merupakan momok demokrasi. Praktik antidemokrasi tersebut harus dilawan bersama-sama dari semua arah.  Untuk mencegah terjadinya politik uang itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY menggelar deklarasi desa anti politik uang (APU) di lapangan desa Candibinangun, Pakem, Sleman, Minggu (30/9/2018).  Pengurus Bawaslu se DIY bersama pejabat pemkab dan elemen masyarakat  termasuk ketua Bawaslu RI Abhan menghadiri kegiatan tersebut. 

Ketua badan pengawas pemilu (Bawaslu) DIY Bagus Sarwono mengatakan, dalam praktik pemilihan selama  ini, isu politik uang, baik berupa janji, pemberian uang maupun barang kepada pemilih dan penyelenggara banyak terdengar terjadi di level  masyarakat terbawah.  Oleh karena itu, sudah saatnya warga di level terbawah diberdayakan dan dilibatkan aktif dalam perjuangan menolak dan melawan  politik uang dalam proses kepemiluan.

“Tanpa pelibatan aktif masyarakat maka perjuangan menolak dan melawan politik uang akan lebih sulit,” kata Bagus.saat deklarasi desa anti politik uang (APU) di lapangan Candibinangung, Pakem, Sleman, Minggu (30/9/2018)

Hal yang tak kalah penting,   upaya atau program strategis yang  perlu dilakukan bersama-sama antara jajaran Bawaslu dan masyarakat,  dalam mengawal semangat antipolitik uang hingga usainya pergelaran Pemilu ke depan pascadeklarasi.

Misalnya program   bimbingan teknis kepada kelompok-kelompok masyarakat agar memiliki kesepemahaman soal buruknya dampak politik uang, aksi bersama mencegah politik uang di tengah-tengah masyarakat,  pengadaan media sosialisasi dan  pembentukan posko pengaduan terpadu politik uang.

“Melalui berbagai upaya yang tersusun secara sistematis ini diharapkan  dapat mengubah cara pandang masyarakat dalam melihat praktik politik uang,  memiliki semangat dan pemahaman yang sama bahwa praktik politik uang adalah  sesuatu yang haram dilakukan ataupun haram untuk diterima,” paparnya.    

Ketua Bawaslu RI Abhan menambahkan desa APU yang digagas Bawaslu DIY, ini wujud partisipasi masyarakat dalam pencegahan pelanggaran Pemilu, terutama  praktik politik uang. Hal tersebut juga sudah sesuai dengan tugas dan kewenangan Bawaslu  dalam aspek pengawasan Pemilu yang di dalamnya terdapat tugas pencegahan pelanggaran Pemilu. Di antaranya dengan melibatkan partisipasi masyarakat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum. 

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Hukum, Musta'in Aminun  mengatakan untuk menjaga dan menegakkan integritas demokrasi yang bersih dan jujur diperlukan adanya komitmen bersama. "Komitmen ini adalah langkah yang nantinya diuji dalam aspek menselaraskan kampanye pemilu yang sudah mulai hingga bulan April mendatang," jelas Musta'in. 

Menurut Musta'in deklarasi ini dilaksanakan untuk mendukung penolakan praktik politik  uang dalam pemilu.

"Andaikata politik tergantung pada uang tentunya akan menimbulkan dampak yang tidak ada habisnya dan tidak sesuai dengan demokrasi yang diharapkan. Mari tunjukkan komitmen ini dalam realitas aksi penolakan politik uang," tandasnya. 

Kepala Desa Candibinangun Sismantoro menyambut baik dipilihnya desa  Candibinangun sebagai proyek percontohan (pilot project) Desa APU di DIY.

“Kami berharap, masyarakat dapat menyambut baik program Desa APU dalam  pengawasan Pemilu kali ini,” ungkapnya. 
Read More
Krisis Moral dan Etika Bangsa Indonesia Masih Sulit Dikendalikan

Krisis Moral dan Etika Bangsa Indonesia Masih Sulit Dikendalikan


Mantan ketua KPK Busyro Muqoddas saat memberi kuliah perdana pascasarjana UMY, di kampus setempat, Sabtu (29/9/2018)

SEMBADA.ID – Mantan ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan peran elit partai politik, birokat dan sektor swasta  ditengarai menjadi penyebab mengapa krisis moral dan etika yang dialami bangsa Indonesia masih sulit untuk dikendalikan.

“Masifnya korupsi politik, seperti kasus anggota DPRD Malan dan 55% kekayaan negara dikuasi 100 warga negara sebagai contoh konkritnya,” kata Busyro saat memberikan kuliah umum  pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di kampus setempat, Sabtu (29/9/2018). seperti dilansir sindonews

Busyro menjelaskan  korupsi politik yang terjadi di Indonesia adalah dengan mengincar pembangunan infrastuktur, pengadaan barang dan jasa untuk pembangunan nasional dan daerah. Menguatnya korupsi politik tersebut karena sudah dalam bentuk corruption by desaign. Melalui Raperda/Perda, RUU, UU dan kebijakan yang koruptif.

“ Selain itu juga melalui praktik politik uang dalam pilkada dan pemilu. Sehingga menjadikan hal-hal tersebut sebagai produk yang membunuh moralitas konstitusi dan penegakan hukum di Indonesia," paparnya.

Puncak korupsi politik dan korupsi demokrasi tersebut juga terjadi dalam bentuk praktik sistem ngijon, seperti dalam sejumlah kasus korupsi anggota DPR RI. Contohnya seperti kasus di Kota Malang. Dimana 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang menjadi tersangka korupsi. Kemudian sistemisasi, strukturasi dan masifikasi korupsi birokrasi nasional dan daerah, seperti pada pertengahan tahun 2018 dimana ada 97 kepala daerah tingkat I dan II yang berstatus tersangka/terdakwa di KPK.

“Dengan obyek korupsi Dana APBD/P, Otonomi Khusus, Infrastruktur dan perizinan RT/RW, serta pertambangan," tandasnya.

Selain itu, sistem politik yang terjadi di Indonesia membuat orang diperbudak oleh nafsu kekuasaan, yang berujung pada penghalalan segala cara untuk mewujudkan segala ambisinya. Maka dari itu Busyro menekankan kepada para mahasiswa Pascasarjana sebagai perwakilan insan yang berilmu untuk menjaga diri dari seretan arus perbudakan nafsu kekuasaan.

"Tanggung jawab orang berilmu sangat berat, karena ilmu bisa menjadi malapetaka jika ilmu itu tidak memiliki kualitas, seperti kualitas keberpihakan. Tak jarang kemudian banyak orang yang tidak mengamalkan ilmunya, hanya untuk memenuhi ambisinya (tidak sesuai dengan konsentrasi studi, red),"  terang dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Untuk mewujudkan keadaban politik berkemajuan, Busyro merekomendasikan agenda setting revitalisasi perguruan tinggi dalam orientasi pembangunan nasional berspirit politik dan diterapkannya mata kuliah yang mendukung bagi Pascasarjana  Universitas Muhammadiyah.

“Perlu mata kuliah Ideologi Pembangunan Perspektif Keadilan Sosial dan kajian pendalaman Buku Gerakan Muhammadiyah,” ungkapnya. (sbd)
Read More
 Mahfud MD Ajak Maba Pascasarjana  UAD Kuatkan Ideologi Pancasila

Mahfud MD Ajak Maba Pascasarjana UAD Kuatkan Ideologi Pancasila

  
Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru program pasca sarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, di kampus 2 UAD, Jalan Pramuka, Yogyakarta, Sabtu (29/9/2018)


SEMBADA.ID  –Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD memberikan kuliah perdana mahasiswa baru (maba) pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta di Kampus 2 UAD, Jalan Pramuka, Yogyakarta, Sabtu  (29/9/2018).  UAD pada tahun 2018 menerima 270  maba pascasarjana yang tersebar di 11 program studi (prodi).

Mahfud MD mengatakan pancasila  merupakan pijakan paling utama dalam semua  aspek kehidupan bermasyarakat dan menjadi  pemersatu bangsa Indonesia. Karena itu ideologi Pancasila tetap harus terjaga. Terlebih generasi muda yang lebih dekat  dengan tren komunikasi global

"Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa  serta bernegara. Pancasila itu ideologi yang mempersatukan,” kata guru besar Hukum Tata Negara  Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta tersebut.

Mahfud mengingatkan kembali tentang potensi perpecahan jika generasi muda  saat ini tidak lagi merefleksikan Pancasila dalam kehidupan bersosialisasi  mereka sehari-hari.

"Radikalisme harus kita tangkal dengan Pancasila sebagai ideologi pemersatu  ikatan kita sebagai bangsa Indonesia," terangnya.

Menurut Mahfud  kedudukan Pancasila sebagai dasar negara,  melahirkan  hukum-hukum resmi. Selain dasar negara juga cara pandang yang  sama, pedoman etik, pemersatu dan laspek lain yang tidak berbentuk hukum.

“Untuk itu hari kesaktian Pancasila, bukan hanya untuk memperkuat kebangsaan, namun juga momentum sebagai alat mengingatkan cobaan dan harus terus selalu waspada,”  paparnya.


Direktur Pascasarjana UAD,  Achmad Mursyidi mengapresiasi  kegiatan tersebut. Ia pun berharap dari mereka nantinya muncul pemimpin bangsa. Karena itu harus serius disertai kesungguhan dan selalu berikhtiar saat menempuh studi. Sehingga akan menguasi ilmu-ilmu mutakir dan dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu.(sbd)
Read More
Rintis Desa Budaya, Tlogoadi Gelar Malam Budaya

Rintis Desa Budaya, Tlogoadi Gelar Malam Budaya




Salah satu penampilan kesenian dalam gelar malam rintisan desa budaya desa Tlogoati,Mlati Sleman di halaman balai desa setempat. Jumat (28/9/2018). Foto sembada.id/anggono


SEMBADA.ID – Desa Tlogoadi,  Mlati, Sleman merintis desa budaya di  daerah tersebut. Sebagai langkah  awal, selama dua hari, yaitu Jumat-Sabtu (28-29/9/2018) mengelar malam rintisan desa budaya di halaman balai desa setempat.

Hari pertama menampilkan mocopatan dan wayang orang Krido Bekso Sembodo dan hari kedua menampilkan orkes Opo Anane, Sendratari Bokari dari Cebongan dan Dadung Awuk  Ngudi Laras dari Sanggrahan Tlogoadi.

Wakil bupati Sleman Sri Muslimatun membuka kegiatan tersebut, turut hadir kepala dinas kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara.

Kepala Desa Tlogoadi, Mlati, Sleman Sutarjo mengatakan selain untuk pembinaan dan pengembangan potensi budaya lokal, kegiatan ini juga dalam mengawali rangkaian kegiatan hari jadi Desa Tlogoadi yang ke 72. Selain seni dan budaya, juga ada perlombaan, seperti olahraga dan  kebersihan lingkungan.

“Kami harapkan langkah ini akan menumbuhkan partisipasi masyarakat, sifat toleransi kegotong royongan dan kebersamaan serta sebagai bentuk kegiatan pembinaan potensi seni dan budaya di wilayah Desa Tlogoadi,” paparnya
.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada desa Tlogoadi maupun Disbud Sleman, dengan digelarnya kegiatan rintisan desa budaya di wilayah desa Tlogoadi tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat merata di semua desa dan dusun di Sleman.
terdapat nilai-nilai luhur dan pitutur yang menuntun ke jalan yang benar dalam mengarungi kehidupan di masyarakat. (agn)


Read More
Warga Bantul Tertipu Sewa Ruko Lewat Iklan E-Commerce

Warga Bantul Tertipu Sewa Ruko Lewat Iklan E-Commerce


Polsek Ngaglik, Sleman memperlihatkan tersangka penipuan sewa ruko di Mapolsek setempat.

SEMBADA.ID –Masyarakat yang akan melakukan transaksi lewat online, baik jual beli maupun urusan lainnya harus hati-hati dan memastikan jika obyek yang  ditawarkan memang benar ada. Termasuk saat pembayaran diusahakan secara tunai serta ada saksi  tidak melalui transfer.  Sebab tidak jarang ada oknum yang melakukan penipuan dengan modus online  tersebut. 

Seperti yang dialami warga Sonopakis,  Ngestiharjo, Kasihan, Bantul,  Ilham Wibiyanto , 32 harus kehilangan Rp12,5 juta untuk menyewa ruko  di jalan Kaliurang Km 9,3 Ngaglik, Sleman yang ditawarkan warga Jalan Kayu Manis VII  Matraman, Semarang, Jawa Tengah,  Musdhalifa Pebriani (MP)  38 lewat ikan e-commerce. 

Meski ruko memang ada, namun ruko itu bukan miliknya. Sebab ia hanya menyewa.  Atas  perbutannya tersebut  sekarang MP harus berurusan dengan Polsek Ngaglik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Ngaglik Kompol Danang Kuntadi mengatakan kasus ini berawal saat MP melalui iklan ecommerce menawarkan ruko yang dikontraknya di Jalan Kaliurang km 9,3 dengan harga Rp12,5 juta setahun.  MP mengaku ruko itu miliknya. 

Iklan itu dibaca oleh warga Sonopakis,  Ngestiharjo, Kasihan, Bantul,  Ilham Wibiyanto. Karena tertarik kemudian menghubungi MP.  Termasuk mengecek lokasinya. Karena cocok Ilham kemudian akan menyewanya, setelah harganya disetujui yaitu Rp12,5 juta,Ilham kemudian membayar dengan cara transfer.

“Hanya saja saat Ilham akan membersihkan ruko itu, pemilik warung disebelahnya yang ternyata pemilik ruko itu bertanya, kenapa kok ruko itu dicat.Ilham menjawab ia menyewa dari MP.  Setelah itu diberitahu jika MP hanya menyewa dan yang memiliki ruko itu dirinya,” kata Danang, seperti dilansir sindonews,

Mendapat jawabatn itu, Ilham merasa telah ditipu MP,  sehingga melaporkan ke Polsek Ngaglik. Mendapat laporan petugas langsung melakukan pengembangan penyelidikan dan akhirnya, berhasil mengamankan MP di kosnya di daerah Gamping, Jumat (28/9/2018).

“Kami juga amankan beberapa barang bukti seperti bukti transfer, ATM, dua Hp dan nota transkasi sewa menyewa ruko," katanya.

MP dalam perkara ini dijerat  dengan pasal 45A ayat 1 juncto pasal 28 ayat 1 UU No.19/ 2016 juncto pasal 378 KUHP tentang penipuan dan  terancam hukuman  maksimal 7 tahun penjara.

Kanit Reskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto menambahka dari hasil pemeriksaan
MP baru melakukan aksinya satu kali dan ung Rp12,5 juta  sudah  habis  dipakainya untuk hidup sehari-hari, karena dia itu  pengangguran.
Read More
OJK Sosialiasikan Inovasi Keuangan Digital di UAJY

OJK Sosialiasikan Inovasi Keuangan Digital di UAJY



Para pembicara sedang memaparkan soal industri keuangan digital saat seminar nasional dengan tajuk "Digital Finance Innovation, Challenges and Oppurtunities"  di kampus FE UAJY, Jumat (28/9/2018)..


SEMBADA. ID - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Koran Sindo dan  sindonews.com serta  Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY) menggelar seminar nasional dengan tajuk  "Digital Finance Innovation, Challenges and Oppurtunities"  di kampus FE UAJY, Jumat (28/9/2018).
.
 Kegiatan seminar ini selain untuk  mengenalkan inovasi industri keuangan digital di kalangan perguruang tinggi, baik kepada mahasiswa, dosen dan praktisi keuangan. Sekaligus mempersiapkan mereka dalam menghadapi era industri 4.0.  Sebab dimasa mendatang dalam kehdiupan sehari-hari tidak lagi terhindar dari digital, termsuk finasial


Seminar yang dibuka oleh Wakil Rektor 1, UAJY, The Jin Ai ini menghadirkan empat pembicara, yaitu Kepala Group Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro OJK, Triyono,  dosen UAJY Prof Dr Sukmawati S, Dirut MNC Sekuritas, Susy Meilina, dan  Edith Cowan University, Australia, Dr Ferry Jie dengan moderator presenter Inews TV, Ariyo Ardi..


Wakil RektorI UAJY,   The Jin Ai mengatakan seminar ini sangat sejalan dengan tema Dies Natalis UAJY ke 53 tahun  2018 yang baru saja dilaksanakan. "Kita sadar inovasi teknologi cukup menganggu setiap sendi kehidupan.  Sebagai orang di pendidikan, kita harus melihat bahwa kemajuan teknologi ini justru membuka peluang baru," katanya saat membuka acara tersebut, seperti dilansir sindonews.

Menurut The Jin Ai, dengan banyaknya inovasi, tidak perlu menjadi takut, tetapi harus  melihat banyak peluang yang bisa dipijaki, khususnya di dunia finance yang banyak sekali perkembangannya untuk disongsong dan  diperkenalkan di masa mendatang.

Untuk itu sangat mendukung kegiatan seminar ini dan mengharapkan materi yang disampaikan para narasumber dapat menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya mahasiswa tentang  inovasi industri keuagan digital sekaligus menjadi bekal dalam kehidupan, terutama dalam menghadpi era industri 4.0..

"Digital ini luar biasa bisa membantu. Jadilah technopreneurship," harapnya.

Direktur Humas OJK  Hari Tangguh Wibowo  yang menjadi pembicara kunci dalam acara ini, mengatakan inovasi keuangan digital di Indonesia membutuhkan banyak persiapan, terutama kesiapan dari OJK sendiri karena industri keuangan digital maju sangat pesat.

"Teknologi berkembang, inovasi pasti juga berkembang yang tadinya mulanya paperbased. E-bankingnya pun mulai berkembang, tidak perlu tatap muka ke bank, kini bisa melalui mesin," katanya.

Menurut Hari, di era industri 4.0  mau meminjam uang  tinggal pencet tombol. "Kita harus menjaga bahwa teknologi benar-benar bermanfaat. Sekarang dengan teknologi saya bisa mudah bertransaksi misalnya reksadana," terangnya

Hari pun berharap OJK bisa memiliki banyak MOU dengan perguruang tinggi (PT), dalam mensosialisasikan produk dan program OJK, baik melalui seminar maupun Forum Group Discussion (FGD). Dipilihnya PT, karena sebagai tempat orang berdiskusi melihat sesuatu yang baru dan inovasi itu muncul dari diskusi tersebut.

“Jadi dengan kegiatan ini, agar mereka (praktisi, akademisi dan mahasiswa) tertarik dengan inovasi. Terutama dalam menghadapi tantangan era industrial 4.0. Dimana otomatisasi digitalisasi akan merambah segara sendi kehidupan. Sehingga harus dipersiapkan,” jelasnya.

Selain itu juga diharapkan akan ada masukan kepada pemangku kebijakan, soal hambatan dan solusi dalam menghadapi era digitalisasi ini.

Kepala Group Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro OJK, Triyono mengatakan bahwa berbicara inovasi tidak perlu kaku-kaku dan prosedur seperti kantor Google.
"Kita punya fintech center di OJK supaya tidak kaku di era 4.0 ini," paparnya.

Menurut Triyono tidak ada formalitas yang kaku di era industri 4.0 yang luar biasa ini. "Kita sekarang sedang masa transisi dari 3.0 ke 4.0 dengan bonus demografi sampai 2030 sehingga Andalah yang nanti akan menjadi potensial market untuk jasa keuangan di masa mendatang," katanya.

"Semuanya kini punya smartphone, apa ada yang tidak punya smartphone. Buat saya, kalian ini sudah dipengaruhi dengan gajet yang luar biasa. Microchip yang masuk di dalam smartphone kita, sangat powerfull sama kuatnya dengan chip yang meluncurkan rudal nuklir," imbuhnya.

Dengan smartphone, sebut Triyono, kita bisa melakukan apapun sampai bisa melakukan hal-hal yang betul-betul canggih, misalnya belajar secara online melalui YouTube. "Di sektor keuangan, kita tidak ingin disrupsi, tapi kita ingin kolaborasi dan inovasi. Banyak fintech yang sangat membantu transaksi keuangan," bebernya.

"Bila ingin sukses, kolaborasi dengan dunia digital berupa aplikasi. Bisa menaikan pangsa pasar dari UKM, misal Bukalapak bisa membuka pasar nasional dan internasional," tambahnya.

Untuk itu, Triyono berpesan kepada peserta seminar agar menyikapi perkembangan dunia digital yang luar biasa karena bisa sangat membantu. "Jadilah technopreneurship," tandasnya

Dirut MNC Sekuritas, Susy Meilina mengatakan perubahan juga terjadi di bidang sekuritas. Dimana yang tadinya untuk jual beli saham mengandalkan fisik  sehingga harus memliki badan yang tinggi dan kuat. Namun dengan adanya era disrupsi industri 4.0 tidak lagi fisik yang diperlukan untuk mengetahuai perkembangan saham yang terjadi. Tetapi sudah ada teknologi yang akan memberitahukan setiap saat.

“Adanya perubahan teknologi ini, bukan hanya berimbas  pada  dunia sekuritas, namun juga sales. Yaitu adanya efisiensi. Sebab  sales sudah digantikan perannya dengan online tranding dan klien bisa melakukan online tranding sendiri,”  kata Susy

Menurut Susy, adanya online tranding, klien tidak perlu telpon dan menayakan saham apa yang bagus dan posisinya naik terus. Karena setiap waktu langsung ada pemberitahuan dan arah dari sekuritas, hari ini market yang bergerak, semalan ditutup dimana serta industi yang bagus begini dan pengaruhnya apa. Sehingga klien bisa langsung mengetahui sahan apa yang bagus dibeli.

“Saat ini membeli sahan seperti  membeli jepit sandal,” paparnya.

Untuk itu, sebagai generasi milineal perlu mempersiapkan dalam menghadapi terjadinya perubahan di era indsutri 4.0 ini. Sebab ditangan generasi muda ini yang nantinya akan membesarkannya.

“Semua perlu direncanakan dengan matang dan perlu proses. Bukan spontanitas. Sehingga harus bekerja maksimal,” tandasnya.

Sementara Dekan FE UAJY  Budi Suprapto menambahkan seminar ini menunjukkan masa depan indusri keuangan yang sudah berubah dari tradisional ke digital. Ini juga relevan dengan fakultas ekonomi UAJY yang berubah nama menjadi fakultas bisnis dan ekonomika. Dimana digital dan internasionalisasi merupakan flatform, sehingga mahasiswa dididik dan paham tentang digitaliasi yang baik untukpengembangan bisnis.

“Seminar ini untuk menunjukkan penemuan, invensi dan kreativitas di bidang digital finance guna membuka peluang bisnis bagi mahasiswa,”  ungkapnya. (sbd)
Read More
Sleman Gandeng  Enam  Investor Jadi Pembina UMKM

Sleman Gandeng Enam Investor Jadi Pembina UMKM


Bupati Sleman Sri Purnomo meninjau prodok UMKM Sleman  usai penandatangan MoU dengan PMA di Sleman,Jumat (28/9/2018)

SEMBADA.ID – Pemkab Sleman mengandeng enam  investor, baik penaman modal asing (PMA)  maupun penanam modal dalam negeri (PMDN ) yang ada di Sleman untuk menjadi pembina bagi 16 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut. Sebagai realiasinya enam investor tersebut mengadakan penandatangan kesepakatan (MoU)  sebagai mitra UMKM Sleman.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perijinan Terpadu (DPMPPT) Sleman Sutadi Gunarto menjelaskan enam investor yang melakukan  penandatanganan MoU itu   yaitu PT Primissima yang membina 5 UMKM,  PT Mirota (2 UMKM), PT Angkasa Pura 1 (UMKM), Bank Sleman (3 UMKM), BPD DIY  (2 UMKM) dan PT Garuda Mitra Sejati (1 UMKM).

“Penandatanganan ini juga untuk menjalin kerjasama yang saling menguatkan dan pembinaan berkelanjutan antara PMA atau PMDN dengan UMKM Sleman,” jelas Sutadi Gunarto soal kegiatan tersebut di Sleman, Jumat (28/9/2018)

Menurut Sutadi dengan terjalinnya kerjasaam ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produk UMKM,  baik untuk lokal maupun berorientasi eksport. Sehingga bukan hanya akan berdampak pada kesejahteraan, namun juga akan menunjang dan munculnya peluang investasi baru.

“Karena itu dalam acara ini kami juga menghadirkan beberapa asosiasi yang terkait dengan sektor industri,” paparnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan apresiasinya. Menurutnya langkah ini  menjadi wujud kepedulian penanam modal untuk memajukan UMKM di Sleman. Terlebih iklim usaha di Sleman saat ini terus berkembang karena munculnya destinasi wisata baru serta Sleman sebagai rujukan pendidikan di DIY.

“Saya mengharapkan kerjasama  ini dapat berjalan seimbang,” harapnya.(sbd) 
Read More
Sleman Borong Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Sleman Borong Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik




Sekda DIY Gatot Saptadi menyerahkan penghargaan keterbukaan informas publik (KIP) kepada Sleman yang diterima wakil bupati Sleman Sri Muslimatun di bangsal kepatihan Pemda DIY, Kamis (27/9/2018) malam

SEMBADA.ID - Kabupaten Sleman memborong pengharagaan keterbukaan informasi publik (KIP) 2018 dari komisi informasi DIY saat malam penganugerahan KIP di bangsal Kepatihan Pemda DIY, Kamis (27/9/2018) malam.

Tercatat dari lima jenis penghargaan, yaitu ketegori Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPDI) Utama, kategori OPD Kab./Kota, kategori Kecamatan, kategori BUMD dan kategori Legislatif. Sleman mendapatkan delapan penghargaan.

Masing-masing untuk PPID utama Pemkab Sleman mendapatkan satu penghargaan peringkat 2,  kategori  OPD tiga pengharagaan (BKPP peringkat 1,  Dinkop UKM peringat 3 dan Dinkominfo peringkat 4.  Kategori kecamatan dua penghargaan (kecamatan Depok peringkat 1 dan kecamatan  Ngempal peringkat 2),  BUMD  satu penghargaan (Bank Sleman peringat 1) dan  legislatif  satu penghargaan. (DPRD Sleman peringkat 1)


Wakil Bupati Sleman mengaku bangga dengan raihan tersebut. Lebih lanjut dia berharap keterbukaan informasi di Kabupaten Sleman dapat ditingkatkan lagi sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat. Menurutnya dengan meningkatnya keterbukaan informasi akan meningkatkan pula kesejahteraan di tengah masyarakat.  

“Pemkab Sleman selalu bersungguh-sungguh memenuhi hak masyarakat dalam keterbukaan informasi,” paparnya  

  
Sekda DIY,  Gatot Saptadi mengatakan negara berkewajiban untuk menyediakan segala informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Maka menurutnya pemerintah baik pusat maupun daerah harus menyiapkan insfrastrukturnya. Dikatakan pula olehnya bahwa semakin terbuka penyelenggara negara dan dapat diawasi oleh publik, maka kinerja penyelenggara negara tersebut dapat semakin dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap pemberian penghargaan ini dapat meningkatkan kinerja dalam keterbukaan informasi di DIY dan mendorong pihak lain untuk mengikutinya,”  terangnya

Ketua Komisi Informasi DIY,  Hazwan Iskandar Jaya  mengatakan jumlah  yang dinilai ada 217 intansi. Untuk penelitian sendiri, dengan metode kuisioner,  pencermatan website,  visitasi, uji akses dan presentasi. (sbd)
Read More
TNI  AU Perkuat Kerjasama Dengan  AU  Kamboja

TNI AU Perkuat Kerjasama Dengan AU Kamboja


Pimpinan RCAF  Brigadier General Yem Bun Reth (kanan)  mendapat penjelasan dari Danwingdkter Lanud Adisutjipto Kol Pnb Deni Simanjutan soal pesawat latih Sekbang di Lanud Adisutjipto, Kamis (27/9/2018)


SEMBADA.ID – Royal Cambodian Air Force  (RCAF) atau  AU Kamboja   mengunjungi pendidikan sekolah terbang (Sekbang) TNI  di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Kamis (27/9/2018). Delegasi RCAF  yang dipimpin Brigadier General Yem Bun Reth itu diterima Danwingdikter Lanud AdisutjiptoKol Pnb Deni Simanjutan.

Kunjungan  tersebut  dalam rangka  Senior Officers Exchange Visit Program (SOEVP)  sekaligus untuk mengetahui perkembangan pendidikan Sekbang TNI. Karena itu, delegasi AU Kambojo bukan hanya mendapat pemaparan  soal Sekbang TNI namun juga diajak melihat langsung sarana prasarana  Sekbang, di antaranya ke shelter pesawat latih.

“Ini tentu menjadi kebanggan bagi Lanud Adisutjipto, karena mendapat kunjungan dari AU Kamboja,”  ungkap Danwongdikter Lanud Adisuyjipto Kol Pnb Deni Simanjutan. Seperti dilansir sindonews

Pimpinan delegasi RCAF  Brigadier General Yem Bun Reth mengatakan sangat senang mendapat sambutan hangat dari AU Indonesia. Ia pun berharap kerjasama dan hubungan yang sudah berjalan baik antara RCAF dan AU Indonesia tersebut tetap dapat dpertahankan bahkan ditingkatkan lagi.

“ini juga untuk menjajaki kerjasa antara AU dan RCAF,”  ungkaonya.

Dalam kesempatan itu delegasi AU Kambojo juga mengunjungi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) yang ada di komplek Lanud Adisutjipto.  Mereka diterima Kapuspenau Marsekal  Pertama (Marsma) TNI Novyan Samyoga.

Selain mendapat penjelasan tentang sejarah singkat Muspusdirla dan TNI AU serta meninjau seluruh ruangan Muspusdirla. Delegasi AU Kambojo juga menyaksikan pemutaran film tentang penampilan Jupiter Aerobatic Team (JAT) yang merupakan team kebanggaan bangsa Indonesia di  ruang teater Muspusdirla.

Kapentak Lanud Adisutjipto Mayor Sus Ambar Rejiyati menambahkan sebelum ke Lanud Adisutjipto dan Muspusdirla, delegasi RCAF  ini juga mengunjungi Akademi Angkatan Udara (AAU). Setelah dari Lanud Adisutjipto rombongan RCAF akan mengunjungi beberapa obyek wisata yang ada di Yogyakarta (sbd)
Read More
Mahasiswa UNY  Buat Robot Untuk Periksa Rel Kereta Api

Mahasiswa UNY Buat Robot Untuk Periksa Rel Kereta Api


Tiga mahasiswa UNY, masing-masing Muhammad Adi Febri Setiawan (kiri), Rohmat Santosa (tengah) dam Ario Chandra Purpratama (kanan) bersama robot buatannya, saat Pinmas di UNY, 28 Agustus-2 September 2018 lalu. Foto Ist


SEMBADA.ID  – Tiga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)  masing-masing  Muhammad Adi Febri Setiawan program studi (prodi) Pendidikan Teknik Informatika, Rohmat Santoso prodi  Teknik Elektronika dan  Ario Chandra Purpratama prodi  Kimia berhasil  membuat inovasi alat bantu petugas Petugas Penilik Jalan (PPJ) rel kereta api yang di beri nama Autonomous Railways Monitoring Robot atau ARMR

Dengan alat ini, bukan hanya membantu keakuratan data  saat PPJ  melakukan pemeriksaan rel kereta api, namun juga mengantarkan ketiganya maju dalam pekan ilmiah mahasiswa  nasional (Pimnas) 2018 di UNY, 28 Agustus-2 September 2018 lalu kategori karca cipta. Meskipun dalam ajang itu belum menjadi yang terbaik.

Rohmat Santosa mengatakan pembuatan ARMR  setelah melihat PPJ rel kereta api selama ini dalam 
melakukan pemeriksaan masih dengan alat manual dan tradisional. Yaitu dengan menelusuri rel dengan cara berjalan yang jaraknya sekitar 16 km. Cara tersebut,  tentu bukan hanya  kurang efektif namun juga membutuhkan waktu yang lama.

Pemeriksaan sendiri untuk mengetahui kondisi rel tersebut.  Seperti apa ada yang patah, sambungan, wesel dan bantalan rusak, amblas, penambat longgar, sambungan genjotan serta lengkungan.  Dimana dari data-data itu sebagai sangat penting  untuk perbaikan dalam menunjang kualitas layanan kereta api.

“Karena itulah kami mencoba mencari solusi untuk membantu PPJ rel kerata api dalam melakukan pemeriksaan sekaligus agar data yang dihasilkan juga lebih akurat. Yaitu dengan membuat ARMR ini,” kata  mahasiswa UNY angkatan 2016 itu

Muhammad Adi Febri Setiawan menjelaskan ARMR terdiri dari empat bagian, bagian utama berupa mini PC Rasberry Pi, bagian controller menggunaan perangkat kontroler ardupilot, bagian monitoring berupa sensor ultrasonik sebagai pendeteksi kerusakan rel dan kamera sebagai  alat untuk melihat keadaan pada rel kereta api, dan bagian web ARMR sebagai pengendali melalui intenet dan streaming video.  

“ARMR ini berbentuk seperti mobil remot tetapi pada bagiannya ban dimodifikasi agar dapat berjalan di atas rel kereta api,” jelas Febru

Febri menambahkan fitur lain dari ARMR yaitu dapat mengirim lokasi kerusakan rel kereta yang terdeketeksi sensor menggunakan GPS.Untuk  cara kerja dari alat ini juga mudah, yaitu ARMR berjalan menyusuri rel kereta sesuai dengan titik awal keberangkatan dan titik akhir pemberhentian yang diatur melalui web, kemudian jika robot mendeteki kerusakan robot akan mengirim koordinat lokasi pada web terebut,

“Dengan alat ini PPJ tidak harus menyusuri rel kereta api dari ujung ke ujung tetapi memonitor melalui station pengendali dan langsung menuju pada koordinat kerusakan yang dikirimkan ARMR,”  terangnya

Mereka pun berharap dengan implementasi sistem ini pekerjaan PPJ akan lebih efektif dan efisien sehingga berdampak positif bagi perkembangan dunia perkretaapian Indonesia. (sbd)
Read More
 Sleman Beri Penghargaan  286  Pelajar Peraih Medali Popda dan O2SN

Sleman Beri Penghargaan 286 Pelajar Peraih Medali Popda dan O2SN


Bupati Sleman memberikan tali asih kepada pelajar Sleman yang meraih prestasi dalam Popda dan O2SN 2018 di pendopo rumah dinas bupati setempat, Kamis (27/9/2018)

SEMBADA.ID - Pemkab Sleman memberikan penghargaan kepada 286  pelajar Sleman yang berprestasi saat pekan olahraga pelajar daerah dan olimpuase olahraga siswa nasional (02SN)  2018 tingkat DIY, di pendopo rumah dinas bupati setempat, Kamis (27/8/2018).

Penghargaan berupa uang pembinaan yang besarnya bervariasi. Untuk peraih emas Rp2,7juta, perak Rp2,1 juta dan perunggu Rp1,5 juta. Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan lansung penghargaan tersebut. 


Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan sangat bangga dengan prestasi para pelajar Sleman tersebut. Namun begitu tetap meminta mereka tidak berpuas diri. Sebab ajang itu  merupakan awal dari perjuangan. Sehingga harus terus mengembangkan kemampuannya agar dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

“Ini adalah awal dari prestasi untuk kalian, untuk itu kalian harus tetap berusaha dan terus berlatih, sebab tidak menutup kemungkinan bisa naik ke tingkat nasional,” kata Sri Purnomo dalam sambutannya, seperti dilansr sindonews, Kamis (27/9/2018).

Sri Purnomo juga memberikan motivasi kepada para pelajar itu, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu, untuk terus berupaya meraih prestasi setinggi-tingginya. Dia memberikan contoh beberapa atlet nasional yang awalnya berasal dari keluarga kurang mampu, hingga akhirnya mereka dapat meraih prestasi di tingkat nasional bahkan Internasional.

“Seperti pada ajang Asian Games kemarin, banyak sekali atlet dari keluarga kurang mampu, namun dapat berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (DISPORA) Sleman  Agung Armawanta menambahkan  286 pelajar tersebut,terdiri dari 273 bertanding di Popda dan 13 di OSN. 273 pelajar itu yang meraih medali emas, 43 pelajar, perak 61 pelajar dan perunggu 169 orang yang mengikuti 23 cabang olahraga. 

“Untuk 14 pelajar yang meraih prestasi di ajang OSN,  lima pelajar meraih emas, tigapelajar perak dan lima pelajar meraih perunggu,”  tambahnya.

Selain itu, para pelatih yang mengantar para pelajar tersebut meraih prestasi juga mendapatkan penghargaan. Jumlah pelatih yang menerima penghargaan ada 46 orang
Read More
Minat Jadi PNS Tinggi, Warga Berbondong Cari SKCK

Minat Jadi PNS Tinggi, Warga Berbondong Cari SKCK




Para pemohon SKCK sedang mengisi formulir di Mapolres Sleman, Kamis (27/9/2018)

SEMBADA.ID  - Pegawai negeri sipil (PNS) masih menjadi impian bagi warga Indonesia. Terbukti saat pemerintah mengumumkan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) langsung mendapat respon yang luar biasa. Di antaranya dengan mencari surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) sebagai kelengkapan persyaratan di kantor kepolisian setempat. Hal ini juga terjadi di Mapolres Sleman


"Sejak Senin (24/9/2018)  warga banyak yang datang ke sini untuk mencari SKCK,”  kata Kasubag Humas Polres Sleman AKP Haryanta di Mapolres setempat, Kamis (27/9/2018).


Haryanto mengungkapkan, karena warga yang mengurus SKCK cukup banyak, membuat petugas harus memberikan waktu tambahan. Pasalnya dalam sehari pemohon SKCK bisa mencapai 500 orang.  Padahal pada hari biasa pemohon SKCK berkisar 100 hingga 200 orang per hari. Namun sejak ada pengumuman lowongan CPNS, pemohon SKCK meningkat drastis hingga lebih dari 500 orang tiap harinya. 


"Untuk membantu pelayanan, ada penambahan personel juga," jelasnya.

Menurut Haryanta untuk pelayanan pemohon SKCK dilayani sejak pukul 08.00 WIB, hingga14.00 WIB, namun petugas tetap mengerjakan pengetikan pada lembar SKCK hingga selesai. Hal tersebut supaya pemohon bisa mengambil pada keesokan harinya. 

Akibat peningkatan permohonan SKCK ini menyebabkan Polres Sleman kehabisan blangko rekam sidik jari. Padahal sejak awal September, blangko rekam sidik jari yang diberikan Polda DIY ke Polres Sleman mencapai 2.000 lembar. 


"Sebagai solusinya, pemohon SKCK yang belum mempunyai rekam sidik jari bisa membuat ke Polda DIY. Tapi untuk pengurusan pembuatan SKCK tetap di Polres Sleman karena harus sesuai domisili," terangnya.


Pemohon SKCK warga Sendangadi, Mlati, Sleman, Meta 27 mengaku membuat SKCK sebagai salah satu syarat untuk mendaftar CPNS. Untuk pelayanan sudah cukup cepat. Hanya saja karena pemohonnya banyak sehingga ruanganya penuh dan berdesak-desakmya.

eta sendiri belum mendapatkan SKCK karena blangko sidik jari habis dan sesuai dengan petunjuk petugas harus membuatnya di Polda DIY. Sehingga harus kembali ke Polres Sleman keesokan harinya. (sbd)


Read More
Enam Kecamatan Di Sleman Masuk Kawasan Kumuh

Enam Kecamatan Di Sleman Masuk Kawasan Kumuh




Para kepala desa, camat dan BKM se Sleman saat mengikuti pelatihan pengetasan pemukiman kumuh di Sleman, Kamis (27/8/2018)


SEMBADA.ID -Enam dari 17 kecamatan di Sleman masuk dalam kawasan kumuh.  Enam kecamatan itu, yakni kecamatan  Depok,  Mlati, Gamping, Ngemplak, Ngaglik dan Godean.  Dari enam kecamatan  tersebut  ada -45 lokasi  dengan luasan mencapai 162,23 hekatera (ha)..

Untuk itu berbagai upaya terus dilakukan  pemkab  Sleman guna mengatasi dan menekan kawasan kumuh tersebut. Satu di antaranya  melalui program kota tanpa kumuh (Kotaku).  Sebagai implementasinya  pemkab Sleman memberikan pelatihan kepada  camat, kepala desa  dan badan kewaspadaan masyarakat (BKM) di Sleman tentang pengentasan pemukiman kumuh,  seperti dilansir sindonews, Kamis (27/9/2018).

Kepala Seksi Perumahan Formal DPUPKP  Sleman Muhamad Nurrochmawardi mengatakan secara umum untuk penataan pemukiman kumuh sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Tercatat dari 45 lokasi, 29 atau 70 %  lokasi di antaranya sudah tertanggani. Sehingga tinggal 16 atau 30% lokasi yang memerlukan penanganan lebih intensif  lagi.

 “Pengentasan Pemukiaman Kumuh di Sleman sudah efektif, dan Stakeholder penataan pemukiman kumuh sudah satu bahasa, kedepannya 2019, 16 lokasi kumuh yang tersisa akan kita intervensi,” kata Muhammad Nuurochwardi

Selain itu,  surat ketetapan (SK) tentang Kawasan Pemukiman Kumuh yang sudah diterapkan akan terus diperbaiki dan disempurnakan. Termasuk  akan dilakukan pembuatan dan penetapan  peraturan bupati (Perbup) untuk melakukan intervensi pencegahan di lokasi rentan kumuh .

“Diharapkan para kepada desa yang sudah dikukuhkan sebagai relawan untuk lebih merapatkan barisan karena masih akan banyak diskusi dan evaluasi terkait program Pengentasan Pemukiman Kumuh,” tandasnya.


Direktoral Jendral Cipta Karya DIY Satuan Kerja pengembangan Kawasan Pemukiman Tri Rahayu menghimbau kepada para peserta pelatihanan untuk menularkan ilmu yang didapat kepada warga yang ada ditempatnya masing - masing,  terlebih lagi terhadap warga yang tinggal disepanjang sungai untuk tidak membuang limbah ke sungai.

Wakil ketua DPRD Sleman Sukaptono mengatakan mendukung dengan upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan kawasan kumuh di Sleman. Namun begitu, agar penanganan kawasan kumuh tepat sasaran tetap harus ada pengawasan bersama.  Baik yang menyangkut dengan program maupun pengunaan anggaran.

“Kami juga akan melakukan klarifikasi soal ini kepada pemkab, termasuk akan melakukan pengecekan ke  lapagan,” tanda  Sukaptono yang juga pengampu komisi  C DPRD Sleman bidang pembangunan itu. (sbd)
Read More
Polda DIY Buka 12 Formasi CPNS

Polda DIY Buka 12 Formasi CPNS




SEMBADA.ID– Polda DIY membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun pengadaan 2018.  Ada enam formasi yang menyediakan 12 kuota.  Yaitu  dokter umum ahli pertama 2 formasi,, analis kesehatan  1 formasi, analis pengembangan SDM Aparatur 3 formasi, perawatan  terampil 4 formasi, bidan terampil dan  pengelola kefarmasian.masing-masing 1 formasi.


Pendaftaran sendiri dibuka mulai 26 September sampai 4 Oktober 2018.  Untuk pendaftaran secara online melalui http://sscn.bkn.go.id.

“Untuk syarat-syarat dan ketentuan pendaftaran dapat dilihat di website pendfataran atau datang langsung ke Biro SDM  Polda DIY,” kata Karo SDM Polda DIY  Kombes Pol Novian Pranata, seperti dilansir sindonews, Rabu (26/9/2018).

Novian Pranata  mengatakan dari 12 formasi tersebut terbagi dalam formasi umum dan cumlaude serta honorer K2 Polri.  Untuk itu, bagi yang sudah melakukan pendaftaran akan ada verifikasi administrasi. Untuk verifikasi dimulai 27 September  hingga 5 Oktober 2018 di Biro SDM Polda DIY. Bagi yang memenuhi syarat akan mengikuti seleksi tahap selanjutnya.  

“Bagi yang diyatakan lulus  verifikasi administasi akan  mendapatkan kartu peserta ujian”  terangnya.


Novian menjelaskan setelah seleksi administrasi akan ada beberapa tahapan seleksi, yaitu seleksi  kemampuan dasar (SKD) dengan computer assisted cat (CAT), seleksi kemampuan bidang (SKB), meliputi aspek pengetahuan dengan CAT, praktek dan penilaian perilaku, setelah itu ada pemeriksaan kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani dan penelusuan mental kepribadian (PMK).

“Semua tahapan seleksi ini gratis atau tanpa dipungut biaya,” paparnya.

Untuk itu, bagi pendaftaran diminta untuk hati-hati dan waspada, jika ada oknum yang mengaku dapat memasukan menjadi CPNS Polri, apalagi dengan minta imbalan uang dengan jumlah tertentu. Jika ada yang menemui hal tersebut, diharapkan dapat melaporkan ke kepolisian terdekat.  Sebab Polri hanya akan menerima SDM berkualitas sesuai dengan posisinya.

“Karena itu, seleksi ini dipastikan sangat ketat,” jelasnya.(sbd) 
Read More
Pemahaman Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah

Pemahaman Literasi Keuangan Masyarakat Masih Rendah



Bincang-bincang Prudential dengan dua nasabah di sela-sela peluncuran Prulink Generasi Baru dan Prulink Syariah Generasi Baru,  di Sleman, Rabu (26/9/2018). Foto sembada.id/iwan

SEMBADA.ID - Prudential mendorong edukasi literasi keuangan kepada masyarakat. Hal itu dilakukan mengingat literasi masyarakat Indonesia terhadap produk asuransi masih rendah.

Chief Marketing Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menyebutkan, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan di Indonesia sekitar 33 persen, sedangkan inklusinya sudah 66 persen. "Rendahnya tingkat literasi keuangan ini menyebabkan masyarakat belum paham pentingnya produk-produk keuangan, termasuk asuransi," katanya saat peluncuran Prulink Generasi Baru dan Prulink Syariah Generasi Baru, di Sleman, Rabu (26/9).

Menurut dia, data OJK tersebut menunjukkan prosentase masyarakat yang memanfaatkan produk produk asuransi masih kecil dibandingkan total populasi. Di sisi lain, kondisi ini sebenarnya dalam rangka melakukan penetrasi keuangan termasuk asuransi masih terbuka lebar. 

Dia menegaskan, Prudential ikut bertanggungjawab mendorong literasi masyarakat ini, sebagai upaya mendukung program pemerintah. "Kami mendorong edukasi jangka panjang, ingin meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang," paparnya.

Luskito mengungkapkan, peluncuran Prulink Generasi Baru dan Prulink Syariah Generasi Baru juga sebagai bagian edukasi literasi. Peluncuran dilakukan secara marathon di delapan kota yakni Yogyakarta, Jakarta, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar, Surabaya, dan Bandung.

Menurut dia, produk ini memiliki banyak kelebihan, seperti keringanan dalam biaya administrasi, tambahan alokasi investasi dan lainnya.

Dia menambahkan, tren di Indonesia saat ini menunjukkan produk unit link semakin diminati masyarakat. Survei yang dilakukan Prudential menunjukkan mayoritas konsumen menekankan kebutuhan untuk mempersiapkan masa pensiun, biaya pengobatan di rumah sakit, pendidikan anak, serta perlindungan diri terhadap sakit kritis sebagai dan lainnya.(iwan)

Read More
Sleman Promosikan Kopi Merapi Lewat Festival

Sleman Promosikan Kopi Merapi Lewat Festival


Kepala dinas pertanian pangan dan perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono (tengah) usai membuka festival kopi Merapi di desa wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (26/9/2018).foto sembada.id/rizal

SLEMAN – Pemkab Sleman menggelar festival kopi Merapi 2018 di desa wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Rabu (26/9/2018).  Tercatat 30 stand (25 barista dan 5 petani) yang mengikuti acara tersebut. Stand tersebut, bykan hanya menjajakan berbagai hasil produksi biji kopi Merapi namun juga mengolah secara langsung biji kopi dengan teknik yang berbeda-beda.

Hal ini sangat menarik bagi pengunjung dalam kegiatan itu. Indikasinya mereka sangat antusias mengikuti proses pengolahan kopi oleh barista maupun petani. Apalagi pengunjung juga dapat mencoba setiap kopi yang disajikan di masing-masing stand secara gratis.


Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Heru Saptono mengatakan . Festval kopi Merapi ini merupakan upaya untuk menjembatani kepentingan petani, pemerintah, pengusaha, dan masyarakat penikmat kopi. Melalui festival ini para pihak tersebut dapat mengenal dan berbagi, saling mengevaluasi serta membangun komitmen guna mendongkrak kualitas dan kuantitas komoditas kopi Merapi

“Festival kopi ini juga sebagai upaya mempromosikan serta melestarikan keberadaan kopi Merapi,” kata Heru usai pembukaan festival kopi Merapi tersebut, seperti dilansir sindonews, Rabu (26/9/2018).

Menurut Heru Saptono, Potensi kopi Merapi dikenal cukup bagus bahkan sempat dipromosikan hingga Firlandia oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo beberapa waktu lalu dan mendapatkan respon yang baik dari para penikmat kopi di negara tersebut.

“Kopi lereng merapi itu cukup khas rasanya dan masuk menu spesial di cafe-cafe karena kopi merapi tumbuh di tanah lapukan abu vulkanik yang kemudian menimbulkan cita rasa yang berbeda dari cita rasa kopi lainnya,” tuturnya.

Heru menambahkan untuk pembudidayaan kopi Merapi sendiri akan fokus di  Cangkringan, Pakem dan Turi. Untuk pengembangnya juga sudah menyediakan bibit  8000 bibit. Dimana bibit tersebut akan diberikan kepada petani secara gratis untuk ditanam saat musim hujan nanti.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Tri Endah Yitnani untuk pemasaran kopi Merapi siap memfasilitasi, terutama  yang dipasarkan ke luar negeri, seperti Finlandia. Termasuk memberikan pelatihan dalam pengemasan produknya dan hal teknis lainnya.  Hanya saja untuk kepentingan ini, akan melihat  perijinan, indikasi geografi, dan paten merknya

“Selain Firlandia, kami  telah melihat potensi lain melalui market intelligence untuk memasarkan lebih luas produk Kopi Merapi yaitu di Moscow dan Swedia dimana konsumsi masyarakatnya terhadap kopi cenderung tinggi,” jelasnya.(zal)
Read More
500 Kalifah Ikuti MTQ Pelajar Sleman

500 Kalifah Ikuti MTQ Pelajar Sleman


MTQ : Sekda Sleman Sumadi membuka MTQ Pelajar Sleman 2018 di SMPN 1 Minggir, Rabu (26/9/2018)

SEMBADA.ID -Pemkab Sleman  tahun 2018 kembali mengelar MTQ  pelajar.  Penyelenggaraan tahun ini dipusatkan di SMPN 1 Minggir. Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Sumadi secara resmi membuka kegiatan tersebut, Rabu (26/9/2018).  MTQ  pelajar tersebut diikuti 500 kalifah berasal dari pelajar SD hingga SMA/SMK di Sleman. MTQ pelajar sendiri melombakan 14 kategori.


“Seluruh peserta merupakan peringkat pertama dari hasil seleksi di tingkat unit pelaksana teknis (UPT) kecamatan bagi jenjang SD dan peringkat pertama hasil dari seleksi di tingkat koordinasi wilayah (Korwil) untuk jenjang SMP dan SMA/SMK,” kata   kepala dinas  pendidikan (Disdik) Sleman Sri Wantini saat  pembukaan MTQ Pelajar Sleman tersebut.

Sri Wantini  menjelaskan 14 kategori itu, yakni MTQ & Puitisasi Sari Tilawah, Musabaqoh Tilawah Al Qur’an,  Musabaqoh Tartil Qur’an, Musabaqoh Hifdzil Qur’an, Musabaqoh Sahril Qur’an, Musabaqoh Adzan, Pidato/ceramah Agama, Cerdas Cermat Al Qur’an, Musabaqoh seni lukis Islami, Kaligrafi dan naszid.

 “Pemenang  dari ajang ini akan mewakili Sleman  pada lomba MTQ pelajar tingkat DIY,” terangnya.

Sekda Sleman Sumadi  mengatakan selain sebagai upaya pembentukan karakter anak-anak sekolah.  Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap Al Quran.  Bukan hanya sekedar membaca namun juga mampu memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu, guru di sekolah memiliki peran penting untuk mewujudkan hal ini. Yaitu tidak hanya mengajari membaca Al Quran namun juga memahami dan mengamalkannya,” kata Sumadi dalam sambutannya 

Sumadi menegaskan permintaan ini bukan tanpa alasan. Sebab saat ini banyak yang belum mampu menerjemahkan Al Quran dalam kehidupan. Oleh karena itu untuk mengaplikasikan ajaran Quran dalam kehidupan perlu kerja keras.  (sbd)
Read More
Lestarikan Bahasa Jawa, Sleman Luncurkan Majalah Bahasa Jawa Memetri

Lestarikan Bahasa Jawa, Sleman Luncurkan Majalah Bahasa Jawa Memetri


Pemkab Sleman meluncurkan majalah bahasa Jawa Memetrti di pendopo rumah dinas pemkab setempat, Selasa (25/9/2018) malam


SEMBADA.ID – Kepedulian Pemkab Sleman dalam melestarikan bahasa Jawa sangat tinggi. Terbukti untuk menjaga eksitensi keragaman budaya daerah khususnya budaya Jawa dalam memperkuat jati diri harkat dan martabat serta kepribadian bangsa, Pemkab Sleman menerbitkan majalah bahasa Jawa dengan nama Memetri.

Launching majalah tersebut dilakukan  di pendopo rumah dinas bupati setempat, Selasa (25/9/2018) malam.  Acara launching ditandai dengan pembukaan selubung yang bertuliskan majalah Memetri oleh Asisten Sekda  (Assekda) Bidang Pemerintahan Purwatno Widodo  didampingi Kepala Dinas Kebudayaan  (Disbud)  Sleman Aji Wulantoro dan Staf Ahli bidang Ekonomi Pembangunan Arif Pramana.


Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan bahasa Jawa sebagai bahasa daerah adalah aset bangsa yang harus dilesrarikan keberadaannya. Ini bukan tanpa alasan. Sebab bahasa Jawa banyak muatan dan filosofi yang baik dalam kehidupan, baik yang menyangkut dengan tata krama maupun kehidupan sosial lainnya

“Karena itu keberadaanya harus dijaga dan lestarikan. Berdasarkan UNESCO bahasa Jawa menduduki urutan 18 dari 6.900 bahasa yang ada di dunia,” kata Sri Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan   Assekda   bidang pemerintahan Pemkab Sleman Purwatno Widodo saat peluncuran majalan Memetri itu..

Sri Purnomo  menjelaskan sebenarnya  pemerintah termasuk swasta termasuk media massa sudah  melakukan upaya untuk melestarikan bahasa  Jawa,  Hanya saja rubtik di media massa itu, sering terdesak rubrik lain yang lebih menguntungkan secara ekonomis.


“Untuk itu dengan diterbitkannya majalah bahasa Jawa  Memetri ini, merupakan bentuk upaya nyata Sleman  guna melestarikan serta mengembangkan bahasa dan budaya Jawa,”  terangnya.


Kepala dinas kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantoro menambahkan majalah Memetri ini rencanannya aka terbit dua kali dalam setahun.  Untuk rubriknya, akan berisi berita dinas, potensi seni dan tradisi, sastra serta berbagai artikel lainnya yang berhubungan dengan budaya Jawa.  (agn)
Read More
Sleman Jadi Rujukan Implementasi Paten Nasional

Sleman Jadi Rujukan Implementasi Paten Nasional



Bupati Sleman Sri Purnomo saat menyampaikan implementasi Paten di Sleman saat rapar pembahasan peraturan menteri dalam negeri  (permendagri) tentang Paten yang diselenggarakan Kemenpan RB, di Jakarta, Selasa (25/9/2018). Foto Dok Pemkab Sleman

SEMBADA.ID – Pemkab Sleman ditunjuk pemerintah pusat sebagai rujukan dalam penerapan pelimpahan kewenangan dan evaluasi kinerja kecamatan (Paten) nasional.  Hal ini bukan tanpa alasan, sebab Sleman telah mengimplementasikan Paten tersebut di 17 kecamatan yang ada di daerah  ini sejak tahun 2014 lalu.   Beberapa  kewenangan yang dilimpahkan kepada kecamatan, diantaranya IMB dengan luas bangunan maksimal 100 m SPTL, SKTBL dan  Ijin Gangguan (HO).

Sebagai tindaklanjutnya dalam rapat pembahasan peraturan menteri dalam negeri  (permendagri) tentang Paten yang diselenggarakan Kemenpan RB, , Bupati Sleman Sri Purnomo diminta memyampaikan pengalamannya dalam penerapan Paten tersebut di hadapan para sekda, kepala bagian pemerintahan dan camat se Indonesia, di Jakarta, Selasa (25/9/2018).

Kabag Humas dan  Protokol Sleman Sri Winarti mengatakan bupati Sleman Sri Purnomo dihadapan perwakilan pejabat daerah menjelaskan untuk implememntasi Paten tersebut,  yaitu  dengan membuat peraturan bupati (Perbup), No 13/2014. Dimana perbup ini sebagai payung hukum dalam pelaksanan Paten di kecamatan.

Bupati Sleman dalam kesempatan itu juga  mengaku  meski pelimpahan kewenangan ini tidak mudah, bahkan sampai saat ini masih terdapat kendala, tetapi tetap berupaya untuk mengoptimalkan program tersebut guna terwujudkan kemudahan dan kecepapatan pelayanan kepada masyarakat.

 Apalagi  dengan Paten, selain dapat  mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, juga  efektik dan efisiensi. Jadi spiritnya adalah memberikan kemudahan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sri Winarti menambahkan rapat pembahasan peraturan menteri dalam negeri  (permendagri) tentang Paten tersebut berlangsung selama tiga hari, yaitu mulai Senin-Rabu (24-26/9/2018).

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan apa yang telahn dilakukan Sleman ini harus mendapat apresiasi. Namun yang lebih pnting dari ini, yaitu bagaimana mengoptimalkan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyatakat. Terutama yang menyangkut dengan perizinan. Sebab untuk masalah perizzinan, hingga sekarang masih menjadi keluhan, terutama lamanya  dalam pengurus pengurusan.(sbd)
Read More